Garis-Garis Besar Kotbah Minggu, 1 Pebruari 2026
Tema:
HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN
Ev: Matius 5:1-12
A. MELIHAT NAS KOTBAH SECARA RINGKAS
1.Nas ini adalah bagian dari kotbah di bukit (Pasal 5 - Pasal 7) yang sangat terkenal itu.
2.Pengajaran kotbah dibukit ini adalah pengajaran yang sangat berbeda dengan pengajaran yang diajarkan oleh ahli-ahli taurat selam ini bahkan berbeda dengan praktek hidup yang mereka jalani selama ini.
3.Ayat 3 berkata: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.
Hal ini kita maknai dalam dua kondisi:
a. Ini mengandung makna bahwa tanpa merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan menyadari segala dosa-dosanya, dan memandang semua yang dimilikinya di dunia ini tidak ada nilainya bahkan sama dengan sampah jika dibandingkan dengan Yesus. (bandingkan: Filipi 3:8), dan tidak ada dalam dirinya walau hanya satupun yang pantas dibanggakan, dengan demikian dia sadar tanpa Yesus dia benar-benar miskin. Sehingga orang yang demikian di hadapan Allah akan dianugerahkan keselamatan dan hidup yang kekal. Tentu dia akan turut empunya kerajaan sorga karena dia sudah menjadi ahli waris kerajaan sorga (Galatia 4:7). Inilah kebahagiaan itu.
b. Yakobus 2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? Tentu saja bahwa orang yang dianggap miskin oleh dunia ini adalah orang yang tidak punya apa-apa. Biasanya orang seperti ini tidak punya apapun untuk diandalkan dan sebagai tempat bergantung dan bersandar. Karena itu Allah sering sekali memilih mereka ini, dan mereka ini lebih mudah percaya, berharap dan bergantung kepada Allah dibandingkan dengan orang kaya secara duniawi. Sebab orang-orang kaya secara duniawi sering sekali mengandalkan kekayaannya, kekuatannya, jabatananya dan bersandar kepada semuanya itu.
4. Ayat 4 berkata: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur”.
5. Ayat 5 berkata: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi”.
è Orang yang lemah lembut tidak gampang tersinggung, tidak mau berkonflik dengan orang lain, tutur sapanya sopan dan selalu menghargai orang lain. Dia sangat menjaga jangan sampai ucapan dan tingkah lakunya menyakiti hati orang lain. Tentu dia akan berbahagia di bumi sebab ke manapun dia pergi di bumi ini akan banyak orang yang menyukainya.
6.Ayat 6 berkata: “ Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”
è Orang yang lapar akan selalu mencari makan dan orang yang haus akan selalu mencari air. Mereka tidak akan berhenti sebelum memperolehnya. Ketika sikap ini diterapkan dalam mencari kebenaran, dan kebenaran yang sesungguhnya itu adalah Yesus sendiri maka Yesus akan memperjumpakan diriNya dengan orang tersebut dan akan dipuaskan. Ingat Yesus berkata: “AKULAH AIR HIDUP” dan juga “AKULAH ROTI HIDUP”. (Yohanes 6:35, Yohanes 4)
7.Ayat 7: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
è Pikiran dunia: “Memberi apa yang ada pada kita (harta, tenaga, pengetahuan, dll), yang kita peroleh dengan kerja keras kita kepada orang lain dengan cuma-cuma tentu membuat kerugian dan bagaimana mungkin itu memberikan kebahagiaan bagi si pemberi”.
è Tetapi Kisah Para Rasul 20:35 Yesus berkata: “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima" dan ini sudah terbukti, kecuali dia tidak melakukannya dengan tulus.
8. Ayat 8 berkata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Allah itu kudus dan suci. Dosa dan kekotoran tidak mungkin bisa berjumpa dengan kekudusan Allah. Ini bukan bicara perjumpaan pertama dengan Yesus (Keselamatan) tetapi tentang kehidupan secara terus menerus bersama dengan Tuhan. Setiap hari orang beriman berjumpa dan berjalan bersama Allah. Dia akan selalu melihat dan merasakan kehadiran Allah. Kebersamaan bersama Allah itu akan seterusnya sampai kekekalan nanti dan akan bertemu muka dengan muka kelak dengan sang Pencipta (Baca: 1 Korintus 13:12). Hal ini tidak akan mungkin dialami orang yang tidak menjaga hatinya tetap suci.
9. Ayat :9 berkakata “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Ciri dan identitas anak-anak Allah adalah pembawa damai. Sama seperti Tuhan dan Allahnya Raja Damai. Mereka tidak suka keributan dan juga tidak mau membuat atau memicu keributan. Kalau tidak demikian maka mereka bukanlah anak-anak Allah.
10.Ayat 10-12: “ Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, oleh dicela dan difitnah karena nama Yesus, sama seperti nabi-nabi sebelum mereka, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.
è Sebab orang-orang inilah yang disebut martir demi nama Yesus, mereka bisa saja kehilangan nyawa di bumi ini tetapi akan memperolehnya kembali, mereka akan mendapat upah kesetiaan mereka yaitu sebagai ahli waris yang empunya kerajaan sorga. (Baca: Matius 10:39, Lukas 9:26)
B. MELIHAT REALITA DUNIA HINGGA SAAT INI
1. Banyak orang mencari bahagia, dengan segala cara, naik dan turun gunung, hujan dan panas, tidak kenal waktu dan mengorbankan banyak hal untuk mendapatkan apapun yang bisa membuatnya berbahagia.
è Namun sayang, banyak yang kecewa meskipun mereka menemukan yang mereka inginkan, tetapi kebahiaan sejati tetap tidak bisa mereka temukan.
