Jumat, 30 Januari 2026

HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN

Garis-Garis Besar Kotbah Minggu, 1 Pebruari 2026

Tema:

HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN

Ev:  Matius 5:1-12

 

A.     MELIHAT  NAS KOTBAH SECARA RINGKAS

1.Nas ini adalah bagian dari kotbah di bukit  (Pasal 5 - Pasal 7) yang sangat terkenal itu.

2.Pengajaran kotbah dibukit ini adalah pengajaran yang sangat berbeda dengan pengajaran yang diajarkan oleh ahli-ahli taurat selam ini bahkan berbeda dengan praktek hidup yang mereka jalani selama ini.

3.Ayat 3 berkata: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.

Hal ini kita maknai dalam dua kondisi:

a.  Ini mengandung makna bahwa tanpa merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan menyadari segala dosa-dosanya, dan memandang semua yang dimilikinya di dunia ini tidak ada nilainya bahkan sama dengan sampah jika dibandingkan dengan Yesus. (bandingkan: Filipi 3:8), dan tidak ada dalam dirinya walau hanya satupun yang pantas dibanggakan, dengan demikian dia sadar tanpa Yesus dia benar-benar miskin. Sehingga orang yang demikian di hadapan Allah  akan dianugerahkan keselamatan dan hidup yang kekal. Tentu dia akan turut empunya kerajaan sorga karena dia sudah menjadi ahli waris kerajaan sorga (Galatia 4:7). Inilah kebahagiaan itu.

b.  Yakobus  2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?   Tentu saja bahwa orang yang dianggap miskin oleh dunia ini adalah orang yang tidak punya apa-apa. Biasanya orang seperti ini tidak punya apapun  untuk diandalkan dan sebagai tempat bergantung dan bersandar. Karena itu Allah sering sekali memilih mereka ini, dan mereka ini lebih mudah percaya, berharap dan bergantung kepada Allah dibandingkan dengan orang kaya secara duniawi. Sebab orang-orang kaya secara duniawi sering sekali mengandalkan kekayaannya, kekuatannya, jabatananya  dan bersandar kepada semuanya itu.

 

4. Ayat 4 berkata: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur”.

5. Ayat 5 berkata: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi”.

è Orang yang lemah lembut tidak gampang tersinggung, tidak mau berkonflik dengan orang lain, tutur sapanya sopan dan selalu menghargai orang lain. Dia sangat menjaga jangan sampai ucapan dan tingkah lakunya  menyakiti hati orang lain. Tentu dia akan berbahagia di bumi sebab ke manapun dia pergi di bumi ini akan banyak orang yang menyukainya.

6.Ayat 6 berkata: “ Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan

è Orang yang lapar akan selalu mencari makan dan orang yang haus akan selalu mencari air. Mereka tidak akan berhenti sebelum  memperolehnya. Ketika sikap ini diterapkan dalam mencari kebenaran, dan kebenaran yang sesungguhnya itu adalah Yesus sendiri maka Yesus akan memperjumpakan diriNya dengan orang tersebut dan akan dipuaskan. Ingat Yesus berkata: “AKULAH AIR HIDUP”  dan juga “AKULAH ROTI HIDUP”. (Yohanes 6:35, Yohanes 4)

7.Ayat 7: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

è Pikiran dunia: “Memberi apa yang ada pada kita (harta, tenaga, pengetahuan, dll), yang kita peroleh dengan kerja keras kita kepada orang lain dengan cuma-cuma tentu membuat kerugian dan bagaimana  mungkin itu memberikan kebahagiaan bagi si pemberi”.

è Tetapi  Kisah Para Rasul 20:35 Yesus berkata: “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima" dan ini sudah terbukti, kecuali dia tidak melakukannya dengan tulus.

