Minggu, 15 Februari 2026

YESUS DIMULIAKAN DI ATAS GUNUNG

 

Ibadah Minggu, 15 Pebruari 2026

Tema:

YESUS DIMULIAKAN DI ATAS GUNUNG

EV: Lukas 9:28-36

9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.

9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

9:36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

 

PENDAHULUAN:

1.      Dari jaman dulu sampai Jaman sekarang banyak orang yang selalu mencari dan melihat hal-hal yang spektakuler. Ke mana-mana mereka mencarinya dan mengikuti orang yang bisa melakukannya hanya untuk melihat hal yang belum pernah mereka lihat itu.

2.      Dulu jika ada tukang jual obat yang menjajakan obat-obatnya dipinggir jalan, selalu diikuti dan dikelilingi banyak orang karena pertunjukan sulap yang mereka juga tunjukkan.

3.      Sekarang juga demikian, bahwa sangat banyak orang yang mengikuti dan mencari apabila ada seseorang yang bisa melakukan sesuatu hal yang luar biasa yang bisa disebut mujizat.

4.      Rata-rata mereka melakuan itu hanya untuk melihat mujizat yang akan terjadi, bukan mengikuti orang yang melakukan mujizat itu.

5.      Apalagi di jaman teknologi media sosial ini, jaman viral-viral ini, setiap ada hal yang tidak umum  terjadi  maka harus segera direkam, difoto  dan di viralkan.

6.      Begitu juga Petrus, Yakobus dan Yohanes ketika  melihat yang tidak pernah dilihat oleh siapapun bahwa Yesus berbincang-bincang dengan Musa dan Elia.

7.      Petrus sangat merasa kagum, terspesona, bahagia dan entah bagaimana luar biasanya hatinya melihat itu sehingga dia mengusulkan kepada Yesus untuk mendirikan tiga kemah di sana.

8.      Namun Awan langsung menyelimuti mereka dan dari awan itu terdengar suara “"Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

Apa yang menjadi pelajaran bagi kita dari Nas ini?

1.      Kagum akan karya-karya Tuhan dan mujizatNya adalah sesuatu yang wajar dan biasa.

2.      Namun ketika seseorang kagum akan karya yang dihasilkan namun mengabaikan dan tidak perduli kepada sipembuat karya itu adalah hal yang tidak pantas.

3.      Kisah dalam Nas ini mengajarkan kita tentang sikap apa yang seharusnya kita lakukan atas segala hal yag kita lihat, saksikan dan alami di dunia ini terhadap  Allah sang Pencipta.

4.      Yang paling utama bukanlah kekaguman atas sebuah peristiwa besar atau mujizat yang terjadi tetapi bagaimana Mendengarkan perkataan Yesus dan menjadi pengikutNya

5.      Itu sebabnya sebalum peristiwa ini terjadi seminggu sebelumnya Di ayat-ayat sebelumnya disinggung Yesus tentang bagaimana mengikut Yesus dan tentang penderitaan yang akan ditanggungnya.

9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus

Bahkan di ayat 18 Yesus pernah bertanya: Lukas  9:18 "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" Lukas  9:20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."

6.      Apa gunanya kita salut, kagum dan kita katakan “OH DIA LUAR BIASA, DIA TUHAN” tetapi apa yang menjadi kehendakNya dan perkataanNya tidak kita ikuti.

7.      Pengakuan tentang siapa Yesus itu sangat penting, dan bagaimana mendengar dan mengikut Dia akan menjadi bukti daripada pengakuan kita itu.

8.      Karena itu Pelajaran penting bagi kita adalah ‘BAGAIMANA KITA MENGENAL ALLAH, MENDENGAR PERKATAANNYA DAN MENGIKUT DIA DENGAN SETIA, bukan karena berkat-berkat dan mujizat yang kita lihat atau kita alami dalam kehidupan kita.

9.      Kalau patokannya adalah berkat-berkat dan  mujizat maka jika berkat dan mujizat itu tidak terjadi, masihkan kita mendengar perkataanNya dan mengikutinya?

10.  Yesus dimuliakan di atas gunung dan disaksikan oleh ketiga murid itu, bukanlah sinyal dari Allah untuk membuat mereka terkagum-kagum,  tetap sinyal dari Allah tentang siapa Yesus dan bahwa Yesua harus didengar dan diiikuti dengan setia.

