Senin, 27 April 2026

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK_Ibadah Sektor

Ibadah Sektor, 28 April 202

Tema:

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK

Ev: 1 Tawarikh 16:23-36

 

16:23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

16:24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.

16:25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.

16:26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.

16:27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

16:28 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!

16:29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.

16:30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang.

16:31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!"

16:32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya,

16:33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.

16:34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

16:35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu."

16:36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah TUHAN!"

 OOOOOOOOO


1. Bisakah kita bernyanyi, bersukacita dan bersorak-sorai dalam kondisi-kondisi tidak menyenangkan?

2. Bagaimana jika doa-doa saudara tidak Tuhan jawab seperti permintaan saudara?

3. Bagaimana jika kenyataan yang saudara terima dalam hidup ini tidak sesuai dengan mimpi dan keinginan saudara?

4. Bagaimana jika tiba-tiba kita sakit, atau orang yang kita kasihi,

5. Apakah masih bisa saudara-saudara bersukacita?

6. Apa sesungguhnya alasan seseorang bisa bersukacita dan bersorak-sorai?

7. Nas ini dibuka dengan perkataan “Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi”

8. Tujuan dari nyanyian ini adalah  “menceritakan dan mengabarkan keselamatan yang daripada Tuhan , kemuliaan dan kemahakuasaan Tuhan  

9. Alasan bersukacita adalah karena Tuhan datang menyelamatkan umatNya. (ayat 23)

10. Kita semua terancam kebinasaan karena dosa-dosa kita. Ini adalah kabar terburuk yang pernah ada bagi manusia. Sebab  masalah terbesar manusia adalah dosa, dan akibatnya adalah maut.

11. Untuk apa semua dunia ini kita miliki dan kejar-kejar kalau kita akan kehilangan nyawa kita pada akhirnya.

12. Dan di ayat 33 dikatakan bahwa Tuhan akan datang untuk menghakimi dunia, tentu ini akan sangat menakutkan dan menggentarkan bagi dunia.

13. Namun kabar baiknya kita temukan dalam Nas ini bahwa Tuhanlah yang menyelamatkan kita ketika hari penghakiman tiba.

14. Di tengah-tengah kegentaran dan ketakutan dunia ini saat peristiwa itu terjadi, umat Tuhan akan tetap bisa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Tuhan adalah tempat kita  berlindung dan memohon keselamatan..

15. Sebab ketika hari Tuhan itu datang, maka itu akan menjadi kengerian dan kegentaran bagi yang tidak percaya dan beriman kepada Tuhan, namun  umat percaya akan bersukacita dan bersorak sorai sebab penghukuma Tuhan itu bukan untuk umatNya yang percaya.

16. Begitu juga ketika seluruh persoalan dan kesusahan dunia terjadi di sekitar kita, ancaman krisis ekonomi, krisis politik, kemanan dan lain sebagainya, maka Tuhan akan menjadi pembela kita dan penyelamat kita.

17. Karena Tuhan kita itu adalah setia dengan FirmanNya sampai selama-amanya, maka ketika kita datang kepadaNya memohon keselamatan maka Tuhan akan menyelamatkan kita.

18. Inilah sebenarnya alasan terutama mengapa kita yang percaya dan beriman kepada Yesus harus selalu bersukacita dan bersorak-sorai.

19. Jika kita sudah memiliki yang terbesar dan terutama dari segala yang ada, yaitu Roh kudus yang berdiam di dalam kita, dan sebagaimana Mazmur 16: 8 dan Kisah Para Rasul 2:25 berkata “ Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah”. MENGAPA KITA HARUS TAKUT DAN KUATIR  akan dunia ini? Akan harta, akan apa yang akan kita makan, minum, pakai?

20. Sehingga ketika kita tidak memiliki semua itu sukacita kita menjadi hilang?

21. Billy Graham dalam kotbahnya berkata:

“ Jika kamu kehilangan hartamu, sebenarnya kamu tidak kehilangan apa-apa”

“Jika kamu kehilangan kesehatanmu, kamu baru kehilangan sesuatu”

“Tetapi jika kamu kehilangan imanmu. Maka kamu kehilangan jiwamu”

22. Analogi seorang ibu belanja ikan 1 kg dan diberi bonus 1 bh kue basah, lalu kue itu jatuh entah di mana dan hilang. Mungkinkah ibu itu akan menanis, uring-uringan dan menjerit hanya karena kehilangan bonus 1bh kue itu sementara ikan yang 1 Kg masih di tangannya?

