Selasa, 03 November 2026

HIDUP MENURUT KEHENDAK ALLAH (ibadah Sektor)

 

Ibadah Sektor minggu I Novemvber 2026

Tema:

HIDUP MENURUT KEHENDAK ALLAH

 

Ev: Mazmur 43:1-5

43:1 Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang!

43:2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?

43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!

43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

ooo000ooo

 

1. Mazmur 42 dan 43 ini  bisa kita katakan  sebuah nyanyian dengan 3 bait dengan refrein yang sama.

2.      Bait I adalah Mazmur 42:1-5 dan Refreinnya adalah ayat 6

3.      Bait 2 adalah Mazmur 42:7-11 dan Refreinnya adalah ayat 12

4.      Bait 3 adalah Mazmur 43:1-4 dan Refreinnya adalah ayat 5

5.      Ketiga refrein ini berbunyi: “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”

6. Tentu dari refrein ini kita bisa melihat bahwa Pemazmur mengalami tekanan dan kegelisahan yang sangat berat.

7.      Ini bisa kita lihat dari beberapa ayat di pasal 42 dan 43 berikut:

-    Pasal 42:1-3: Dia mengibaratkan dirinya seperti rusa yang haus akan air, demikianlah jiwanya merindukan Tuhan. àKarena Tuhanlah mampu memberi dia kelegaan.

-          Pasal 42:4: Siang malam dia menangis

-          Pasal 42:7 Jiwanya tertekan

-          Pasal 42: 10 Merasa Tuhan sudah melupakannya.

-          Pasal 42: 11 Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku,

-     Pasal 43: 1 Banyaknya orang jahat (penipu, orang tidak saleh) yang mengingini kemartiannya, kecelakaan baginya.

-          Pasal 43: 2 Dia merasa terbuang

8. Namun dalam Refrein ini juga kita melihat  bahwa Pemazmur menyatakan  bahwa hanya berharap kepada Allah lah dia akan lepas dari musuh-musuhnya dan Tuhan adalah penolongnya.

9. Mengapa seseorang mengalami tekanan dalam jiwanya dan hidupnya terasa berat?

a.      Menghadapi ujian dan pencobaan hidup

b. Melakukan dosa dan pelanggaran  sehingga mengalami konsekuensi atau hukuman dari pelanggaran itu.

10.  Bagaimana supaya bisa keluar dari pergumulan berat ini? Baik karena poin A ataupun karena poin B?

a. Berbicaralah atau berdoalah kepada  Allah saja lalu berbicaralah juga kepada dirimu sendiri )jiwamu) setelah berbicara kepada Tuhan.

1.      Ketika berbicara kepada Allah  di dalam Doa, percayalah akan doa itu dan tunduklah kepada KEHENDAK ALLAH (Katakan: “Tetapi Janganlah kehedakku yang jadi tetapi kehendakMulah yang jadi ya Tuhan”).

2. Ketika berbicara kepada diri sendiri katakanlah seperti Pemazmur berkata dalam 3 kali refrein nyanyian ini: “Kembalilah tenang…..”, yang didasari oleh keyakinan dan kepercayaan kepada Allah setelah kita berserah.

b. Mintalah Panduan dan tuntunan (suruhlah terang-Mu), pertolongan, kelepasan dan keadilan dari Allah bukan dengan motivasi yang salah. Tetapi dengan motivasi yang benar seperti ayat 3-4 dalam nas ini: bahwa kita minta dilepaskan supaya  kita semakin dekat dengan Allah dan semakin setia beribadah, datang ke rumah Tuhan dan disana kita bersyukur, bernyanyi, bergembira memuji dan memuliakan nama Tuhan.

c.       Hiduplah menurut kehendak Allah.

11.  Hidup seperti apa yang dikehendaki Allah ketika kita menghadapi persoalan berat seperti ini?

a. Jangan pernah mengadu dan berharap kepada apapun selain Allah.

b.      Carilah pertolongan hanya dari Allah saja dan percayalah dan tenanglah bahwa Allah pasti akan menolong. Persoalan yang kita hadapi boleh besar tetapi Tidak ada persoalan yang terlalu besar yang tidak bisa diselesaikan oleh Allah.

DUA HAL INILAH YANG DIMAKNAI SEBAGAI “TUHAN TEMPAT PENGUNGSIAN “

c. Jalanilah hidup sehari-hari sesuai kehendak Allah.