Amin



Shalom,


Ev. Harles Lumbatobing

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

 

Ibadah Minggu, 8 Pebruari 2024       

Tema:

DIBERKATI DAN  MENJADI BERKAT

Kejadian 12:1-5

================================================================

A.  SIAPA ABRAHAM DAN BAGAIMANA BISA DIA MENJADI BERKAT BAGI SEGALA BANGSA?

 

1.       Lihat ayat ini:  Aku akan memberkati engkau dan engkau akan menjadi berkat.

2.       Artinya jika kita balik:  ABRAHAM HANYA AKAN MENJADI BERKAT KARENA DIA SUDAH LEBIH DAHULU DIBERKATI

3.       Atau: ALLAH MEMBERKATI ABRAHAM KARENA ALLAH INGIN MENJADIKAN ABRAHAM MENJADI BERKAT.

4.       Lewat tema ini ada hal penting yang TUHAN MAU SAMPAIKAN DAN AJARKAN kepada kita saat  ini sehingga TUHAN mengijinkan tema ini kita dengarkan saat ini.

 

B. YESUS ADALAH BERKAT TERBESAR BAGI DUNIA

1.       Yesus adalah berkat terbesar yang Allah berikan kepada manusia dalam segala jaman.

2.       Jika berkat terbesar sudah diberikan, bagaimana mungkin kita tidak memiliki apa-apa lagi untuk menjadi berkat bagi orang lain?

3.       Satu-satunya alasan Tuhan mengatakan Abraham akan menjadi berkat adalah karena Allah berjanji dan memberkati Abraham. Dan janji Allah itu digenapi melalui Yesus Kristus.

4.       Abraham menjadi bangsa yang besar, baik dari keturunannya secara lahiriah, maupun keturunannya secara rohaniah.

5.       Kejadian 22:18: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

5.Dengan lahirnya Yesus Kristus maka tergenapilah Firman ini bahwa Abraham akan menjadi berkat  bagi segala bangsa lewat keturunannya yaitu YESUS KRISTUS.

6.       Siapa sangka Matius 1 : 17 menyatakan: “14 Keturunan dari Abraham-Daud, 14 keturunan dari Daud – Yekhonya (Pembuangan Babel) dan 14 Keturunan dari Yekhonya ke Yesus Kristus. +/- 1050 tahun.

7.       Dan sejak Yesus datang DUNIA TIDAK SAMA LAGI

 

C. MENGAPA ORANG PERCAYA HARUS JADI BERKAT?

Apa yang Tuhan inginkan dari kita yang percaya dan mengikut Dia?

1.       Sebagaimana Abraham diberkati, kita semua juga diberkati  Amin?

2.       Karena itu kita juga harus jadi berkat bagi sesama.

3.       Tidak ada alasan Allah untuk memberkati kita selain menjadi berkat bagi sesama kita.

4.       Prinsip 2 Korintus 8:14: “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan”.

5.       Saya juga tidak tahu dengan umur gereja kita saat ini dan juga secara pribadi selama kita mengenal Tuhan sampai saat ini yang mungkin sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, adakah cerita di luar sana  atau di sekitar kita  yang bisa kita dengarkan bahwa Gereja kita atau keluarga kita maupun pribadi kita sudah menjadi berkat bagi mereka PERSIS SEPERTI TEMA INI DIANGKAT pada saat ini?.

6.       Saudara, untuk menjadi berkat tidak dibatasi apapun.

7.       Saudara tidak bisa berkata saya sudah tua tidak bisa buat apa-apa lagi. Saya tidak punya banyak uang sehingga saya bisa membantu orang lain.

8.       Tapi lihatlah Abraham dipanggil pada saat usia tua. Dia tinggalkan semuanya demi Tuhan yang baru saja berkenalan dengan dia.

 

D. MENGAPA SESEORANG TIDAK BISA MENJADI BERKAT?

1.  Ada beberapa alasan sehingga seseorang tidak bisa menjadi berkat:

a.       Dia tidak diberkati oleh Tuhan.-->Mungkinkah?  TIDAK

Secara umum semua orang diberkati Tuhan, tetapi orang percaya diberkati secara khusus setelah yang umum itu.

b.      Tidak tahu dan tidak sadar bahwa Tuhan memberkati dia, sehingga dia tidak pernah merasa punya berkat.

c.       Tahu diberkati, bahkan sering ngomong ke orang lain, tetapi dia berpikir picik akan berkat yang ia terima. (Misalnya berpikir: “enak sekali mereka tinggal terima saja, usaha dong…saya juga kerja keras untuk ini”)

2.       Tidak menyadari bahwa semua yang dia miliki sesungguhnya adalah titipan dari Tuhan yang harus kita pertanggungjawabkan.

