Senin, 13 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN Ibadah Sektor/Weik

Ibadah SEKTOR Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

EV: Imamat 20:1-7

 

1. Ibadah keluarga (sektor/weik) hari ini mengambil tema mingguan, HIDUP DALAM KEKUDUSAN

2. Sesungguhnya tidak ada satupun dari antara kita yang sanggup untuk hidup kudus, kecuali ALLAH yang menguduskan.

3. Di ayat 8 Imamat 20 ini jelas dikatakan bahwa “Allah lah yang menguduskan kita”

4. Itu sebabnya kita tidak boleh lagi melakukan praktek-praktek dan perbuatan-perbuatan dosa dan kekafiran yang dilarang Allah.

5. Jadi kita berusaha dan berjuang  untuk hidup kudus  bukan supaya kita kudus dan diselamatkan Allah, tetapi karena kita telah diselamatkan dan dikuduskanNya maka kita harus hidup dalam kekudusan, sama seperti Allah adalah kudus.

6. Mengapa penting menjaga kekudusan hidup ini?

a. Itu aalah perintah Allah kepada orang-orang percaya.

b. Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5)

c. Supaya kita berbahagia (Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah) Sebab pada waktunya kita akan berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan kita itu kelak dikekekalan, itu artinya hidup bersama-sama dengan Tuhan.

7. Ada banyak praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah. Salah satu praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah dan menjijikkan bagi Allah adalah sebagaimana disampaikan dalam Nas Imamat 20:1-7 ini.

8. Praktek ini Tuhan sebut sebagai perzinahan rohani.

9. Seperti apa prakek yang dibenci Tuhan ini?

a. Penyembahan berhala seperti dewa Molokh (dewa bangsa Amon yang sering disembah dengan penumbalan anak-anak),

b. Perdukunan (bertanya kepada roh-roh orang meninggal, dan roh-roh peramal)

10. Apa konsekuensi dan hukuman setiap keterlibatan dengan penyembahan berhala dan praktek-praktek kuasa kegelapan seperti perdukunan?

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa  “pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu”

Ini adalah hukuman yang sangat berat bagi yang melakukan praktek peyembahan berhala apalagi disertai dengan pengorbanan manusia.

- Selain itu di ayat 3 dikatakan bahwa Allah sendiri akan menentang orang tersebut.  Ini artinya orang yang menyembah berhala itu menjadi seteru Allah dan membuat Allah jadi musuhnya. (Nb. Jangankan bermusuhan dengan Allah, bermusuhan dengan manusia saja kita belum tentu bisa menang)

- Jadi jangan buat Tuhan jadi musuh kita, kita pasti kalah, musuh sebenarnya adalah Iblis dan segala tipu dayanya.

11. Apakah hanya mereka yang melakukan perdukunan dan penyembahan berhala ini yang akan menerima hukuman atas perbuatan mereka?

Lewat Nas ini kita belajar sebagaimana di ayat 4-5 bahwa Penyembahan berhala adalah perzinahan rohani yang sangat dibenci Tuhan. Dan orang yang melegalkan orang lain melakukannya (setuju orang lain melakukannya walaupun dia tidak ikut melakukannya)  tanpa memperingati atau mencegah orang tersebut melakukan dosa itu atau juga sama dengan pura-pura tidak tahu,  maka orang tersebut juga akan dilenyapkan Tuhan dari tengah-tengah bangsanya.

12. Ini suatu kensekuensi yang sangat berat, berbeda dengan dosa-dosa lainnya.

13. Lewat Ibadah malam ini Tuhan mengkehendaki kita untuk:

a. Hidup dalam kekudusan dengan menjauhi praktek-praktek seperti ini.

b. Ayat 8b dalam pasal 20 ini: Berpegang pada ketetapan Tuhan dan melakukannya ( Hidup taat dengan Firman Tuhan) Imamat 20:8b kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya;

c. Kita umat yang percaya sudah dikuduskan Tuhan, maka kita harus menghormati Tuhan,  menjaga nama baik Tuhan dengan tidak melakukan yang cemar lewat perkataan dan perbuatan serta pikiran kita. Baik yang dilihat orang maupun perbuatan dimana tidak ada orang yang melihat.