8. Ayat 8 berkata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”

Allah itu kudus dan suci. Dosa dan kekotoran  tidak mungkin bisa berjumpa dengan kekudusan Allah. Ini bukan bicara perjumpaan pertama dengan Yesus (Keselamatan) tetapi tentang kehidupan secara terus menerus bersama dengan Tuhan. Setiap hari orang beriman berjumpa dan berjalan bersama Allah. Dia akan selalu melihat dan merasakan kehadiran Allah. Kebersamaan bersama Allah itu akan seterusnya sampai kekekalan nanti dan akan bertemu muka dengan muka kelak dengan sang Pencipta (Baca: 1 Korintus 13:12). Hal ini tidak akan mungkin dialami orang yang tidak menjaga hatinya tetap suci.

9. Ayat :9 berkakata “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Ciri dan identitas anak-anak Allah adalah pembawa damai. Sama seperti Tuhan dan Allahnya Raja Damai. Mereka tidak suka keributan dan juga tidak mau membuat atau memicu keributan. Kalau tidak demikian maka mereka bukanlah anak-anak Allah.

10.Ayat 10-12: “ Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, oleh dicela dan difitnah karena nama Yesus, sama seperti nabi-nabi sebelum mereka, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.

è Sebab orang-orang inilah yang disebut martir demi nama Yesus, mereka bisa saja kehilangan nyawa di bumi ini tetapi akan memperolehnya kembali, mereka akan mendapat upah  kesetiaan mereka yaitu sebagai ahli waris yang empunya kerajaan sorga. (Baca: Matius 10:39, Lukas 9:26)

 

B.      MELIHAT REALITA DUNIA HINGGA SAAT INI

1. Banyak orang mencari bahagia, dengan segala cara, naik dan turun gunung, hujan dan panas, tidak kenal waktu dan mengorbankan banyak hal untuk  mendapatkan apapun yang bisa membuatnya berbahagia.

è Namun sayang, banyak yang kecewa meskipun mereka menemukan yang mereka inginkan, tetapi kebahiaan sejati tetap tidak bisa mereka temukan.

2. Banyak orang berpikir Jika banyak harta  menjamin kebahagiaan, Namun mengapa banyak orang kaya yang tetap kuatir, bahkan rasa takut juga semakin  besar, sehingga perlu pengamanan ekstra ketat, pagar  setinggi-tingginya. Ada yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk  membuat perlindungan  yang membuat dirinya merasa aman dan tenang.

è Bahkan dengan pencariannya akan kebahagiaan lewat menimbun harta, ternyata semakin banyak dia dapat semakin tamak dan rakus pula dia.

3.Banyak juga yang berpikir  dengan memperoleh banyak anak akan membuat bahagia, atau sebaliknya ada yang berpikir bahwa jaman sekarang tidak perlu banyak anak, sebab banyak anak membuat banyak persoalan, tetapi  baik yang punya banyak anak maupun yang punya sedikit anak  tetap menghadapi banyak persoalan tentang  anak-anak yang  berpotensi merusak  kebahagiaan mereka.

è Jaman sekarang tidak sedikit orangtua  yang kebahagiaannya direnggut oleh persoalan anak.

4. Bahkan anehnya ada juga  orang yang mencari kebahagiaan lewat kesengsaraan orang lain, lewat memfitnah orang lain, lewat mempermalukan dan  menebar aib dan kekurangan orang lain.

5. Susahnya menemukan kebahagiaan sejati membuat manusia itu melakukan segala cara untuk mendapatkannya.

6. Bahkan secara spesifik orang Batak memegang philosofi bahwa Berbahagianya (Martua)  seseorang jika sudah mendapatkan 3H (Hagabeon, Hamoraon,Hasangapon)

7. Memang semua orang  pernah bahagia dengan  mengejar semua ini, namun kenyataan  membuktikan bahwa  kebahagiaan yang di dapat dengan mengejar ini semua hanya akan memberikan kebahagiaan yang sementara, sebab  baru saja hari ini dia bahagia karena memperolehnya, besok atau tetapi tidak lama lagi kebahagiannya akan hllang sebab nafsu untuk memperolehnya yang lebih banyak lagi akan terus-menerus merasukinya, dan tidak pernah ada kepuasan.

