Senin, 23 Maret 2026

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

 

Ibadah Minggu Palmarum 29 Maret 2026

Tema:

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Ev: Filipi 2:5-11

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

 

PENDAHULUAN:

1. Membaca tema ini kita langsung bisa berkomentar: “ Kalau Yesus Kristus yang adalah Tuhan saja mau melakukan hal seperti di Nas ini bagi kita secara pribadi, bagaimana dengan kita?.

2. Ayat ini  mengajak kita dalam “hidup kebersamaan kita”  untuk menaruh pikiran dan persaan yang terdapat dalam Kristus Yesus.

3.  Apa yang dilakukan Yesus?

Ayat 6-8: Merendahkan diri, tidak membanggakan diri, taat sampai mati di kayu salib, dan tidak tertarik untuk dianggap dan diakui semua orang sebagai paling hebat.

4. Iblis sudah pernah menawarkan itu dalam pencobaan di gurun dan Yesus sama sekali tidak tertarik.

SIAPA YANG DITINGGIKAN DAN SIAPA YANG DIRENDAHKAN

1.“Pride” (membanggakan diri/sombong) adalah ibu dari segala dosa.

2. Itu yang dilakukan Malaikat yang sangat dekat dengan tahta Allah yang disebut Lucifer yang setelah dihukum diganti nama menjadi Iblis.

3. Sehingga kesombongannya dengan membanggabanggakan dirinya itu menghasilkan hukuman dengan direndahkan  serendah-rendahnya menjadi terhukum dan terhinakan di kerajaan sorga dan baginya disediakan Neraka kekal sebagai tempat penghukuman akhir.

4. Yesus Kristus yang mulia, kudus, Raja segala Raja melakukan hal yang sangat bertolak belakang dengan Iblis. Yesus Tuhan dan pencipta manusia malah merendahkan diriNya begitu rendah hingga sama dengan manusia ciptaanNya sendiri, bahkan sampai mati demi menyelamatkan manusia itu.

5. Apa yang dilakukan Yesus  menjdikan diriNya  diangkat oleh Allah setinggi-tingginya dan kepadaNya dikaruniakan nama di atas  segala nama, Dan semua lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.

6. Coba perhatikan:

Tindakan Iblis membuat dia direndahkan serendah-rendahnya & Tidakan Yesus membuat Dia ditinggikan setinggi-tingginya.

7. Siap yang meninggikan diri akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan. (Matius  23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.Hukum Tuhan).

8. Hampir semua orang tidak suka melihat orang yang sombong dan meninggikan diri. Termasuk orang sombong sendiri tidak suka melihat orang sombong.

MENGAPA YESUS MELAKUKAN HAL INI?

1. Karena kasih dan cintaNya kepada manusia.

2. Dia membuat diriNya menjadi kutuk supaya manusia yang sudah terkutuk karena dosa diselamatkan oleh kematianNya sebagai yang terkutuk di kayu salib.

3. Untuk bisa ke tahap itu, Yesus harus merendahkan diriNya. 

4. Yesus meninggalkan hak istimewanya dalam kerajaan sorga yang tidak terbatas dan mengambil rupa seorang hamba.

5. Dia taat sampai mati. Namun dalam kematianNyalah sesungguhnya kemenanganNya akan diwujudkan.

6. Artinya Dia melakukan semua ini supaya kita selamat.

BAGAIMANA HAL INI BISA MENJADI NYATA DALAM SETIAP KEHIDUPAN KITA YANG  PERCAYA KEPADA YESUS?

1. Sebelum seseorang selesai dengan dirinya sendiri sulit untuk bisa tidak diangap oleh orang lain.

2. Memandang kepada Yesus dan merefleksikan ketaatan Yesus lewat tindakan penebusan yang Yesus lakukan dengan pengorbananNya akan membuat kita sadar bahwa tidak selamanya mempertahankan status, harga diri, nama baik kita akan membawa kepada keberhasilan dalam hidup, atau keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi, termasuk dalam menciptakan hubungan kebersamaan dan kerukunan dengan siapapun.

