Ibadah Minggu JUBILATE, 30 April 2023
Tema:
BERSUKACITA KARENA PEMELIHARAAN TUHAN
Ev: Mazmur 100:1-5
Ep: Yohanes 10:1-10
Mazmur 100:1-5 (TB)
100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya l dengan sorak-sorai!
100:3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
----------
Shalom, selamat hari minggu saudara/i yang terkasih dalam nama Yesus Kristus Tuhan kita. Tak terasa kita sudah di penghujung bulan April dan akan segera memasuki bulan ke lima dalam tahun ini. Melihat perjalanan hidup kita selama ini siapa menyangka bahwa di tahun-tahun yang lampau yang penuh dengan pergumulan dan masalah ternyata bisa kita lewati hingga kita menjadi ada seperti saat ini. Mungkin pada saat-saat lampau kita sempat berpikir apakah saya bisa melewati tahun-tahun ini atau tidak.
Tetapi syukur pada Tuhan bahwa kita akhirnya bisa menjadi sebagaimana kita ada saat ini bukan karena kekuatan kita, tetapi sungguh-sungguh karena anugerah Tuhan. Kalau kita menghitung segala sesuatu yang sudah kita jalani dan alami, termasuk materi yang sudah kita gunakan dan habiskan, kita bisa heran saat kita dapati sudah berapa besar dana yang sudah kita habiskan untuk diri kita sendiri selama kita ada di dunia ini. Berapa ton beras/nasi yang sudah kita makan, berapa ribu liter air yang sudah kita gunakan, Sungguh kita heran betapa semua ternyata bisa kita miliki dan habiskan. Belum lagi kalau kita berhitung berapa banyak kegagalan dan air mata yang kita rasakan, berapa banyak sukacita dan kegembiaraan yang kita alami, dan lain sebagainya selama kita hidup. Sesungguhnya Tuhanlah yang berkarya, mencukupkan dan memelihara kita sebab kita adalah ciptaanNya.
Terkadang kita berpikir baaimana saya bisa melewati ini semua? Bagaimana saya bisa membesarkan anak-anak ini sampai dewasa dan mandiri (bagi yang punya anak-anak), bagaimana saya bisa menyelesaikan perkara ini dan bagaimana nanti akhirnya, bagaimana saya bisa bertahan dengan bisnis/usaha ini, dan lain sebagainya pertanyaan-pertanyaan dalam hati kita. Tetapi lihatlah, semua pertanyaan-pertanyaan yang dulu kita tanyakan dan kuatirkan, meskipun rasanya tanpa ada jawaban ternyata kita semua telah ada sebagaimana kita ada saat ini.
Saudaraku, apakah kita menyadari bahwa itu semua sesungguhnya bentuk pemeliharaan Tuhan bagi kita?. Kalau kita mengihitung semua berkat yang Tuhan telah beri dan sudah kita terima walau mungkin tanpa kita sadari, sungguh tidak sanggup kita menghitungnya. Tetapi ternyata semua bisa juga kita lalui. Memang demikianlah Tuhan kita gembala yang agung itu menjaga dan memelihara kita walau tanpa kita sadari dan tanpa kita ketahui Dia selalu berkarya di dalam hidup anak-anakNya.
Karena itu kalau saat ini kita merasa mengalami tekanan hidup, badai dan persoalan hidup, tekanan ekonomi, usaha yang tidak maju-maju, sementara kita melihat orang lain semakin bersinar, memiliki ini dan itu, janganlah iman kita menjadi lemah. Lagu kidung jemaat 439 yang berjudul “Bila topan K’ras melanda hidupmu” sungguh benar mengingatkan kita akan berkat dan pemeliharaan Tuhan. Dalam lirik di refreinnya dikatakan begini:
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau 'kan
kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.
Begitu juga dalam ayat 3 dikatakan:
Bila kau memandang harta orang lain, ingat janji
Kristus yang lebih permai;
hitunglah berkat yang tidak terbeli milikmu di sorga tiada terperi.
Dengan demikian, ketika kita fokus kepada Tuhan, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan ketenangan dalam segala kekurangan dan persoalan hidup. Kita bisa lemah dalam menghadapi pergumulan hidup tatkala kita tidak fokus kepada Tuhan sehingga kita tidak pernah berpikir dan menyadari serta menghitung segala berkat Tuhan dalam hidup kita, malah sebaliknya sibuk menghitung berkat-berkat yang orang lain miliki, yang akhirnya membawa kita kepada iri hati dan sungut-sungut.
Saudara, nas ini mengajarkan kita cara bersyukur kepada Tuhan atas pemeliharaanNya dalam hidup kita.
Yang pertama dalam ayat 1 adalah bersorak-sorai bagi Tuhan. Bersorak-sorai di sini adalah bersukacita dengan cara meneriakkan kuat-kuat, menyatakan segala kebaikan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.
Yang kedua adalah dalam Ayat 2 datang berbakti atau beribadah kepada Tuhan dengan sukacita dengan cara taat atau tunduk kepada Perkataan Tuhan.
Yang ketiga adalah di ayat 4 menyatakan supaya datanglah ke baitNya dengan puji-pujian dan ucapan syukur. Di sini kita melihat betapa pentingnya ciptaan beribadah kepada Tuhan sang pencipta. Jaman ini ada banyak orang yang merasa tidak perlu lagi beribadah. Beribadah ke gereja bagi mereka tidak penting. Mereka membela diri dengan berkata “gereja bukanlah gedungnya, tetapi orangnya. Kemudian mereka berkata di mana saja bisa beribadah tidak harus di gedung gereja. Mereka membenarkan dirinya dengan dalil-dalil gereja bukanlah gedungnya. Tetapi sebenarnya kerinduan Allah supaya semua orang percaya duduk bersama,menyembah bersama, makan semeja dari menu yang sama yaitu Firman Tuhan, dan bersama-sama menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan dengan sorak sorai. Ada saatnya beribadah secara pribadi dan ada saatnya beribadah bersama-sama.
