Garis-garis besar Kotbah Minggu 28 Juni 2026
Tema:
KASIH YANG MENGGEMBIRAKAN DAN MENGUATKAN
Filemon 1:4-7
1:4 Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,
1:5 karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.
1:6 Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.
1:7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kau hiburkan, saudaraku.
TENTANG SURAT FILEMON
1. Surat ini dari Paulus dan Timotius
kepada Filemon, Apfia dan Arkhipus di Frigia dan jemaat di rumah Filemon, (mungkin salah satu jemaat penting di Kolose)
2. Kesan pertama Paulus dalam suratnya setiap kali mengingat Filemon dan kawan-kawan ini adalah: “AKU MENGUCAP SYUKUR” tentang kasih mereka kepada semua orang kudus (koinonoa dan diakonia) dan iman mereka kepada Tuhan Yesus.
3. Ini juga yang mendorong Paulus menulis surat ini, sebab dia ingin mengirim kembali Onesimus (ayat 10-11) yang dulu sebagai hamba tidak berguna bagi Jemaat Filemon dkk, karena sebagai hamba dia telah melarikan diri dari tuannya Filemon karena mencuri barang-barangnya, tetapi yang kemudian bertobat mendengar korbah Paulus, lalu melayani Paulus menggantikan Filemon melayani Paulus di Penjara.
4. Tentunya Onesimus sekaligus dilayani Paulus selama di penjara untuk mengenal Yesus Tuhan yang benar, bahkan telah dianggapnya sebagai anak rohani/buah hati (ayat 12)
5. Paulus yakin bahwa sekarang ketika Onesimus dikirim kembali kepada jemaat Filemon dkk dia akan menjadi sangat berguna bagi jemaat itu dan Filemon dkk tidak akan menganggapnya lagi sebagai hamba tetapi sebagai saudara.
6. Keyakinan ini dimiliki Paulus setelah mendengar tentang kasih dan iman mereka saat surat itu dituliskan (ayat 5) bahkan dikuatkan di ayat 21
PELAJARAN DARI NAS AYAT 4-7
1. Kasih kepada sesama umat percaya adalah indikator nyata yang pertama apakah kita benar telah mengenal Allah dan menjadi pengikutnya atau tidak.
2. Hidup sesama jemaat yang saling mengasihi adalah kabar menggembirakan bagi setiap hamba-hamba Tuhan yang melayani. NB: Catatan pribadi tentang keriduan kondisi iman jemaat setelah sekian lama di layani.
3. Sama seperti orangtua, kebahagiaan terbesarnya adalah ketika anak-anaknya menjadi anak-anak yang taat dan berbakti seperti apa yang mereka ajarkan dan tuturkan kepada anak-anaknya.
4. Hal demikian juga dikatakan Rasul Yohanes kepada Gayus dalam 3 Yohanes ayat 4 “Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran”
5. Bagi jemaat: Menjadi pelaku Firman Tuhan adalah yang terutama lebih dari sekedar pengetahuan tentang Firman Tuhan (seperti ayat 5)
6. Yakobus 2:26 : Iman tanpa perbuatan adalah mati. Perbuatan yang dimaksud adalah perbuatan kasih.
7. Kasih Gereja yang pertama ditunjukkan kepada sesama orang-orang kudus/sesama orang percaya dalam satu gereja.
8. Kasih Gereja ditunjukkan dari DIAKONI. Diakoni menyangkut : Memberi, Mengunjungi (hadir) dan mendoakan. DIAKONI adalah TINDAKAN KASIH YANG NYATA. (Ingat pesan Bishop Pebruari di kantor Sinode->kehadiran dan berdoa)
9. Diakonia ditopang dan di motivasi oleh Marturia dan Koinonia jemaat.
Marturia= kesaksian (menyaksikan Kristus lewat pemberitaan InjilàIntinya PEMBERITAAN DAN PENGAJARAN FIRMAN TUHAN)
Koinonia (ayat 6)= Persekutuan antar sesama umat percaya.
Itu yang Paulus maksudkan dalam ayat 5
10. Persekutuan diantara mereka yang dengan setia memperhatikan sesama umat Tuhan dengan sungguh-sungguh, menguatkan, menghibur, dan saling membantu adalah bukti dari iman mereka kepada Tuhan Yesus (Ayat 5).
11. Mazmur 133 sudah berkata: Bahwa berkat-berkat Tuhan akan dicurahkan jika sesama saudara hidup bersama dengan rukun.
12. Lalu kasih gereja yang kedua ditunjukkan kepada kasih kepada sesama umat percaya lintas gereja (ayat 5 dan 7)
13. Kasih gereja yang terakhir setelah ini berjalan adalah: mari masuk kepada tugas dan panggilan gereja yang sesungguhnya yaitu EKLESIA= DIPANGGIL KELUAR=MISI KELUAR kepada segala suku dan bahasa = Amanat Agung (Matius 28:19-20)
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN
1. Kasih yang menggemberikan dan menguatkan itu adalah:
a. Jika sesama jemaat sudah bisa saling menerima satu dengan yang lain dengan segala kekurangan dan kelemahan masing-masing
b. Jika jemaat itu sudah bisa menunjukkan iman mereka lewat perbuatan mereka kepada semua orang-orang kudus sebagai yang pertama dan kedua dan seterusnya kepada sesama manusia.
c. Jika sesama jemaat sudah bisa saling menanggung beban bersama apakah dukacita ataupun dukacita. Roma 12:15 : Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
2. Mari lihat dan perhatikan siapa-siapa jemaat yang perlu dikunjungi dan dikasihi, lalu atur supaya semua jemaat yang lain juga ikut terlibat yang dimotori oleh Seksi Diakonia, para penatua atau seksi-seksi lainnya.
3. Jalinlah persekutuan yang akrab dan harmonis diantara sesama jemaat dengan demikian kita akan mampu mewujudkan kasih (diakoni) yang nyata bagi sesama jemaat dan sampai ke luar jemaat.
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......