Sabtu, 09 Mei 2026

“TETAP BERDOA”

 

Garis-garis besar kotbah minggu ROGATE 10 Mei 2026

Tema:

“TETAP BERDOA”

Ev: Kolose 1:9-14

1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

1:10 Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

1:11 Dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

1:12 Dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

1:14 Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

 

oooOOOooo

 

1.       Nas ini terbagi atas 3 bagian:

a.    Latar belakang mengapa Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya berdoa buat jemaat di Kolose ( Ayat 9a)

1.    Paulus dan rekan-rekan sepelayananya memang membiasakan diri untuk senantiasa berdoa tidak henti-hentinya buat jemaatnya. (ayat 3, 9a).

2.    Inilah sikap berdoa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan orang percaya ( Pelayan senantiasa berdoa kepada jemaatnya, orangtua kepada anak-anaknya, yang lebih tua kepada yang lebih muda, guru kepada muridnya dan seterusnya)

 

b.    Mengapa mereka harus berdoa?

1.    Orang yang berdoa lebih tenang dan berpikir jernih dalam menghadapi sebuah persoalan.

2.    Supaya jangan jatuh dalam pencobaan (Matius  26 :41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”). Doa ini mematahkan serangan dan gangguan si jahat yang hendak membawa kita kepada kejatuhan dan kekalahan.

3.    Kondisi jemaat yang semakin bertumbuh dan maju, biasanya akan semakin banyak mengalami tantangan dan persoalan.

-          Efesus: Lama-lama kasih mula-mula hilang

-          Simirna: Jemaat yang mengalami banyak fitnahan keji

-          Pergamus: Kuat dan kokoh secara iman namun  akhirnya ada diantara mereka yang menganut ajaran sesat

-          Tiatira: Jemaat yang bertumbuh dan banyak berbuat  namun mereka menerima masuk pengajar sesat yang membawa mereka kepada kesesatan.

-          Sardis: Jemaat yang nampaknya  hidup namun sebenarnya mati.

-          Filadelpia: Jemaat yang kecil, lemah namun kuat dalam iman dan di sekitar mereka banyak jemaah-jemaah iblis yang hendak menghancurkan mereka.

-          Laodikia: Jemaat yang akhirnya suam-suam kuku, tidak panas tidak dingin,  karena mereka sombong dan mengangap pencapaian mereka selama ini adalah karena dirinya sendiri.

4.    Demikianlah rentannya jemaat-jemaat yang mulai berkembang dan bertumbuh untuk dicobai dan dihancurkan oleh si Iblis.

 

c.     Isi doa mereka (Ayat 9b-12)

1.    Supaya hidup jemaat itu layak dan berkenan di hadapan Tuhan

2.    Hidupnya memberi buah

3.    Bertumbuh dalam pengetahuan yang benar akan Allah

4.    Dikuatkan menanggung segal hal dengan tekun dan sabar

5.    Senantiasa mengucap syukur atas pelayakan Allah yang menjadikan/melayakkan mereka menjadi sama dengan orang-orang kudus.

 

d.    Mengarahkan jemaat itu kepada dasar mengapa mereka harus berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus. (Ayat 13-14 sampai 29)

1.   Tuhan adalah pencipta segala sesuatu yang juga memelihara dan mengendalikan segala sesuatu atas yang terjadi kepada ciptaanNya.

Dia juga penentu hidup kita, Dia yang berhak menghentikan atau melanjutkan hidup kitaàBerarti hidup kita juga tergantung kepada Tuhan, suatu ketika kita akan pulang kepadaNya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita dan tidak akan ada satupun yang terluput=>Tidak kah ini menggentarkan kita?

2.    Apa yang kita alami saat ini bahwa kesehatan, kelepasan dari dosa dan pengampunan, dan anugrah  keselamatan yang kita peroleh sehingga kita dipersamakan dengan orang-orang kudus adalah karena kasih dan kuasa Tuhan.