d. Jangan menduakan Tuhan dan berzinah dengan ilah-ilah lain selain Tuhan, sebab Tuhan itu pencemburu, dan cemburuNya menghanguskan.

e. Artinya Jangan ada dihidup kita atau dipikiran kita yang kita sembah selain Tuhan. Jangan kita condongkan hati kita dan bergantung kepada apapun selain Tuhan ( Contoh: patung-patung, benda-benda keramat, harta, pegetahuan, ilmu-ilmu hitam, jimat-jimat dan lain sebagainya).

f. Mari menjauhi praktek-praktek kegelapan (Okultisme) seperti penyembahan berhala dan praktek-praktek perdukunan. Supaya nama Tuhan dipermuliakan dalam kekudusanNya. 


Shalom,


Ev.Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Sabtu, 11 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

Ibadah Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Ev: 1 Petrus 1:13-16

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

 

1. QUASIMODOGENITI: Seperti bayi yang baru lahir ( 1 Petrus 2:2: Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,)

2. Kita baru saja merayakan Kebangkitan Yesus. Dimana kebangkitan itu telah melahirkan kita kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan serta untuk menerima suatu bagian yag tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar  dan yang tidak dapat layu yang tersimpan di sorga. ( Ayat 3-4)

3. Kebangkitan Yesus yang memberikan kita hidup yang baru itu tentu saja tidak terjadi begitu saja lantas kita lupakan.

4. Tetapi keselamatan yang dianugerahkan kepada kita mengerjakan di dalam kita hidup yang baru dan penuh makna. Hidup yang tidak sembarangan sebagaimana orang yang tidak tahu bersyukur dan berterimakasih.

5. Karena itu Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita hal-hal yang harus kita lakukan sebagai orang-orang yang sudah ditebus untuk hidup yang bertumbuh dan berkenan bagiNya:

a. Siapkan akal budi

b. Waspada dan letakkan pengharapan seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan.

c. Hidup seperti ketaatan anak-anak, dan tidak menuruti hawa nafsu sebagaimana manusia yang lama (= manusia mati yang bodoh, Efesus 2:1-2)

d.  Hidup dalam kekudusan (Sebagai Tema ibadah minggu hari ini).

6.      Mengapa kita harus hidup kudus?

Karena Allah adalah kudus, dan kita anak-anakNya yang ditebus dengan darah AnakNya yang kudus harus mencerminkan kekudusan Bapa lewat kekudusan hidup kita.

1 Petrus 1:18-19:  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Karena kita sudah diselamatkan (respon)

7. Bagaimana caranya hidup dalam kekudusan?

a. Kudus bukan berarti sempurna tanpa dosa tetapi Hidup yang mau disucikan dan terus diarahkan kepada Allah. Dalam proses ini bisa saja anak-anak Tuhan jatuh dalam dosa, tetapi dia akan selalu bangkit dari dosa-dosa itu.

b. Gunakan akal budi dan tetap waspada atas segala godaan hidup.

c. Letakkan pengharapan seluruhnya kepada kasih karunia yang dianugerahkan.

d. Tidak menuruti hawa nafsu

e. Taat seperti ketaatan anak-anak

f. Galatia 5: 16-17 Firman Tuhan berkata: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki”.

Sehingga hidup kudus itu akan dibuktikan dan diperlihatkan dalam hidup keseharian kita.

8. Hal pertama yang harus kita perjuangkan adalah bagaimana menjaga kekudusan hidup dalam kesendirian kita tanpa dilihat orang lain. Sebab sangat banyak orang yang nampaknya hidup kudus dihadapan orang lain supaya dikatakan Kristen sejati tetapi saat dia sendiri dia banyak melakukan dosa. (Apalagi di jaman teknologi sekarang yang membuat manusia makin senang menyendiri dan hidup untuk dirinya sendiri)

9. Tentu saja dalam menjaga kekudusan hidup kita dan membuat hidup kita  menjadi hidup yang berarti bagi Kristus tidak mudah dan penuh dengan cobaan dan ujian.

10. Tetapi Firman Tuhan dalam surat Petrus yang pertama kepada orang-orang pendatang ini menyatakan bahwa itu semua kita alami untuk memurnikan iman kita yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api  (ayat 6-7)

11. Tujuannya: Supaya umatNya yang percaya akan memperoleh puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada saat Yesus menyatakan dirinya yang kedua kali.

12. JADI JANGAN BERHENTI HIDUP DALAM KEKUDUSAN hanya karena hari ini kita jatuh dalam pencobaan. Itu sebabnya Firman Tuhan di ayat 13 berkata “SIAPKAN AKAL BUDI dan WASPADA” supaya ketika menghadapi berbagai-bagai tantangan dan godaan maka lewat kewaspadaan, akal budi kita akan mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.

13. Mari berjuang untuk hidup kudus dan selamat menjalani hidup kudus di dalam Tuhan.


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Sabtu, 04 April 2026

YESUS BANGKIT PADA HARI KETIGA

 

Kotbah Ibadah Paskah  5 April 2026

Tema:

YESUS BANGKIT PADA HARI KETIGA

(Momen ibadah di rumah duka)

Ev: 1 Korintus 15:1-11

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.

15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.

15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

 

-----------------

1. Kotbah ini juga sampai kepada kita siang hari ini.

2. Bahwa apa yang paling penting dari Injil kabar baik itu juga diingatkan kepada kita saat ini.

3. Apa itu?

a. Kristus telah mati karena dosa-dosa kita.

b. Ia dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga.

c. Ia telah menampakkan diri kepada Petrus, Yakobus dan semua rasul, termasuk kepada 500 orang, dan terakhir kepada Paulus.

d. Dikatakan bahwa pengorbananNya, kematian dan kebangkitannya adalah  sesuai dengan Kitab suci.

4. Selanjutnya isi surat ini adalah  penegasan bahwasanya memang benar Yesus telah bangkit.

5. Hal itu sesuai dengan Perkataan  Yesus dan segala nubuatan tentang Yesus.

6. Sebab jika tidak maka sia-sialah iman percaya kita.

7. Penegasan ini penting sebab ada pengajaran sesat di Korintus yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati.

8. Karena itu dikatakan di ayat 13 kalau kebangkitan orang mati  tidak ada maka Kristus juga tidak akan dibangkitkan.

9. Konsekuensi kedua jika tidak ada kebangkitan orang mati, maka Paulus dan para Rasul menjadi pendusta.

10. Karena itu kebangkitan Yesus sangat penting dan menentukan semua proses penyelamatan manusia.

11. Sebab jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah kelahiranNya, demikian juga kematianNya dan pengampunan dosa lewat pengorbananNya menjadi sia-sia.

12. Itu sebabnya  kebangkitannya kita rayakan dengan begitu besar dengan merayakannya setiap . ggu yaitu hari beribadah yang menunjukkan menunjukkan betapa kebangkitan Itu nyata, dan ada saksi-saksinya.

13. Kebangkitan Yesus adalah kemenangannya atas maut. Sekaligus kebangkitan itu adalah juga kemenangan bagi setiap orang percaya yang memberikan kita jaminan bahwa pada waktunya di akhir zaman nanti kita semua yang percaya kepadaNya akan turut dibangkitkan.

14. Itu sebabnya dalam lagu rohani buku Ende 347 dinyanyikan lagu pengharapan seperti ini:  sai masipaidaan  do naporsea i, dung sahat be langkana tu hasonangani, tu hasonangan I, tu hasonangan i.

15. Ini adalah pengharapan. Yang menegaskan bahwa kematian adalah perpisahan yang sementara.

16. Sebab ketika waktunya setiap yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan.

17. Itulah sebabnya selama kita masih hidup dan masih ada kesempatan perlu sekali untuk beriman kepada Yesus Kristus.

18. Ibu yang di hadapan kita yang saat ini sudah pergi dan telah menyelesaikan perjalanan hidupnya, tanggungjawabnya dan baktinya kepada Tuhan.

19. Satu yang kutahu, bahwa sejengkel-jengkelnya orangtua kepada anaknya dia selalu mendoakan yang terbaik bagi anak-anaknya.

20. Doanya adalah pagar yang melindungi anak-anaknya dan seperti atap rumah yang menaungi dan menudungi anak-anaknya.

21. Sejak seorang orangtua meninggal dua hal yang langsung berhenti:
1. Pendoa bagi anak-anaknya berhenti saat itu juga
2. Masa bakti anak-anaknya juga berhenti saat itu juga.

22. Tetapi walaupun dia  sudah sudah mininggalkan kita semua  Firman Tuhan dalam Yohanes 11:25-26 tentu akan menghiburkan kita:   Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini
?"

23. Ayat ini diakhiri dengan pertanyaan “Percayakah engkau akan hal ini?”.

24. Sebab iman percaya kitalah yang sesungguhnya menyelamatkan kita.

25. Sama seperti tema hari ini: “Yesus bangkit pada hari ketiga” percayakah kita akan hal ini?

26. Murid-murid percaya bahkan mereka sudah melihat. Petrus percaya, Tomas percaya walau awalnya ragu, Yakobus percaya dan banyak orang lagi percaya dan sudah melihat pada waktu itu.

27. Pertanyaan yang harus kita jawab saat ini adalah: PERCAYAKAH KITA AKAN KEBANGKITAN YESUS meskipun tidak melihat peristiwa 2000-an tahun lalu itu?

28. Yesus sudah berkata: Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

Kamis, 02 April 2026

SUNGGUH YESUS ADALAH ANAK ALLAH

 

Ibadah JUMAT AGUNG, 4 April 2026

Tema:

SUNGGUH YESUS ADALAH ANAK ALLAH

 

 

EV: Matius 27:45-56

27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.

27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."

27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.

27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."

27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."

27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.

27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

  ===================

1. Saat kita melihat Salib, kita melihat cinta yang tidak terbandingkan.

Lagu 1 : Karya terbesar dalam hidupku

Lagu 2: Terlalu besar kasihMu bapa, terlalu mahal darahMu Yesus.

2. Mengapa Yesus yang mulia itu menjadi begitu hina? àSupaya saya dan saudara yang hina ini menjadi mulia karena kehinaanNya

3. Apa yang dilakukan Yesus supaya saya dan saudara yang seharusnya mati karena dosa-dosa kita menjadi hidup? àYesus  mau mati demi saya dan saudara  supaya saya dan saudara hidup oleh kematianNya.

4. Mengapa Yesus mau mencurahkan darahNya yang kudus bagi saya dan saudara? à Sebab hidup kita telah digadaikan terhadap dosa, kenajisan dan kekotoran, sehingga darah Yesus menjadi tebusan bagi kita sehingga  kita dibasuh bersih oleh darah Yesus, dan hutang dosa kita menjadi lunas oleh darah Yesus (1 Korintus 6:20)

5.  Lihatlah betapa besar pengorbanan Yesus demi saya dan saudara yang berdosa ini:

Filipi 2:5-11  “tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan , telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia, Dia taat sampai mati di kayu salib”.

6. Karena itu Allah meninggikan Dia dan menetapkan namaNya menjadi nama di atas segala nama, dan Yesus menjadi jalan keselamatan satu-satunya.

Kisah Para Rasul  4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

7. Allah yang tak terhampiri menjadi terhampiri oleh Yesus Kristus. Dalam Alkitab di Perjanjian lama sering disebutkan : “Celakalah aku, aku telah melihat Tuhan” (Hakim-hakim 6:22; Yesaya 6:5)

àYesaya 6:5 (TB), yang berbunyi: "Lalu kataku: 'Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam

1 Timotius 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

8. Dalam Nas ini ada banyak respon dan tanggapan miring dari mereka-mereka semua tentang siapa Yesus:

-          Orang sekitar salib: “Siapa dia? Kok panggil-panggil nama Elia? Coba kita lihat Elia datang atau tidak untuk menyelamatkan dia….

-          Farisi: “Yesus adalah penghujat Allah karena menyamakan diriNya dengan Allah

9. Tetapi setelah semua yang terjadi itu Kepala Prajurit dan para prajurit itu berkata :  Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah” (Ayat 54)

10.  Begitu juga orang-orang berikut ini telah menyatakan kesaksiannya tentang siapa Yesus:

a. Tomas berkata : Ya Tuhanku dan Allahku” (setelah ia mencucukkan tangannya ke bekas paku di tangan Yesus)

b. Nikodemus  berkata: “Engkau guru yang di utus Allah” (setelah melihat dan mendengar pengaran dan mijizat Yesus)

c. Petrus berkata: “Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup” (Setelah melihat secara langsung dan hidup setiap hari bersama-sama dengan Yesus)                                                      

d. Perempuan Kanaan yang minta anak perempuannya disembuhkan: Kasihanilah aku ya Tuhan anak Daud”

e. Yohanes Pembabtis berkata: “Dia adalah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, membuka tali kasutnya saja saya tidak layak.

f. Paulus berata bahwa Yesus adalah tujuan hidupnya sehingga dia berkata: Hidup adalah kristus dan mati adalah keuntungan. (setelah dia mengalami perubahan setelah menerima anugerah keselamatan dari Yesus Kristus Tuhan dan pengikutnya yang mau dibinasakan Paulus.

Bahkan…..

g. Setan berkata : “ Engkau anak Allah yang maha tinggi”

Diantara mereka semua hanya yang terakhir ini yang mengaku tetapi tetap memberontak menjadi seteru Tuhan. Bagaimana dengan saudara?

 Bahkan…..

g. Setan berkata : “ Engkau anak Allah yang maha tinggi”

Diantara mereka semua hanya yang terakhir ini yang mengaku tetapi tetap memberontak menjadi seteru Tuhan. Bagaimana dengan saudara?

11. Untuk semua yang terjadi dalam hidup kita, Adakah saudara akan mengaku dengan iman saudara bahwa dalam hidup saudara secara pribadi “ Sungguh Yesus adalah Anak Allah?”

12. Pengakuan apa yang saudara bisa nyatakan tentang Tuhan dalam hidup yang saudara jalani selama ini?

13. Anda tidak perlu mengclaim pengakuan orang lain sekalipun pengakuan mereka itu benar, tetapi apa yang menjadi pengakuan saudara secara pribadi?

REFLEKSI DAN RESPON  

1. Jumat agung bukan sekedar duka akan mengenang kematian Yesus.

2. Jumat agung adalah moment dimana kita melihat Penyelamat sejati mengorbankan nyawanya untuk pengampunan dosa kita pribadi lepas pribadi.

3. Ini adalah moment dimana kita haruslah sadar bahwa Penderitaan yang Yesus alami sampai kepada kematianNya adalah karena dosa dan pelanggaran kita.

4. Renungan jumat agung saat ini mengajak kita untuk membuat PENGAKUAN secara pribadi tentang siapakah Yesus dalam hidup kita.

5. Israel yang pertama bolak-balik gagal dalam mengakui siapa Tuhannya yang sudah menyelamatkan mereka dari perbudakan Mesir dan berbalik kepada tuhan-tuhan palsu yaitu patung-patung buatan tangan manusia. Akhirnya mereka dihukum menanggung dosa-dosa mereka sendiri

6. Ini adalah saat  dimana kita harus berbalik dari dosa-dosa kita dan datang kepada Yesus untuk  hidup bersamaNya selamanya.

7. Sebab jika tidak demikian, engkau sudah menyianyiakan pengorbananNya buat saudara.

8. Tuhan tidak ingin mencari seseorang yang sekedar menyesal dan merasa bersalah telah berbuat dosa.

9. Berhenti di titik rasa bersalah dan menyesal itu BERBAHAYA.

10. Tetapi Tuhan mencari hati yang mau berbalik dari dosa-dosanya.

11. Nyanyian buku ende No.182 yang terkenal sebagai lagu pengampunan dosa, sering sekali tidak dimaknai dengan lengkap sebab sering sekali dinyanyikan hanya ayat 1-2 atau 1-3 saja. Padahal ayat 1-4 adalah pengakuan dan penyesalan akan dosa, tetapi ayat 5 dan 6 adalah komitmen dan tindakan berbalik dari dosa dan mengarahkan diri kepada Yesus dan surgaNya dan mengikutiNya.


B.E. No.182  HAHOLONGAN NA BADIA   

1. Tu joloM o Debatangku Sai use do rohangkon

Sai pasiat tangiangku Dohot iluilungkon

2. Husolsoli do rohangku Na gok dosa i tongtong

    Ai godang ariaringku  Na hubahen ambolong

3. Sai jotjot do hutadingkon  DalanMi na tigor i

Kristen au, hape  hutondong  Dalan hamagoan i.

4. Ala nii tungki rohangku  Jongjong di adopanMi

    Sai asi rohaM Tuhanku Sesa nasa dosangki.

5. Haburjuon  dimangmangkon Rohangkon nuaeng di Ho

    Naeng tu surgo hutujuhon  Jesus taiti au gogo.

6. Mangihuthon Ho, Tuhanku i ma las ni rohangki

    I ma naeng padanhononku Dok ma amenmi disi



PERENUNGAN JUMAT AGUNG

 

Saudara apa yang dilakukan semua yang menyiksa Yesus adalah representasi/mewakilkan dosa kita  manusia, mewakialkan dosa saya dan bapak/ibu saudara sekalian. Serdadu yang menganiaya, orang-orang yang mengejek, ahli-ahli taurat yang menampar, mengejek, meludahi,  adalah representasi dari kita yang berdosa. Kitalah sesungguhnya yang telah melakukannya.  Jangan berkata kejam kali serdadu ini, romawi ini, farisi ini, orang-orang ini, tetapi kamu lah yang kejam, sayalah yang kejam.  Kalau bukan karena dosa dan pelanggaran kita manusia yang begitu besarnya, Allah tidak akan mengorbankan AnakNya yang Tunggal sebagai bukti dan tanda kasihNya kepada kita manusia. (Yohanes 3:16), sebab Tuhan tidak menginginkan manusia binasa.

Saudara, kalau sampai hari ini kita belum bertobat, masih terus hidup dalam dosa, maka kita masih terus menyalibkan Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih mau menghina dan menjelekjelekkan orang lain, itu artinya kita terus masih  turut meludahi Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih sombong dan ingin selalu dipuji-puji orang, dan memandang rendah orang lain, itu artinya kita turut membuat mahkota duri dan menancapkannya di kepala Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih hanya memikirkan dunia ini dan keinginan daging lalu mengabaikan Tuhan, itu artinya kita turut menusuk lambung Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih ringan tangan memukul orang lain, mengambil yang bukan bagian kita, itu artinya kita turut memaku tangan Yesus hingga hari ini. Kalau sampai hari ini kita juga tidak mau pergi maengasihi orang lain, menolong orang lain, memberitakan kabar baik bagi orang lain, itu artinya kita masih terus memaku kaki Yesus di kayu salib. 

Saudara, berdamailah dengan orang yang menyakitimu, ampunilah kesalahan suamimu, kesalahan istrimu, kesalahan anak-anakmu, kesalahan orangtua dan mertuamu, kesalahan saudaramu, dan sesamamu manusia,  jangan lagi hidup di dalam dosa dan kecintaan kepada dunia ini. Hargai, hormati, dan terimalah pengorbanan Yesus yang rela mati tanpa sungut-sungut demi keselamatan kita yang berdosa. Mati untuk orang yang baik dan benar mungkin masih ada yang melakukannya meskipun sulit. Tetapi mati bagi orang berdosa dan bersalah siapak yang mau?. Tetapi inilah yang Yesus lakukan. Dia mau mati untuk kita yang berdosa. untuk saudara dan saya yang berdosa

Saudara, apa yang bisa kita  ambil dari ibadah mengenang kematian Yesus (Jumat Agung) saat ini?. Yang pertama bersyukurlah bahwa ada jalan keluar pendamain karena dosa antara saudara dan Bapa di sorga. Kedua keselamatan  itu telah dikerjakan Yesus dan sudah tersedia. Tetapi tidak otomatis semua manusia menerimanya. Dalam Yohanes 3:16; 1 Yohanes 5:11-12;  dan ayat-ayat yang lain mengatakan bahwa hanya jika kita mengaku dosa, percaya, beriman dan menerimanya saja yang akan mendapatkan keselamatan itu. Kalau tidak percaya dan menerimanya maka hukuman dan kematian kekal sudah menantinya.  Setelah Yesus menyerahkan nyawaNya, maka manusia yang berdosa haruslah mengalami pertobatan, supaya dia hidup.  Karena itu, janganlah menangis atas kematian Yesus, bersyukur dan berterimakasihlah, karena Dia sudah melakukannya untuk kita. Jangan sia-siakan kematian dan pengorbananNya, terimalah supaya kamu hidup.  Amin Tuhan Yesus memberkati.

 

Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......