Bagaimana contohnya? >>> Lewat kotbah 1 November 2026 dari 1 Tessalonika 2:8-12 kita diajarkan 5 contoh hidup menurut kehendak Allah<<

1.      Hidup dalam kasih sayang (Ayat 8)

2.      Rela membagi dan memberitakan Injil, bahkan membagi hidup mereka sehari-hari ( ayat 8+9)

3.       Tidak menjadi beban bagi orang lain (Ayat 9)

4.      Hidup saleh, adil dan tidak bercacat (Ayat 10)

5.      Bersikap sebagai Ibu yang mengasuh dan merawat dan seperti seorang ayah yang menasihati dan menguatkan (Ayat 7+11)

12. Sikap ini semualah yang Tuhan kehendaki dari setiap anak-anakNya yang mengalami berbagai-bagai pergumulan dan persoalan.

13. Tidak seorangpun dari setiap manusia yang tidak akan mengahadapi persoalan hidup termasuk saya dan saudara. Ketika persoalan itu terjadi atas kita INGATLAH tetaplah “Hiduplah menurut kehendak Allah”.

14.  Amin


 Shalom



Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 


Sabtu, 31 Oktober 2026

HIDUP MENURUT KEHENDAK ALLAH

 

Garis-garis besar Kotbah 0 November 2026

Tema:

HIDUP MENURUT KEHENDAK ALLAH

Ev: 1 Tesalonika 2:8-12

2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

2:9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.

2:10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya.

2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

2:12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

 

ooo000ooo

1.      Tema hari ini diambil dari ayat 12, dimana Rasul Paulus  meminta kepada jemaat ini supaya  mereka hidup sesuai dengan kehendak Allah.

2.      Permintaan ini menjadi sangat penting dan perlu perhatian serius. Sebab ini bukan permintaan biasa. Rasul Paulus menulisnya dengan kalimat : “MEMINTA DENGAN SANGAT”.

3. HIDUP SESUAI DENGAN KEHENDAK ALLAH begitu kuat ditekankan di sini sebab memang nama TUHAN akan benar-benar dipertaruhkan dalam setiap hidup orang percaya.

4. Prilaku hidup orang percaya bisa memuliakan Tuhan tetapi bisa juga sebaliknya bisa mencoreng dan merendahkan nama Tuhan.

5. Jika hidup orang percaya tidak mencitrakan hidup yang benar sesuai kehendak Allah, bagaimana mungkin orang lain yang belum percaya akan mau datang kepada Tuhan, menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, atau paling tidak menghormati nama Tuhan?

6. Oleh sebab itu Paulus demikian menekankan perilaku hidup sesuai dengan kehendak Allah ini.

7. Seperti apa sebenarnya  hidup sesuai kehendak Allah itu?

8. Selain surat kepada jemaat Tessalonika ini, Rasul Paulus  juga menuliskan kepada jemaat di Roma bagaimana hidup sesuai kehendak Allah yaitu dalam Roma 12:2 yang berbunyi: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

9. DI sini kita lihat bahwa kehendak Allah itu mencakup tiga hal yaitu: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

10. Dalam nas hari ini, kepada jemaat Tessalonika Paulus menasihatkan beberapa poin penting untuk hidup sesuai kehendak Allah

11. Peting kita lihat di sini bahwa contoh hidup menurut kehendak Allah  itu tidak sekedar apa yang diajarkan secara verbal oleh para Rasul, teapi juga apa yang dilakukan Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya (hidup mereka sebagai contoh dan teladan).

12. Ada 5 hal  dalam ayat 8-12 ini perilaku-perilaku hidup penting sebagai orang percaya  yang Paulus minta dengan sangat seperti juga  yang mereka lakukan:

a.       Hidup dalam kasih sayang (Ayat 8)

1. Kasih sayang yang dimaksud dalam Nas ini adalah kasih sayang kepada sesama orang percaya.

2. Kasih sayang ini menghasilkan persekutuan yang indah sesama orang percaya.

b.      Rela membagi dan memberitakan Injil ( ayat 8+9)

1. Kata rela berarti  sukarela dan tidak terpaksa. Membagikan Injil sebagai kabar baik yang menghidupkan dan menyelamatkan. Tidak ada kabar baik selain injil dan itu yang mereka bagikan.