2. Apa yang menjadi pelajaran bagi jemaat?

a.       Seberapa penting doa buat saudara? (…doa nafas kehidupan orang percaya).

b.      Koor: Tangiang do ojahanki lao mandapothon  Tuhanki/Pasahat nasa holsongki nang nasa na sungkot di au/Di tingki parungkilon i jot-jot dibaen las rohangki/Dibahen I naeng ma tongtong tangiang do ojahanki.

Tangiang do ojahanki lao manompashon sasude/tu joloMi o Tuhan ki las roha dohot arsak pe/Di si hu ida bohiMi namangalehon dameMi/Di bahen I ingkon tongtong/tangiang I ojahanki.

c.       Sadarkah kita bahwa doa itu memiliki kuasa?

(Yakobus 5:16b: Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya).

Lagu: Saat keadaan seklilingku, Ada di luar kemampuanku/ Kuberdiam diri mencariMu Doa mengubah segala sesuatu/ Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya, Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan

-          Doa adalah senjata yang menakutkan bagi iblis dengan catatan: di doakan dengan ketulusan dan dalam kebenaran.

-          Sebaliknya doa bisa dimanfaatkan Iblis menjadi alat untuk menghancurkan orang-orang percaya dengan cara:

1.    Mengintimidasi saat berdoa terkhusus mengenai dosa-dosa lama

2.    Dalam doa syafaat/doa bersama mempengaruhi si pendoa untuk berdoa dengan cara-cara yang membuat orang banyak resah, tidak tenang, mengantuk, bahkan menghujat.

3.    Doa yang pura-pura (tidak tulus, hanya simbol) “Doa Penatua di ruang ICU jemaat yang kritis

d.      Apa dampak doa-doa para hamba Tuhan ini kepada jemaatnya

e.      Apakah jemaat perlu mendoakan para pelayan-pelayannya? (Ibadah sektor minggu lalu 2 Tes 3 :1-2).

f.        Jika satu jemaat jatuh dalam satu pencobaan dampaknya belum begitu terasa dalam jemaat, tetapi jika satu pelayan jatuh dalam pencobaan maka bisa menghancurkan dan memecah belah jemaat itu.

g.       Berdoa buat orang lain  terkhusus  buat kebaikan orang lain apalagi jika tanpa mengharapkan balasan, atau bukan karena balas budi sangat berkenan di hadapan Tuhan.

h. Karena doa adalah nafas hidup orang percaya, maka jangan pernah berhenti untuk berdoa dalam setiap waktu
 
Shalom,
 
 
Ev. Harles Lumbantobing
 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Minggu, 03 Mei 2026

AKU MENYANYI BAGI TUHAN

 

Ibadah Minggu KANTATE, 3 Mei 2026

Tema:

AKU MENYANYI BAGI TUHAN

Ev: Keluaran 15:1-14

15:1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

15:2 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.

15:3 TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.

15:4 Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.

15:5 Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.

15:6 Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.

15:7 Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum.

15:8 Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun; segala aliran berdiri tegak seperti bendungan; air bah membeku di tengah-tengah laut.

15:9 Kata musuh: Aku akan mengejar, akan mencapai mereka, akan membagi-bagi jarahan; nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, akan kuhunus pedangku; tanganku akan melenyapkan mereka!

15:10 Engkau meniup dengan taufan-Mu, laut pun menutupi mereka; sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat.

15:11 Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

15:12 Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumi pun menelan mereka.

15:13 Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.

15:14 Bangsa-bangsa mendengarnya, mereka pun menggigil; kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin.