 

C.      DI MANAKAH LETAK KEBAHAGIAAN YANG SESUNGGUNYA ITU?

1.Kebahagiaan yang sesungguhnya itu hanya kita temukan di dalam Tuhan Yesus sendiri.

è Sebab dari Yesuslah keluar rumus kebahagiaan yang sesungguhnya (seperti Nas Matius 5:1-12) ini datang. Rumus bahagia yang Yesus ajarkan ini adalah rumus yang berbeda dengan rumus bahagia dunia.

2.Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup. Sehingga hanya dari Yesuslah kebahagiaan sejati itu datang. Datanglah kepadaNya maka  saudara akan menemukan kebahagiaan itu.

3.Tetapi mengapa juga banyak orang yang  rajin datang ke gereja dan beribadah tetapi tidak juga menemukan kebahagiaan sejati itu?

è Karena mereka  bukan mau mencari Yesus dan menerimaNya, dan menjadikanNya Tuhan, tetapi sekedar mengejar berkat-berkatNya, perlindunganNya, kesuksesan bisnis dan usahanya,  mencari nama sebab orang akan berkata dia orang beriman karena rajin ke gereja bahkan melayani.

è Illustrasi: Seseorang di hari minggu yang berencana tidak ke gereja, tetapi akhirnya berubah dan datang ke gereja sebab pikirnya “kalau tidak ke gereja nanti rezekinya  hilang atau usahanya tidak berkembang=>jadi motivasinya bukan mau mencari Tuhan tetapi Mamon.

 D.      APA PESAN YANG BISA KITA PELAJARI

1. Coba pelajari lirik Lagu BE 213: “Dung sonang rohangku  di sini akan kita temukan bahwa segala persoalan hidup dan penderitaan hidup   yang menghantam setiap orang yang memiliki Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya,  tidak akan mampu merebut kebahagiaannya yang sejati itu. (Atau baca sejarah lagu: Tenanglah jiwaku=it is well in my soul ciptaan Horatis Spafford)

2. Konsep berbahagia  dari Yesus ini  bukan mau menghilangkan kebahagiaan yang diperoleh oleh karena rezeki yang melimpah, punya keturunan, punya jabatan dan pangkat yang tinggi, seakan mau mengatakan bahwa itu tidak berguna dan tidak perlu dimiliki  selama kita hidup di dunia ini.

è Tetapi mau menempatkan sumber kebahagiaan yang sebenarnya  sebagai prioritas dan yang terutama dari segala sesuatu di dalam hidup kita, yaitu YESUS sebagai yang utama dan terutama (Bandingkan Matius 6:33).

è Sebab siapakah yang mempu melakukan konsep berbahagia dalam Matius 5:1-12 ini tanpa Yesus di dalam dirinya? Tidak ada.

è  Dengan demikian “semuanya itu” (segala yang diperlukan di dunia ini) akan  ditambahkan sebagai berkat yang mengikuti, dan orang yang memperolehnya akan ditambahkan bahagianya, dan dia akan tahu bagaimana cara mensyukurinya (bandingkan Matius 5:7, Kisah Para rasul 20:35).

è Kalau sudah begini maka kebahagiannya tidak lagi tergantung situasi apakah kaya atau miskin, punya persoalan atau tidak, makmur atau bangkrut, sehat atau sakit, tetapi  tergantung YESUS yang ada di dalam dirinya sebagai Tuhannya.

3. YESUS TAHU JALAN BAHAGIA YANG ASLI, Mari serahkan hidup kepada Tuhan Yesus, mari bergantunglah hanya kepadaNya,  dan  berjalan bersamaNya. Maka saudara akan hidup berbahagia di dalam Tuhan.

 

Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Kamis, 22 Januari 2026

ALLAH MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA



Garis-Garis Besar Kotbah Minggu, 25 Januari 2026

tema:

ALLAH MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA

By: Ev. Harles Lumbantobing

 

Ev: Hagai 2:1b-10

 

2:1b Pada tahun yang kedua zaman raja Darius,

2:2 dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:

2:3 "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian:

2:4 Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?

