Kamis, 02 April 2026

KEHENDAK ALLAH BAPA YANG JADI

 

Ibadah Kamis Putih, 2 April 2026

Tema:

KEHENDAK ALLAH BAPA YANG JADI

 

Markus 14:32-42

 

14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.

14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

14:42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

 

BELAJAR DARI NAS:

1.Pada peristiwa Yesus berdoa di taman GetsemanI ini Yesus 3 kali berdoa dengan doa permohonan  yang sama yaitu: Supaya Bapa mengambil cawan itu. Namun dalam setiap akhir dari permintaan itu Yesus selalu berkata: “tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki”.

2. Hal menunjukkan  bahwa kemanusiaan Yesus (kedagingannya) mengharapkan kalau bisa dia jangan sampai mengalami penderitaan dasyat itu.

3. Ini menunjukkan kebenaran yang Yesus sampaikan kepada murid-murid itu bahwa “roh memang penurut tetapi daging lemah”.

4. Itu sebabnya ketika Yesus memperingati murid-murid supaya berjaga-jaga dan berdoa supaya jangan jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan oleh karena kelemahan daging itu.

5. Namun kemanusiaan Yesus ini benar-benar ditundukkanNya dibawah kehendak Allah.

6. Ketika  Yesus tunduk kepada kehendak Allah maka Yesus selesai berdoa dan membulatkan tekad untuk siap menjalani Misi kedatanganNya ke dunia ini.

7. Apakah yang menjadi rencana dan kehendak Allah akan kedatangan Yesus ke dunia ini? Dalam Yesaya 53  khususnya ayat 4-5 disebutkan tujuan kedatangan Yesus (dihina, dosa kita ditimpakan kepadaNya, dan semua akibat dosa kita ditimpakan kepadaNya supaya kita selamat)

8. Demikian juga pernyataan Yesus sendiri dalam Matius 17:22-23; Markus 8:31; (bahwa Yesus  akan diserahkan dan mati dibunuh, dan pada hari yang ketiga akan bangkit kembali).

9. Itulah yang dimaksud Yesus sebagai CAWAN yang harus Dia minum.


PELAJARAN BUAT JEMAAT:

1. Doa yang teguh, intens, bersungguh-sungguh, bahkan berulangkali sangat diperlukan dalam setiap pergumulan hidup yang begitu berat.

2. Demikian juga ketika kita akan melaksanakan sebuah misi atau perjalanan hidup yang tidak mudah, sangat diperlukan doa sebagaimana Yesus berdoa dalam Nas ini.

3. Mengenang dan belajar dari doa Yesus di taman Getsemani memberikan kita pelajaran berharga yaitu:

a. Doa itu adalah pertempuran antara keinginan daging dengan kehendak Allah. Karena itu Iblis juga akan berdiri di sisi keinginan daging kita untuk sedapat mungkin menghambat kehendak Allah terjadi dalam hidup kita.

b. Berdoa dan berjaga-jaga adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan supaya kita tidak jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan.

c. Sebab kalau kita tidak berjaga-jaga (waspada) maka  bisa saja keinginan Roh dalam diri kita   akan kalah sehingga kehendak Allah akan kita abaikan demi keinginan daging dan hawa nafsu kita yang juga diprovokasi oleh si Iblis.

4. Sebagaimana Yesus ketika Dia memenangkan pertempuran dalam setiap doanya yang sampai tiga kali itu, Dia selalu menyerahkan semua keputusan kepada kehendak Bapa,  supaya kehendak Baoa itu saja yang terjadi. Maka kita juga seharusnya melakukan hal yang sama di dalam doa-doa permohonan kita yang menyangkut semua aspek kehidupan kita.

=>Sebab Allah lebih tahu mana yang lebih baik serta apa yang kita butuhkan dibanding diri kita sendiri.

=>Sebab Masa depan kita ada di tangan Allah dan Dia tidak pernah merencanakan yang jahat terhadap kita (Yesaya 29:11).

=> Sebab Allah maha tahu, pencipta dan perancang segala sesuatu sejak dari semula. Tidak ada yang  sanggup membatalkan dan menghalangi kehendakNya.

5. Kalau demikian, kita harus taat melakukan kehendakNya di hidup kita dan berdiri tegak menghadapi segala persoalan hidup dengan penuh keyakinan bahwa Allah beserta kita sampai  kita tiba di perjalanan terakhir hidup kita.

6. Ketika Yesus berkata Amin yang ketiga kalinya, Yesus siap dan mantap menghadapi Via Dolorosa itu. Bahkan semengerikan apapun Dia diperlakukan dan sesakit apa penderitaan fisik dan psikis yang dialamiNya, Dia tetap tidak tergoyahkan. Dia selesaikan semuanya sampai kayu salib dengan taat.

7. Begitu juga ketika kita berkata AMIN dalam doa-doa kita dengan disertai  kepasrahan kepada kehendak dan kedaulatan Tuhan dalam menjawab doa-doa kita itu, maka seharusnyalah kita maju dengan yakin dan berani melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dalam hidup kita.

8. Mari dalam mengenang Malam di mana Yesus berdoa dan malam dimana Yesus ditangkap ini kita berkomitmen untuk taat dan  menyerahkan seluruh hidup kita kepada kehendak Bapa di sorga.

9. Kemenangan Yesus dalam Peperangan doa di taman getsemani menentukan Kemenangan Yesus dalam hal memikul dan menanggung semua dosa manusia, hingga mati Dia di kayu salib, dan bangkit pada hari ketiga.

10. Begitu juga dengan kita orang-orang percaya bahwa sebelum menghadapi segala persoalan dan pergumulan hidup, dalam melangkah dan menjalani tugas dan tanggungjawab kita di dunia ini   mari menangkan dulu semuanya itu di kamar doa kita, maka kita juga akan mantap dan menang dalam menghadapinya.



Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......