Minggu, 26 April 2026

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK

 GARIS-GARIS BESAR KOTBAH:

Ibadah Minggu, JUBILATE  26 April 2026

Tema:

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK

Ev: Kisah Para Rasul 2:22-28

2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,

2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

OOOOOOOOOOOO

 

1. Perikop ini adalah bagian dari kotbah Petrus dan berbicara tentang Yesus.

2. Petrus menyampaikan bahwa Yesus telah ditentukan Allah untuk menyatakan kuasa Allah dan mujizat-mujizaNya.

3. Bahwa Yesus telah mati dan kemudian dibangkitkan Allah dari sengsara maut

4. Petrus mengutip kitab Mazmur  16:8-11 yang sudah pasti diingat oleh orang-orang  Yahudi dan seluruh yang diam di Yerusalem sebab itu kitab yang sangat mereka kenal.

5. Bahwa ayat 25-28 ini semua adalah berbicara tentang Yesus yang sudah mati disalibkan orang-orang Yahudi.

6. Banyak hal yang  disingkapkan Allah melalu Daud tentang kehidupan Mesias yang akan datang termasuk tentang kematiana dan kebangkitanNya.

7. Sukacita pemazmur dalam perikop ini adalah karena Allah tidak membiarkan dia dalam dunia orang mati dan mengalami kebinasaan.

8. Dan dia bersaksi bahwa ALLAH  ada di sebalah kanannya (Makna berada di sebelah kanan  : bahwa dia berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah)

9. Itu jugalah yang terjadi kepada Yesus.

10. Petrus tidak hanya ingin menjelaskan siapa Yesus dan bagaimana penderitaanNya, tetapi bagaimana supaya mereka beroleh hidup dan keselamatan.

11. Akhirnya mereka yang mendengar kotbah ini percaya kepada Yesus Kristus.

PELAJARAN DARI NAS

1. Dalam ayat-ayat sebelum perikop ini Petrus juga mengutip perkataan nabi Yoel ( ayat 16-21) yang intinya bahwa Allah akan menghukum dunia pada hari-hari terakhir, tetapi siapa berseru dalam nama Tuhan akan diselamatkan.

2. Tetapi ketika Tuhan tempat dimana mereka berseru supaya selamat tidak mereka kenal dan bahkan telah mereka bunuh.

3. Namun karena Dia adalah Allah, maka kematiaan tidak bisa menahannya sehingga kesempatan untuk hidup bagi orang-orang yang membunuhnya juga terbuka.

4. INILAH SUKACITA KITA. Bahwa kita yang termasuk juga telah ikut membunuhNya (Yesus)  kerena dosa-dosa kita, ternyata kepada kita juga Tuhan sediakan pengampunan dan keselamatan ketika kita mau BERSERU DALAM NAMA TUHAN.

5. Sehingga saat ini juga Firman ini berbicara kepada kita, bahwa Allah juga tidak akan membiarkan kita berada dalam kematian dan kebinasaan.

6. Sebagaimana Allah membangkitkan Yesus dari kematian  kita juga akan turut dibangkitkan dan hidup selama-lamanya dengan Allah.

12. Inilah yang menjadi syukur dan sukacita besar kita sebagaimana pemazmur.

13. Bahwa meskipun kematian mengancam dan ada di sekelilingnya tidak membuat dia ketakutan bahkan BERSUKACITA DAN BERSORAK-SORAK  sebab kematian tidak bisa menahan dia. (sama seperti Yesus kematian tidak bisa menahan dia terus)

14. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan semua orang yang mendengar kotbah Petrus ini akhirnya sadar akan dosa-dosanya dan mereka merespon dengan pertobatan demikian juga seharusnya kita setiap mendengar Firman Tuhan tentang Yesus dan pengorbananNya.

