Ibadah JUMAT AGUNG, 4 April 2026
Tema:
SUNGGUH YESUS
ADALAH ANAK ALLAH
EV: Matius
27:45-56
27:45 Mulai dari jam dua belas
kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah
Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya:
Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
27:47 Mendengar itu, beberapa orang
yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."
27:48 Dan segeralah datang seorang
dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam,
lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
27:49 Tetapi orang-orang lain berkata:
"Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan
Dia."
27:50 Yesus berseru pula dengan suara
nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci
terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan
bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan
banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus,
mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri
kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan
prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka
melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia
ini adalah Anak Allah."
27:55 Dan ada di situ banyak perempuan
yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari
Galilea untuk melayani Dia.
27:56 Di antara mereka terdapat Maria
Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
===================
1. Saat kita melihat Salib, kita melihat
cinta yang tidak terbandingkan.
Lagu 1 : Karya terbesar dalam hidupku
Lagu 2: Terlalu besar kasihMu bapa,
terlalu mahal darahMu Yesus.
2. Mengapa Yesus yang mulia itu menjadi begitu hina? Ã Supaya saya dan saudara yang hina ini menjadi mulia karena
kehinaanNya
3. Apa yang dilakukan Yesus
supaya saya dan saudara yang seharusnya mati karena dosa-dosa kita menjadi
hidup? Ã Yesus mau mati demi
saya dan saudara supaya saya dan saudara
hidup oleh kematianNya.
4. Mengapa Yesus mau mencurahkan
darahNya yang kudus bagi saya dan saudara? Ã Sebab
hidup kita telah digadaikan terhadap dosa, kenajisan dan kekotoran, sehingga
darah Yesus menjadi tebusan bagi kita sehingga
kita dibasuh bersih oleh darah Yesus, dan hutang dosa kita menjadi lunas
oleh darah Yesus (1 Korintus 6:20)
5. Lihatlah betapa besar pengorbanan
Yesus demi saya dan saudara yang berdosa ini:
Filipi 2:5-11 “tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan ,
telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan
menjadi sama dengan manusia, Dia taat sampai mati di kayu salib”.
6. Karena itu Allah meninggikan Dia dan
menetapkan namaNya menjadi nama di atas segala nama, dan Yesus menjadi jalan
keselamatan satu-satunya.
Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak
ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit
ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan."
7. Allah yang tak terhampiri menjadi
terhampiri oleh Yesus Kristus. Dalam Alkitab di Perjanjian lama sering disebutkan
: “Celakalah aku, aku telah melihat Tuhan”
(Hakim-hakim 6:22; Yesaya 6:5)
à Yesaya 6:5 (TB),
yang berbunyi: "Lalu kataku: 'Celakalah aku! aku
binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di
tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja,
yakni TUHAN semesta alam
1 Timotius 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk
kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak
pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah
hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
8. Dalam Nas ini ada banyak respon dan
tanggapan miring dari mereka-mereka semua tentang siapa Yesus:
-
Orang sekitar
salib: “Siapa dia? Kok panggil-panggil
nama Elia? Coba kita lihat Elia datang atau tidak untuk menyelamatkan dia….”
-
Farisi: “Yesus adalah penghujat Allah karena
menyamakan diriNya dengan Allah”
9. Tetapi setelah semua yang terjadi itu
Kepala Prajurit dan para prajurit itu berkata :
Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah”
(Ayat 54)
10. Begitu juga orang-orang berikut ini telah
menyatakan kesaksiannya tentang siapa Yesus:
a. Tomas berkata :
Ya Tuhanku dan Allahku” (setelah ia mencucukkan tangannya ke bekas paku di
tangan Yesus)
b. Nikodemus berkata: “Engkau guru yang di utus Allah”
(setelah melihat dan mendengar pengaran dan mijizat Yesus)
c. Petrus berkata: “Engkau adalah Mesias
Anak Allah yang hidup” (Setelah melihat secara langsung dan hidup setiap hari
bersama-sama dengan Yesus)
d. Perempuan Kanaan yang minta anak
perempuannya disembuhkan: Kasihanilah aku ya Tuhan anak Daud”
e. Yohanes Pembabtis berkata: “Dia adalah
anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, membuka tali kasutnya saja saya
tidak layak.
f. Paulus berata
bahwa Yesus adalah tujuan hidupnya sehingga dia berkata: Hidup adalah kristus
dan mati adalah keuntungan. (setelah dia mengalami perubahan setelah menerima
anugerah keselamatan dari Yesus Kristus Tuhan dan pengikutnya yang mau
dibinasakan Paulus.