3.       Illustrasi: Uang kita titip kepada seseorang, lalu kita mau ambil lagi tetapi dia tidak mau memberikan.

4.       Kalau berkat yang Tuhan berikan tidak kita pergunakan sesuai tujuan Tuhan (menjadi berkat) Maka Tuhan pasti akan berperkara dengan kita.

5.       Seseorang diberi lebih supaya semakin banyak dia memberi. Semakin dia memberi semakin dia  tidak berkekurangan.

6.       Jika tidak: à Purok-Purok na matombuk (Kantong yang bocor)

 

E.  KAPAN MEMULAI UNTUK MENJADI BERKAT?

1.       Tahukah saudara bahwa jaman ini langka sekali kita menemukan damai.

2.       Tahukah saudara bahwa ada sekitar 20 juta pil tidur dan obat penenang di konsumsi penduduk Amerika per malam supaya mereka bisa tenang dan damai ?  Yah hilang sebentar lalu muncul lagi dan seterusnya.

3.       Mereka mencari damai di tempat yang keliru.

4.       Yesus berkata dalam Matius 10:42 “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya”.

5.       Lihat di sekitar kita saat ini….terlalu banyak manusia yang memiliki masalah dan butuh pertolongan.

6.       Termasuk kita sendiripun sebenarnya  masing-masing punya masalah dan butuh pertolongan.

7.       Tetapi apa bedanya dengan orang yang tidak percaya dan beriman? BAHWA KITA MAMPU MEMBUAT HIDUP KITA MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN  SEKALIPUN KITA PENUH MASALAH.

 

F. BAGAIMANA BISA MENJADI BERKAT?

a.       Sadari bahwa Tuhan beserta kita dan telah memberkati kita.

b.      Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan, tidak usah mengejar dan mencari nama dan kemasyuran.

c.       Abraham tidak pernah berpikir bakal menjadi bapa segala orang beriman bahkan oleh 3 agama sekaligus (+- 4 miliar orang saat ini)

d.      Kalau ditanya dia dari pertama dipanggil, apakah akan memiliki status seperti itu atau membayangkan menjadi seperti dia saat ini? “semua orang di muka  bumi ini akan  diberkati melalui Abraham?” Pasti jawabannya tidak.

e.      Abraham tidak pernah berpikir untuk mengejar janji itu, tetapi bagaimana dia percaya dan taat melakukan perintah Tuhan. Walau penuh resiko. Dan Tuhan menepati janjinya bagi Abraham.

 

F: ADAKAH YANG MENGHALANGI KITA UNTUK BISA MENJADI BERKAT?

1.       Semua orang bisa menjadi berkat, bahkan orang-orang kecil sekalipun bisa dipakai Tuhan menjadi berkat.

2.       Illustrasi-1: Thomas alfa edison (Penemu bola lampu), baru bisa bicara umur 4 tahun belum bisa bicara, umur 7 tahun sekolah, dianggap aneh, dikeluarkan dari sekolah dan diajar langsung oleh ibunya. tetapi

3.       SEJAK ADANYA LAMPU MAKA DUNIA TIDAK SAMA LAGI

4.       Illustrasi-2: Ada seorang guru sekolah minggu (EDWARD KIMBALL-tahun 1800-an)…pekerjaannya adalah tukang sol sepatu…….

Mari kita kilas balik. Siapa yang memenangkan Billy Graham? Billy Sunday àJW.Chapman-->FB MeyeràDL Moody (penginjil luar biasa) àGuru sekolah minggu Edward Kimball, siapa dia? Hanya tukang sol sepatu.