2:5 Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,

2:6 sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!

2:7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;

2:8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.

2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

2:10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

 

1. Bait Allah menjadi kebanggaan bangsa Israel. Bait Allah sebagai simbol kehadiran Allah di bumi dimana tabut perjanjian disimpan.

2. Sebelum ada bait Allah maka Tabernakel (Kemah suci) menjadi tempat di mana tabut perjanjian disimpan.

3. Bait Allah yang pertama yang dibangun Raja Salomo  hancur pada saat Israel dikalahkan oleh Nebukadnezar Raja Babel sehingga mereka ditawan dan tinggal di pembuangan Babel selama 70 tahun, dan tabut perjanjian tidak ditemukan lagi setelah itu.

4. Pembangunan bait Alah yang kedua dimulai setelah pembuangan di Babel pada masa tiga Nabi terakhir yaitu  Nabi Hagai, Zakaria dan Maleakhi, pada masa  Imam Ezra dan Zerubabel sebagai bupati.

5. Kira-kira 400-500 tahun kemudian direhap dan diperluas oleh Raja Herodes Agung.

6. Dan bait Allah kedua ini hancur lagi pada tahun 70 setelah Masehi, dan semasa Yesus masih bersama murid-muridNya Yesus sudah pernah mengatakan bahwa Bait Allah yang dibangga-banggakan orang Yahudi itu akan hancur lagi (Markus 13:1-2).

7. Dua hal yang membuat orang-orang Yahudi menjadi lemah, hancur, dan tidak punya muka lagi di hadapan bangsa-bangsa lain yaitu: Hancurnya tembok Yerusalem dan hancurnya bait suci pertama.

8. Nas Hagai 2:1b-10 ini adalah nubuatan dan pemberitahuan Tuhan kepada bangsa itu melalui Nabi Hagai bahwa bait Allah yang pertama yang sudah runtuh itu akan segera dibangun kembali dan akan lebih indah dan megah dari bait Allah yang pertama.

9. Berita ini datang setelah tembok Yerusalem selesai dibangun pada masa Nehemia dan Imam Esra.

10.Setelah peristiwa pembuangan di Babel dan segala hal kesusahan hidup yang bangsa itu alami karena meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada ilah-ilah lain, ketidakadaan Bait Allah tentunya akan membuat mereka cemas dan takut sebab bagi mereka BAIT ALLAH  ADALAH SIMBOL KEHADIRAN DAN HADIRAT ALLAH.

11.Kalau Allah tidak bersama-sama dengan mereka bagaimana mereka bisa tenang dalam hidup di sekitar bangsa-bangsa lain?

12.Karena itulah melalui Nabi Hagai Allah menyampaikan kabar gembira ini yang akan memberikan kepada mereka ketenangan dan rasa damai.

 

REFLEKSI

13.Kalau kita bertanya dan menyelidiki hati kita secara jujur, seberapa pentingkah damai sejahtera itu bagi kita?

14.Kalau itu sangat penting bagaimanakah kita mendapatkannya dan usaha apa yang kita lakukan?

15.Ketika saudara bekerja keras dan mengejar segala pengetahuan dan kekayaan dunia ini apakah itu tujuannya untuk mendapatkan damai sejahtera?

16.Dengan itu semua, Sudahkah saudara mendapatkan  damai sejahtera itu?

17.TUHAN adalah sumber damai sejahtera  yang sesungguhnya.

18.Tidak ada damai yang benar-benar sebagai kedamaian yang berasal dari dunia yang berdosa ini.

19.Di ayat 10 Nas ini berkata “dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam”. Kata ‘tempat ini’ merujuk kepada bait Allah (Bait Suci). Artinya di Bait Allah itu umat itu akan bertemu Allah, mereka akan menyembah Allah di sana dan Allah akan memberkati mereka, sehingga damai sejahtera akan mereka rasakan lagi.

20.Sehingga bagi bangsa Isarel BAIT ALLAH itu adalah tempat di mana mereka menemukan dan menerima damai sejahtera.