2. Bukan hanya Injil tetapi mereka juga berbagi hidup mereka secara terbuka di hadapan seluruh jemaat itu supaya Injil jangan ditolak. Seab jika seandainya hidup mereka tidak sesuai dengan ajaran Kitab suci tentu Injil akan ditolak.

c.       Tidak menjadi beban bagi orang lain (Ayat 9)

1. Mereka datang bukan untuk dilayani dan mencari untung, tetapi untuk melayani  dan membagikan hidup mereka kepada jemaat itu.

2. Dalam konteks penginjilan mereka, Mereka bekerja keras untuk segala keperluan mereka supaya jalannya pemberitaan Injil tidak terhalang oleh karena hidup mereka yang menjadi beban yang harus ditanggung oleh jemaat itu.

3. Artinya jangan sampai kebutuhan hidup mereka turut menjadi penghalang Pekabaran Injil itu diberitakan.

d.      Hidup saleh, adil dan tidak bercacat (Ayat 10)

1. Ketiga sikap ini sangat penting sebagai kesaksian hidup.

2. Tetapi ini bukan hal yang mudah dilakukan sebab dikatakan bahwa ketiga sikap ini dilakukan diantara sesama orang percaya.

3. Kalau dihadapan orang tidak percaya mungkin mudah, tetapi dihadapan sesama orang percaya?. Karena itu Paulus mendorong kita melakukannya dalam sesama orang percaya supaya diantara sesama orang percaya itu berlomba-lomba untuk menjadi teladan, dan sudah pasti di luarpun hidup orang percaya bisa menjadi teladan.

e.       Bersikap sebagai Ibu yang mengasuh dan merawat dan seperti seorang ayah yang menasihati dan menguatkan (Ayat 7+11)

1. Analogi Ibu dan Ayah ini merupakan hal penting  dalam merawat persekutuan dan  kasih dalam jemaat.

2. Sikap ini akan menjaga dan memastikan setiap anggota bertumbuh, diperhatikan dan merasa nyaman dalam satu persekutuan.

13.  Kita perhatikan bahwa sikap-sikap  ini dilakukan dan ditujukan kepada sesama jemaat atau orang percaya.

14.  Akhir dari semua  ini adalah bagaimana supaya sesama orang percaya hidup saling mengasihi, saling berbagi dan memperhatikan baik jasmani maupun rohaninya, serta saling merawat, saling menasihati dan saling menguatkan.

15.  Tujuan dari pada sikap ini adalah:

-    Orang-orang yang belum percaya juga turut memuliakan Tuhan dan akhirnya bisa datang kepada Tuhan setelah melihat persekutuan yang indah sesama orang percaya dan melihat sikap hidup sehari-hari orang percaya itu.

-   Sama seperti yang dilakukan Paulus  dan rekan sepelayananya yang datang ke Tessalonika bahwa KETIKA MEREKA MEMBAGIKAN DAN MEMBERITAKLAN INJIL KEPADA ORANG-ORANG DI TESSALONIKA, Injil (Kabar baik)  itu tidak ditolak

16.  Percaya dirikah saudara mengajak orang lain yang belum punya gereja/belum beragama untuk bergabung dengan gereja saudara?

17.  Percaya dirikah saudara mengajak orang lain yang belum  percaya Yesus untuk percaya kepada Yesus dan bergabung dengan gereja saudara?

18.  Atau Percaya dirikah saudara mengajak orang lain yang bukan Kristen (beragama lain) untuk percaya kepada Yesus dan bergabung dengan gereja saudara?

19.  Di sinilah pentingnya apa yang menjadi nasihat dan permintaan Rasul Paulus  kepada jemaat itu supaya mereka HIDUP MENURUT KEHENDAK ALLAH, yaitu SUPAYA INJIL JANGAN DITOLAK OLEH KARENA SIKAP HIDUP MEREKA YANG TIDAK BERKENAN DI HADAPAN ALLAH, yaitu sikap hidup yang buruk dn tercela.

20.  Jadi sama seperti Paulus meminta kepada jemaat itu, demikian juga  Nas hari ini berkata dan meminta kepada kita juga “dengan sangat“  yaitu supaya kita hidup menurut kehendak Allah.

Selamat bersaksi dan Selamat hidup menurut kehendak Allah. Amin.

 

 Shalom



Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......