Sabtu, 26 September 2026

Mataku tetap terarah kepada TUHAN

 

Garis-garis besar Kotbah Minggu 27 September 2026

Tema:

Mataku tetap terarah kepada TUHAN

 

Ev: Mazmur 25:15-22

25:15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.

25:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.

25:17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!

25:18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.

25:19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.

25:20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.

25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

25:22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

 

ooo000ooo

 

1. Persoalan dan pergumulan hidup tidak henti-hentinya terjadi kepada setiap orang termasuk orang-orang percaya.

2. Kadang persoalan itu kita pikir sudah selesai, tetapi ternyata besoknya ada lagi dan ada lagi.

3. Barusan kita mendengar minggu lalu salah satu pos kebaktian GKPI di Tangerang dibubarkan sekelompok massa dengan dalih tidak ada ijin.

4. Malamnya kita dapat kabar sudah ada jalan damai dan pintu yang di gembok dibuka kembali.

5. Tetapi besok-besoknya kita dengar kabar bahwa mereka merasa saat ini tidak tenang   dan selalui waspada. Salah satu jemaat berkata kalau rumah mereka diketahui alamatnya maka akan didatangi.

6. Demikian juga kita pada umumnya.

a.       Bayangkan seorang suami yang bergumul akan masalah pekerjaan. Kesana-kemari cari kerjaan dan coba usaha sana-usaha sini tetap tidak menghasilkan apa-apa  sementara keluarga harus dihidupi.

b.       Atau seorang karyawan yang bergumul masalah karir di tempat kerja yang selalu ditekan bahkan ada yang berniat selalu ingin menyingkirkannya.

c.       Ada yang bergumul masalah sakit hati dan amarah atas perlakuan seseorang kepadanya bisa itu oleh suami, oleh istri, oleh anak-anaknya, atau orang lain.

d.       Istri yang makan hati atas  perlakuan suami, atau sebaliknya suami yang selalu kehilangan muka atas prilaku isrinya.

e.       Atau suami–istri yang bergumul masalah uang sewa rumah, dimana  sebentar lagi akan habis masa kontrak dan harus diperpanjang sementara uang belum cukup.

f.        Ada yang bergumul masalah pendidikan  dan masa depan anak-anak.

g.       Orangtua yang bergumul tentang anak-anaknya yang tidak akur dan saling menyikut satu sama lain.

h.       Atau seorang pemuda/pemudi yang bergumul tentang pekerjaan dan masa depannya kelak.  Kesana ke mari jatuhkan  lamaran kerja tetapi belum juga dipanggil.

i.         Atau seorang muda-mudi yang sudah cukup umur untuk berumah tangga tetapi sampai sekarang belum juga berjumpa dengan jodohnya.

j.         Atau sudah bekerja dengan  Ijajah yang dia punya hanya bisa mendapat pekerjaan yang  hasilnya tidak seberapa, bagaimana bisa bertahan menghadapi masa depan?

k.       Pergumulan seorang janda atau duda dalam kesepiannya sejak ditinggal oleh suaminya atau istrinya yang berpikir, sanggupnya aku Tuhan menjalani ini sendiri?

l.         Atau pergumulan seorang yang  mengalami atau mengidap penyakit yang tidak kunjung sembuh. Dia bergumul bagaimana aku bisa bertahan ya Tuhan? Sampai kapan aku akan menjadi beban bagi istri/suami atau anak-anakku?

m.    Pergumulan seseorang yang selau diejek, dibully, dipandang rendah atau difitnah oleh orang lain.

 

7. Semua kita punya beban hidup dan persoalan.

8. Semua kita pernah menjerit dan berdoa dengan menangis dan berseru kepada Tuhan.

a.       Tuhan di manakah Engkau saat aku membutuhkanMu?

b.       Sampai kapan ya Tuhan persoalan ini akan kuderita terus?

c.       Atau kita berkata : “Cukuplah ya Tuhan ambillah nyawaku, sebab lebih baik aku mati daripada melihat semua ini”.