21.Sekarang di manakah Bait Allah yang dibangun kembali pada jaman Nabi Hagai  itu bisa kita temukan supaya kita beroleh damai sejahtera?

22.Ketika Allah turun ke dunia ini menjadi manusia  dalam diri Yesus Kristus maka sesungguhnya damai sejahtera (Shalom) itu sudah datang ke bumi.

Itu sebabnya saat Yesus lahir para Malaikat mendeklarasikan kepada manusia yang dimulai dari para gembala di Betlehem “"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:14)

23.Di Jaman Yesus Dia pernah berkata: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."( Yohanes  2:19) dan di ayat 21 dikatakan bahwa yang dimaksud Yesus adalah tubuhNya sendiri.

24.Bahwa Yesus menyamakan diriNya dengan bait suci, dan bait suci yang secara fisik yang berdiri kokoh dan megah itu Yesus katakan akan runtuh dan tidak ada satu batupun di atas batu yang lain.

25.Sebab bait Allah yang sesungguhnya itu sudah datang dan telah menjadi manusia.

26.Sehingga barang siapa hendak mendapatkan damai sejahtera hendaklah mencarinya di dalam Yesus Kristus.

27.Tidak seorangpun bisa menemukan damai sejahtera kecuali dalam diri Yesus Kristus.

28.Ketika kita ada bersama Yesus dan Yesus ada didalam kita dan Roh Kudus bertahta di hati kita maka kita akan merasakan damai sejahtera  yang tidak bisa diberikan oleh dunia ini.

29.Ketika Bapa di sorga memberikan AnakNya yang tunggal ke dunia ini itu artinya Allah juga memberikan damai sejahtera kepada dunia ini.

30.Maukah  saudara menerima damai sejahtera  yang sebenarnya itu?, jika YA terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat saudara secara pribadi maka saudara akan hidup dan  menerima  damai sejahtera yang sesunggunya. AMIN



Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......


Kamis, 15 Januari 2026

DALAM DIA KITA MENJADI KAYA DALAM SEGALA HAL

 Garis-Garis Besar Kotbah 18 Januari 2029

Tema:

Dalam Dia kita menjadi kaya dalam segala hal

 

1 Korintus 1: 4-9

1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.

1:5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,

1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.

1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.

1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.


A. PENDAHULUAN:

   1. Bagaimana tanggapan saudara akan tema ini: “Dalam Dia kita menjadi kaya dalam segala hal” ?

2.  Apakah mungkin saudara akan berkata “ah ini hanya kalimat sekedar membuat saya terbuai saja” atau “ah jauh panggang dari api” tidak sesuai kenyataan, “kalau ini suatu kebenaran kok hidupku tetap susah sampai saat ini, kok aku miskin sampai saat ini?” teori dan fakta di lapangan tidak sesuai, sampai saat ini aku serba kekurangan”

3.  ini yang terbersik di hati saudara, saudara tidak sendiri. Saya juga pernah sama dengan saudara sampai saya menemukan makna sesungguhnya kekayaan dalam Tuhan.

 

B. APA MAKNA KAYA DALAM SEGALA HAL?

1.  Bicara kekayaan, sering sekali manusia langsung terpikir tentang  banyaknya uang atau harta  yang dimiliki. Padahal kaya materi adalah salah satu dari kaya dalam segala hal.

2. Kalau kita kaya dalam segala hal itu artinya kita tidak kekurangan dalam segala hal.

3. Saat seseorang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh, maka kepadanya Tuhan mengaruniakan kekayaan dalam segala hal.

4. Alkitab telah  mengajarkannya sebagai berikut:

a.      Efesus 2:4-5 Allah yang kaya Rahmat telah Merahmati kita dari kekayaan rahmatNya untuk menghidupkan kita dari kematian = Karunia utama yaitu keselamatan dari kekayaan KASIH yang Tuhan miliki.

b.      1 Korintus 1:5: Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan

c.       Filipi  4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

d.      II Korintus  9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah

e.      Efesus  3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu

 

C.      BAGAIMANA JEMAAT MULA-MULA KAYA DALAM SEGALA HAL?

1. Ketika kita belajar tentang jemaat-jemaat mula-mula  kita bisa melihat bahwa kesatuan mereka di dalam Kristus benar-benar membuat mereka kaya dalam segala hal.

