Garis-garis besar kotbah Minggu, 18
Oktober 2026
Tema:
DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH
Ev: 2 Petrus 1:3-11
1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala
sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang
telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji
yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian
dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk
menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri
ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih
akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah,
kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus
Kristus, Tuhan kita.
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta
dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh,
supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya,
kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan
demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal,
yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
ooo000ooo
1. Rasul Petrus menulis kembali suratnya yang kdua
ini kepada orang-orang Yahudi yang sudah berpaling kepada Yesus.
2. Paulus berkata bahwa orang-orang percaya adalah
orang-orang yang dipanggil dan dipilih Allah.
1 Petrus 2:9 juga berkata: “Tetapi
kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat
kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang
besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada
terang-Nya yang ajaib”
3. Apa tujuan akhir dari orang-orang pilihan Allah
ini?
= Kehidupan kekal.
4. Apa yang harus kita lakukan sebagai orang-orang
pilihan itu?
= Berusaha sungguh-sungguh supaya
panggilan dan pilihan kita makin teguh.
5. Usaha apa yang kita lakukan?
=Dalam Ayat 5-7 disinilah Rasul Petrus
sampai kepada hal pokok yang dimaksudkannya di dalam surat kerasulan ini, yaitu
untuk mendorong dan melibatkan mereka untuk maju di dalam kasih karunia dan
kekudusan.
6. Di sini Petrus mendoakan, mendorong dan
menasihati untuk jemaat itu bergerak maju dan sungguh-sungguh berusaha untuk
memperoleh lebih banyak lagi kasih karunia.
7. Paulus mengajarkan Pertumbuhan iman lewat tahap
demi tahap atau selangkah demi selangkah namun harus dilakukan dengan usaha
sungguh-sungguh.
8. Apa saja yang perlu mereka lakukan? Bahwa dalam iman
yang ada sekarang perlu ditambahkan:
a.
Kebajikan
(denggan ni parange)
b.
Kepada
kebajikan pengetahuan (Habisuhon)
c.
Kepada
pengetahuan penguasaan diri (Pangarajaion diri)
d.
Kepada
penguasaan diri ketekunan (Habengeton)
e.
Kepada
ketekunan kesalehan (Hadaulaton)
f.
Kepada
kesalehan kasih akan saudara-saudara (holong ni roha di dongan)
g.
Kepada
kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang (holong ni roha di saluhutna)
9. BEGINILAH HUBUNGAN
SETIAP URUTAN-URUTAN INI:
Sebab kita disebut beriman ketika kita memiliki kebajikan (parange
nadenggan) sebagai bukti dari iman itu. Lalu kebajikan itu perlu ditambah
dengan pengetahuan atau hikmat supaya tidak
mudah diperalat, ditipu dan dipermainkan dunia ini. Ketika sudah punya pengetahuan
dan kebajikan perlu ditambah penguasaan diri (pangarajaion diri) supaya jangan
jatuh kepada kesombongan, ketamakan, dan hidup yang tidak terkendali. Lalu
untuk menjaga ini tetap berjalan dengan benar, tidak cepat berpuas diri dan dilakukan berkelanjutan maka diperlukan
ketekunan, sebab dalam melakukan itu semua kan penuh dengan tantangan dan
pencobaan. Lalu untuk menjaga ketekunan ini tetap berjalan dengan konsisten
perlu ditambahkan KESALEHAN yaitu ketaatan kepada ajaran Kristus, berakhlak
baik, dan menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika
Kristiani. Lalu kesalehan ini akan dibuktikan dengan praktek hidup lewat kasih
pertama-tama kepada saudara-saudara seiman lalu kepada semua orang.
(Catatan:
Saat ini banyak sesama saudara yang kasar, menindas, garang, tanpa kasih, tidak
mau memaafkan dan mengampuni serta tidak ada toleransi, tetapi kepada orang
lain yang bukan saudara manis, ramah, mudah memaafkan dan kesannya sangat
toleransi)
10. JADI HASIL AKHIR DARI IMAN ADALAH KASIH AKAN SESAMA SAUDARA LALU SESAMA
MANUSIA.
