Sebuah Renungan
BUKAN IMAN KALENG-KALENG
Daniel 3:17-18
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
1. Sering sekali orang mengikuti dan mempercayai seseorang ketika mereka mendapatkan hasil sesuai keinginan mereka dari orang yang mereka ikuti dan percayai itu.
2. Sebaliknya jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka akan meninggalkannya dan mencari yang lain yang bisa memenuhi keinginan mereka.
3. Semua orang pasti pernah menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang sulit dalam hidupnya
4. Dalam menghadapi tantangan dan situasi itu sebagai orang yang ber-Tuhan pasti kita akan diuji dua hal:
a. Sejauh mana iman dan ketergantungan kita kepada Tuhan yang kita sembah dalam menghadapi setiap persoalan hidup itu.
b. Bagaimana konsistensi beriman kita kepada Tuhan ketika kita melihat dan menerima hasil akhir dari pencobaan yang kita hadapi itu.
1. Bagaimana iman kita kepadaNya jika kita dilepaskan dari situasi sulit itu.( Tentunya semua orang akan bersukacita dan tetap menggantungkan iman dan pengharapannya kepada Tuhan).
2. Bagaimana iman kita kepadaNya jika kita TIDAK dilepaskan dari situasi sulit itu.(Banyak yang akhirnya meninggalkan imannya, dan meragukan Tuhannya, tidak berdoa lagi, tidak beribadah lagi, bahkan lari dari Tuhan.)
5. Tetapi bagaimana dengan tiga tokoh dalam Nas Firman Tuhan ini? Dari Nas Firman Tuhan ini kita melihat bagaimana konsistensi iman Sadrakh, Messakh dan Abednego kepada Tuhan yang tidak dipengaruhi oleh situasi apapun, dan hasil apapun.
6. Bahkankah lebih ekstrim lagi, sekalipun Tuhan yang mereka sembah tidak melepaskan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah allah lain selain hanya menyembah Allah mereka itu.
a. Mengapa? Karena mereka mengenal Allah yang benar dan yang sesungguhnya yang tidak pernah merancangkan atau melakukan yang jahat kepada mereka. (Yeremia 29:11)
b. Mereka tidak pesimis, tidak berpikir negatif dan tidak pernah curiga dengan Tuhan yang mereka sembah walau hidup tidak seperti yang mereka harapkan.
7. Bagaimana dengan kita? Iman yang bagaimana yang kita miliki kepada Tuhan?
8. Iman ketiga tokoh ini patut kita teladani dan kita contoh dalam kehidupan beriman kita terutama dalam menghadapi siatuasi-situasi sulit dalam hidup kita.
9. Mereka tidak pernah ragu dengan Tuhan mereka, sekalipun Tuhan tidak mendengarkan doa mereka atau melepaskan mereka dari perapian yang menyala-nyala itu. Bagi mereka Tuhan yang disembah dan diikuti hanya satu, tidak ada yang lain.
10. Apa hasil akhir dari “Iman yang bukan kaleng-kaleng ini”?
a. Sadrakh, Messakh, dan Abednego tentunya tetap dihukum dan dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
b. Tetapi Mujijat dan pertolongan Tuhan nyata kepada hamba-hambaNya yang setia beriman itu, tidak sehelai ramput pun yang terbakar di tubuh mereka, dan mereka semua keluar dari perapian yang menyala-nyala itu dengan sehat dan bugar.
àMujizat ini jauh lebih besar jika seandainya dibandingkan dengan sekedar Tuhan menegur Nebukadnezar (dengan caraNya) untuk membatalkan hukuman itu.
c. Nama Tuhan dimuliakan Raja Nebukadnezar, Kehidupan dan derajat mereka bertiga Tuhan angkat di Kerajaan itu (Baca Daniel 3:28-30)
11. Sering sekali dalam situasi kita yang sepertinya kalah atau gagal justeru disitulah Tuhan menunjukkan betapa luarbiasanya kasih , perlindungan dan kuasaNya kepada kita dan kepada dunia ini.
12. Tuhan mampu merubah kekalahan kita jadi kemenangan, kelemahan kita jadi kekuatan, kehinaan kita jadi kehormatan asal kita tetap konsisten beriman kepadaNya.
13. Iman apa yang saudara miliki saat ini? Mari serahkan hidup kita kepadaNya apapun situasi dan kondisinya.
14. Amin.
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......