Pada saat peribadahan itu umat menyembah dan memberi persembahan syukur kepada Tuhan. Itu sebabnya aktifitas Penyembahan-Persembahan tidak bisa dipisahkan. Setiap orang yang mengenal Tuhan dengan benar akan menyembahNya dengan benar, dan setiap-penyembah-penyembah yang benar akan mempersembahkan persembahan yang benar yaitu persembahan yang tulus dan murni.
Dalam Ayat 3 dan 5 pemazmur menegaskan tentang perlunya mengenal dan mengetahui siapa Tuhan kita dan apa yang sudah dilakukanNya kepada kita. Lima hal disebutkan di sini tentang siapa Allah yang memelihara kita. Yang pertama TUHANlah Allah jangan ada yang lain, lalu Dia adalah Pencipta Kita, sehingga kita adalah milikNya, Kita umatNya dan Dia adalah Gembala kita, Tuhan itu baik dan kasih setianya sampai selama-lamanya, dan yang terakhir bahwa kesetiaanNya turun-temurun. Ini merupakan penegasan sekaligus mengingatkan bahwa faktanya banyak manusia yang sudah menggadaikan hidupnya, imannya bukan kepada Tuhan yang benar lagi. Mereka tidak mengandalkan Tuhan lagi, bahkan MENYISIHKAN Tuhan dalam hidup mereka. Tragisnya bahwa ada yang merasa bahwa melibatkan Tuhan dalam hidupnya malah merepotkan setiap perjalanan hidupnya. Suatu ketika dia punya masalah yang tidak bisa dia selesaikan maka dia mencoba datang kepada Tuhan, dan ketika Tuhan tidak menyelesaikan masalahnya maka dia lari kepada alternatif lain yang dunia sediakan. Padahal bukan Tuhan yang tidak bisa menyelesaikannya tetapi sebenarnya karena dia tidak menghormati Tuhan, malah menjadikan Tuhan hanya sebagai pelengkap penderita. Jika perlu panggil dan jika tidak perlu tidak usah.
Ada banyak di dunia ini yang akhirnya bisa memalingan manusia dari Tuhan. Misalnya harta atau materi, kedudukan, hobby atau kegemaran, terutama saat ini teknologi. Fakta saat ini bagaimana segala kemajuan yang dimiliki dunia termasuk teknologi telah berhasil memalingkan manusia dari Tuhan. Seperti gadget (HP android) benda yang sudah menjadi pendamping utama bagi manusia mulai dari anak kecil sampai yang tua. Gadget ini sudah berhasil menggeser posisi dan perlunya Tuhan dari kehidupan seseorang, menggeser perlunya orangtua, menggeser perlunya anak, menggeser perlunya bersosial atau pertemanan di lingkungan tempat tinggal, tempat umum, dan lain sebagainya. Kalau ini tidak dikendalikan maka semua posisi dan kepentingan dalam hidup manusia akan diambil alih dan digantikannya.
Saudara, mengenal Tuhan dan kembali kepada Tuhan adalah hal yang harus kita lakukan. Sebagaimana yang pemazmur sampaikan bahwa dengan segala identitas dan kualifikasi Ke-Tuhan-an yang Tuhan kita miliki harusnya membuat kita bersukacita, bangga dan bersyukur atas pemeliharaaNya, dan menjadikan Tuhan sebagai yang utama dan terutama dalam hidup kita, dan yang lainya hanya pelengkap saja. Dalam nas ini kita menemukan bahwa kita tenang menjalani hari-hari dengan sukacita sebab Tuhan adalah Gembala kita yang Agung yang setia dan bertanggungjawab atas umat gembalaanNya.
Tidak ada tuhan (sembahan) seperti Dia yang senantiasa memikirkan dan merencanakan yang terbaik kepada umatNya. Tuhan hanya mengharapkan kita umatNya hanya datang menyembahNya dengan sukacita dan sorak-sorai sebab hanya Dia yang menuntun kita kepada masa depan yang penuh harapan bukan kepada kecelakaan. Meskipun kadang sepertinya jalan yang ditunjukkanNya itu keras dan penuh liku-liku tetapi Tuhan tahu bahwa itu mendatangkan kebaikan kepada kita. Sementara dari pemeliharaan dan tuntutan dari gembala-gembala palsu itu (ilah-ilah palsu) akan membawa kepada kebinasaan walaupun nampaknya jalan yang dibawanya mudah, manis, dan mulus tetapi sesungguhnya penuh tipu daya. Dalam Yohanes 10:10 Yesus tegas menyatakannya bahwa :
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”.
Karena itu kotbah minggu ini mengajak kita untuk datang kepada gembala yang baik dan benar yaitu Tuhan kita Yesus Kristus, menyembah Dia dengan sorak-sorai, beribadah kepadaNya dengan hati gembira dan rindu selalu datang ke baitnya bersama orang-orang kudus yang ditebusNya untuk meyembahNya dan membawa persembahan-persembahan syukur kepadaNya.
Kiranya renungan minggu ini menguatkan kita, dan menyemangati kita untuk semakin giat berbakti dan bersyukur kepada Tuhan. Tuhan memberkati kita semua, Amin.
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......