15. Hal ini jelas di ayat 37 di saat mereka bertanya apa yang harus kami lakukan? Maka di ayat 38 Petrus berkata: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus:

16. Ini jugalah yang menjadi respon kita bahwa SUKACITA DAN SORAK-SORAI itu harus didahului oleh pertobatan (kesadaran akan kesalahan kita, ketidak berdayaan kita menghadapai dunia dan kematian) dan penyerahan hidup kita sepenuhnya kepada Yesus.

17. Tuhan memberkati


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Kamis, 16 April 2026

BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

 

Ibadah Minggu, 19 April 2026

Tema:

BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

 

EV: Habakuk 3:10-19

3:10 melihat Engkau, gunung-gunung gemetar, air bah menderu lalu, samudera raya memperdengarkan suaranya dan mengangkat tangannya.

3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

3:12 Dalam kegeraman Engkau melangkah melintasi bumi, dalam murka Engkau menggasak bangsa-bangsa.

3:13 Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kau urapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan. Sela

3:14 Engkau menusuk dengan anak panahnya sendiri kepala laskarnya, yang mengamuk untuk menyerakkan aku dengan sorak-sorai, seolah-olah mereka menelan orang tertindas secara tersembunyi.

3:15 Dengan kuda-Mu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membuih.

3:16 Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi)

 

ooo0000ooo

 

1. Pernahkah saudara melihat seekor induk ayam yang begitu ganas dan tanpa takut melawan dan mengusir apapun yang mengganggu anak-anaknya?

2. Bahkan kadang kita sendiripun jika diserang induk ayam demi melindungi anaknya, kita bisa ketakutan atau lari menghindar dari induk ayam itu.

3. Membaca Nas Firman Tuhan hari ini memberi kesan seperti induk ayam yang garang dan begitu galak saat melindungi anaknya.

4. Ayat  10-15 dalam nyanyian kitab Habakuk ini menunjukkan kesan bahwa TUHAN itu  DASYAT, GARANG  dan PENUH KUASA dan MENYALA-NYALA datang untuk membela  dan menyelamatkan umatNya.

5. Bahkan dalam ayat 16 Nabi Habakuk sendiripun yang mendengarnya gemetaran, menggigil, dan tulang-tulangnya seakan membusuk.

6. Namun karena dia tahu dia adalah Allah yang membela umatNya, maka hatinya kemudian tenang menantikan hari kemenangan yang Tuhan akan nyatakan bagi umatNya.

7. Meskipun demikian dalam ayat 17- 18 kita melihat sesuatu nyanyian iman dengan penuh keyakinan kepada Tuhan dalam suasana dan kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Dalam kondisi terpuruk, tidak menguntungkan dia tetap bersukacita didalam Tuhan, sebab dia tahu dan juga yakin Tuhan adalah penyelamatnya.

 

Apa yang Tuhan mau sampaikan yang kita bisa pelajari dari Nas hari ini?

 

8. Benar bahwa sebagai mana umat pilihan itu (Israel) mengalami persoalan hidup dan penderitaan dari musuh-musuh mereka, demikian juga kita umat Tuhan mengalami banyak persoalan dan pergumulan hidup.

9. Kalau ditanya jujur, tentu kita semua tidak sama dalam menyikapinya. Ada yang kuat, ada yang lemah, dan ada juga mungkin yang sampai jatuh dan putus asa.

10. Firman Tuhan hari ini mau mengingatkan kita janji penyertaan dan kemenangan yang dari pada Tuhan di saat kita menghadapi masa krisis dalam hidup kita.

11. Tentunya setiap ada gejolak dalam dunia ini, baik masalah krisis ekonomi global, dampak perubahan iklim, krisis moneter, krisis keamanan, peperangan dan lain sebagainya tentunya umat Tuhan yang ada dan tinggal di tengah-tengah dunia ini akan mengalami dampak dan imbas dari semua itu.