Bahkan…..
g. Setan berkata : “
Engkau anak Allah yang maha tinggi”
Diantara mereka semua hanya yang
terakhir ini yang mengaku tetapi tetap memberontak menjadi seteru Tuhan. Bagaimana
dengan saudara?
Bahkan…..
g. Setan berkata : “
Engkau anak Allah yang maha tinggi”
Diantara mereka semua hanya yang
terakhir ini yang mengaku tetapi tetap memberontak menjadi seteru Tuhan. Bagaimana
dengan saudara?
11. Untuk semua yang terjadi dalam hidup
kita, Adakah saudara akan mengaku dengan iman saudara bahwa dalam hidup saudara
secara pribadi “ Sungguh Yesus adalah
Anak Allah?”
12. Pengakuan apa yang saudara bisa
nyatakan tentang Tuhan dalam hidup yang saudara jalani selama ini?
13. Anda tidak perlu mengclaim pengakuan
orang lain sekalipun pengakuan mereka itu benar, tetapi apa yang menjadi
pengakuan saudara secara pribadi?
REFLEKSI DAN RESPON
1. Jumat agung bukan
sekedar duka akan mengenang kematian Yesus.
2. Jumat agung adalah moment
dimana kita melihat Penyelamat sejati mengorbankan nyawanya untuk pengampunan
dosa kita pribadi lepas pribadi.
3. Ini adalah moment dimana
kita haruslah sadar bahwa Penderitaan yang Yesus alami sampai kepada
kematianNya adalah karena dosa dan pelanggaran kita.
4. Renungan
jumat agung saat ini mengajak kita untuk membuat PENGAKUAN secara pribadi
tentang siapakah Yesus dalam hidup kita.
5. Israel yang pertama bolak-balik gagal dalam mengakui
siapa Tuhannya yang sudah menyelamatkan mereka dari perbudakan Mesir dan
berbalik kepada tuhan-tuhan palsu yaitu patung-patung buatan tangan manusia. Akhirnya
mereka dihukum menanggung dosa-dosa mereka sendiri
6. Ini adalah saat dimana kita harus berbalik dari dosa-dosa kita
dan datang kepada Yesus untuk hidup
bersamaNya selamanya.
7. Sebab jika tidak
demikian, engkau sudah menyianyiakan pengorbananNya buat saudara.
8. Tuhan tidak ingin mencari seseorang yang sekedar menyesal
dan merasa bersalah telah berbuat dosa.
9. Berhenti di titik rasa bersalah dan menyesal itu BERBAHAYA.
10. Tetapi Tuhan mencari hati yang mau berbalik dari
dosa-dosanya.
11. Nyanyian buku ende
No.182 yang terkenal sebagai lagu pengampunan dosa, sering sekali tidak
dimaknai dengan lengkap sebab sering sekali dinyanyikan hanya ayat 1-2 atau 1-3
saja. Padahal ayat 1-4 adalah pengakuan dan penyesalan akan dosa, tetapi ayat 5
dan 6 adalah komitmen dan tindakan berbalik dari dosa dan mengarahkan diri
kepada Yesus dan surgaNya dan mengikutiNya.
B.E. No.182 HAHOLONGAN NA
BADIA
1.
Tu joloM o Debatangku Sai use do rohangkon
Sai pasiat tangiangku
Dohot iluilungkon
2.
Husolsoli do rohangku Na gok dosa i tongtong
Ai godang ariaringku Na hubahen ambolong
3.
Sai jotjot do hutadingkon DalanMi na
tigor i
Kristen au, hape hutondong
Dalan hamagoan i.
4.
Ala nii tungki rohangku Jongjong di
adopanMi
Sai asi rohaM Tuhanku Sesa nasa dosangki.
5. Haburjuon dimangmangkon Rohangkon nuaeng di Ho
Naeng
tu surgo hutujuhon Jesus taiti au gogo.
