Sabtu, 13 Juni 2026

BUKAN IMAN KALENG-KALENG

 

Sebuah Renungan

BUKAN IMAN KALENG-KALENG

Daniel  3:17-18

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

 

1. Sering sekali orang mengikuti dan mempercayai seseorang ketika mereka mendapatkan hasil sesuai keinginan mereka dari orang yang mereka ikuti dan percayai itu.

2. Sebaliknya jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka akan meninggalkannya dan mencari yang lain yang bisa memenuhi keinginan mereka.

3. Semua orang pasti pernah menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang sulit dalam hidupnya

4. Dalam menghadapi tantangan dan situasi itu sebagai orang yang ber-Tuhan pasti  kita akan diuji  dua hal:

a. Sejauh mana iman dan ketergantungan kita kepada Tuhan yang kita sembah dalam menghadapi setiap persoalan hidup itu.

b. Bagaimana konsistensi beriman kita kepada Tuhan ketika kita melihat dan menerima hasil akhir dari pencobaan yang kita hadapi itu.

1. Bagaimana iman kita kepadaNya jika kita dilepaskan dari situasi sulit itu.( Tentunya semua orang akan bersukacita dan tetap menggantungkan iman dan pengharapannya kepada Tuhan).

2. Bagaimana iman kita kepadaNya jika kita TIDAK dilepaskan dari situasi sulit itu.(Banyak yang akhirnya meninggalkan imannya, dan meragukan Tuhannya, tidak berdoa lagi, tidak beribadah lagi, bahkan lari dari Tuhan.)

5. Tetapi bagaimana dengan tiga tokoh dalam Nas Firman Tuhan ini? Dari Nas Firman Tuhan ini kita melihat bagaimana konsistensi iman Sadrakh, Messakh dan Abednego  kepada Tuhan yang tidak dipengaruhi oleh situasi apapun,  dan hasil apapun.

6. Bahkankah lebih ekstrim lagi, sekalipun Tuhan yang mereka sembah tidak melepaskan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah allah lain selain  hanya menyembah Allah mereka itu.

a. Mengapa?  Karena mereka mengenal Allah yang benar dan yang sesungguhnya yang tidak pernah merancangkan atau melakukan yang jahat kepada mereka.  (Yeremia 29:11)

b. Mereka tidak pesimis, tidak berpikir negatif dan tidak pernah curiga dengan Tuhan yang mereka sembah walau hidup tidak seperti yang mereka harapkan.

7. Bagaimana dengan kita?  Iman yang bagaimana yang kita miliki kepada Tuhan?

8. Iman ketiga tokoh ini patut kita teladani dan kita contoh dalam kehidupan beriman kita terutama dalam menghadapi siatuasi-situasi sulit dalam hidup kita.

9. Mereka tidak pernah ragu dengan Tuhan mereka, sekalipun Tuhan tidak mendengarkan doa mereka atau melepaskan mereka dari perapian yang menyala-nyala itu. Bagi mereka Tuhan yang disembah dan diikuti hanya satu, tidak ada yang lain.

10. Apa hasil akhir dari “Iman yang bukan kaleng-kaleng ini”?

a. Sadrakh, Messakh, dan Abednego tentunya tetap dihukum dan dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

b. Tetapi Mujijat dan pertolongan Tuhan nyata kepada hamba-hambaNya yang setia beriman itu,  tidak sehelai ramput pun yang terbakar di tubuh mereka, dan mereka semua keluar dari perapian yang menyala-nyala itu dengan sehat dan bugar.

àMujizat ini jauh lebih besar jika seandainya dibandingkan dengan sekedar Tuhan menegur Nebukadnezar (dengan caraNya) untuk membatalkan hukuman itu.

c. Nama Tuhan dimuliakan Raja Nebukadnezar, Kehidupan dan derajat mereka bertiga Tuhan angkat di Kerajaan itu (Baca Daniel 3:28-30)

11. Sering sekali dalam situasi kita yang sepertinya kalah atau gagal justeru disitulah  Tuhan menunjukkan betapa luarbiasanya kasih , perlindungan dan kuasaNya kepada kita dan kepada dunia ini.

12. Tuhan mampu merubah kekalahan kita jadi kemenangan, kelemahan kita jadi kekuatan, kehinaan kita jadi kehormatan asal kita tetap  konsisten beriman kepadaNya.