12. Masih ingat dengan krisis moneter 1998? Masalah virus Covid 19? Yang sangat berdampak bagi semua orang?

13. Saya kira krisis moneter tidak membedakan mana orang percaya dan mana yang bukan orang Kristen.

14. Virus Covid 19 tidak membedakan mana Kristen dan mana yang bukan, mana pendeta dan mana yang jemaat awam.

15. Tetapi Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita tentang Sukacita dan kegembiraan di tengah-tengah krisis.

16. Sebagaimana dalam ayat 19 Firman Tuhan ini mengingatkan, mengajak, dan meneguhkan iman kita, bahwa sekalipun semuanya itu terjadi dan menerpa segenap kehidupan umat manusia tetapi TUHAN adalah kekuatan kita yang menyelamatkan dan melindungi kita seperti induk ayam yang melindungi anak-anakNya.

17. Nyanyian ini memberikan kita suatu pernyataan iman yaitu : “AMAN DALAM LINDUNGAN TUHAN” sehingga dalam segala situasi itu kita bisa tetap bergembira dan bersorak-sorai di dalam Tuhan.

18. Jika masalah global dan kondisi dunia yang tidak menguntungkan dialami seluruh manusia,  sama seperti lagu ini (17-18) maka kita sebagai umat percaya memiliki pengharapan yang membuat kita tidak sampai patah hati dan putus harapan.

19. Hal ini terjadi sebab dari Nas ini dalam nyanyian ini kita melihat bahwa pengenalan akan Tuhan dan hidup sepenuhnya bersama dengan Tuhan jauh melebihi apapun, sehingga krisis dalam berbagai bidang itu tidak mengurangi kegembiraan dan sukacita karena sudah menjadi milik Kristus.

20. MENJADI MILIK KRISTUS  adalah hal yang paling besar (paling penting) dari apapun (baik dalam segala kelimpahan maupun dari segala kekurangan, kemenangan atau kekalahan, kekayaan atau kemiskinan)

21. INILAH yang dimaksud sehingga dalam nyanyian Habakuk (17-18) ini digunakan kata ‘SEKALIPUN” 

22. Sekarang bagaimana Bapak/Ibu saudara-i yang Tuhan kasihi. Lihat dan perhatikan kondisi alam, negara dan dunia saat ini, adakah yang membuat hatimu kuatir, takut dan gemetar?

23. Adakah masa depan indah  yang pernah engkau bayangkan dan impikan itu mulai memudar oleh kondisi dunia saat ini?

24. Dengan iman kita harus berkata seperti nyanyian Habakuk ini:  Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,  namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

25. Sebagai mana anak-anak ayam tenang dan tenteran dibawah naungan sayap induknya, demikianlah kita tenang dalam naungan sayap Tuhan.

26. Tuhan kiranya menolong dan menguatkan kita oleh FirmanNya sehingga kita bisa senantiasa bergembira dalam Tuhan dalam segala suasana.


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


 KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Senin, 13 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN Ibadah Sektor/Weik

Ibadah SEKTOR Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

EV: Imamat 20:1-7

 

1. Ibadah keluarga (sektor/weik) hari ini mengambil tema mingguan, HIDUP DALAM KEKUDUSAN

2. Sesungguhnya tidak ada satupun dari antara kita yang sanggup untuk hidup kudus, kecuali ALLAH yang menguduskan.

3. Di ayat 8 Imamat 20 ini jelas dikatakan bahwa “Allah lah yang menguduskan kita”

4. Itu sebabnya kita tidak boleh lagi melakukan praktek-praktek dan perbuatan-perbuatan dosa dan kekafiran yang dilarang Allah.

5. Jadi kita berusaha dan berjuang  untuk hidup kudus  bukan supaya kita kudus dan diselamatkan Allah, tetapi karena kita telah diselamatkan dan dikuduskanNya maka kita harus hidup dalam kekudusan, sama seperti Allah adalah kudus.

6. Mengapa penting menjaga kekudusan hidup ini?

a. Itu aalah perintah Allah kepada orang-orang percaya.

b. Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5)

c. Supaya kita berbahagia (Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah) Sebab pada waktunya kita akan berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan kita itu kelak dikekekalan, itu artinya hidup bersama-sama dengan Tuhan.