2. Jemaat itu dikaruniai dengan banyak karunia baik materi maupun non materi dan  spritual.

3. Sikap hidup antar jemaat mula-mula yang saling mengasihi membuat mereka tidak kekuarangan dalam segala hal. Ada diantara mereka yang selalu berbagi kekayaan materi mereka, ada yang kaya pengetahuan berbagi pengetahuan mereka, yang kaya hikmat dan nasehat juga berbagi itu dengan mereka-mereka yang tidak memilikinya, dan lain sebagainya.

4.      Itulah rahasia kekayaan mereka dalam segala hal.

===Apakah di gereja dimana saudara terdaftar juga mengalami hal serupa ini?===

 

D. BAGAIMANA KONDISI JEMAAT DI KORINTUS SEHINGGA RASUL PAULUS MENGIRIM SURAT PENGGEMBALAAN INI?

1. Jemaat Korintus adalah jemaat yang berkembang pesat dalam banyak hal. Kota dengan dua pelabuhan terkenal ini menjadi kota yang begitu sibuk  dan penduduknya kaya-kaya secara materi, tetapi juga kaya dalam segala perbuatan dosa sampai Injil datang yang dibawa rasul Paulus.

2. Di jemaat inilah Paulus memberitakan Injil dan mengajarkan berbagai macam tentang karunia, tujuan karunia dan bagaimana memperoleh karunia.

3.  Dari Nas ini jelas Paulus mengakui bahwa jemaat ini kaya dalam segela hal.

4. 1 Korintus 1:4-9 ini awal dari surat Paulus kepada jemaat itu yang menyampaikan syukurnya atas realita jemaat di Korintus yang sudah sedemikian baik dan kaya diberkati oleh Tuhan dalam segala hal. Bahkan sebenarnya itu sudah menjamin banyak hal sampai kedatangan Kristus kedua kali sebab mereka tidak kekurangan karunia lagi sebenarnya. Di ayat 9 diingatkan bahwa Allah adalah SETIA. Tetapi mereka tidak didapati SETIA.

5. Berhenti sampai ayat 9 ini pastinya membuat pembacanya yaitu jemaat di Korintus akan begitu senang dan bangga bahkan akan turut berkata “Syukur pada Tuhan”. Namun mulai ayat ke 10 mereka akan langsung ditampar dengan keras oleh kenyataan yang sedang terjadi di jemaat itu bahwa kekayaan kasih karunia Tuhan yang mereka terima bertolak belakang dengan praktek hidup jemaat yang sedang mereka jalani saat itu.

6. Di jemaat ini seiring perkembangan yang terjadi kerap terjadi juga beragam persoalan seperti perselisihan dan pengkotak-kotakan (pengikut Apolos, Paulus, Kristus), masalah-masalah perkawinan dan rumah tangga, percabulan, kesombongan dan merasa lebih benar dari yang lain, pengkultusan pemimpin yang menganggap pemimpin si A lebih baik daripada si B,   kesombongan atas karunia-karunia yang diterima, model peribadahan dan perjamuan yang menjadi menyimpang, dan lain sebagainya.

7. Di jemaat inilah Paulus mengajarkan dan menegaskan tentang kesatuan tubuh dalam Kristus.

8. Kepada jemaat inilah Paulus mengajarkan dengan tegas tentang pentingnya berdiakoni dan membantu Penginjilan pelayanan orang-orang kudus di luar kota Korintus.

9.  Kepada jemaat inilah juga Paulus mengajarkan tentang KASIH dengan tegas bahwa dia berkata: “:1 Korintus 13: 1-3 Bahwa semua yang mereka agung-agungkan itu jika tidak ada KASIH  maka itu semua sia-sia.