9. Raja Daud juga mengalami hal yang sama.

10. Dia mengalami pergumulan yang berat karena musuh-musuhnya.

11. Bahkan dia merasa telah menjadi sebatang kara, tidak ada yang perduli kepadanya dan yang berpihak kepadanya (16). Semua mungkin menghendaki kematiannya.

 

BAGAIMANA DAUD MENANG MENGHADAPI SEGALA PERSOALAN HIDUPNYA?

1. Daud membawa segala persoalannya kepada Tuhan.  Daud  tidak pernah berpikir ada alternatif lain selain Tuhan.

2. Itu sebabnya pasal 25 ini dia awali dengan berkata “kepadaMu ya Tuhan kuangkat jiwaku”

3. Dan Nas di ayat 15-22 ini diawali dengan perkataan “Mataku terarah kepada TUHAN”.

4. Siapakah dia yang matanya selalu terarah dan tertuju kepada Tuhan? Yaitu ayat 12-14 orang yang takut akan Tuhan.

=> Atau bagaimana seorang yang benar-benar  takut akan Tuhan menghadapi persoalan hidupnya? Matanya selalu terarah atau tertuju kepada Tuhan.

5. Daud datang berdoa, bertelud dan membeberkan semua pesoalannya kepada Tuhan.

6. Dia tumpahkan semua isi hatinya kepada Tuhan.

7. Demikian juga kita semua yang percaya dan berharap hanya kepada Tuhan Yesus.

8. Yesus tahu persoalan dan masalah yang kita hadapi, dan Dia tahu bagaimana  jalan keluar atas segala persoalan kita itu.

9. Yesus tahu bagaimana supaya kita kuat bahkan menang menghadapi semua  persoalan itu.

10.  Yesus hanya ingin kita benar-benar  bersamaNya dalam menghadapi semuanya itu.

11. Seperti Yesus berseru “TENANGLAH AKU INI”  dalam besarnya badai dan ombak yang menghempas perahu murid-muridNya di laut itu, demikian juga Yesus berseru kepada kita yang sedang berjuang melawan persoalan hidup yang menghempas kita : “TENANGLAH AKU INI”.

12. Datanglah kepada Tuhan dan katakan “kepadaMu kuangkat jiwaku ya TUHAN.  Mataku tertuju kepadaMu”.

13. Dia tidak akan melepaskanmu, dia akan pegang terus tanganMu dan membawamu menyeberangi semua persoalanMu dan menghantarkan mu sampai selamat ke seberang.

14. Katakan kepada Tuhan: “Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu”.

 

BAGAIMANA KITA ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN DISEBUT:  “MATA DAN HATINYA BENAR-BENAR HANYA TERARAH DAN TERTUJU KEPADA TUHAN?”

1. Peliharalah iman dan kepercayaan kita meski apapun yang terjadi, bahkan meskipun kita belum atau tidak keluar dari persoalan itu.

2. Serahkan segenap hidup kita hanya kepada Tuhan, biarlah rencanaNya jadi atas kita.

3. Ikuti kehendak dan rencana Tuhan dan senantiasalah menyenangkan hatiNya.  Maka Tuhan akan membawa kita keluar dari pergumulan itu sebagai pemenang.

4.  Amin

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

Sabtu, 19 September 2026

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN Ibadah Sektor/Weik

 

Garis-Garis Besar  Kotbah Ibadah Sektot Minggu III September 2027

Tema:

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN

Ev: Yunus 4:1-11

 

4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."

4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"

4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."

4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

 

PENDAHULUAN:

1. Saudara/i, apakah ada diantara kita atau mungkin semua kita pernah kecewa kepada Tuhan?

2. Akibat dari kekecewaan itu kita ingin lari dari Tuhan, tidak mau lagi berdoa, tidak mau lagi ke gereja atau ibadah-ibadah lainnya.