7. Ada banyak praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah. Salah satu praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah dan menjijikkan bagi Allah adalah sebagaimana disampaikan dalam Nas Imamat 20:1-7 ini.

8. Praktek ini Tuhan sebut sebagai perzinahan rohani.

9. Seperti apa prakek yang dibenci Tuhan ini?

a. Penyembahan berhala seperti dewa Molokh (dewa bangsa Amon yang sering disembah dengan penumbalan anak-anak),

b. Perdukunan (bertanya kepada roh-roh orang meninggal, dan roh-roh peramal)

10. Apa konsekuensi dan hukuman setiap keterlibatan dengan penyembahan berhala dan praktek-praktek kuasa kegelapan seperti perdukunan?

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa  “pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu”

Ini adalah hukuman yang sangat berat bagi yang melakukan praktek peyembahan berhala apalagi disertai dengan pengorbanan manusia.

- Selain itu di ayat 3 dikatakan bahwa Allah sendiri akan menentang orang tersebut.  Ini artinya orang yang menyembah berhala itu menjadi seteru Allah dan membuat Allah jadi musuhnya. (Nb. Jangankan bermusuhan dengan Allah, bermusuhan dengan manusia saja kita belum tentu bisa menang)

- Jadi jangan buat Tuhan jadi musuh kita, kita pasti kalah, musuh sebenarnya adalah Iblis dan segala tipu dayanya.

11. Apakah hanya mereka yang melakukan perdukunan dan penyembahan berhala ini yang akan menerima hukuman atas perbuatan mereka?

Lewat Nas ini kita belajar sebagaimana di ayat 4-5 bahwa Penyembahan berhala adalah perzinahan rohani yang sangat dibenci Tuhan. Dan orang yang melegalkan orang lain melakukannya (setuju orang lain melakukannya walaupun dia tidak ikut melakukannya)  tanpa memperingati atau mencegah orang tersebut melakukan dosa itu atau juga sama dengan pura-pura tidak tahu,  maka orang tersebut juga akan dilenyapkan Tuhan dari tengah-tengah bangsanya.

12. Ini suatu kensekuensi yang sangat berat, berbeda dengan dosa-dosa lainnya.

13. Lewat Ibadah malam ini Tuhan mengkehendaki kita untuk:

a. Hidup dalam kekudusan dengan menjauhi praktek-praktek seperti ini.

b. Ayat 8b dalam pasal 20 ini: Berpegang pada ketetapan Tuhan dan melakukannya ( Hidup taat dengan Firman Tuhan) Imamat 20:8b kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya;

c. Kita umat yang percaya sudah dikuduskan Tuhan, maka kita harus menghormati Tuhan,  menjaga nama baik Tuhan dengan tidak melakukan yang cemar lewat perkataan dan perbuatan serta pikiran kita. Baik yang dilihat orang maupun perbuatan dimana tidak ada orang yang melihat.

d. Jangan menduakan Tuhan dan berzinah dengan ilah-ilah lain selain Tuhan, sebab Tuhan itu pencemburu, dan cemburuNya menghanguskan.

e. Artinya Jangan ada dihidup kita atau dipikiran kita yang kita sembah selain Tuhan. Jangan kita condongkan hati kita dan bergantung kepada apapun selain Tuhan ( Contoh: patung-patung, benda-benda keramat, harta, pegetahuan, ilmu-ilmu hitam, jimat-jimat dan lain sebagainya).

f. Mari menjauhi praktek-praktek kegelapan (Okultisme) seperti penyembahan berhala dan praktek-praktek perdukunan. Supaya nama Tuhan dipermuliakan dalam kekudusanNya. 