àEdward kimball tidak pernah tahu bahwa apa dampak dia mengunjungi anak remaja yang tidak bisa baca itu. Dia tidak akan pernah tahu lagi runtutan pelayanan DL Moody itu akan sampai kepada seorang anak muda yang bernama Biilly Graham itu

 

G. BISAKAH SAYA MENJADI BERKAT?

1.       Saudara semua awalnya hanya orang biasa, tetapi dampaknya luar biasa ketika mereka taat kepada Tuhan. Bahkan mereka tidak pernah tahu bakal seperti itu. Bahkan sampai mereka meninggalpun mereka tidak pernah tahu. Tetapi ketika mereka mau mendedikasikan dirinya menjadi berkat oleh kebenaran Firman Tuhan maka buah yang dihasilkan menjadi luar biasa.

2.       Saudara, maukah saudara menjadi berkat bagi orang lain? Jangan lihat siapa dirimu saat ini,  atau keterbatasan hartamu, keterbatasan waktumu, keterbatasan tenaga dan kesehatanmu, keterbatasan pengetahuanmu. Tetapi lihatlah siapa Tuhan yang sudah memberkatimu.

3.       Bukan tanpa alasan Tuhan memberkati kita, dan satu-satunya alasan itu adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain.

4.       Itulah tandanya kita diberkati, di kasihi Tuhan, dan respon balik dari kita adalah MENGASIHI TUHAN.

5.       Satu-satunya cara mengasihi Tuhan adalah dengan mengasihi sesama manusia.

6.       Sudahkan saudara menjadi berkat hari ini bagi seseorang?

7.       Amin


Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing 

Jumat, 30 Januari 2026

HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN

Garis-Garis Besar Kotbah Minggu, 1 Pebruari 2026

Tema:

HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN

Ev:  Matius 5:1-12

 

A.     MELIHAT  NAS KOTBAH SECARA RINGKAS

1.Nas ini adalah bagian dari kotbah di bukit  (Pasal 5 - Pasal 7) yang sangat terkenal itu.

2.Pengajaran kotbah dibukit ini adalah pengajaran yang sangat berbeda dengan pengajaran yang diajarkan oleh ahli-ahli taurat selam ini bahkan berbeda dengan praktek hidup yang mereka jalani selama ini.

3.Ayat 3 berkata: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.

Hal ini kita maknai dalam dua kondisi:

a.  Ini mengandung makna bahwa tanpa merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan menyadari segala dosa-dosanya, dan memandang semua yang dimilikinya di dunia ini tidak ada nilainya bahkan sama dengan sampah jika dibandingkan dengan Yesus. (bandingkan: Filipi 3:8), dan tidak ada dalam dirinya walau hanya satupun yang pantas dibanggakan, dengan demikian dia sadar tanpa Yesus dia benar-benar miskin. Sehingga orang yang demikian di hadapan Allah  akan dianugerahkan keselamatan dan hidup yang kekal. Tentu dia akan turut empunya kerajaan sorga karena dia sudah menjadi ahli waris kerajaan sorga (Galatia 4:7). Inilah kebahagiaan itu.

b.  Yakobus  2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?   Tentu saja bahwa orang yang dianggap miskin oleh dunia ini adalah orang yang tidak punya apa-apa. Biasanya orang seperti ini tidak punya apapun  untuk diandalkan dan sebagai tempat bergantung dan bersandar. Karena itu Allah sering sekali memilih mereka ini, dan mereka ini lebih mudah percaya, berharap dan bergantung kepada Allah dibandingkan dengan orang kaya secara duniawi. Sebab orang-orang kaya secara duniawi sering sekali mengandalkan kekayaannya, kekuatannya, jabatananya  dan bersandar kepada semuanya itu.

 

4. Ayat 4 berkata: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur”.

5. Ayat 5 berkata: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi”.

è Orang yang lemah lembut tidak gampang tersinggung, tidak mau berkonflik dengan orang lain, tutur sapanya sopan dan selalu menghargai orang lain. Dia sangat menjaga jangan sampai ucapan dan tingkah lakunya  menyakiti hati orang lain. Tentu dia akan berbahagia di bumi sebab ke manapun dia pergi di bumi ini akan banyak orang yang menyukainya.

