Sabtu, 24 Oktober 2026

MENCARI PERLINDUNGAN PADA NAMA TUHAN

 

Garis-Garis Besar Kotbah Minggu 24 Oktober 2026

Tema:

MENCARI PERLINDUNGAN PADA NAMA TUHAN

 

Ev: Zefanya 3:9-15

 

3:9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.

3:10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.

3:11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus.

3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,

3:13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya."

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!

3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

 ooo000ooo

PENDAHULUAN:

1. Kita sering mendengar ungkapan “Habis hujan tampak pelangi”, “Habis Gelap terbitlah terang”.

Artinya dibalik segala keburukan, kesusahan, penderitaan akan ada datang hal yang baik dan indah.

2. Semua orang yang sedang dalam persoalan dan penderitaan menyukai ungkapan ini.

3. Terlepas dari apapun latar belakang  persoalan/kesusahan  yang sedang dia hadapi itu; Apakah karena dosa dan kesalahannya, apakah karena kejahatan orang lain, atau karena kejujuran dan kebaikannya, atau karena ujian dari Tuhan.

4. Nas ini di ayat 9 dimulai dengan kata: “tetapi sesudah itu…” Sesudah apa?

5. Maksudnya adalah Sesudah hukuman Tuhan kepada kota-kota yang penuh dengan dosa, penindasan dan kesombongan.

6. Bukan saja kota-kota dan bangsa-bangsa selain Israel yang berlaku demikian tetapi ternyata juga Israel dan Yehuda melakukan hal yang sama.

7. Zefanya 1:4: "Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala",

8. Karena itu Allah menghukum mereka semua karena dari atas sampai bawah mereka  telah berlaku curang di hadapan Allah.

Zefanya 3:3-4 berkata: "bahwa para pemukanya,  para hakimnya, Para nabinya para imamnya telah melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan".

9. Maka Tuhan berkata di ayat 9: Bahwa setelah hukuman itu Tuhan akan memulihkan kembali umatNya.

10. Tuhan akan membersihkan umatNya dari orang-orang congkak, dan meninggalkan orang-orang yang rendah hati dan lemah untuk hidup.

11. Mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN dan orang-orang inilah yang disebut sisa-sisa Israel.

12. Tidak hanya itu saja, Tuhan juga akan membuat bagiNya dari bangsa-bangsa lain untuk memuji dan menyembah nama Tuhan, serta beribadah kepadaNya (Ayat 9)

 

PEMBELAJARAN:

1. Dalam Nas hari ini yaitu kisah-kisah dalam Nas Zafanya ini kita temukan fakta bahwa bangsa-bangsa termasuk bangsa pilihan sendiri (Israel) tidak lagi menyembah Allah yang hidup. Bibir mereka tidak lagi berseru kepada nama Tuhan yamg benar tetapi ilah-ilah lain. Mulut mereka penuh dengan kesombongan dan tipu muslihat.

2. Mereka tidak lagi mencari Tuhan dan berlindung kepadaNya  tetapi mengandalkan dewa-dewanya dan segala pengetahuan dan kekuatannya.

3. Allah menghukum mereka namun akan menyisahkan dari mereka umat-umat pilihanNya yang akan Ia kasih dan hanya menyembah kepadaNya.

4. Ciri-ciri umat yang akan diselamatkan  atau disebut dengan umat sisa ini adalah :

Rendah hati dan lemah. (Lemah dalam Bahasa Batak: na dangol jala na parir, angka na marhaposan tu goar ni Jahowa)

5. Dua kualifikasi ini dipilih oleh Allah karena dua kualifikasi inilah yang mencari perlindungan kepada Allah.

a. Rendah hati: Tidak menganggap dirinya hebat, tunduk di bawah kuasa Tuhan, orang-orang seperti inilah yang menganggap bahwa dia hanya bisa hidup oleh karena kemurahan Tuhan.

b. Lemah (na dangol jala na parir) adalah orang-orang yang tertidas, diabaikan, dianggap rendah, miskin, dan susah dalam hidupnya: Orang-orang seperti inilah yang mau mencari perlindungan kepada Tuhan.

6. Sekarang ketika hukuman ini terjadi kepada seluruh bangsa, Apakah kita semua  orang-orang Kristen akan termasuk orang-orang yang diselamatkan dan dipulihkan  ini?

7. Atau lebih kecil lagi ketika hal ini terjadi kepada seluruh orang-orang yang beragama Kristen, apakah kita jemaat Tuhan  yang hadir pada saat ibadah ini  akan terluput dari hukuman itu, tetapi menjadi umat yang dikhususkan untuk diselamatkan sebagai sisa dari para orang-orang yang terhukum itu?