23. Menjadi murid Yesus bukan berarti tidak ada masalah dan persoalan hidup, bukan berarti tidak pernah gagal dan jatuh dalam hidup.

24. Tetapi sukacita akan jaminan keselamatan, jaminan penyertaan yang Tuhan sediakan bagi kita membuat kita tetap bisa bersukacita dan bersorak sorai walau disekeliling kita penuh dengan persoalan dan pergumulan hidup.

25. Inilah yang harus kita lakukan dalam hidup kita yaitu menyanyikan rasa syukur kita senantiasa kepada Tuhan. Sebagaimana dalam ayat 34: “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya

26. Sebagaimana lagu PKJ 14: “Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya..2x Kututurkan tak jemu kasih setiaMu Tuhan…2x ….turun temurun…

27. Demikianlah kita bersukacita dan bersorak sorai di dalam Tuhan. 

28. Karena itu mari kita katakan: “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”. Jawab jemaat: AMIN TERPUJILAH TUHAN



Shalom, 



Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Minggu, 26 April 2026

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK

 GARIS-GARIS BESAR KOTBAH:

Ibadah Minggu, JUBILATE  26 April 2026

Tema:

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK

Ev: Kisah Para Rasul 2:22-28

2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,

2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

OOOOOOOOOOOO

 

1. Perikop ini adalah bagian dari kotbah Petrus dan berbicara tentang Yesus.

2. Petrus menyampaikan bahwa Yesus telah ditentukan Allah untuk menyatakan kuasa Allah dan mujizat-mujizaNya.

3. Bahwa Yesus telah mati dan kemudian dibangkitkan Allah dari sengsara maut

4. Petrus mengutip kitab Mazmur  16:8-11 yang sudah pasti diingat oleh orang-orang  Yahudi dan seluruh yang diam di Yerusalem sebab itu kitab yang sangat mereka kenal.

5. Bahwa ayat 25-28 ini semua adalah berbicara tentang Yesus yang sudah mati disalibkan orang-orang Yahudi.

6. Banyak hal yang  disingkapkan Allah melalu Daud tentang kehidupan Mesias yang akan datang termasuk tentang kematiana dan kebangkitanNya.

7. Sukacita pemazmur dalam perikop ini adalah karena Allah tidak membiarkan dia dalam dunia orang mati dan mengalami kebinasaan.

8. Dan dia bersaksi bahwa ALLAH  ada di sebalah kanannya (Makna berada di sebelah kanan  : bahwa dia berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah)

9. Itu jugalah yang terjadi kepada Yesus.

10. Petrus tidak hanya ingin menjelaskan siapa Yesus dan bagaimana penderitaanNya, tetapi bagaimana supaya mereka beroleh hidup dan keselamatan.

11. Akhirnya mereka yang mendengar kotbah ini percaya kepada Yesus Kristus.

PELAJARAN DARI NAS

1. Dalam ayat-ayat sebelum perikop ini Petrus juga mengutip perkataan nabi Yoel ( ayat 16-21) yang intinya bahwa Allah akan menghukum dunia pada hari-hari terakhir, tetapi siapa berseru dalam nama Tuhan akan diselamatkan.

2. Tetapi ketika Tuhan tempat dimana mereka berseru supaya selamat tidak mereka kenal dan bahkan telah mereka bunuh.

3. Namun karena Dia adalah Allah, maka kematiaan tidak bisa menahannya sehingga kesempatan untuk hidup bagi orang-orang yang membunuhnya juga terbuka.

4. INILAH SUKACITA KITA. Bahwa kita yang termasuk juga telah ikut membunuhNya (Yesus)  kerena dosa-dosa kita, ternyata kepada kita juga Tuhan sediakan pengampunan dan keselamatan ketika kita mau BERSERU DALAM NAMA TUHAN.

