Garis-garis besar Kotbah Minggu 27 September 2026
Tema:
Mataku tetap terarah kepada TUHAN
Ev: Mazmur 25:15-22
25:15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia
mengeluarkan kakiku dari jaring.
25:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang
kara dan tertindas.
25:17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku
dari kesulitanku!
25:18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah
segala dosaku.
25:19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana
mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
25:20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah
aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab
aku menanti-nantikan Engkau.
25:22
Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!
ooo000ooo
1. Persoalan
dan pergumulan hidup tidak henti-hentinya terjadi kepada setiap orang termasuk
orang-orang percaya.
2. Kadang
persoalan itu kita pikir sudah selesai, tetapi ternyata besoknya ada lagi dan
ada lagi.
3. Barusan kita
mendengar minggu lalu salah satu pos kebaktian GKPI di Tangerang dibubarkan
sekelompok massa dengan dalih tidak ada ijin.
4. Malamnya
kita dapat kabar sudah ada jalan damai dan pintu yang di gembok dibuka kembali.
5. Tetapi
besok-besoknya kita dengar kabar bahwa mereka merasa saat ini tidak tenang dan selalui waspada. Salah satu jemaat
berkata kalau rumah mereka diketahui alamatnya maka akan didatangi.
6. Demikian
juga kita pada umumnya.
a.
Bayangkan
seorang suami yang bergumul akan masalah pekerjaan. Kesana-kemari cari kerjaan
dan coba usaha sana-usaha sini tetap tidak menghasilkan apa-apa sementara keluarga harus dihidupi.
b.
Atau seorang
karyawan yang bergumul masalah karir di tempat kerja yang selalu ditekan bahkan
ada yang berniat selalu ingin menyingkirkannya.
c.
Ada yang
bergumul masalah sakit hati dan amarah atas perlakuan seseorang kepadanya bisa
itu oleh suami, oleh istri, oleh anak-anaknya, atau orang lain.
d.
Istri yang
makan hati atas perlakuan suami, atau
sebaliknya suami yang selalu kehilangan muka atas prilaku isrinya.
e.
Atau
suami–istri yang bergumul masalah uang sewa rumah, dimana sebentar lagi akan habis masa kontrak dan
harus diperpanjang sementara uang belum cukup.
f.
Ada yang
bergumul masalah pendidikan dan masa
depan anak-anak.
g.
Orangtua
yang bergumul tentang anak-anaknya yang tidak akur dan saling menyikut satu
sama lain.
h.
Atau seorang
pemuda/pemudi yang bergumul tentang pekerjaan dan masa depannya kelak. Kesana ke mari jatuhkan lamaran kerja tetapi belum juga dipanggil.
i.
Atau seorang
muda-mudi yang sudah cukup umur untuk berumah tangga tetapi sampai sekarang
belum juga berjumpa dengan jodohnya.
j.
Atau sudah
bekerja dengan Ijajah yang dia punya
hanya bisa mendapat pekerjaan yang
hasilnya tidak seberapa, bagaimana bisa bertahan menghadapi masa depan?
k.
Pergumulan
seorang janda atau duda dalam kesepiannya sejak ditinggal oleh suaminya atau
istrinya yang berpikir, sanggupnya aku Tuhan menjalani ini sendiri?
l.
Atau
pergumulan seorang yang mengalami atau
mengidap penyakit yang tidak kunjung sembuh. Dia bergumul bagaimana aku bisa
bertahan ya Tuhan? Sampai kapan aku akan menjadi beban bagi istri/suami atau
anak-anakku?
m.
Pergumulan
seseorang yang selau diejek, dibully, dipandang rendah atau difitnah oleh orang
lain.
7. Semua kita punya
beban hidup dan persoalan.
8. Semua kita
pernah menjerit dan berdoa dengan menangis dan berseru kepada Tuhan.
a.
Tuhan di
manakah Engkau saat aku membutuhkanMu?
b.
Sampai kapan
ya Tuhan persoalan ini akan kuderita terus?
c.
Atau kita
berkata : “Cukuplah ya Tuhan ambillah nyawaku, sebab lebih baik aku mati
daripada melihat semua ini”.
9. Raja Daud
juga mengalami hal yang sama.
10. Dia mengalami pergumulan yang berat karena
musuh-musuhnya.
11. Bahkan dia merasa telah menjadi sebatang
kara, tidak ada yang perduli kepadanya dan yang berpihak kepadanya (16). Semua
mungkin menghendaki kematiannya.
BAGAIMANA
DAUD MENANG MENGHADAPI SEGALA PERSOALAN HIDUPNYA?
1. Daud membawa
segala persoalannya kepada Tuhan.
Daud tidak pernah berpikir ada
alternatif lain selain Tuhan.
2. Itu sebabnya
pasal 25 ini dia awali dengan berkata “kepadaMu
ya Tuhan kuangkat jiwaku”
3. Dan Nas di
ayat 15-22 ini diawali dengan perkataan “Mataku
terarah kepada TUHAN”.
4. Siapakah dia
yang matanya selalu terarah dan tertuju kepada Tuhan? Yaitu ayat 12-14 orang
yang takut akan Tuhan.
=> Atau
bagaimana seorang yang benar-benar takut
akan Tuhan menghadapi persoalan hidupnya? Matanya selalu terarah atau tertuju
kepada Tuhan.
5. Daud datang
berdoa, bertelud dan membeberkan semua pesoalannya kepada Tuhan.
6. Dia
tumpahkan semua isi hatinya kepada Tuhan.
7. Demikian
juga kita semua yang percaya dan berharap hanya kepada Tuhan Yesus.
8. Yesus tahu
persoalan dan masalah yang kita hadapi, dan Dia tahu bagaimana jalan keluar atas segala persoalan kita itu.
9. Yesus tahu
bagaimana supaya kita kuat bahkan menang menghadapi semua persoalan itu.
10. Yesus hanya ingin kita benar-benar bersamaNya dalam menghadapi semuanya itu.
11. Seperti Yesus berseru “TENANGLAH AKU
INI” dalam besarnya badai dan ombak yang
menghempas perahu murid-muridNya di laut itu, demikian juga Yesus berseru
kepada kita yang sedang berjuang melawan persoalan hidup yang menghempas kita :
“TENANGLAH AKU INI”.
12. Datanglah kepada Tuhan dan katakan “kepadaMu
kuangkat jiwaku ya TUHAN. Mataku tertuju
kepadaMu”.
13. Dia tidak akan melepaskanmu, dia akan pegang
terus tanganMu dan membawamu menyeberangi semua persoalanMu dan menghantarkan
mu sampai selamat ke seberang.
14. Katakan kepada Tuhan: “Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku
mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu”.
BAGAIMANA KITA ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN
DISEBUT: “MATA DAN HATINYA BENAR-BENAR
HANYA TERARAH DAN TERTUJU KEPADA TUHAN?”
1. Peliharalah iman dan kepercayaan kita meski
apapun yang terjadi, bahkan meskipun kita belum atau tidak keluar dari
persoalan itu.
2. Serahkan
segenap hidup kita hanya kepada Tuhan, biarlah rencanaNya jadi atas kita.
3. Ikuti
kehendak dan rencana Tuhan dan senantiasalah menyenangkan hatiNya. Maka Tuhan akan membawa kita keluar dari pergumulan
itu sebagai pemenang.
4. Amin
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......