Garis2 besar Kotbah Minggu 16 Agustsu 2026
Tema:
TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN
Ev: Yesaya 56:1-8
56:1 Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.
56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
56:3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: "Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering."
56:4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama -- itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan --, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.
56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
56:7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
56:8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."
-----000-----
BELAJAR DARI NAS
1. Nas ini membicarakan keadilan Allah atas seluruh umat manusia .
2. Benar Allah telah memilih dan mengkhususkan bangsa Israel sebagai umat milik kesayanganNya.
3. Tetapi Dia sebagai Allah pencipta semua umat manusia apakah sudah bertindak adil dengan memilih bangsa Israel sebagai umat pilihanNya?
4. Apakah dengan memilih bangsa Israel Allah mengabaikan bangsa-bangsa lain dan tidak adil kepada bangsa-bangsa lain yang juga adalah ciptaanNya?
5. Nas ini membuktikan bahwa Allah bukanlah Allah yang tidak adil demikian.
6. Allah mengkhususkan bangsa Israel adalah demi semua umat manusisa.
7. Allah memberikan hukum-hukumNya kepada bangsa Isarel untuk ditaati adalah dalam rangkan mempersiapkan bangsa Itu menjadi alat Tuhan untuk menggenapi janjiNya kepada Abraham bahkan jauh sebelum Abraham yaitu kepada Adam dan Hawa. Pemilihan Israel adalah dalam rangka menyelamatkan seluruh umat manusia.
8. Yesaya 56:1-2 sekilas memang dialamatkan kepada bangsa Israel. Namun Dalam Nas ini di ayat 3 dan 4 kita melihat bagaimana keadilan Allah dinyatakan dalam sebuah hukum yang harus ditaati menyangkut 2 kelompok orang yang dianggap tidak masuk hitungan.
a. Orang asing (bukan Israel)
b. Orang yang dikebiri ( kelompok laki-laki yang dikhususkan sebagai kasim atau pegawai istana yang sudah dikebiri sehingga tidak bisa memiliki keturunan, mereka disebut orang-orang yang hina dan malang sebab garis keturunannya sudah dihapuskan.)
9. Kepada kedua kelompok ini Allah berpesan:
a. Orang kebiri: Jangan rendah diri dan mengeluh dengan nasibnya dengan berkata bahwa dia adalah pohon kering.
b. Orang asing: Jangan berkata “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya untuk menyembahNya”
10. Janji Tuhan kepada kedua kelompok ini:
a. Kepada Orang yang dikebiri: Ayat 4-5: Allah berjanji kepada orang yang dikebiri yaitu yang memelihara hari-hari Sabat-Tuhan dan yang memilih apa yang dikehendaki Tuhan dan yang berpegang kepada perjanjian-Tuhan: “kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama -- itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan --, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka”.
b. Kepada Orang asing: Ayat 6-7: Allah berjanji kepada orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku: “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa”.
11. Di sini kita melihat bahwa keadilan Allah kepada Israel dan semua orang selain Israel adalah Nyata. Di ayat 8 dikatakan bahwa Israel yang terbuang itu akan dikumpulkan dan kepada mereka juga akan ditambahkan bangsa-bangsa lain bahkan termasuk golongan orang terbuang (dianggap tidak berarti seperti orang-orang dikebiri) sehingga mereka akan diperhitungkan kedalam umat pilihan itu menjadi umat Allah yang menerima hak yang sama di hadapan Allah.
12. Dari Nas ini jelas kita melihat bahwa Allah adil bagi semua orang dan memberikan hukumnya bagi semua orang untuk ditaati.
13. Di sini kita melihat bahwa keadilah Allah tidak terlepas dari ketaatan terhadap hukum-hukumNya.
a. Contoh hukum Allah : Ayat 4 dan ayat 6 jika ditaati maka mereka mendapat keadilan Allah.
b. Contoh keadilah Allah: Karena mereka melakukannya maka mereka mendapatkan janji Allah dalam ayat 5 dan 7.
PELAJARAN APA YANG BISA KITA AMBIL?