3. Illus: Ayam bebek

4. Mengalah tidak sama dengan kalah. Illus: dua mobil dari arah berlawanan, yang satu menerobos dan yang satu mengalah sehingga dua-duanya selamat.

5. Pengikut Yesus memang harus meneladani Yesus bahkan sering sekali harus seperti Gula  demi kebahagiaan dan kenikmatan orang lain.

6. Illus: Gula….setiap ada kekurangan disalahkan gula, tetapi jika fungsi gula itu sudah pas maka yang di angkat adalah  kopi, susu, kue dsb. Kalau bukan demikian dia bukan pengikut Kristus (Kristen)   

KESIMPULAN:

1. Dalam minggu Palmarum ini, Firman Tuhan hari ini menegaskan siapa Yesus dan apa yang dilakukanNya supaya saya dan saudara hidup.

2. Tiga hal teladan yang Yesus lakukan dalam Nas ini adalah: KETAATAN, KERENDAHAN HATI DAN PENGORBANAN.

3. Teladan hidup yang Yesus tunjukkan adalah menjadi jalan bagi kita untuk selamat

4. Yesus adalah Tuhan demi menyelamatkan saudara dan saya  yang dikasihiNya, Dia merendahkan diri menjadi sama dengan kita dan datang dalam kehinaan.

5. Artinya tidak ada jalan lain untuk menerima anugerah keselamatan yang Tuhan telah sediakan selain dengan merendahkan diri di hadapanNya.

6. Satu-satunya orang yang tidak akan pernah Tuhan selamatkan adalah orang sombong.

7. YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, mari merendahkan diri dan menerimaNya sebagai Tuhan dan  juru selamat kita secara pribadi maka kita akan selamat.

 

Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

 

Minggu, 22 Maret 2026

TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN

 

Ibadah Minggu 22 Maret 2026

Tema:

TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN

 

Ev: Yehezkiel 37: 1-14

 

Ev: Yehezkiel 37: 1-14

37:1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.

37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.

37:3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"

37:4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

37:5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

37:6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

37:7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

37:8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

37:9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."

37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

37:11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.

37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.

37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

 ========================

 

1.       Allah membawa Yeheskiel ke dalam sebuah penglihatan. Tentang lembah yang penuh dengan tulang-tulang, Lalu tulang-tulang itu hidup kembali.

2.       Bagaimana proses itu berlangsung sehingga tulang-tulang itu hidup kembali?

3.       Peristiwa dasyat ini dimulai dengan dialog Allah dengan Yehezkiel.

4.       Dengan bertanya kepada Yeheskiel tentang apakah  tulang-tulang itu dapat hidup kembali,  Allah memberikan kesempatan kepada Yehezkiel untuk memberikan pernyataan menurut iman dan pengenalannya akan kuasa Tuhan. (Ayat 3)

5.      Respon Yeheskiel:  Engkaulah yang mengetahui.
Maka perintah Tuhan kepada Yehezkiel supaya bernubuat kepada Tulang-tulang itu bahwa tulang-tulang itu akan hidup kembali.

6.      Ada 4  tahap dalam nas  ini tentang apa proses, makna, arti dan tujuan penglihatan itu.
- Tahap kesatu: Tahap membangun tubuh. (ayat 7-8)

Dalam penglihatan itu  Proses pertama adalah Nubuat untuk memberi daging dan urat- urat kepada tulang-tulang itu. Peristiwa ini menjadi tahap pembangunan tubuh.

- Tahap kedua: Tahap menghidupkan. (Ayat 9-10)

a. Meski sudah terbangun tubuh, namun tubuh itu tidak  bisa hidup tanpa ada nafas hidup=ruach. Roh yang Menghidupkan yang berasal dari Allah.

b. Maka Allah menyuruh Yeheskiel bernubuat supaya roh hidup itu masuk ke dalam setiap tubuh-tubuh itu.
Peristiwa ini menjadi tahap yang menghidupkan

- Tahap  ketiga: tahap menyingkapkan makna atau arti  dari penglihatan itu. Ayat 11.