Tentang kasih ini FT dalam 1 Kor 13:2
Berkata: “Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui
segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki
iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai
kasih, aku sama sekali tidak berguna”. *(Tentang ayat ini mari coba
baca ulang dan setiap kata “aku” kita ganti dengan nama kita sendiri).
11. Inilah sekaligus
Tanda orang yang dipanggil dan dipilih Allah
12. Dampaknya adalah membuat kita berhasil memiliki
pengenalan yang benar akan Yesus Kristus.
13. Mengapa perlu mengenal Yesus?
a. Ayat 3: Mengenal Yesus merupakan cara dan sarana yang membuat kasih karunia dan
damai sejahtera dapat berlipat ganda dan melimpah. Sebab Yesuslah sumber
anugerah atas segala sesuatu yang perlu dalam hidup kita untuk hidup saleh.
b. Mengenal Yesus adalah cara dan sarana supaya semua dukungan
dan penghiburan rohani disampaikan kepada kita. Namun untuk itu kita harus
mengakui dan menyatakan bahwa Allahlah yang telah memanggil kita.
c. Ayat 4: Mengenal Yesus perlu sebab anugerah itu juga mengandung
janji-janji yang besar dan berharga untuk mendapat bagian dalam kodrat ilahi
dan terhindar dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan.
Contoh: janji pengampunan, janji
keselamatan dan hidup kekal, janji penyertaan, janji berkecukupan, janji kemenangan atas dosa dan pencobaan.
d. Sebab semua hal yang memiliki kaitan dan
pengaruh atas kehidupan rohani yang sejati, baik dalam mempertahankan,
meningkatkan, serta menyempurnakan kasih karunia dan damai sejahtera atau yang
disebut dengan kesalehan, berasal
dari Yesus Kristus
e. Sebab hidup kita tergantung kepada Yesus. Baik
untuk hidup di bumi ini maupun untuk kehidupan yang kekal.
Paulus berkat dalam Filipi 3:10-11 : “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan
kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku
menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh
kebangkitan dari antara orang mati.”
ATAU: TANPA YESUS TIDAK ADA HIDUP KEKAL.
14. Itulah tandanya kita umat pilihan yang tau
bersyukur dan berterimakasih, dimana kita sadar bahwa hidup kita hanyalah
anugerah.
15. Kalau tidak kitalah yang disebut,:
a. Lupa kacang akan
kulitnya (ayat 9) “Tetapi barangsiapa tidak memiliki
semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya
yang dahulu telah dihapuskan” .
Berpikir picik artinya:
1. Tidak berbuat apa-apa atas anugerah keselamatan yang
sudah dia terima.
2. Tidak Melayani dengan berpikir bahwa keselamatan
itu kan anugerah biar saja Tuhan melakukan semuanya kita tidak perlu ikut
campur akan keselamatan orang lain.
3. Mengasihi dengan pilih-pilih orang dan tidak
tulus.
4. Hitung-hitungan dengan Tuhan dalam berbuat
sesuatu.
b. Dia lupa bahwa anugerah yang dia peroleh itu
sehingga dosanya juga dihapus adalah
juga kaerna ada orang-orang yang mau mengorbankan diri dan dipakai Tuhan untuk
melayani dia sehingga dia beroleh anugerah keselamatan itu.
c. Sesuai ayat 11, Maka orang seperti ini tidak akan
memperoleh hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal.
=> Ini ibarat perbandingan
seorang anak yang memiliki hak penuh untuk memasuki rumah ayahnya dan beraktivitas
dengan seorang anak lain yang menjadi tamu
yang sudah harus dipersilahkan dulu masuk tetapi tidak memiliki hak penuh untuk
bebas memasukinya dan melakukan apapun di rumah itu.
16. Sebagai tujuan akhir dari semua itu ternyata Tuhan
mengkehendaki kebahagiaan kita yaitu hidup yang kekal dengan memiliki hak penuh
untuk memasuki kerajaanNya sebagai ahli waris.
17. Amin
Shalom
Ev. Harles Lumbantobing