13. Iman apa yang saudara miliki saat ini?  Mari serahkan hidup kita kepadaNya apapun situasi dan kondisinya.

14.  Amin.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

Senin, 01 Juni 2026

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL (Ibadah sektor)

 

Garis-garis besar Kotbah Ibadah Sektor Minggu V  Mei 2026

Tema:

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL

 

Ev: Yesaya  44:1-8

44:1 "Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih!

44:2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!

44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

44:4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.

44:5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

44:6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.

44:7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!

44:8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"

 

oooo000oooo

1. Firman ini adalah perkataan Allah Tritunggal kepada Israel.

2. Kata TUHAN ( huruf besar semua: YHVH , merujuk kepada Elohim / Allah TRITUNGGAL)

3. Dalam perikop ini Allah memperkenalkan diriNya kepada bangsa itu sekaligus kepada kita semua bahwa:

a. TUHAN (Allah Tritunggal) adalah pencipta seluruh manusia dan sekaligus juga pencipta bangsa Israel.

b. Allahlah yang membentuk kita manusia sejak dalam kandungan.

c. Allah adalah TUHAN yang memilih bangsa Israel secara khusus untuk tujuan mulia, demikian juga kita umat percaya.

d. Allah menjaga dan melindungi umatNya bahkan mancukupkan segala yang diperlukan manusia (ayat 3-4: mendatangkan  air dan hujan ke atas tanah)

e. TUHANLAH yang Memberkati anak-anak kita dan memelihara mereka serta  akan mencurahkan RohNya untuk menuntun dan melindungi keturunan kita.

f. Ayat 6: Tuhan adalah Raja dan penebus Israel, dan Dia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Artinya yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada dan yang tetap ada setelah segala sesuatu tidak ada.

4. TUHAN adalah Allah satu-satunya tidak ada yang lain. Sehingga kita tidak boleh menggantikan Allah dengan apapun di dunia ini dan tidak boleh sujud dan menyembah kepada apapun itu di dunia ini.

5. Yang menjadi tugas kita sebagai orang percaya (pengikut Kristus) adalah mentaati PerintahNya, dimana TUHAN berkata: “KAMU ADALAH SAKSI-SAKSIKU” ( Ayat 8).

6. Sebagaimana keberadaan Allah dalam bagian 3 di atas bahwa itulah yang harus kita saksikan di tengah-tengah dunia ini supaya semua orang percaya dan mengenal Allah Tritunggal.

7. Bagaimana kita menyaksikanNya? Apakah harus semua menjadi Pendeta atau Pemberita Injil atau Penatua?

8. BUKAN. Tetapi kita bersaksi dalam setiap tingkah laku dan perbuatan kita  dalam setiap profesi dan pekerjaan kita masing-masing, dalam tugas dan penggilan masing-masing dalam pelayanan, supaya orang melihat bahwa benar kita adalah pengikut Allah Tritunggal dan itu tercermin dalam setiap perkataan dan perbuatan kita.

9. Dalam setiap kesempatan kita menunjukkan bahwa Dialah Allah yang telah menciptakan kita, memilih dan memanggil kita untuk melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10), yang memberkati kita dan anak cucu kita, yang menyertai kita dan memberikan jalan keluar dalam  setiap persoalan dan pergumulan kita, dan barang siapa mau percaya dan mengikuti Allah yang kita sembah itu maka mereka juga akan mengalami hal yang sama.

10. Dan itulah keinginan TUHAN bahwa semua orang mengenalNya dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juru selamatnya.

11. Di sinilah peran kita para pengikut Kristus dalam hal menjadi saksi-saksi Allah supaya semua orang diselamatkan.

12. Sebagaimana dalam  Yehezkiel  33:11 Tuhan berfirman: Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”.

13. Inilah perintah itu yaitu “KARTAKANLAH” yang sama artinya dengan "BERSAKSILAH".

14. Kiranya kita semua menjadi pengikut Tuhah yang setia dan taat dalam melaksanakan tugas dan penggilan kita di dunia ini sebagai  saksai Allah Tritunggal.