2. Banyak orang berpikir Jika banyak harta menjamin kebahagiaan, Namun mengapa banyak orang kaya yang tetap kuatir, bahkan rasa takut juga semakin besar, sehingga perlu pengamanan ekstra ketat, pagar setinggi-tingginya. Ada yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk membuat perlindungan yang membuat dirinya merasa aman dan tenang.
è Bahkan dengan pencariannya akan kebahagiaan lewat menimbun harta, ternyata semakin banyak dia dapat semakin tamak dan rakus pula dia.
3.Banyak juga yang berpikir dengan memperoleh banyak anak akan membuat bahagia, atau sebaliknya ada yang berpikir bahwa jaman sekarang tidak perlu banyak anak, sebab banyak anak membuat banyak persoalan, tetapi baik yang punya banyak anak maupun yang punya sedikit anak tetap menghadapi banyak persoalan tentang anak-anak yang berpotensi merusak kebahagiaan mereka.
è Jaman sekarang tidak sedikit orangtua yang kebahagiaannya direnggut oleh persoalan anak.
4. Bahkan anehnya ada juga orang yang mencari kebahagiaan lewat kesengsaraan orang lain, lewat memfitnah orang lain, lewat mempermalukan dan menebar aib dan kekurangan orang lain.
5. Susahnya menemukan kebahagiaan sejati membuat manusia itu melakukan segala cara untuk mendapatkannya.
6. Bahkan secara spesifik orang Batak memegang philosofi bahwa Berbahagianya (Martua) seseorang jika sudah mendapatkan 3H (Hagabeon, Hamoraon,Hasangapon)
7. Memang semua orang pernah bahagia dengan mengejar semua ini, namun kenyataan membuktikan bahwa kebahagiaan yang di dapat dengan mengejar ini semua hanya akan memberikan kebahagiaan yang sementara, sebab baru saja hari ini dia bahagia karena memperolehnya, besok atau tetapi tidak lama lagi kebahagiannya akan hllang sebab nafsu untuk memperolehnya yang lebih banyak lagi akan terus-menerus merasukinya, dan tidak pernah ada kepuasan.
C. DI MANAKAH LETAK KEBAHAGIAAN YANG SESUNGGUNYA ITU?
1.Kebahagiaan yang sesungguhnya itu hanya kita temukan di dalam Tuhan Yesus sendiri.
è Sebab dari Yesuslah keluar rumus kebahagiaan yang sesungguhnya (seperti Nas Matius 5:1-12) ini datang. Rumus bahagia yang Yesus ajarkan ini adalah rumus yang berbeda dengan rumus bahagia dunia.
2.Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup. Sehingga hanya dari Yesuslah kebahagiaan sejati itu datang. Datanglah kepadaNya maka saudara akan menemukan kebahagiaan itu.
3.Tetapi mengapa juga banyak orang yang rajin datang ke gereja dan beribadah tetapi tidak juga menemukan kebahagiaan sejati itu?
è Karena mereka bukan mau mencari Yesus dan menerimaNya, dan menjadikanNya Tuhan, tetapi sekedar mengejar berkat-berkatNya, perlindunganNya, kesuksesan bisnis dan usahanya, mencari nama sebab orang akan berkata dia orang beriman karena rajin ke gereja bahkan melayani.
è Illustrasi: Seseorang di hari minggu yang berencana tidak ke gereja, tetapi akhirnya berubah dan datang ke gereja sebab pikirnya “kalau tidak ke gereja nanti rezekinya hilang atau usahanya tidak berkembang=>jadi motivasinya bukan mau mencari Tuhan tetapi Mamon.
D. APA PESAN YANG BISA KITA PELAJARI
1. Coba pelajari lirik Lagu BE 213: “Dung sonang rohangku” di sini akan kita temukan bahwa segala persoalan hidup dan penderitaan hidup yang menghantam setiap orang yang memiliki Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya, tidak akan mampu merebut kebahagiaannya yang sejati itu. (Atau baca sejarah lagu: Tenanglah jiwaku=it is well in my soul ciptaan Horatis Spafford)
2. Konsep berbahagia dari Yesus ini bukan mau menghilangkan kebahagiaan yang diperoleh oleh karena rezeki yang melimpah, punya keturunan, punya jabatan dan pangkat yang tinggi, seakan mau mengatakan bahwa itu tidak berguna dan tidak perlu dimiliki selama kita hidup di dunia ini.
è Tetapi mau menempatkan sumber kebahagiaan yang sebenarnya sebagai prioritas dan yang terutama dari segala sesuatu di dalam hidup kita, yaitu YESUS sebagai yang utama dan terutama (Bandingkan Matius 6:33).
è Sebab siapakah yang mempu melakukan konsep berbahagia dalam Matius 5:1-12 ini tanpa Yesus di dalam dirinya? Tidak ada.
è Dengan demikian “semuanya itu” (segala yang diperlukan di dunia ini) akan ditambahkan sebagai berkat yang mengikuti, dan orang yang memperolehnya akan ditambahkan bahagianya, dan dia akan tahu bagaimana cara mensyukurinya (bandingkan Matius 5:7, Kisah Para rasul 20:35).
è Kalau sudah begini maka kebahagiannya tidak lagi tergantung situasi apakah kaya atau miskin, punya persoalan atau tidak, makmur atau bangkrut, sehat atau sakit, tetapi tergantung YESUS yang ada di dalam dirinya sebagai Tuhannya.
3. YESUS TAHU JALAN BAHAGIA YANG ASLI, Mari serahkan hidup kepada Tuhan Yesus, mari bergantunglah hanya kepadaNya, dan berjalan bersamaNya. Maka saudara akan hidup berbahagia di dalam Tuhan.
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......