 

E. BAGAIMANA GEREJA JAMAN SAAT INI, ADAKAH YANG SEPERTI JEMAAT DI KORINTUS INI?

1. Ada banyak gereja mengalami hal demikian. Ketika di awal-awal pendirian gereja, atau saat jemaat-jemaatnya masih sedikit  semua terasa indah dan pelayanan begitu dirasakan oleh setiap jemaat, semua merasa puas, dan benar sepertinya tidak kekurangan apa-apa karena jemaat saling mendukung dan bertolong-tolongan.

2. Para pelayanpun nampaknya begitu tulus dan selalu melakukan yang terbaik bagi perlayanannya bahkan rela berkorban banyak hal.

3. Seiring perjalanan  waktu dan keseriusan dalam pelayanan, jemaat itu semakin besar dan berkembang, memiliki kemajuan dan kekayaan dalam banyak hal.

4. Namun akhirnya tidak sedikit yang akhirnya menjadi seperti jemaat di Korintus. Banyak akhirnya gereja-gereja yang tidak sanggup mempertahankan segala kekayaan kasih, pengetahuan, persekutuan dan lainnya karena beberapa hal:

a. Kesombongan: Merasa semua kemajuan itu adalah karena segala usaha mereka berdasarkan semua karunia yang mereka miliki itu, merasa lebih  mampu, kelompoknya lebih hebat, sehingga terjadi pengkotak—otakan).=Kesombongan rohani

b. Banyak teori tetapi minim praktek: kaya dalam banyak hal menjadi  miskin dalam perbuatan dan kesaksian hidup, sehingga Paulus menghantam mereka dengan membandingkan mereka dengan jemaat makedonia yang miskin dan penuh penderitaan (2 Korintus 8)

c. Degradasi iman. Karena merasa sudah di zona aman seiring pertumbuhan dan perkembangan yang dirasakan sehingga abai akan kehidupan rohani yang paling fundamental. Sehingga tidak lagi mendengar suara Tuhan dengan benar, Akibatnya mereka gampang berselisih, saling mementingkan diri sendiri atau kelompoknya, perkawinan dan rumah tangga yang kacau, kasih  yang dibalut dengan kemunafikan,

 

F.       PELAJARAN APA YANG BISA KITA PETIK DARI NAS FIRMAN TUHAN INI

1. Sadarilah dan syukuri selalu bahwa Tuhan maha baik telah mengaruniakan kita banyak hal sehingga kita kaya dalam banyak hal.

2. Jangan menyalahgunakan kasih karunia yang besar itu untuk mencari kemuliaan diri sendiri atau kelompok tetapi  kembalikan semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan.

3. Alkitab berkata bahwa Yesus rela miskin supaya kita menjadi kaya dalam banyak hal. 2 Korintus 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya

4. Jadi Rendah hatilah. Semua yang kita peroleh adalah berasal dari Tuhan. Amsal  18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan

5. Hati-hati setinggi apapun pengetahuan kita, dan sekaya apapun kita dalam banyak hal, jangan sombong sebab kita terbatas dan tidak bisa melakukan semuanya. Kita adalah satu tubuh dalam Kristus dan Yesus adalah kepala tubuh itu. Setiap anggota tubuh saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mentaati sang Kepala.

6. SETIA-lah. Semua kekayaan kasih karunia itu adalah sebagai sesuatu yang meneguhkan kita dalam menantikan Yesus Kristus dan sampai pada masa kesudahan jaman ini.

7. Jangan sia-siakan dan membuat segala karunia itu menjadi tidak berarti bahkan menjadi alat untuk merusak tubuh Kristus. Bangunlah spritualitas yang baik dengan Tuhan supaya kita bisa setia  dan tidak didapati bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

8. Jika saudara beriman kepada TUHAN, percayakah saudara bahwa di dalam Yesus saudara  kaya dalam segala hal? Mari tunjukkan dengan saling mengasihi dan saling memperkaya satu dengan yang lain, Gereja yang satu dengan gereja yang lain.



Shalom, Tuhan Memberkati


Ev. Harles Lumbantobing



KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......