6. Mangihuthon Ho, Tuhanku i ma las ni
rohangki
I ma naeng padanhononku Dok
ma amenmi disi
PERENUNGAN JUMAT AGUNG
Saudara apa yang dilakukan semua yang menyiksa
Yesus adalah representasi/mewakilkan dosa kita manusia, mewakialkan dosa saya dan bapak/ibu
saudara sekalian. Serdadu yang menganiaya, orang-orang yang mengejek, ahli-ahli
taurat yang menampar, mengejek, meludahi, adalah representasi dari kita
yang berdosa. Kitalah sesungguhnya yang telah melakukannya. Jangan
berkata kejam kali serdadu ini, romawi ini, farisi ini, orang-orang ini, tetapi
kamu lah yang kejam, sayalah yang kejam. Kalau bukan karena dosa dan
pelanggaran kita manusia yang begitu besarnya, Allah tidak akan mengorbankan
AnakNya yang Tunggal sebagai bukti dan tanda kasihNya kepada kita manusia.
(Yohanes 3:16), sebab Tuhan tidak menginginkan manusia binasa.
Saudara, kalau sampai hari ini kita
belum bertobat, masih terus hidup dalam dosa, maka kita masih terus menyalibkan
Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih mau menghina dan menjelekjelekkan orang
lain, itu artinya kita terus masih turut meludahi Yesus hingga hari ini.
Kalau kita masih sombong dan ingin selalu dipuji-puji orang, dan memandang
rendah orang lain, itu artinya kita turut membuat mahkota duri dan
menancapkannya di kepala Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih hanya
memikirkan dunia ini dan keinginan daging lalu mengabaikan Tuhan, itu artinya
kita turut menusuk lambung Yesus hingga hari ini. Kalau kita masih ringan
tangan memukul orang lain, mengambil yang bukan bagian kita, itu artinya kita
turut memaku tangan Yesus hingga hari ini. Kalau sampai hari ini kita juga tidak
mau pergi maengasihi orang lain, menolong orang lain, memberitakan kabar baik
bagi orang lain, itu artinya kita masih terus memaku kaki Yesus di kayu
salib.
Saudara, berdamailah dengan orang yang
menyakitimu, ampunilah kesalahan suamimu, kesalahan istrimu, kesalahan
anak-anakmu, kesalahan orangtua dan mertuamu, kesalahan saudaramu, dan sesamamu
manusia, jangan lagi hidup di dalam dosa dan kecintaan kepada dunia ini.
Hargai, hormati, dan terimalah pengorbanan Yesus yang rela mati tanpa
sungut-sungut demi keselamatan kita yang berdosa. Mati untuk orang yang baik
dan benar mungkin masih ada yang melakukannya meskipun sulit. Tetapi mati bagi
orang berdosa dan bersalah siapak yang mau?. Tetapi inilah yang Yesus lakukan.
Dia mau mati untuk kita yang berdosa. untuk saudara dan saya yang berdosa
Saudara, apa yang bisa kita ambil
dari ibadah mengenang kematian Yesus (Jumat Agung) saat ini?. Yang pertama
bersyukurlah bahwa ada jalan keluar pendamain karena dosa antara saudara dan
Bapa di sorga. Kedua keselamatan itu telah dikerjakan Yesus dan sudah
tersedia. Tetapi tidak otomatis semua manusia menerimanya. Dalam Yohanes 3:16;
1 Yohanes 5:11-12; dan ayat-ayat yang lain mengatakan bahwa hanya jika
kita mengaku dosa, percaya, beriman dan menerimanya saja yang akan mendapatkan
keselamatan itu. Kalau tidak percaya dan menerimanya maka hukuman dan kematian
kekal sudah menantinya. Setelah Yesus menyerahkan nyawaNya, maka manusia
yang berdosa haruslah mengalami pertobatan, supaya dia hidup. Karena itu,
janganlah menangis atas kematian Yesus, bersyukur dan berterimakasihlah, karena
Dia sudah melakukannya untuk kita. Jangan sia-siakan kematian dan
pengorbananNya, terimalah supaya kamu hidup. Amin Tuhan Yesus memberkati.
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......