Dua hal pelajaran yang bisa kita petik dari Nas ini:
1. Bahwa Allah pasti memberikan keadilan bagi umatNya Israel dan juga kepada semua bangsa dan golongan yang percaya dan berbakti kepadaNya.
2. Bahwa kita juga harus mentaati hukum-hukum Allah dan juga hukum-hukum di negara kita serta menegakkan keadilan kepada semua orang.
Bagaimana kita melaksanakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari?
1. Sebagai pengikut Kristus, bukan hanya Tuhan saja yang harus bersikap adil dalam menegakkan Hukum-hukumNya. Tetapi kita juga harus melakukan hal yang sama bahwa harus menaati hukum dan menegakkan keadilan.
2. Mentaati hukum adalah hal pertama yang harus kita lakukan.
3. Allah memberikan kita hukum-hukum yang harus dilakukan sebagai tanda taat dan setia kita kepada Tuhan.
4. Hukum-hukum ini juga mengikat kita supaya hidup benar, sesuai keinginan Allah. Maka kita harus mengikuti anjuran dan arahan dalam hukum itu, dan menjauhi semua larangan-larangan dalam hukum itu. INI AKAN MENGARAHKAN DAN MEMBAWA KITA KEPADA RENCANA ALLAH.
5. Ketika kita konsisten dan taat melakukan hukum-hukum itu disitulah kita mampu bersikap adil dan menegakkan keadilan.
6. Sebab kita tidak akan bisa menegakkan keadilan apabila kita selalu melanggar aturan (hukum-hukum).
7. Kita akan menjadi batu sandungan dan juga akan dianggap munafik ketika hendak menyatakan atau menegakkan keadilan tetapi ternyata kita juga adalah pelanggar hukum.
8. Dalam hidup yang kita jalani saat ini kita terikat akan hukum-hukum dan aturan-aturan.
- Ada hukum adat, ada hukum/aturan kumpulan-kumpulan, keluarga, hukum negara dan juga hukum-hukum Tuhan.
- Hukum-hukum Tuhan mengatasi segala hukum-hukum yang ada di dunia ini yang dibuat oleh manusia.
- Ketaatan dan kesetiaan kita kepada hukum Tuhan akan membuat kita mampu dan bijak dalam melaksanakan juga hukum-hukum yang lain.
BAGAIMANA KEADILAN INI BISA KITA TEGAKKAN?
1. Setelah taat dan setia melakukan hukum-hukum, mulailah menegakkan keadilan dengan semua orang.
2. Adilkah para suami terhadap istrinya? Adilkah para istri terhadap suaminya?
3. Adilkah orangtua terhadap anak-anaknya? Dan anak-anak terhadap orangtuanya?
4. Adilkah pemimpin kepada bawahannya?
5. Adilkah para gembala kepada jemaatnya?
6. Untuk bisa melakukannya mulailah dengan bersikap adil terhadap dirinya sendiri.
- Setiap kita terdiri atas tubuh jasmani dan tubuh rohani
- Sering sekali kita tidak adil apabila kita mengabaikan kebutuhan dan kondisi rohani kita tetapi mengutamakan kebutuhan jasmani.
- Atau sebaliknya kebutuhan rohani terlalu kita kejar tetapi kebutuhan jasmani kita abaikan.
7. Prinsip keadilan ini harus dimulai dari diri sendiri, lalu keluarga sendiri, lalu terus sampai kelompok masyarakat yang lebih luas.
PENUTUP
1. Lewat Nas ini Tuhan mengajak kita untuk sungguh-sungguh taat akan hukum-hukum Tuhan dan setia menegakkan keadilan sebab itulah tandanya kita umat pilihan Tuhan.
2. Jangan takut untuk berbuat keadilan sebab Tuhan yang setia dan adil juga akan berlaku adil atas kita yang percaya dan mengandalkanNya.
3. Ketika kita mengalami ketidakadilan, percayalah Tuhan pasti akan membela hak-hak kita dan Dia akan memunculkan keadilanNya tepat pad waktunya.
4. Jangan gadaikan iman percaya kita hanya oleh karena tawaran-tawaran dunia ini untuk berlaku tidak adil. Ketika kita melakukannya berarti kita juga sudah tidak mentaati hukum Tuhan.
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......