Tuhan mengatakan bahwa penglihatan ini sebagai Gambaran tentang kondisi bangsa Israel yang sebenarnya sudah mati bahkan seperti pengakuan mereka bahwa tulang-tulang mereka sudah kering, dan Mereka sudah kehilangan pengharapan.

- Tahap ke empat: menyampaikan maksud dan tujuan Tuhan dalam pemulihan bangsa Israel (ayat 12-14)

"Katakanlah kepada mereka"  (artinya bangsa itu secara jasmani masih hidup  dan bisa mendengar sehingga mereka akan mendengar nubuatan yang akan disampaikan Yeheskiel)   Bahwa Tuhan akan memulihkan, membangkitkan dan menghidupkan, dan akan membawa mereka ke tanah yang Tuhan janjikan menjadi tanah milik mereka (Ayat 12)

PELAJARAN YANG KITA AMBIL

1.       Tujuan supaya mereka tahu : BAHWA AKULAH TUHAN  dan mereka semua yang telah ditebus Yesus Kristus dan yang dibangkitkannya menjadi umatNya selama-lamanya.

a.       Di sekitar orang percaya ada banyak orang yang sedang mati bahkan sudah mati iman dan pengharapannya.

b.      Jika kita sudah tahu hanya Allahlah yang  menghidupkan, maka tugas kita adalah menyampaikan kebenaran itu kepada mereka supaya mereka hidup. Itulah perintah Tuhan yang harus kita taati.

c.       Manusia tidak akan hidup tanpa nafas kehidupan yang dari  Allah itu.

d.      Maka tugas setiap gereja (orang percaya) adalah bernubuat atau menyampaikan berita keselamatan yang menghidupkan ini.

e.      Semua ini terjadi ketika Yehezkiel  taat dan mengucapkan nubuat-nubuat itu

 

2.       GAMBARAN KEBANGKITAN TUBUH DI AKHIR JAMAN

a.       Sebagaimana penglihatan ini,demikian juga setiap kita yang percaya yang sudah menjadi umat pilihan Tuhan, akan dibangkitkan pada akhir jaman.

b.      Ketika seseorang dikuburkan, Pendeta berkata; “Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya.   Amin.”     (Mazmur 121:8)                                                                                                                            

c.       Perkataan ini adalah semacam nubuat  bagaimana Allah berdaulat memelihara tubuh itu yang mulai saat itu akan menjadi busuk, menjadi tanah dan tinggal tulang-tulang.

 

3.       Dari Nas ini kita melihat bagaimana sesungguhnya bahwa Allah menggembalakan umatNya, memeliharanya dan memebrinya kehidupan.

 

Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

Rabu, 18 Maret 2026

ORANG YANG HIDUP DALAM TERANG VS ORANG YANG HIDUP DALAM KEGELAPAN

 Ibadah Sektor, Minggu III Maret 2026

Tema:

HIDUP SEBAGAI ANAK TERANG

EV: 1 Samuel 16:1-13

1. Kisah ini bermula ketika Raja Saul sudah ditolak oleh Tuhan karena tidak mau mendengar dan melakukan perkataan Tuhan.

a. Pasal 13: 9  dengan alasan sepertinya baik di Ayat 11-12. à Megambil alih tugas Nabi Samuel sebagai imam karena tidak sabar. à Akibatnya Ayat 13,14.

b. Perintah: 1 Samuel 15:3  --Tidak dilakukan. Yang dilakukan:  15, 19-21   dengan alasan yang sepertinya baik di  Ayat 15,21 . àAkibatnya: Ayat 11 dan 28

2. Intinya Allah telah menolak Raja Saul dan menggantinya dengan orang lain.

3. Sikap Raja Saul adalah sikap yang sepertinya berada dalam terang tetapi sesungguhnya berada dalam kegelapan. Terang yang sesungguhnya dari Tuhan (melalui Samuel) telah menelanjangi kegelapan itu.

