Jumat, 14 Agustus 2026

TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN

 

Garis2 besar Kotbah Minggu 16 Agustsu 2026

Tema:

TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN

Ev: Yesaya 56:1-8

 

56:1 Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.

56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.

56:3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: "Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering."

56:4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama -- itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan --, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.

56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

56:7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

56:8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."

-----000-----


BELAJAR DARI NAS


1. Nas ini membicarakan keadilan Allah atas seluruh umat manusia .

2. Benar Allah telah memilih dan mengkhususkan bangsa Israel sebagai umat milik kesayanganNya.

3. Tetapi Dia sebagai Allah pencipta semua umat manusia apakah sudah bertindak adil dengan memilih bangsa Israel sebagai umat pilihanNya?

4. Apakah dengan memilih bangsa Israel Allah  mengabaikan bangsa-bangsa lain dan tidak adil kepada bangsa-bangsa lain yang juga adalah ciptaanNya?

5. Nas ini membuktikan bahwa Allah bukanlah Allah yang tidak adil demikian.

6. Allah mengkhususkan bangsa Israel  adalah demi semua umat manusisa.

7. Allah memberikan hukum-hukumNya kepada bangsa Isarel untuk ditaati adalah dalam rangkan mempersiapkan bangsa Itu menjadi alat Tuhan untuk menggenapi janjiNya kepada Abraham bahkan jauh sebelum Abraham yaitu kepada Adam dan Hawa. Pemilihan Israel adalah dalam rangka menyelamatkan seluruh umat manusia.

8. Yesaya 56:1-2 sekilas memang dialamatkan kepada bangsa Israel. Namun Dalam Nas ini di ayat 3 dan 4 kita melihat bagaimana keadilan Allah dinyatakan dalam sebuah hukum yang harus ditaati menyangkut 2 kelompok orang yang dianggap tidak masuk hitungan.

a.    Orang asing (bukan Israel)

b.    Orang yang dikebiri ( kelompok laki-laki yang dikhususkan sebagai kasim atau pegawai istana yang sudah dikebiri sehingga tidak bisa memiliki keturunan, mereka disebut orang-orang yang hina dan malang sebab garis keturunannya sudah dihapuskan.)

9. Kepada kedua kelompok ini Allah berpesan:

a.    Orang kebiri: Jangan rendah diri dan mengeluh dengan nasibnya dengan berkata bahwa dia adalah pohon kering.

b.    Orang asing: Jangan berkata “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya untuk menyembahNya”

10. Janji Tuhan kepada kedua kelompok ini:

a.    Kepada Orang yang dikebiri: Ayat 4-5: Allah berjanji kepada orang yang dikebiri yaitu yang memelihara hari-hari Sabat-Tuhan  dan yang memilih apa yang dikehendaki Tuhan dan yang berpegang kepada perjanjian-Tuhan: “kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama -- itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan --, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka”.

b.    Kepada Orang asing: Ayat 6-7: Allah berjanji kepada orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku: “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa”.

11. Di sini kita melihat bahwa keadilan Allah kepada Israel dan semua orang selain Israel adalah Nyata. Di ayat 8 dikatakan bahwa  Israel yang terbuang itu akan dikumpulkan dan kepada mereka juga akan ditambahkan bangsa-bangsa lain bahkan termasuk  golongan orang terbuang (dianggap tidak berarti seperti orang-orang dikebiri) sehingga mereka akan diperhitungkan kedalam umat pilihan itu menjadi umat Allah yang menerima hak yang sama di hadapan Allah.

12. Dari Nas ini jelas kita melihat bahwa Allah adil bagi semua orang dan memberikan hukumnya bagi semua orang untuk ditaati.

13. Di sini kita melihat bahwa keadilah Allah tidak terlepas dari ketaatan terhadap hukum-hukumNya.

a.    Contoh hukum Allah : Ayat 4 dan ayat 6  jika ditaati maka mereka mendapat keadilan Allah.

b.    Contoh keadilah Allah: Karena mereka melakukannya maka mereka mendapatkan janji Allah dalam ayat 5 dan 7.

PELAJARAN APA YANG BISA KITA AMBIL?

Dua hal  pelajaran yang bisa kita petik dari Nas ini:

1. Bahwa Allah pasti memberikan keadilan bagi umatNya Israel dan juga kepada semua bangsa  dan golongan yang percaya dan berbakti kepadaNya.

2. Bahwa kita juga harus mentaati hukum-hukum Allah dan juga hukum-hukum di negara kita serta  menegakkan keadilan kepada semua orang.

Bagaimana kita melaksanakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari?

1. Sebagai pengikut Kristus, bukan hanya Tuhan saja yang harus bersikap adil dalam menegakkan Hukum-hukumNya. Tetapi kita juga harus melakukan hal yang sama bahwa harus menaati hukum dan menegakkan keadilan.

2. Mentaati hukum adalah hal pertama yang harus kita lakukan.

3. Allah memberikan kita hukum-hukum yang harus dilakukan sebagai  tanda taat dan setia kita kepada Tuhan. 

4. Hukum-hukum ini juga mengikat kita supaya hidup benar, sesuai keinginan Allah. Maka kita harus mengikuti anjuran dan arahan dalam hukum itu, dan menjauhi semua larangan-larangan dalam hukum itu. INI AKAN MENGARAHKAN DAN MEMBAWA KITA KEPADA RENCANA ALLAH.

5. Ketika kita konsisten dan taat melakukan hukum-hukum itu disitulah kita mampu bersikap adil dan menegakkan keadilan.

6. Sebab kita tidak akan bisa menegakkan keadilan apabila kita selalu melanggar aturan (hukum-hukum).

7. Kita akan menjadi batu sandungan dan juga akan dianggap munafik ketika hendak menyatakan atau menegakkan keadilan tetapi ternyata kita juga adalah pelanggar hukum.