5. Sehingga saat ini juga Firman ini berbicara kepada kita, bahwa Allah juga tidak akan membiarkan kita berada dalam kematian dan kebinasaan.

6. Sebagaimana Allah membangkitkan Yesus dari kematian  kita juga akan turut dibangkitkan dan hidup selama-lamanya dengan Allah.

12. Inilah yang menjadi syukur dan sukacita besar kita sebagaimana pemazmur.

13. Bahwa meskipun kematian mengancam dan ada di sekelilingnya tidak membuat dia ketakutan bahkan BERSUKACITA DAN BERSORAK-SORAK  sebab kematian tidak bisa menahan dia. (sama seperti Yesus kematian tidak bisa menahan dia terus)

14. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan semua orang yang mendengar kotbah Petrus ini akhirnya sadar akan dosa-dosanya dan mereka merespon dengan pertobatan demikian juga seharusnya kita setiap mendengar Firman Tuhan tentang Yesus dan pengorbananNya.

15. Hal ini jelas di ayat 37 di saat mereka bertanya apa yang harus kami lakukan? Maka di ayat 38 Petrus berkata: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus:

16. Ini jugalah yang menjadi respon kita bahwa SUKACITA DAN SORAK-SORAI itu harus didahului oleh pertobatan (kesadaran akan kesalahan kita, ketidak berdayaan kita menghadapai dunia dan kematian) dan penyerahan hidup kita sepenuhnya kepada Yesus.

17. Tuhan memberkati


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Kamis, 16 April 2026

BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

 

Ibadah Minggu, 19 April 2026

Tema:

BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

 

EV: Habakuk 3:10-19

3:10 melihat Engkau, gunung-gunung gemetar, air bah menderu lalu, samudera raya memperdengarkan suaranya dan mengangkat tangannya.

3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

3:12 Dalam kegeraman Engkau melangkah melintasi bumi, dalam murka Engkau menggasak bangsa-bangsa.

3:13 Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kau urapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan. Sela

3:14 Engkau menusuk dengan anak panahnya sendiri kepala laskarnya, yang mengamuk untuk menyerakkan aku dengan sorak-sorai, seolah-olah mereka menelan orang tertindas secara tersembunyi.

3:15 Dengan kuda-Mu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membuih.

3:16 Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi)

 

ooo0000ooo

 

1. Pernahkah saudara melihat seekor induk ayam yang begitu ganas dan tanpa takut melawan dan mengusir apapun yang mengganggu anak-anaknya?

2. Bahkan kadang kita sendiripun jika diserang induk ayam demi melindungi anaknya, kita bisa ketakutan atau lari menghindar dari induk ayam itu.

3. Membaca Nas Firman Tuhan hari ini memberi kesan seperti induk ayam yang garang dan begitu galak saat melindungi anaknya.

4. Ayat  10-15 dalam nyanyian kitab Habakuk ini menunjukkan kesan bahwa TUHAN itu  DASYAT, GARANG  dan PENUH KUASA dan MENYALA-NYALA datang untuk membela  dan menyelamatkan umatNya.

5. Bahkan dalam ayat 16 Nabi Habakuk sendiripun yang mendengarnya gemetaran, menggigil, dan tulang-tulangnya seakan membusuk.

6. Namun karena dia tahu dia adalah Allah yang membela umatNya, maka hatinya kemudian tenang menantikan hari kemenangan yang Tuhan akan nyatakan bagi umatNya.

7. Meskipun demikian dalam ayat 17- 18 kita melihat sesuatu nyanyian iman dengan penuh keyakinan kepada Tuhan dalam suasana dan kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Dalam kondisi terpuruk, tidak menguntungkan dia tetap bersukacita didalam Tuhan, sebab dia tahu dan juga yakin Tuhan adalah penyelamatnya.

 

Apa yang Tuhan mau sampaikan yang kita bisa pelajari dari Nas hari ini?

 

8. Benar bahwa sebagai mana umat pilihan itu (Israel) mengalami persoalan hidup dan penderitaan dari musuh-musuh mereka, demikian juga kita umat Tuhan mengalami banyak persoalan dan pergumulan hidup.