4. Nas hari ini mengisahkan tentang proses pemilihan  Daud untuk di urapi menjadi raja menggantikan Raja Saul.

5. Kriteria pemmilihan itu bukan berdasarkan apa yang dilihat mannusia tetapi berdasarkan apa yang dilihat Tuhan.

6. Ayat 7 menegaskan itu: Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

7.  Ada hal yang tidak dilihat oleh manusia tetapi dilihat oleh Tuhan.

àKarakter Daud sebagai seorang gembala: 1 Samuel 17:34-37 -> Tanggungjawab kapada domba-dombanya dan pengakuan atas kuasa Tuhan yang memenangkannya., 

n  Daud ternyata hidup bergaul dengan Tuhan selama ia masih menggembalakan kambing domba ayahnya. Artinya dia hidup di dalam terang.

8.  Ketika Daud diurapi, maka saat itu Roh Tuhan berkuasa atas dia.

PELAJARAN:

1. Kita perlu terus menerus hidup taat  melakukan perintah dan Firman Tuhan.

2. Hidup bergaul dengan Tuhan yang semakin erat akan memampukan kita mendengar suara Tuhan, kehendakNya dan dimampukan untuk melakukannya.

3. Inilah yang membuat kita hidup sebagai anak-anak terang.

4. Jadi belajar dari tokoh Raja Saul dan tokoh Raja Daud membuat kita bisa melihat perbedaan orang yang berjalan dalam terang dengan yang berjalan dalam kegelapan.

5. Alkitab berkata: dalam Filipi  4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

6. Ini adalah pesan sebagai TERANG. Mari pancarkan terang itu kepada semua orang sehingga membawa semakin banyak orang semakin mengenal Tuhan



Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

  

Sabtu, 14 Maret 2026

HIDUP SEBAGAI ANAK TERANG

 

Garis-Garis Besar Kotbah 15 Maret 2026

Tema:

HIDUP SEBAGAI ANAK TERANG

EV: Efesus 5:8-14

 

5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

5:12 Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

 ------------------


1. Nas minggu ini mengajarkan tentang bagaimana sikap hidup seseorang yang sudah dilahirkan kembali dan yang selalu mengarahkan hati dan jiwa  mencari Allah dalam hidupnya sesuai dengan kotbah-kotbah di beberapa minggu sebelumnya.

2. Hal pertama yang disebutkan dalam nas di ayat 8  yang menjadi sorotan dan perhatian pertama kita  adalah  kata "DAHULU". Kata “dahulu” mengindikasikan keadaan anggota-anggota jemaat itu sebelum menerima Kristus Yesus sebagai Tuhannya.

2. Ayat 8 ini mengulangi pernyataan di Efesus 2 bahwa mereka dahulu sudah mati.

3. Jadi orang yang dalam kegelapan itu adalah orang-orang yang ‘sudah’ mati (bukan akan mati).

4. Di sinilah dalam pasal 5 ini kita bisa melihat perbedaan orang yang mati (dalam kegelapan) dengan orang yang hidup (dalam terang):

ANAK-ANAK TERANG:

a. Menjadi penurut-penurut Allah (1)

b. Hidup dalam kasih (2)

c. Tidak melakukan lagi perbuatan-perbuatan kegelapan (3-6)

d. Selalu mengucap syukur (4)

e. Anak-anak terang berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran

f. Hidup sebagai orang arif bukan orang bebal (15)

g. Mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan tidak menyianyiakan (16)

h. Selalu mencari Tuhan dan berusaha untuk mengerti kehendak Tuhan (17)

i. Tidak suka mabuk dan minuman keras (18)

j. Selalu memuji Tuhan (19)

k. Saling merendahkan diri satu dengan yang lain (21)

l. Ini sama dengan melakukan keinginan Roh yang menghasilkan buah Roh seperti dalam Galatia 5:22-23

 

