Ibadah Sektor minggu I Novemvber 2026
Tema:
HIDUP MENURUT KEHENDAK ALLAH
Ev: Mazmur 43:1-5
43:1 Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang!
43:2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
ooo000ooo
1. Mazmur 42 dan 43 ini bisa kita katakan sebuah nyanyian dengan 3 bait dengan refrein yang sama.
2. Bait I adalah Mazmur 42:1-5 dan Refreinnya adalah ayat 6
3. Bait 2 adalah Mazmur 42:7-11 dan Refreinnya adalah ayat 12
4. Bait 3 adalah Mazmur 43:1-4 dan Refreinnya adalah ayat 5
5. Ketiga refrein ini berbunyi: “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
6. Tentu dari refrein ini kita bisa melihat bahwa Pemazmur mengalami tekanan dan kegelisahan yang sangat berat.
7. Ini bisa kita lihat dari beberapa ayat di pasal 42 dan 43 berikut:
- Pasal 42:1-3: Dia mengibaratkan dirinya seperti rusa yang haus akan air, demikianlah jiwanya merindukan Tuhan. Ã Karena Tuhanlah mampu memberi dia kelegaan.
- Pasal 42:4: Siang malam dia menangis
- Pasal 42:7 Jiwanya tertekan
- Pasal 42: 10 Merasa Tuhan sudah melupakannya.
- Pasal 42: 11 Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku,
- Pasal 43: 1 Banyaknya orang jahat (penipu, orang tidak saleh) yang mengingini kemartiannya, kecelakaan baginya.
- Pasal 43: 2 Dia merasa terbuang
8. Namun dalam Refrein ini juga kita melihat bahwa Pemazmur menyatakan bahwa hanya berharap kepada Allah lah dia akan lepas dari musuh-musuhnya dan Tuhan adalah penolongnya.
9. Mengapa seseorang mengalami tekanan dalam jiwanya dan hidupnya terasa berat?
a. Menghadapi ujian dan pencobaan hidup
b. Melakukan dosa dan pelanggaran sehingga mengalami konsekuensi atau hukuman dari pelanggaran itu.
10. Bagaimana supaya bisa keluar dari pergumulan berat ini? Baik karena poin A ataupun karena poin B?
a. Berbicaralah atau berdoalah kepada Allah saja lalu berbicaralah juga kepada dirimu sendiri )jiwamu) setelah berbicara kepada Tuhan.
1. Ketika berbicara kepada Allah di dalam Doa, percayalah akan doa itu dan tunduklah kepada KEHENDAK ALLAH (Katakan: “Tetapi Janganlah kehedakku yang jadi tetapi kehendakMulah yang jadi ya Tuhan”).
2. Ketika berbicara kepada diri sendiri katakanlah seperti Pemazmur berkata dalam 3 kali refrein nyanyian ini: “Kembalilah tenang…..”, yang didasari oleh keyakinan dan kepercayaan kepada Allah setelah kita berserah.
b. Mintalah Panduan dan tuntunan (suruhlah terang-Mu), pertolongan, kelepasan dan keadilan dari Allah bukan dengan motivasi yang salah. Tetapi dengan motivasi yang benar seperti ayat 3-4 dalam nas ini: bahwa kita minta dilepaskan supaya kita semakin dekat dengan Allah dan semakin setia beribadah, datang ke rumah Tuhan dan disana kita bersyukur, bernyanyi, bergembira memuji dan memuliakan nama Tuhan.
c. Hiduplah menurut kehendak Allah.
11. Hidup seperti apa yang dikehendaki Allah ketika kita menghadapi persoalan berat seperti ini?
a. Jangan pernah mengadu dan berharap kepada apapun selain Allah.
b. Carilah pertolongan hanya dari Allah saja dan percayalah dan tenanglah bahwa Allah pasti akan menolong. Persoalan yang kita hadapi boleh besar tetapi Tidak ada persoalan yang terlalu besar yang tidak bisa diselesaikan oleh Allah.
DUA HAL INILAH YANG DIMAKNAI SEBAGAI “TUHAN TEMPAT PENGUNGSIAN “
c. Jalanilah hidup sehari-hari sesuai kehendak Allah.
Bagaimana contohnya? >>> Lewat kotbah 1 November 2026 dari 1 Tessalonika 2:8-12 kita diajarkan 5 contoh hidup menurut kehendak Allah<<
1. Hidup dalam kasih sayang (Ayat 8)
2. Rela membagi dan memberitakan Injil, bahkan membagi hidup mereka sehari-hari ( ayat 8+9)
3. Tidak menjadi beban bagi orang lain (Ayat 9)
4. Hidup saleh, adil dan tidak bercacat (Ayat 10)
5. Bersikap sebagai Ibu yang mengasuh dan merawat dan seperti seorang ayah yang menasihati dan menguatkan (Ayat 7+11)
12. Sikap ini semualah yang Tuhan kehendaki dari setiap anak-anakNya yang mengalami berbagai-bagai pergumulan dan persoalan.
13. Tidak seorangpun dari setiap manusia yang tidak akan mengahadapi persoalan hidup termasuk saya dan saudara. Ketika persoalan itu terjadi atas kita INGATLAH tetaplah “Hiduplah menurut kehendak Allah”.
14. Amin
Shalom
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......