Shalom,


Ev.Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Sabtu, 11 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

Ibadah Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Ev: 1 Petrus 1:13-16

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

 

1. QUASIMODOGENITI: Seperti bayi yang baru lahir ( 1 Petrus 2:2: Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,)

2. Kita baru saja merayakan Kebangkitan Yesus. Dimana kebangkitan itu telah melahirkan kita kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan serta untuk menerima suatu bagian yag tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar  dan yang tidak dapat layu yang tersimpan di sorga. ( Ayat 3-4)

3. Kebangkitan Yesus yang memberikan kita hidup yang baru itu tentu saja tidak terjadi begitu saja lantas kita lupakan.

4. Tetapi keselamatan yang dianugerahkan kepada kita mengerjakan di dalam kita hidup yang baru dan penuh makna. Hidup yang tidak sembarangan sebagaimana orang yang tidak tahu bersyukur dan berterimakasih.

5. Karena itu Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita hal-hal yang harus kita lakukan sebagai orang-orang yang sudah ditebus untuk hidup yang bertumbuh dan berkenan bagiNya:

a. Siapkan akal budi

b. Waspada dan letakkan pengharapan seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan.

c. Hidup seperti ketaatan anak-anak, dan tidak menuruti hawa nafsu sebagaimana manusia yang lama (= manusia mati yang bodoh, Efesus 2:1-2)

d.  Hidup dalam kekudusan (Sebagai Tema ibadah minggu hari ini).

6.      Mengapa kita harus hidup kudus?

Karena Allah adalah kudus, dan kita anak-anakNya yang ditebus dengan darah AnakNya yang kudus harus mencerminkan kekudusan Bapa lewat kekudusan hidup kita.

1 Petrus 1:18-19:  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Karena kita sudah diselamatkan (respon)

7. Bagaimana caranya hidup dalam kekudusan?

a. Kudus bukan berarti sempurna tanpa dosa tetapi Hidup yang mau disucikan dan terus diarahkan kepada Allah. Dalam proses ini bisa saja anak-anak Tuhan jatuh dalam dosa, tetapi dia akan selalu bangkit dari dosa-dosa itu.

b. Gunakan akal budi dan tetap waspada atas segala godaan hidup.

c. Letakkan pengharapan seluruhnya kepada kasih karunia yang dianugerahkan.

d. Tidak menuruti hawa nafsu

e. Taat seperti ketaatan anak-anak

f. Galatia 5: 16-17 Firman Tuhan berkata: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki”.

Sehingga hidup kudus itu akan dibuktikan dan diperlihatkan dalam hidup keseharian kita.

8. Hal pertama yang harus kita perjuangkan adalah bagaimana menjaga kekudusan hidup dalam kesendirian kita tanpa dilihat orang lain. Sebab sangat banyak orang yang nampaknya hidup kudus dihadapan orang lain supaya dikatakan Kristen sejati tetapi saat dia sendiri dia banyak melakukan dosa. (Apalagi di jaman teknologi sekarang yang membuat manusia makin senang menyendiri dan hidup untuk dirinya sendiri)

9. Tentu saja dalam menjaga kekudusan hidup kita dan membuat hidup kita  menjadi hidup yang berarti bagi Kristus tidak mudah dan penuh dengan cobaan dan ujian.

10. Tetapi Firman Tuhan dalam surat Petrus yang pertama kepada orang-orang pendatang ini menyatakan bahwa itu semua kita alami untuk memurnikan iman kita yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api  (ayat 6-7)

11. Tujuannya: Supaya umatNya yang percaya akan memperoleh puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada saat Yesus menyatakan dirinya yang kedua kali.

12. JADI JANGAN BERHENTI HIDUP DALAM KEKUDUSAN hanya karena hari ini kita jatuh dalam pencobaan. Itu sebabnya Firman Tuhan di ayat 13 berkata “SIAPKAN AKAL BUDI dan WASPADA” supaya ketika menghadapi berbagai-bagai tantangan dan godaan maka lewat kewaspadaan, akal budi kita akan mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.

13. Mari berjuang untuk hidup kudus dan selamat menjalani hidup kudus di dalam Tuhan.


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......