 

Ibadah Minggu KANTATE, 3 Mei 2026

Tema:

AKU MENYANYI BAGI TUHAN

oooOOOooo

EV: Keluaran 15:1-4

1.       Bisakah kita bernyanyi, bersukacita dan bersorak-sorai dalam kondisi-kondisi tidak menyenangkan?

2.       Bagaimana jika doa-doa saudara tidak Tuhan jawab seperti permintaan saudara?

3.       Bagaimana jika kenyataan yang saudara terima dalam hidup ini tidak sesuai dengan mimpi dan keinginan saudara?

4.       Bagaimana jika tiba-tiba kita sakit, atau orang yang kita kasihi,

5.       Apakah masih bisa saudara-saudara bersukacita dan bernyanyi?

6.       Apa sesungguhnya alasan seseorang bisa bersukacita dan bersorak-sorai dan bernyanyi bagi Tuhan?

-          Allah adalah penolong kita, dan Dia berperang untuk kita

-          Tidak ada Allah seperti Dia yang perduli, bahkan rela mati bagi umatNya yang berdosa kepadaNya supaya umatnya itu hidup (selamat dari penghakiman)

7.       Ada kalanya kita diperhadapkan dengan sebuah situasi yang mengkuatirkan atau mencekam. Sama seperti bangsa Israel yang baru saja keluar dari perbudakan Mesir.

8.       Namun kita melihat ketika Tuhan membebaskan umatNya dari perbudakan Mesir, Tuhan bertanggungjawab membawa mereka sampai kepada tujuan.

9.       Demikian juga seharusnya keyakinan kita saat ini untuk Tuhan.

10.   Tuhan tidak menuntut banyak kepada kita bahwa kita harus mati seperti Yesus baru dikatakan kita percaya kepadaNya.

11.   Hal pertama yang Tuhan inginkan dari kita adalah bagaimana supaya kita percaya dan yakin kepadaNya (mar pos niroha)

12.   JANGAN PERNAH CURIGA  kepada Tuhan, Dia tidak pernah punya rencana jahat untuk mencelakakan kita.

13.   Nyanyian ini menceritakan tentang keperkasaan Tuhan, kuasa Tuhan atas alam, dan jaminan penyertaan dan kemenangan yang dari pada Tuhan terhadap umatNya.

14.   Memang sebelumnya bangsa itu mulai putus asa, lalu marah kepada Musa, dan menyesal akan tindakan  Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan Mesir.

15.   Pengalaman dasyat yang mereka alami memunculkan nyanyian dan pujian kepada Tuhan.

 

 

PEMBELAJARAN PENTING:

1.       Salah satu identitas orang Kristen adalah bernyanyi.

2.       Ibadah, penyembahan kepada Allah tidak terlepas dari nyanyian.

3.       Nyanyian  juga menjadi suatu kuatan dan senjata dalam melawan kuasa si jahat (Duad dan Saul).

4.       Banyak orang berubah dan diubahkan oleh sebuah nyanyian Kepada Tuhan.

5.       Sebab Allah bertahta di atas pujian (Mazmur 22:4)

6.       Ayat ini adalah suatu kebenaran dalam Alkitab dan banyak diketahui oleh banyak orang Kristen bahwa Allah bertahta di atas pujian. Tetapi dalam prakteknya banyak di antara mereka tidak bernyanyi bagi Tuhan dengan sungguh-sungguh dan penghayatan yang dalam.

7.       Dengan sikap seperti ini, pada saat melakukan pujian penyembahan kepada Tuhan, bagaimana mungkin hadirat Allah turun atas ibadah itu.

8.       Kapan dan di mana kita bisa benyanyi untuk Tuhan?

DI mana saja, dan dalam situasi apa saja kita bisa benyanyi bagi Tuhan.

9.       Apa yang kita nyanyikan bagi Tuhan? Segala hal yang kita alami di dunia ini bersama Tuhan bisa kita nyanyikan dengan Lagu-lagu pujian.

10.   Mungkin tidak harus menciptakan sendiri, tetapi karena sudah sangat banyak lagu rohani saat ini kita tinggal memilih mana yang lebih cocok dengan pergumulan kita.

11.   Sebagaimana lagu PKJ 14: “Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya..2x Kututurkan tak jemu kasih setiaMu Tuhan…2x ….turun temurun…

12.   Sudahkah anda bernyanyi untuk Tuhan hari ini?

 

 

Shalom, 



Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......