Sabtu, 19 September 2026

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN Ibadah Sektor/Weik

 

Garis-Garis Besar  Kotbah Ibadah Sektot Minggu III September 2027

Tema:

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN

Ev: Yunus 4:1-11

 

4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."

4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"

4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."

4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

 

PENDAHULUAN:

1. Saudara/i, apakah ada diantara kita atau mungkin semua kita pernah kecewa kepada Tuhan?

2. Akibat dari kekecewaan itu kita ingin lari dari Tuhan, tidak mau lagi berdoa, tidak mau lagi ke gereja atau ibadah-ibadah lainnya.

3. Bahkan kadang kita datang keperkumpulan orang percaya atau ke peribadahan bukan mau berjumpa dengan Tuhan tetapi mau berjumpa dengan teman-teman dan kenalan kita saja.

4. Tidak sedikit yang akhirnya menjadikan organisasi gereja itu hanya sekeder pelengkap berbagai administrasi dan urusan di dunia ini.

5. Kekecewaan muncul dari harapan dan permohonan kita yang tidak kita terima  sesuai dengan keinginan kita dan waktu kita.


BELAJAR DARI NAS:

1. Yunus dalam kitab Yunus ini juga mengalami suatu kekecewaan. Dia kecewa bahwa Tuhan akhirnya mengasihini bangsa Niniwe yang sebelumnya sudah Tuhan nubuatkan akan ditimpa hukuman dan kehancuran.

2. Dari sisi pribadi Yunus, hal itu baik bahwa bangsa itu harus dihukum karena mereka bangsa yang benar-benar jahat.

3. Itu sebabnya dia lari sebab dia tahu jika dia menyampaikan hukuman itu ke bangsa Niniwe dan bangsa itu bertobat, maka Tuhan akan mengampuni bangsa itu.

4. Itu sebabnya dia lari tidak mau menyampaikan kabar itu supaya bangsa itu tidak sempat bertobat dan bangsa Niniwe itu akan  dihukum Tuhan.

5. Tetapi setelah Tuhan menegur Yunus, diapun bertobat dan mau untuk memberitakan nubutan Tuhan itu kepada bangsa itu.

6. Lalu masuklah ke Nas hari ini, bahwa Yunus kecewa bahwa apa yang dia pikirkan sebelumnya benar-benar terjadi bahwa Bangsa Niniwe bertobat dan Tuhan mengampuni mereka.

7. Yunus jelas ingin menyerah bahkan ingin nyawanya diambil Tuhan saja, sebab dia merasa sia-sia saja dia mengabarkan nubuatan itu, dan Tuhan batal menghukum mereka.

8. Nampaknya dia tidak tahan menanggung sakit hati, kekecewaan  dan kemarahan karena Tuhan menyelamatkan orang Niniwe itu.

9. Bahkan dia berpikir dari awalpun aku sudah tidak mau. Sebab kalau kukabarkan Nubuatan Tuhan itu dan mereka bertobat pasti Tuhan mengampuni mereka. Jadi biarkan saja, lebih baiklah mereka mati kena hukuman Tuhan.

PENERAPAN:

1. Bagaimana kita dapat menanggung  segala perkara dalam hidup kita di dalamTuhan, padahal kita tidak taat kepada perintah/Firman Tuhan? …..TIDAK MUNGKIN.

2. Di dalam mengikut Tuhan, sesungguhnya kita tidak perlu mempertanyakan kenapa dan untuk apa Tuhan memanggil kita menjadi pengikutNya. Sebab Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan kepada kita dan  Tuhan tidak pernah mencobai kita. Dia tidak akan mengecewakan.

3. Keyakinan dan ketaatan penuh dari kita kepadaNya, itulah yang Tuhan harapkan.

4. Setiap pembangkangan kita kepada perintahnya akan menuai akibat baik bagi diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Itulah yang dialami Yunus dan juga orang-orang di dalam Kapal itu bahkan termasuk orang-orang Niniwe yang jahat tetapi dikasihi Tuhan.