6.Ayat 6 berkata: “ Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan

è Orang yang lapar akan selalu mencari makan dan orang yang haus akan selalu mencari air. Mereka tidak akan berhenti sebelum  memperolehnya. Ketika sikap ini diterapkan dalam mencari kebenaran, dan kebenaran yang sesungguhnya itu adalah Yesus sendiri maka Yesus akan memperjumpakan diriNya dengan orang tersebut dan akan dipuaskan. Ingat Yesus berkata: “AKULAH AIR HIDUP”  dan juga “AKULAH ROTI HIDUP”. (Yohanes 6:35, Yohanes 4)

7.Ayat 7: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

è Pikiran dunia: “Memberi apa yang ada pada kita (harta, tenaga, pengetahuan, dll), yang kita peroleh dengan kerja keras kita kepada orang lain dengan cuma-cuma tentu membuat kerugian dan bagaimana  mungkin itu memberikan kebahagiaan bagi si pemberi”.

è Tetapi  Kisah Para Rasul 20:35 Yesus berkata: “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima" dan ini sudah terbukti, kecuali dia tidak melakukannya dengan tulus.

8. Ayat 8 berkata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”

Allah itu kudus dan suci. Dosa dan kekotoran  tidak mungkin bisa berjumpa dengan kekudusan Allah. Ini bukan bicara perjumpaan pertama dengan Yesus (Keselamatan) tetapi tentang kehidupan secara terus menerus bersama dengan Tuhan. Setiap hari orang beriman berjumpa dan berjalan bersama Allah. Dia akan selalu melihat dan merasakan kehadiran Allah. Kebersamaan bersama Allah itu akan seterusnya sampai kekekalan nanti dan akan bertemu muka dengan muka kelak dengan sang Pencipta (Baca: 1 Korintus 13:12). Hal ini tidak akan mungkin dialami orang yang tidak menjaga hatinya tetap suci.

9. Ayat :9 berkakata “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Ciri dan identitas anak-anak Allah adalah pembawa damai. Sama seperti Tuhan dan Allahnya Raja Damai. Mereka tidak suka keributan dan juga tidak mau membuat atau memicu keributan. Kalau tidak demikian maka mereka bukanlah anak-anak Allah.

10.Ayat 10-12: “ Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, oleh dicela dan difitnah karena nama Yesus, sama seperti nabi-nabi sebelum mereka, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.

è Sebab orang-orang inilah yang disebut martir demi nama Yesus, mereka bisa saja kehilangan nyawa di bumi ini tetapi akan memperolehnya kembali, mereka akan mendapat upah  kesetiaan mereka yaitu sebagai ahli waris yang empunya kerajaan sorga. (Baca: Matius 10:39, Lukas 9:26)

 

B.      MELIHAT REALITA DUNIA HINGGA SAAT INI

1. Banyak orang mencari bahagia, dengan segala cara, naik dan turun gunung, hujan dan panas, tidak kenal waktu dan mengorbankan banyak hal untuk  mendapatkan apapun yang bisa membuatnya berbahagia.

è Namun sayang, banyak yang kecewa meskipun mereka menemukan yang mereka inginkan, tetapi kebahiaan sejati tetap tidak bisa mereka temukan.

2. Banyak orang berpikir Jika banyak harta  menjamin kebahagiaan, Namun mengapa banyak orang kaya yang tetap kuatir, bahkan rasa takut juga semakin  besar, sehingga perlu pengamanan ekstra ketat, pagar  setinggi-tingginya. Ada yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk  membuat perlindungan  yang membuat dirinya merasa aman dan tenang.

è Bahkan dengan pencariannya akan kebahagiaan lewat menimbun harta, ternyata semakin banyak dia dapat semakin tamak dan rakus pula dia.

3.Banyak juga yang berpikir  dengan memperoleh banyak anak akan membuat bahagia, atau sebaliknya ada yang berpikir bahwa jaman sekarang tidak perlu banyak anak, sebab banyak anak membuat banyak persoalan, tetapi  baik yang punya banyak anak maupun yang punya sedikit anak  tetap menghadapi banyak persoalan tentang  anak-anak yang  berpotensi merusak  kebahagiaan mereka.

è Jaman sekarang tidak sedikit orangtua  yang kebahagiaannya direnggut oleh persoalan anak.

4. Bahkan anehnya ada juga  orang yang mencari kebahagiaan lewat kesengsaraan orang lain, lewat memfitnah orang lain, lewat mempermalukan dan  menebar aib dan kekurangan orang lain.