9. Kalau ditanya jujur, tentu kita semua tidak sama dalam menyikapinya. Ada yang kuat, ada yang lemah, dan ada juga mungkin yang sampai jatuh dan putus asa.

10. Firman Tuhan hari ini mau mengingatkan kita janji penyertaan dan kemenangan yang dari pada Tuhan di saat kita menghadapi masa krisis dalam hidup kita.

11. Tentunya setiap ada gejolak dalam dunia ini, baik masalah krisis ekonomi global, dampak perubahan iklim, krisis moneter, krisis keamanan, peperangan dan lain sebagainya tentunya umat Tuhan yang ada dan tinggal di tengah-tengah dunia ini akan mengalami dampak dan imbas dari semua itu.

12. Masih ingat dengan krisis moneter 1998? Masalah virus Covid 19? Yang sangat berdampak bagi semua orang?

13. Saya kira krisis moneter tidak membedakan mana orang percaya dan mana yang bukan orang Kristen.

14. Virus Covid 19 tidak membedakan mana Kristen dan mana yang bukan, mana pendeta dan mana yang jemaat awam.

15. Tetapi Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita tentang Sukacita dan kegembiraan di tengah-tengah krisis.

16. Sebagaimana dalam ayat 19 Firman Tuhan ini mengingatkan, mengajak, dan meneguhkan iman kita, bahwa sekalipun semuanya itu terjadi dan menerpa segenap kehidupan umat manusia tetapi TUHAN adalah kekuatan kita yang menyelamatkan dan melindungi kita seperti induk ayam yang melindungi anak-anakNya.

17. Nyanyian ini memberikan kita suatu pernyataan iman yaitu : “AMAN DALAM LINDUNGAN TUHAN” sehingga dalam segala situasi itu kita bisa tetap bergembira dan bersorak-sorai di dalam Tuhan.

18. Jika masalah global dan kondisi dunia yang tidak menguntungkan dialami seluruh manusia,  sama seperti lagu ini (17-18) maka kita sebagai umat percaya memiliki pengharapan yang membuat kita tidak sampai patah hati dan putus harapan.

19. Hal ini terjadi sebab dari Nas ini dalam nyanyian ini kita melihat bahwa pengenalan akan Tuhan dan hidup sepenuhnya bersama dengan Tuhan jauh melebihi apapun, sehingga krisis dalam berbagai bidang itu tidak mengurangi kegembiraan dan sukacita karena sudah menjadi milik Kristus.

20. MENJADI MILIK KRISTUS  adalah hal yang paling besar (paling penting) dari apapun (baik dalam segala kelimpahan maupun dari segala kekurangan, kemenangan atau kekalahan, kekayaan atau kemiskinan)

21. INILAH yang dimaksud sehingga dalam nyanyian Habakuk (17-18) ini digunakan kata ‘SEKALIPUN” 

22. Sekarang bagaimana Bapak/Ibu saudara-i yang Tuhan kasihi. Lihat dan perhatikan kondisi alam, negara dan dunia saat ini, adakah yang membuat hatimu kuatir, takut dan gemetar?

23. Adakah masa depan indah  yang pernah engkau bayangkan dan impikan itu mulai memudar oleh kondisi dunia saat ini?

24. Dengan iman kita harus berkata seperti nyanyian Habakuk ini:  Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,  namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

25. Sebagai mana anak-anak ayam tenang dan tenteran dibawah naungan sayap induknya, demikianlah kita tenang dalam naungan sayap Tuhan.

26. Tuhan kiranya menolong dan menguatkan kita oleh FirmanNya sehingga kita bisa senantiasa bergembira dalam Tuhan dalam segala suasana.


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


 KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Senin, 13 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN Ibadah Sektor/Weik

Ibadah SEKTOR Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

EV: Imamat 20:1-7

 

1. Ibadah keluarga (sektor/weik) hari ini mengambil tema mingguan, HIDUP DALAM KEKUDUSAN

2. Sesungguhnya tidak ada satupun dari antara kita yang sanggup untuk hidup kudus, kecuali ALLAH yang menguduskan.

3. Di ayat 8 Imamat 20 ini jelas dikatakan bahwa “Allah lah yang menguduskan kita”

4. Itu sebabnya kita tidak boleh lagi melakukan praktek-praktek dan perbuatan-perbuatan dosa dan kekafiran yang dilarang Allah.