15. Amin.

 

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Sabtu, 30 Mei 2026

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL

 

Ibadah Minggu 31 Mei 2026

Tema:

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL

(Ev. Harles Lumbantobing)

Ev: Matius 28:16-20

 

BELAJAR  DARI NAS:

1. Sebelum naik ke surga Yesus membawa mereka ke sebuah bukit di Galilea. di sana Yesus mau menyampaikan perintah atau amanat Agung yang terakhir bagi murid-murid sebelum dia naik ke surga.

2. Amanat ini penting dan mendesak karena sesungguhnya yang paling dibutuhkan dari segala sesuatu oleh manusia di tengah-tengah dunia ini yaitu keselamatan.

3. Matius mencatat bahwa ketika mereka dikumpulkan di sana murid-murid menyembah Yesus tetapi ada beberapa yang ragu melakukannya.

4. Matius tidak membuat alasan kenapa mereka ragu, namun sepertinya Yesus tahu dan melihat itu.  

5. Inilah alasan Yesus mengungkapkan lebih dulu kepada murid-murid  bahwa kepadaNya segala kuasa di surga dan di bumi sudah diserahkan,    dan Yesus  yang akan mengutus murid-murid ini adalah si pemilik kuasa itu dan selanjutnya kuasa itu juga diberikan kepada murid-murid untuk menjadi saksi Kristus.

6. Tentu inilah alasan mengapa Yesus mendahului pengutusan Murid-murid itu dengan berkata “KEPADAKU TELAH DIBERIKAN SEGALA KUASA DI SORGA DAN DI BUMI”

7. Perkataan dalam Matius 28 ini yang kita baca saat inilah   yang disebut dengan amanat Agung Tuhan Yesus dengan rincian sebagai berikut:

a. Pergilah jadikan semua bangsa muridKu. à Ini adalah tugas pokok setiap orang percaya. Yaitu untuk pergi memberitakan Injil supaya semua bangsa mendengar Injil dan menjadi murid Kristus. Ajakan ini bukan ajakan untuk berkumpul dan berhimpun tetapi perintah untuk pergi (keluar) dari kumpulan itu untuk memberitakan Injil.

Gereja adalah tempat perhimpunan/perkumpulan orang-orang yang sudah menjadi murid yang selanjutnya harus taat  kepada amanat agung ini untuk “pergi ke luar  menjadi saksi Kristus. Itulah makna Gereja = kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar. Jadi Gereja yang tidak ada Misi keluar mejadi dipertanyakan statusnya.

b. Baptis mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Perintah pembaptisan ini dlakukan seiring dengan pemberitaan Injil itu. Bahwa orang yang akhirnya percaya kepada Yesus dilakukan pembaptisan sebagai tanda bahwa dia telah turut mati dan bangkit di dalam Kristus.

Rumusan “dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus” adalah rumusan Baptisan yang benar yang Yesus ajarkan untuk dilakukan murid-murid. Gereja apapun dia kalau sudah menggunakan rumusan TRITUNGGAL ini dalam pembaptisan maka itu sah dan diakui seluruh gereja yang percaya dan mengimani Allah Tritunggal.

c. Ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang sudah Yesus perintahkan (Ajarkan kepada mereka) à Segala yang Yesus ajarkan dan perintahkan kepada mereka juga berlaku kepada semua orang yang telah menjadi murid Kristus.

èTugas selanjutnya setelah orang-orang percaya dan beriman kepada Yesus adalah  mengajar mereka dengan kebenaran-kebenaran Alkitab (menjadikan mereka Murid/Diajar). Pemuridan ini sangat penting untuk mengajar mereka segala kebenaran-kebenaran Firman Tuhan dan mempersiapkan mereka untuk DIUTUS sebagai saksi-saksi Kristus.

d. Penutup: KETAHUILAH AKU MENYERTAI KAMU SAMPAI KEPADA AKHIR JAMAN.

Pernyataan ini untuk memberikan mereka keyakinan dan keberanian di dalam melaksanakan amanat agung ini, Bahwa jika Yesus yang adalah penguasa segala sesuatu baik di sorga maupun di bumi menyertai mereka sampai akhir jaman,  maka mereka tidak perlu takut dan kuatir untuk melaksanakan amanat agung itu.

8. Amanat Agung ini merupakan tugas utama yang Tuhan berikan kepada setiap pengikut-pengikutNya dan ketika Dia memberikan tugas ini Dia tidak membiarkan para pengikutNya melakukannya tanpa kuasa, tanpa kekuatan dan tanpa penyertaan. 