8. Dalam hidup yang kita jalani saat ini kita terikat akan hukum-hukum dan aturan-aturan.

-          Ada hukum adat, ada hukum/aturan kumpulan-kumpulan, keluarga, hukum negara dan juga hukum-hukum Tuhan.

-          Hukum-hukum Tuhan mengatasi segala hukum-hukum yang ada di dunia ini yang dibuat oleh manusia.

-          Ketaatan dan kesetiaan kita kepada hukum Tuhan akan membuat kita mampu dan bijak dalam melaksanakan juga hukum-hukum yang lain.

BAGAIMANA KEADILAN INI BISA KITA TEGAKKAN?

1. Setelah taat dan setia melakukan hukum-hukum, mulailah menegakkan keadilan dengan semua orang.

2. Adilkah para suami terhadap istrinya? Adilkah para istri terhadap suaminya?

3. Adilkah orangtua terhadap anak-anaknya? Dan anak-anak terhadap orangtuanya?

4. Adilkah pemimpin kepada bawahannya?

5. Adilkah para gembala kepada jemaatnya?

6. Untuk bisa melakukannya mulailah dengan bersikap adil terhadap dirinya sendiri.

-  Setiap kita terdiri atas tubuh jasmani dan tubuh rohani

-  Sering sekali kita tidak adil apabila kita mengabaikan kebutuhan dan kondisi rohani kita tetapi mengutamakan kebutuhan jasmani.

-   Atau sebaliknya kebutuhan rohani  terlalu kita kejar tetapi kebutuhan jasmani kita abaikan.

7. Prinsip keadilan ini harus dimulai dari diri sendiri, lalu keluarga sendiri, lalu terus sampai kelompok masyarakat yang lebih luas.

 

PENUTUP

1. Lewat Nas ini Tuhan mengajak kita untuk sungguh-sungguh taat akan hukum-hukum Tuhan dan setia menegakkan keadilan sebab itulah tandanya kita umat pilihan Tuhan.

2. Jangan takut untuk berbuat keadilan sebab Tuhan yang setia dan adil juga akan berlaku adil atas kita yang percaya dan mengandalkanNya.

3. Ketika kita mengalami ketidakadilan, percayalah Tuhan pasti akan membela hak-hak kita dan Dia akan memunculkan keadilanNya tepat pad waktunya.

4.  Jangan gadaikan iman percaya kita hanya oleh karena tawaran-tawaran dunia ini untuk berlaku tidak adil. Ketika kita melakukannya berarti kita juga sudah tidak mentaati hukum Tuhan.

 

 

Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

TENANGLAH JANGAN TAKUT (IBADAH SEKTOR)

Ibadah Sektor Minggu II Agustus 2026

Tema:

TENANGLAH JANGAN TAKUT

 

Mazmur 62:1-6

62:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud.

62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

62:4 Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?

62:5 Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki.

 

-----000-----

1. Lagu: “Hanya dekat Allah saja aku tenang”

2. Ada dua kali penggunaan kata “hanya” yang menjadi perhatian kita yaitu:

-          Hanya dekat Allah saja aku tenang

-          Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku,

3. Pemazmur menyampaikan pernyataan iman ini ketika dia sedang ada dalam situasi  yang mengancam nyawa dan juga kedudukannya.

4. Pada saat ada orang-orang yang memfitnah dia, dan suka menghianat dan menusuk dari belakang (ayat 5)

5. Dia punya keyakinan yang kuat bahwa Allah lah Gunung batu keselamatannya dan kota bentengnya.

6. Dia tidak punya keraguan akan perlindungan Allah

7. Dia tahu bahwa Allah lah yang berperang atas umatNya dengan membalas orang sesuai perbuatannya (Ayat 13)

8. Dia tidak mengandalkan kekuatan jabatan dan hartanya untuk melindunginya. Dia tahu benar bahwa segala kuasa berasal dari Allah(ayat 14).

 

PERENUNGAN:

1. Pernahkah saudara merasa takut? Atau kuatir akan suatu masalah yang menimpa saudara? Suatu masalah yang ujungnya tidak bisa kita bayangkan bagaimana penyelesaiannya?. Suatu tantangan yang bahkan di luar kemampuan kita? SAYA PERNAH.

2. Tetapi Firman ini membuat saya tenang meskipun persoalan atau masalah itu masih ada bahkan belum selesai.

3. Mengingat janji Tuhan yang akan menyertai kita sampai akhir jaman, adalah hal yang perlu kita lakukan dan tekadkan dalam hati kita.

4. Tidak perduli persoalan itu selesai, hilang atau masih ada jika Tuhan ada beserta kita, janganlah kita takut.  Katakan kepada diri kita dan kepada Tuhan “Sekalipun ku dalam lembah kelam. Tak mengapa asal Kau di sampingku”

5. Mazmur 23:4 mengingatkan kita : “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku”.

6. Sekalipun masalah kita masih ada  tetaplah percaya bahwa rencana Tuhan terindah bagi kita.

7. Tuhan setia akan janji penyertaanNya, dan Dia tidak akan pernah ingkar janji.

8. Mari nyanyikan dengan penuh iman KJ No. 410 “Tenangkah kini hatiku”

9.   Amin

 

Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

TENANGLAH JANGAN TAKUT

 Kotbah 9 Agustus 2026

Tema:

TENANGLAH JANGAN TAKUT

EV: Matius 14:22-33


14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Untuk mendengarkan uraian tentang Kotbah dari Matius 14:22-33 ini silahkan dengarkan dalam bentuk AUDIO dalam link berikut ini:

>>>>> AUDIO VIDEO : "DI BALIK HANTU ADA YESUS" <<<<<<<



Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......