3. Bahkan kadang kita datang keperkumpulan orang percaya atau ke peribadahan bukan mau berjumpa dengan Tuhan tetapi mau berjumpa dengan teman-teman dan kenalan kita saja.

4. Tidak sedikit yang akhirnya menjadikan organisasi gereja itu hanya sekeder pelengkap berbagai administrasi dan urusan di dunia ini.

5. Kekecewaan muncul dari harapan dan permohonan kita yang tidak kita terima  sesuai dengan keinginan kita dan waktu kita.


BELAJAR DARI NAS:

1. Yunus dalam kitab Yunus ini juga mengalami suatu kekecewaan. Dia kecewa bahwa Tuhan akhirnya mengasihini bangsa Niniwe yang sebelumnya sudah Tuhan nubuatkan akan ditimpa hukuman dan kehancuran.

2. Dari sisi pribadi Yunus, hal itu baik bahwa bangsa itu harus dihukum karena mereka bangsa yang benar-benar jahat.

3. Itu sebabnya dia lari sebab dia tahu jika dia menyampaikan hukuman itu ke bangsa Niniwe dan bangsa itu bertobat, maka Tuhan akan mengampuni bangsa itu.

4. Itu sebabnya dia lari tidak mau menyampaikan kabar itu supaya bangsa itu tidak sempat bertobat dan bangsa Niniwe itu akan  dihukum Tuhan.

5. Tetapi setelah Tuhan menegur Yunus, diapun bertobat dan mau untuk memberitakan nubutan Tuhan itu kepada bangsa itu.

6. Lalu masuklah ke Nas hari ini, bahwa Yunus kecewa bahwa apa yang dia pikirkan sebelumnya benar-benar terjadi bahwa Bangsa Niniwe bertobat dan Tuhan mengampuni mereka.

7. Yunus jelas ingin menyerah bahkan ingin nyawanya diambil Tuhan saja, sebab dia merasa sia-sia saja dia mengabarkan nubuatan itu, dan Tuhan batal menghukum mereka.

8. Nampaknya dia tidak tahan menanggung sakit hati, kekecewaan  dan kemarahan karena Tuhan menyelamatkan orang Niniwe itu.

9. Bahkan dia berpikir dari awalpun aku sudah tidak mau. Sebab kalau kukabarkan Nubuatan Tuhan itu dan mereka bertobat pasti Tuhan mengampuni mereka. Jadi biarkan saja, lebih baiklah mereka mati kena hukuman Tuhan.

PENERAPAN:

1. Bagaimana kita dapat menanggung  segala perkara dalam hidup kita di dalamTuhan, padahal kita tidak taat kepada perintah/Firman Tuhan? …..TIDAK MUNGKIN.

2. Di dalam mengikut Tuhan, sesungguhnya kita tidak perlu mempertanyakan kenapa dan untuk apa Tuhan memanggil kita menjadi pengikutNya. Sebab Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan kepada kita dan  Tuhan tidak pernah mencobai kita. Dia tidak akan mengecewakan.

3. Keyakinan dan ketaatan penuh dari kita kepadaNya, itulah yang Tuhan harapkan.

4. Setiap pembangkangan kita kepada perintahnya akan menuai akibat baik bagi diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Itulah yang dialami Yunus dan juga orang-orang di dalam Kapal itu bahkan termasuk orang-orang Niniwe yang jahat tetapi dikasihi Tuhan.

5. Sebagai mana Yunus, Tuhan juga akan ada kalanya mendidik kita dengan keras supaya kita menjadi orang yang taat kepadaNya dan tidak akan nmendapatkan hukuman di dalam penghakman kelak.

6. Mari Taat kepada Tuhan dan jangan pernah mempertanyakan keputusan Tuhan dalam hidup kita. TUHAN TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA.

7. Amin

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......