9. Itu sebabnya sebelum Yesus naik ke surga dia sudah berkata bahwa murid-murid akan menerima kuasa untuk melakukan itu kalau roh Kudus turun ke atas mereka.


PELAJARAN BUAT JEMAAT:

10. Dari Nas ini kita bisa melihat bahwa tugas Pemberitaan Injil (Bersaksi) adalah tugas seluruh umat percaya.

11.  Tetapi kenapa banyak orang Kristen yang tidak mau melakukan tugas ini?

a.      Takut dan kuatir

1.      Untuk alasan yang pertama memang banyak orang tidak mau melakukannya karena takut dan tidak tahu atau khawatir apa yang harus disampaikan, bagaimana menyampaikan dan takut untuk ditolak.

2.      Kita perlu melihat dalam konteks ini bahwa sesungguhnya segala kuasa di surga dan di bumi ada sama Yesus,  dan  Tuhan Yesus juga  sudah memberi kuasa kepada yang percaya atau pengikutnya untuk melakukan tugas ini.

3.      Mengapa orang percaya takut dan kuatir melakukannya?

àTidak memandang kepada Tuhan Yesus yang memberi perintah tetapi banyak yang  hanya memandang kepada dirinya sendiri,  kelemahannya, kekurangannya maka dia akhirnya menjadi takut dan khawatir.

àKarena itu pandanglah kepada Yesus imani dia dengan sungguh-sungguh percayai perkataanNya dan percayai pengutusanNya maka kita bisa melakukan tugas itu dengan baik.

b.      Tidak perduli dengan keselamatan orang lain yang penting dia sudah selamat, Dia Tidak mau merepotkan diri dengan urusan menjadi saksi ini, yang penting saat ini dia sudah selamat dan sudah nyaman di gereja yang ada saat ini.

1.      Ketika ini menjadi alasan, maka sesungguhnya dipertanyakan status mereka sebagai orang percaya atau murid Kristus. Sebab tidak ada murid yang tidak melakukan perintah atau ajaran gurunya.

2.      Mereka telah menjadi pengikut yang tidak tahu berterimakasih.

3.      Tinggal menunggu waktu bahwa Yesus pemilik kebun itu  (Gereja) akan menebang pohon-pohon yang tidak berbuah.

 

12.  Tidak harus menjadi pendeta atau penginjil untuk bisa menjadi saksi Tuhan. Kita bisa menjadi saksi-saksi Allah itu dalam segala keadaan kita atau dengan profesi kita masing-masing.

13.  Ceritakanlah Injil atau Kristus dalam profesi/pekerjaan/aktivitas  masing-masing supaya orang melihat bahwa ada Kristus di dalam kita, sehingga mereka percaya dan tertarik untuk percaya dan datang kepada Tuhan.

14.  Dalam ibadah minggu lalu diberitahukan kepada kita tentang karunia-karunia Roh yang berbeda-beda kepada semua orang bahwa kita harus melakukan tugas dan pelayanan kita sesuai dengan karunia masing-masing.

15.  Masalahnya tahukah kita apa yang menjadi tugas dan bagian kita di dunia ini dalam rangka keikutsertaan kita memberitakan Allah Tritunggal itu di tengah-tengah dunia ini?.

16.  Dari awal berdiri gkpi, GKPI didorong oleh semangat penginjilan yang begitu kuat misi untuk memberitakan Allah Tritunggal di tengah-tengah dunia ini kepada semua suku dan bangsa.

17.  Bahkan dalam periode ini periode 2025-2030 GKPI dalam RENSTRA-nya mencanangkan untuk “menjangkau yang belum terjangkau” tujuannya adalah bagaimana supaya Allah Tritunggal sungguh-sungguh bisa dikenal diterima dan diimani dan diikuti oleh  suku dan bangsa supaya mereka diselamatkan.

18.  Ini menjadi tugas dan tanggungjawab seluruh jemaat GKPI untuk ikut ambil bagian dalam MISI Penginjilan sebagai wujud nyata menjadi SAKSI-SAKSI ALLAH TRITUNGGAL  di dunia ini.

19.  Mari kita memikirkan dan mendoakan bersama   apa yang bisa kita wujudnyatakan di gereja kita ini dalam keikutsertaan kita melakukan tugas menjadi saksi Allah Tritunggal ini.

20.  Amin.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......