5. Sebagai mana Yunus, Tuhan juga akan ada kalanya mendidik kita dengan keras supaya kita menjadi orang yang taat kepadaNya dan tidak akan nmendapatkan hukuman di dalam penghakman kelak.

6. Mari Taat kepada Tuhan dan jangan pernah mempertanyakan keputusan Tuhan dalam hidup kita. TUHAN TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA.

7. Amin

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

 

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN

 

Garis-Garis Besar  Kotbah Ibadah Minggu 20 September 2026

Tema:

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN

 

Ev: Filipi 4:10-19

 

4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

4:14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.

4:16 Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.

4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

 

ooo000ooo

 

1. Pernahkah saudara menghadapi sebuah perkara atau persoalan yang tidak sanggup saudara hadapi?

2. Pernahkah saudara berpikir dan berkata kepada diri saudara bahwa persoalan ini terlalu besar tidak sanggup aku menghadapinya?

3. Semua orang pernah menghadapi masalah dan persoalan.

4. Sebagai manusia pda umumnya ada persoalan hidup yang bisa dihadapi dan ada juga persoalan yang sama sekali sulit dan tidak bisa dihadapi.

5. Tetapi benarkah bahwa ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan jika kita  yang percaya, beriman dan mengandalkan Tuhan?

6. Dalam Nas ini Rasul Paulus menuliskan dan menyampaikan kepada Jemaat itu bagaimana kondisi dan keadaannya  di dalam menghadapi segala perkara yang ada dalam hidupnya.

7. Perkara dan persoalan yang dihadapi Rasul Paulus kalau kita perhatikan adalah sebuah perkara dan persoalan yang luar biasa hebatnya dan mengerikannya, persoalan antara hidup dan mati di dalam melaksanakan tugas dan panggilannya.

8.      Kita bisa melihatnya dalam 2 Kor 11:23-27; 2 Kor 6:4-10; 2 Kor 4:12.

9. Saudara, Tuhan selalu hadir dalam segala persoalan  anak-anak-Nya.  dia tidak pernah meninggalkan kita.

10.  Karena itulah Paulus berkata “segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”.

11.  Jadi kata kuncinya ialah: “Di dalam dia” atau di dalam Yesus

12.  Inilah yang seharusnya menjadi pegangan dan semboyan dalam hidup kita.

13.  Tentu kalau bukan dalam Yesus maka tidak semua perkara bisa kita tanggung kita pasti akan gagal dan menjadi bulan-bulan daripada persoalan-persoalan hidup yang terus melanda kita dan menghancurkan kita.

14.  Namun inilah pelajaran bagi kita:  Dengan jujur Paulus berkata aku tahu apa itu kelaparan dan aku tahu apa itu kelimpahan.

15.  Ini artinya tidak ada lagi yang tidak dirasakan oleh Rasul Paulus baik segala kebaikan maupun segala keburukan hidup, dia sudah merasakan itu semua.

16.  Namun ketika dia menggantungkan hidupnya, harapannya dan persoalan hidupnya hanya kepada Kristus dia menyatakan bahwa “segala perkara itu bisa dia tanggung”.

17.  Inilah yang membuat bahwa saat mengalami segala hal yang baik dia tidak menjadi sombong, dan ketika mengalami banyak perkara dia tidak sampai putus asa.

18.  Saudara Perkara apa yang saudara hadapi saat ini.  apakah saudara sudah putus asa tidak tahu apalagi harus dilakukan?

19.  Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk Datanglah kepada Tuhan tetaplah berharap dan bergantung hanya kepadaNya saja dia tahu apa yang terbaik bagi kita dan dia tahu bagaimana menyelesaikan persoalan kita.

20.  Kalaupun saudara mengalami banyak persoalan dan saudara menganggap bahwa persoalan saudara perkara saudara daripada orang lain, Ingatlah : Bahw Tuhan tidak akan pernah membebankan kepada kita persoalan atau permasalahan yang melebihi kekuatan kita. (1 Kor 10:13)

21.  Sabarlah tunggu harinya Tuhan akan memberikan kita kemenangan.

22.  Firman Tuhan berkata dalam Mazmur  37 37:5 “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”.

23. Amin.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......