Anak-anak kegelapan

a. Suka melakukan percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan, bukan saja diperkatakan bahkan juga dilakukan (3)

b. Suka berkata kotor dan kata-kata kosong, dan sembrono (4)

c. Tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala(5)

d. Suka menyesatkan orang lain (6)

e. Bebal (15)

f. Suka mabuk oleh anggur (minuman keras) (18)

g. Ini semua disebut dengan keinginan daging (Galatia 5: 19-21)

5. Bagaimana terang bersikap terhadap gelap itu

  • Jangan berkawan  dengan mereka (7): (makna berkawan=teman seperbuatan dan setingkahlaku)
  • Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan (11)
  • Sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan kegelapan itu (11).
  • Tidak menyebutkan perbuatan kegelapan itu walau hanya dalam tempat tersembunyi, apalagi mengekspos, atau memviralkan perbuatan itu diruang publik (12).
  • Cukup terangi saja artinya menunjukkan sikap hidup, perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai orang-orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus (= sebagai terang) (13)
  • Dengan demikian apa yang ada dalam gelap itu akan nampak. Artinya orang-orang akan sadar bahwa apa yang mereka perbuat adalah perbuatan dosa. Sedangkan sikap dan perbuatan  yang benar adalah apa yang ditujukkan oleh anak-anak terang itu.

6. Bagaimana seseorang yang dalam kegelapan yang artinya manusia mati bisa menjadi hidup kembali dan menjadi anak-anak terang.

  • Tidak ada cara dari sisi manusia  yang sudah mati (dalam kegelapan) untuk bisa hidup kembali apalagilah menghidupkan orang lain yang sama-sama mati.
  • Hanya Sang Sumber Hidup yang bisa menghidupkan orang-orang yang sudah mati.
  • Dia menyediakan anugerah keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya supaya setiap orang (yang dalam kegelapan itu) yang percaya kepadaNya itu tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).
  • Karena itu ditegaskan dalam Efesus 2: 8-9 : “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”.
  • Jadi apabila seseorang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus Sang Sumber Hidup itu akan membuat seseorang itu hidup kembali dari kondisinya yang sebelumnya sudah mati.
  • Maka dia akan berubah dari anak-anak kegelapan menjadi anak-anak terang.

7.      Bagaimana kita bisa menjadi anak-anak terang dengan hanya percaya kepada Yesus saja?

  • Allah  adalah terang ( I Yohanes 1:5)
  • Yesus Kristus adalah terang (Yohanes 8:12)
  • Setiap orang yang percaya dan menjadi pengikut Yesus adalah terang (matius 5:14)
 Sebab di dalam kita telah berdiam Terang yang sesungguhnya itu yaitu Yesus Kristus. Dimana ada Yesus di situ ada Bapa dan Roh Kudus.  Itulah sebabnya setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya juga turut menjadi Terang.

8. Jika seseorang sudah menjadi anak-anak terang  bagaimana seharusnya dia hidup dan bersikap sebagai anak-anak terang?

  1. Efesus 5: 8; Sadarlah kamu bukan lagi kegelapan. Jadi hiduplah sebagai anak-anak terang
  2. Kolose  2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
  3. Selalu menghasilkan buah Roh sebagaimana dalam Galatia 5:22-23 

9. Jadi sikap hidup dan kesaksian hidup yang baik dan sesuai dengan kehendak Tuhan (kebenaran) yang  didorong oleh keinginan Roh adalah sebagai bukti bahkan kita adalah anak-anak tarang sekaligus sebagai kewajiban kita sebagai anak-anak Terang.

10.  Dan prinsip terang itu adalah selalu ditempatkan di tempat yang terbuka, tinggi, artinya supaya cahayanya nampak oleh semua orang, dan mengenai semua orang (Lukas 11:13 Lukas  11:33 "Tidak seorang pun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya”).

11.  Karena itu kita sebagai umat yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus Tuhan kita yang telah menghidupkan kita kembali, marilah kita bangkit  dan bercahaya (bersinar) menerangi sekeliling kita. Supaya semakin banyak orang yang datang kepada Yesus Tuhan kita dan beriman kepadaNya.

12.  Amin



Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......