8. Apakah ketika hukuman itu datang kita akan didapati Tuhan berada dalam kondisi:

RENDAH HATI DAN LEMAH SERTA SELALU MENCARI PERLINDUNGAN TUHAN?

9. Kalau kita mengamati apa yang terjadi dijaman-jaman saat kita hidup saat ini, mungkinkah dunia ini dan bangsa kita secara khusus sedang mengalami hukuman?

10. Bagaimana sikap kita?

11. Lewat Nas ini, kita sesungguhnya tidak perlu takut asal kita tetap setia rendah hati dalam segala kelemahan kita dan selalu mencari perlindungan kepada nama Tuhan.

12. OK-lah bangsa kita melakukan hal-hal yang dibenci Tuhan dan kita ada di dalamnya

Ok-lah Kekristenan saat ini melakukan hal-hal yang dibenci Tuhan dan kita ada di dalamnya.

Ok-lah Gereja kita secara sinode ada melakukan hal-hal yang dibenci Tuhan dan kita ada di dalamnya.

OK-lah gereja lokal kita saat  ini ada melakukan hal-hal yang dibenci Tuhan dan kita juga ada di dalamnya,

13. Jangan takut dan jangan putus asa. Tuhan akan menyelamatkan kita  dan menjadikan kita sebagai sisa dari kelompok besar yang dihukum itu.

14. Dia akan menjadikan kita penyembah-penyembahNya, dan menjadi tempat dimana Tuhan mencurahkan kasih dan berkat-berkatNya.

15. Jangan kita berpikir  bahwa Tuhan tidak akan menghukum kita demikian keras seperti dalam kitab Zefanya ini karena dosa-dosa kita, Sebab apabila  kita semua dihukum maka tidak akan ada lagi yang meyembah nama Tuhan. Jadi “Tuhan tidak akan melakukan itu” pikir kita.

Nas di ayat 9 ini berkata: Bahwa Tuhan bisa memilih bagiNya umat (bangsa)  yang lain yang akan memuji dan menyembahNya (jangan merasa ekslusif).

Bahkan Allah menyiapkan bangiNya umat-umat penyembah diantara semua umat-umat yang congkak dan membangkang.

Pada jaman nabi Elia,  Allah juga sudah melakukan hal yang sama. Ketika Elia berseru kepada Tuhan bahwa semua nabi-nabi Tuhan sudah dibunuh oleh Raja Ahab dan Ratu Isebel bahwa yang tinggal hanyalah Elia seorang. Tetapi Tuhan menjawab: I Raja-raja  19:18 “Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia." Rasul Paulus juga menguti ini dalam Roma11:4

16. Jangan juga kitab berpikir bahwa seandainya semua manusia dilenyapkan karena dosa-dosanya maka tidak akan ada lagi yang menyembah Allah.

17. Akitab mencatat bahkan sekalipun manusia tidak lagi mau memuji Tuhan, Tuhan sanggup membuat batu, gunung-gunung, bukit-bukut,  atau pohon-pohon untuk memuji namaNya.

1 Taw 16:32-33: “Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi”.

Lukas 19:40 “Batu-batupun bisa berteriak memuji Tuhan jika manusia tidak lagi bersuara”

Yesaya  55:12 Gunung, bukti bersorak sorai dan pohon-pohon bertepuk tangan

Mazmur  98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama

PENUTUP:

1. Allah sanggup dan mampu membuat baginya penyembah-penyembah yang berkenan kepadaNya.

2. Allah juga akan membersihkan dan mengkhususkan bagiNya penyembah-penyembah yang benar dari penyembah-penyembah congkak dan kotor.

3. Orang-orang congkak ini telah bersama-sama dengan mereka tetapi hidupnya tidak seturut dengan kehendak Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang lalim, berbicara bohong; dalam mulut mereka terdapat lidah penipu. (Ayat 13)

4. Adakah diantara kita saat ini dalam jemaat kita orang-orang demikian ? Jika ada, HATI-HATILAH. Bertobatlah selagi masih sempat.

5. Tetaplah rendah hati, sabarlah di dalam segala kelemahan  (hinadangol dan hinaparir ni ngolu)  kita.

6. Carilah perlindungan kepada nama Tuhan saja, jangan pernah berpaling kepada yang lain, atau coba-coba untuk mendapat kelepasan dari yang lain selain Tuhan.

 

 Shalom



Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......