5. Susahnya menemukan kebahagiaan sejati membuat manusia itu melakukan segala cara untuk mendapatkannya.

6. Bahkan secara spesifik orang Batak memegang philosofi bahwa Berbahagianya (Martua)  seseorang jika sudah mendapatkan 3H (Hagabeon, Hamoraon,Hasangapon)

7. Memang semua orang  pernah bahagia dengan  mengejar semua ini, namun kenyataan  membuktikan bahwa  kebahagiaan yang di dapat dengan mengejar ini semua hanya akan memberikan kebahagiaan yang sementara, sebab  baru saja hari ini dia bahagia karena memperolehnya, besok atau tetapi tidak lama lagi kebahagiannya akan hllang sebab nafsu untuk memperolehnya yang lebih banyak lagi akan terus-menerus merasukinya, dan tidak pernah ada kepuasan.

 

C.      DI MANAKAH LETAK KEBAHAGIAAN YANG SESUNGGUNYA ITU?

1.Kebahagiaan yang sesungguhnya itu hanya kita temukan di dalam Tuhan Yesus sendiri.

è Sebab dari Yesuslah keluar rumus kebahagiaan yang sesungguhnya (seperti Nas Matius 5:1-12) ini datang. Rumus bahagia yang Yesus ajarkan ini adalah rumus yang berbeda dengan rumus bahagia dunia.

2.Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup. Sehingga hanya dari Yesuslah kebahagiaan sejati itu datang. Datanglah kepadaNya maka  saudara akan menemukan kebahagiaan itu.

3.Tetapi mengapa juga banyak orang yang  rajin datang ke gereja dan beribadah tetapi tidak juga menemukan kebahagiaan sejati itu?

è Karena mereka  bukan mau mencari Yesus dan menerimaNya, dan menjadikanNya Tuhan, tetapi sekedar mengejar berkat-berkatNya, perlindunganNya, kesuksesan bisnis dan usahanya,  mencari nama sebab orang akan berkata dia orang beriman karena rajin ke gereja bahkan melayani.

è Illustrasi: Seseorang di hari minggu yang berencana tidak ke gereja, tetapi akhirnya berubah dan datang ke gereja sebab pikirnya “kalau tidak ke gereja nanti rezekinya  hilang atau usahanya tidak berkembang=>jadi motivasinya bukan mau mencari Tuhan tetapi Mamon.

 D.      APA PESAN YANG BISA KITA PELAJARI

1. Coba pelajari lirik Lagu BE 213: “Dung sonang rohangku  di sini akan kita temukan bahwa segala persoalan hidup dan penderitaan hidup   yang menghantam setiap orang yang memiliki Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya,  tidak akan mampu merebut kebahagiaannya yang sejati itu. (Atau baca sejarah lagu: Tenanglah jiwaku=it is well in my soul ciptaan Horatis Spafford)

2. Konsep berbahagia  dari Yesus ini  bukan mau menghilangkan kebahagiaan yang diperoleh oleh karena rezeki yang melimpah, punya keturunan, punya jabatan dan pangkat yang tinggi, seakan mau mengatakan bahwa itu tidak berguna dan tidak perlu dimiliki  selama kita hidup di dunia ini.

è Tetapi mau menempatkan sumber kebahagiaan yang sebenarnya  sebagai prioritas dan yang terutama dari segala sesuatu di dalam hidup kita, yaitu YESUS sebagai yang utama dan terutama (Bandingkan Matius 6:33).

è Sebab siapakah yang mempu melakukan konsep berbahagia dalam Matius 5:1-12 ini tanpa Yesus di dalam dirinya? Tidak ada.

è  Dengan demikian “semuanya itu” (segala yang diperlukan di dunia ini) akan  ditambahkan sebagai berkat yang mengikuti, dan orang yang memperolehnya akan ditambahkan bahagianya, dan dia akan tahu bagaimana cara mensyukurinya (bandingkan Matius 5:7, Kisah Para rasul 20:35).

è Kalau sudah begini maka kebahagiannya tidak lagi tergantung situasi apakah kaya atau miskin, punya persoalan atau tidak, makmur atau bangkrut, sehat atau sakit, tetapi  tergantung YESUS yang ada di dalam dirinya sebagai Tuhannya.

3. YESUS TAHU JALAN BAHAGIA YANG ASLI, Mari serahkan hidup kepada Tuhan Yesus, mari bergantunglah hanya kepadaNya,  dan  berjalan bersamaNya. Maka saudara akan hidup berbahagia di dalam Tuhan.

 

Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......