Minggu, 23 Juli 2023

MENGAPA ALLAH MENEMPATKAN POHON PENGETAHUAN DAN POHON KEHIDUPAN DI TAMAN EDEN

 

MENGAPA ALLAH MENEMPATKAN POHON PENGETAHUAN TENTANG YANG BAIK DAN YANG JAHAT DAN POHON PEHIDUPAN DI TAMAN EDEN?

 

Pertanyaan ini muncul sebab akibat: "Karena dengan adanya pohon itu manusia jadi jatuh  ke dalam dosa".

 

Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah.

Paling tidak ada tiga gambar dan rupa Allah yang ada dalam diri manusia yaitu:

Pikiran, perasaan serta kehendak bebas.  Ini adalah karakter Allah yang ada dalam diri manusia.

Berbeda dengan ciptaan lain seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Kehendak bebas manusia membuat dia memiliki kemampuan untuk bertindak dan berpikir serta mengambil keputusan sesuai dengan kemauannya (hasil pikiran dan perasaannya).

Jadi Allah menciptakan manusia demikian sehingga manusia itu bukan robot yang hanya bertindak dan bergerak sesuai keinginan pembuatnya.

 

Karena itu, karena manusia adalah ciptaan, meskipun memiliki kehendak bebas, manusia harus taat dan  tunduk kepada Allah Sang Pencipta, maka Allah membuat kedua pohon itu di taman eden bukan untuk mencobai, tetapi sebagai pagar atau batas bagi manusia dalam hal mentaati Allah.

Bayangkan segala sesuatu yang diperlukan manusia itu sudah ada, semua buah pohon di taman itu bisa dimakan dan dinikmati, tetapi mengapa masih tergiur dengan buah pohon pengetahuan yang dilarang dimakan ini?

 

Jadi Alllah menempatkan Pohon Penhetahuan dan Pohon Kehidupan itu bukan juga untuk menjebak manusia itu supaya jatuh ke dalam dosa dan pelangaran, dan seakan-akan mau mengatakan kepada manusia itu “kan….kamu lemah, tidak taat, itu sajapun tidak bisa kau taati, ….dst

 

Sebelum Iblis masuk ke taman Eden, maka manusia itu, asal melihat pohon itu, tahu bahwa kedua pohon itu dilarang untuk dimakan karena ada ancaman kematian  di dalamnya.

Dan nampaknya secara tampilan fisik buah pohon itu begitu menggiurkan dari buah pohon-pohon yang lain. Itu juga sekaligus menguji ketaatan dan ketundukan mereka atas perintah Tuhan.

 

Tetapi manusia itu gagal mentaati Allah, tipuan dan cobaan si Iblis yang menyerang pikiran, perasaan dan kehendak manusia membuat dia berpikir negatif tentang Allah bahwa “Allah sudah berbohong kepada kami, Dia menyembunyikan kebenaran bahwa dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat itu akan membuat mereka sama dengan Allah. Allah egois Dia tidak mau manusia menjadi sama dengan Allah sehingga melarang kami (Adam dan Hawa) untuk memakan buah ini”.

 

Akhirnya itu merangsang keinginannya untuk menjadi sama dengan Allah membuat kehendak bebasnya benar-benar dipergunakan untuk mengambil keputusan dengan memakan buah itu.

 

Iblis benar-benar licik dalam kejadian pasal 3 Iblis hanya menyebutkan dan menekankan manfaat buah pohon pengetahuan itu yaitu tahu tentang yang baik dan yang jahat, serta menjadi sama seperti Allah.

Tetapi dia (Iblis) berusaha mengalihkan dan menyembunyikan konsekuensi atau  akibat yang Tuhan buat jika memakan buah itu yaitu MATI. Iblis berkata “sekali-kali kamu tidak akan mati”. Padahal Tuhan berkata dalam Kejadian 2:17 “pada hari engkau memakannya pastilah engkau mati

 

Namun di atas semuanya itu kemampuan kita untuk memikirkan kehendak dan rencana Allah atas dunia ini sangat terbatas, sehingga secara prinsip kita harus tundak kepada kehendak dan rencana Allah itu.

Misalnya pikiran kita akan berkata: “Seharusnya Allah tidak menempatkan kedua pohon itu di taman eden supaya  manusia tidak jatuh ke dalam dosa”

Tapi pertanyaan selanjutnya apakah manusia akan benar-benar tidak jatuh dalam dosa jika seandainya tidak ada kedua pohon itu di taman Eden? Tentu jawabannya adalah: Bahwa peluang manusia itu akan memberontak kepada Allah tetap ada, disebabkan  dua alasan: (1) Karena manusia itu memiliki kehendak bebas (2) Karena Iblis sudah masuk ke taman eden dengan misi menghancurkan manusia sebagai ciptaan Allah yang paling mulia dan paling dikasihi.

 

TAMBAHAN:

Iblis dihukum Allah karena memberontak dan ingin sama dengan Allah. Dia tahu bahwa dia tidak mungkin bisa menang melawan Allah maka satu-satunya cara dia untuk melawan dan menyakiti Allah adalah dengan menyakiti dan membinasakan yang dikasihi Allah yaitu manusia. Cara yang dilakukannya adalah memprovokasi dan menipu manusia itu untuk melawan Allah. Dia tahu bahwa Allah melarang manusia memakan buah pengetahuan dan buah pohon kehidupan itu dan akibatnya adalah kematian (binasa). Karena itu Iblis memanfaatkan kehendak bebas manusia itu untuk melanggar perintah Allah dengan menipu dan membohongi manusia untuk memakan buah Pengetahuan itu.

Bagaimana kalau seandainya tidak ada buah pohon pengetahuan dan pohon kehidupan itu? Apa Iblis masih ada cara untuk memprovokasi maniusia memberontak kepada Allah? Ya kemungkinannya ada cara lain sebab Iblis itu licik.

 

JADI SIFAT ALLAH DALAM DIRI MANUSIA YAITU KEHENDAK BEBAS menjadi alasan Allah untuk menempatkan POHON  itu di taman Eden sebagai batasan dan pagar bagi Adam dan Hawa.

 

Shalom


Ev. Harles Lumbantobing


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih