Sabtu, 30 Mei 2026

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL

 

Ibadah Minggu 31 Mei 2026

Tema:

MENJADI SAKSI ALLAH TRITUNGGAL

(Ev. Harles Lumbantobing)

Ev: Matius 28:16-20

 

BELAJAR  DARI NAS:

1. Sebelum naik ke surga Yesus membawa mereka ke sebuah bukit di Galilea. di sana Yesus mau menyampaikan perintah atau amanat Agung yang terakhir bagi murid-murid sebelum dia naik ke surga.

2. Amanat ini penting dan mendesak karena sesungguhnya yang paling dibutuhkan dari segala sesuatu oleh manusia di tengah-tengah dunia ini yaitu keselamatan.

3. Matius mencatat bahwa ketika mereka dikumpulkan di sana murid-murid menyembah Yesus tetapi ada beberapa yang ragu melakukannya.

4. Matius tidak membuat alasan kenapa mereka ragu, namun sepertinya Yesus tahu dan melihat itu.  

5. Inilah alasan Yesus mengungkapkan lebih dulu kepada murid-murid  bahwa kepadaNya segala kuasa di surga dan di bumi sudah diserahkan,    dan Yesus  yang akan mengutus murid-murid ini adalah si pemilik kuasa itu dan selanjutnya kuasa itu juga diberikan kepada murid-murid untuk menjadi saksi Kristus.

6. Tentu inilah alasan mengapa Yesus mendahului pengutusan Murid-murid itu dengan berkata “KEPADAKU TELAH DIBERIKAN SEGALA KUASA DI SORGA DAN DI BUMI”

7. Perkataan dalam Matius 28 ini yang kita baca saat inilah   yang disebut dengan amanat Agung Tuhan Yesus dengan rincian sebagai berikut:

a. Pergilah jadikan semua bangsa muridKu. à Ini adalah tugas pokok setiap orang percaya. Yaitu untuk pergi memberitakan Injil supaya semua bangsa mendengar Injil dan menjadi murid Kristus. Ajakan ini bukan ajakan untuk berkumpul dan berhimpun tetapi perintah untuk pergi (keluar) dari kumpulan itu untuk memberitakan Injil.

Gereja adalah tempat perhimpunan/perkumpulan orang-orang yang sudah menjadi murid yang selanjutnya harus taat  kepada amanat agung ini untuk “pergi ke luar  menjadi saksi Kristus. Itulah makna Gereja = kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar. Jadi Gereja yang tidak ada Misi keluar mejadi dipertanyakan statusnya.

b. Baptis mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Perintah pembaptisan ini dlakukan seiring dengan pemberitaan Injil itu. Bahwa orang yang akhirnya percaya kepada Yesus dilakukan pembaptisan sebagai tanda bahwa dia telah turut mati dan bangkit di dalam Kristus.

Rumusan “dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus” adalah rumusan Baptisan yang benar yang Yesus ajarkan untuk dilakukan murid-murid. Gereja apapun dia kalau sudah menggunakan rumusan TRITUNGGAL ini dalam pembaptisan maka itu sah dan diakui seluruh gereja yang percaya dan mengimani Allah Tritunggal.

c. Ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang sudah Yesus perintahkan (Ajarkan kepada mereka) à Segala yang Yesus ajarkan dan perintahkan kepada mereka juga berlaku kepada semua orang yang telah menjadi murid Kristus.

èTugas selanjutnya setelah orang-orang percaya dan beriman kepada Yesus adalah  mengajar mereka dengan kebenaran-kebenaran Alkitab (menjadikan mereka Murid/Diajar). Pemuridan ini sangat penting untuk mengajar mereka segala kebenaran-kebenaran Firman Tuhan dan mempersiapkan mereka untuk DIUTUS sebagai saksi-saksi Kristus.

d. Penutup: KETAHUILAH AKU MENYERTAI KAMU SAMPAI KEPADA AKHIR JAMAN.

Pernyataan ini untuk memberikan mereka keyakinan dan keberanian di dalam melaksanakan amanat agung ini, Bahwa jika Yesus yang adalah penguasa segala sesuatu baik di sorga maupun di bumi menyertai mereka sampai akhir jaman,  maka mereka tidak perlu takut dan kuatir untuk melaksanakan amanat agung itu.

8. Amanat Agung ini merupakan tugas utama yang Tuhan berikan kepada setiap pengikut-pengikutNya dan ketika Dia memberikan tugas ini Dia tidak membiarkan para pengikutNya melakukannya tanpa kuasa, tanpa kekuatan dan tanpa penyertaan. 

9. Itu sebabnya sebelum Yesus naik ke surga dia sudah berkata bahwa murid-murid akan menerima kuasa untuk melakukan itu kalau roh Kudus turun ke atas mereka.


PELAJARAN BUAT JEMAAT:

10. Dari Nas ini kita bisa melihat bahwa tugas Pemberitaan Injil (Bersaksi) adalah tugas seluruh umat percaya.

11.  Tetapi kenapa banyak orang Kristen yang tidak mau melakukan tugas ini?

a.      Takut dan kuatir

1.      Untuk alasan yang pertama memang banyak orang tidak mau melakukannya karena takut dan tidak tahu atau khawatir apa yang harus disampaikan, bagaimana menyampaikan dan takut untuk ditolak.

2.      Kita perlu melihat dalam konteks ini bahwa sesungguhnya segala kuasa di surga dan di bumi ada sama Yesus,  dan  Tuhan Yesus juga  sudah memberi kuasa kepada yang percaya atau pengikutnya untuk melakukan tugas ini.

3.      Mengapa orang percaya takut dan kuatir melakukannya?

àTidak memandang kepada Tuhan Yesus yang memberi perintah tetapi banyak yang  hanya memandang kepada dirinya sendiri,  kelemahannya, kekurangannya maka dia akhirnya menjadi takut dan khawatir.

àKarena itu pandanglah kepada Yesus imani dia dengan sungguh-sungguh percayai perkataanNya dan percayai pengutusanNya maka kita bisa melakukan tugas itu dengan baik.

b.      Tidak perduli dengan keselamatan orang lain yang penting dia sudah selamat, Dia Tidak mau merepotkan diri dengan urusan menjadi saksi ini, yang penting saat ini dia sudah selamat dan sudah nyaman di gereja yang ada saat ini.

1.      Ketika ini menjadi alasan, maka sesungguhnya dipertanyakan status mereka sebagai orang percaya atau murid Kristus. Sebab tidak ada murid yang tidak melakukan perintah atau ajaran gurunya.

2.      Mereka telah menjadi pengikut yang tidak tahu berterimakasih.

3.      Tinggal menunggu waktu bahwa Yesus pemilik kebun itu  (Gereja) akan menebang pohon-pohon yang tidak berbuah.

 

12.  Tidak harus menjadi pendeta atau penginjil untuk bisa menjadi saksi Tuhan. Kita bisa menjadi saksi-saksi Allah itu dalam segala keadaan kita atau dengan profesi kita masing-masing.

13.  Ceritakanlah Injil atau Kristus dalam profesi/pekerjaan/aktivitas  masing-masing supaya orang melihat bahwa ada Kristus di dalam kita, sehingga mereka percaya dan tertarik untuk percaya dan datang kepada Tuhan.

14.  Dalam ibadah minggu lalu diberitahukan kepada kita tentang karunia-karunia Roh yang berbeda-beda kepada semua orang bahwa kita harus melakukan tugas dan pelayanan kita sesuai dengan karunia masing-masing.

15.  Masalahnya tahukah kita apa yang menjadi tugas dan bagian kita di dunia ini dalam rangka keikutsertaan kita memberitakan Allah Tritunggal itu di tengah-tengah dunia ini?.

16.  Dari awal berdiri gkpi, GKPI didorong oleh semangat penginjilan yang begitu kuat misi untuk memberitakan Allah Tritunggal di tengah-tengah dunia ini kepada semua suku dan bangsa.

17.  Bahkan dalam periode ini periode 2025-2030 GKPI dalam RENSTRA-nya mencanangkan untuk “menjangkau yang belum terjangkau” tujuannya adalah bagaimana supaya Allah Tritunggal sungguh-sungguh bisa dikenal diterima dan diimani dan diikuti oleh  suku dan bangsa supaya mereka diselamatkan.

18.  Ini menjadi tugas dan tanggungjawab seluruh jemaat GKPI untuk ikut ambil bagian dalam MISI Penginjilan sebagai wujud nyata menjadi SAKSI-SAKSI ALLAH TRITUNGGAL  di dunia ini.

19.  Mari kita memikirkan dan mendoakan bersama   apa yang bisa kita wujudnyatakan di gereja kita ini dalam keikutsertaan kita melakukan tugas menjadi saksi Allah Tritunggal ini.

20.  Amin.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

Minggu, 24 Mei 2026

RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH

 

Garis-garis Besar Kotbah Ibadah Sektor minggu IV Mei 2026

Tema:

“RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH”

Ev: Kejadian 4:17-26

4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.

4:18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.

4:19 Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.

4:20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.

4:21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.

4:22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama.

4:23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;

4:24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."

4:25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."

4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

 oooo000oooo

 

1.      Firman Tuhan dalam ibadah keluarga (sektor) malam ini mengambil tema sama dengan tema mingguan kita yaitu RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH.

2.      Nas Firman Tuhan dari Kejadian 4:17-26  ini menceritakan daftar keturunan  anak-anak Adam melalui Kain dan ditutup dengan keturunan Set.

3.      Dari daftar keturunan Kain ini kita melihat bahwa Alkitab mencatat dengan jelas  bahwa dari keturunan-keturunan Kain ada orang-orang yang Tuhan berikan karunia atau talenta-talenta khusus  yang membuat mereka mendapat julukan seperti berikut:

a.      Ayat 20:  Yabal menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak

b.      Ayat 21: Yubal menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling

c.       Ayat 22: Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi

4.      Di awal-awal sejarah manusia jaman Adam sudah ada manusia-manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian seperti ini.

5.      Pertanyaannya: Dari mana keahlian dan kemampuan mereka?

6.      Adam dan Hawa tentunya masih hidup bersama-sama dengan mereka dan tentunya Adam dan hawa dan keturunannya masih cukup tahu dan dekat dengan Allah.

7.      Allah yang mengusir mereka dari taman Eden dan memerintahkan mereka untuk bekerja memenuhi segala kebutuhan mereka.

8.      Begitulah Tuhan memberikan kemampuan untuk Habel untuk beternak, dan kepada Kain untuk bertani supaya mereka bisa memenuhi kenutuhan hidup mereka.

9.      Maka dengan yakin kita bisa berkata semua keahlian dan talenta yang dimiliki anak-anak Kain dalam Nas ibadah ini adalah berasal dari TUHAN.

10.  Alkitab berkata bahwa sumber pengetahuan itu adalah Allah. Dalam Amsal 1:7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”.

11.  Tuhan memberikan karunia-karunia yang berbeda kepada setiap orang. Semua pemberian-pemberian khusus ini adalah untuk kebaikan manusia.

12.  Perbedaan-perbedaan karunia itu bukan untuk membuat perpecahan dan pengkotak-kotakan tetapi untuk saling melengkapi satu dengan yang lain dalam pencapaian tujuan dan kepentingan bersama ( 1 Korintus 12:7)

13.  Demikian juga dalam jemaat. Tidak semua kita memiliki karunia yang sama.  Ada yang menerima karunia menasihati, karunia mengajar, karunia berkata-kata dengan hikmat, karunia dalam  pengetahuan, karunia iman, karunia menyembuhkan dan lain sebagainya ( 1 Korintus 12)

14.  Namun semuanya bersumber dari  satu Roh yaitu Roh Kudus.

15.  Karena itu karunia apapun yang Tuhan berikan kepada kita harus kita syukuri dan kita laksanakan dengan sepenuh hati.

16.  Sebab dalam konsep satu tubuh, jika satu  anggota tubuh tidak berfungsi maka anggota-anggota yang lain akan terganggu sehingga tubuh itu akan mengalami masalah dalam aktivitasnya.

17.  Demikian juga kita, ketika Roh Kudus percayakan  suatu karunia kepada masing-masing kita, maka gunakan dan kerjakanlah itu dengan setia dan maksimal supaya tidak ada anggota-anggota  yang lain yang terganggu dan kesatuan jemaat tetap terjaga.

18.  Mari lihat empat orang keturunan Kain di atas, status mereka disebut sebagai bapa atas talenta-talenta/karunia mereka adalah karena mereka yang pertama melakukannya, dan juga karena mereka benar-benar menguasai dan melakukannya dengan setia dan profesional.

19.  Karunia/Kemampuan  apa yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing? Pernahkah kita menyelidikinya? Kalau ada, sudah maksimalkah itu kita kerjakan? Lalu kalau kita amini itu berasal dari Tuhan, maka kembalikanlah kembali untuk kemuliaan Tuhan, dan pergunakan untuk kemajuan dan pertumbuhan jemaat.

 20. Amin

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......