5. Jadi kita berusaha dan berjuang  untuk hidup kudus  bukan supaya kita kudus dan diselamatkan Allah, tetapi karena kita telah diselamatkan dan dikuduskanNya maka kita harus hidup dalam kekudusan, sama seperti Allah adalah kudus.

6. Mengapa penting menjaga kekudusan hidup ini?

a. Itu aalah perintah Allah kepada orang-orang percaya.

b. Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5)

c. Supaya kita berbahagia (Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah) Sebab pada waktunya kita akan berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan kita itu kelak dikekekalan, itu artinya hidup bersama-sama dengan Tuhan.

7. Ada banyak praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah. Salah satu praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah dan menjijikkan bagi Allah adalah sebagaimana disampaikan dalam Nas Imamat 20:1-7 ini.

8. Praktek ini Tuhan sebut sebagai perzinahan rohani.

9. Seperti apa prakek yang dibenci Tuhan ini?

a. Penyembahan berhala seperti dewa Molokh (dewa bangsa Amon yang sering disembah dengan penumbalan anak-anak),

b. Perdukunan (bertanya kepada roh-roh orang meninggal, dan roh-roh peramal)

10. Apa konsekuensi dan hukuman setiap keterlibatan dengan penyembahan berhala dan praktek-praktek kuasa kegelapan seperti perdukunan?

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa  “pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu”

Ini adalah hukuman yang sangat berat bagi yang melakukan praktek peyembahan berhala apalagi disertai dengan pengorbanan manusia.

- Selain itu di ayat 3 dikatakan bahwa Allah sendiri akan menentang orang tersebut.  Ini artinya orang yang menyembah berhala itu menjadi seteru Allah dan membuat Allah jadi musuhnya. (Nb. Jangankan bermusuhan dengan Allah, bermusuhan dengan manusia saja kita belum tentu bisa menang)

- Jadi jangan buat Tuhan jadi musuh kita, kita pasti kalah, musuh sebenarnya adalah Iblis dan segala tipu dayanya.

11. Apakah hanya mereka yang melakukan perdukunan dan penyembahan berhala ini yang akan menerima hukuman atas perbuatan mereka?

Lewat Nas ini kita belajar sebagaimana di ayat 4-5 bahwa Penyembahan berhala adalah perzinahan rohani yang sangat dibenci Tuhan. Dan orang yang melegalkan orang lain melakukannya (setuju orang lain melakukannya walaupun dia tidak ikut melakukannya)  tanpa memperingati atau mencegah orang tersebut melakukan dosa itu atau juga sama dengan pura-pura tidak tahu,  maka orang tersebut juga akan dilenyapkan Tuhan dari tengah-tengah bangsanya.

12. Ini suatu kensekuensi yang sangat berat, berbeda dengan dosa-dosa lainnya.

13. Lewat Ibadah malam ini Tuhan mengkehendaki kita untuk:

a. Hidup dalam kekudusan dengan menjauhi praktek-praktek seperti ini.

b. Ayat 8b dalam pasal 20 ini: Berpegang pada ketetapan Tuhan dan melakukannya ( Hidup taat dengan Firman Tuhan) Imamat 20:8b kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya;

c. Kita umat yang percaya sudah dikuduskan Tuhan, maka kita harus menghormati Tuhan,  menjaga nama baik Tuhan dengan tidak melakukan yang cemar lewat perkataan dan perbuatan serta pikiran kita. Baik yang dilihat orang maupun perbuatan dimana tidak ada orang yang melihat.

d. Jangan menduakan Tuhan dan berzinah dengan ilah-ilah lain selain Tuhan, sebab Tuhan itu pencemburu, dan cemburuNya menghanguskan.

e. Artinya Jangan ada dihidup kita atau dipikiran kita yang kita sembah selain Tuhan. Jangan kita condongkan hati kita dan bergantung kepada apapun selain Tuhan ( Contoh: patung-patung, benda-benda keramat, harta, pegetahuan, ilmu-ilmu hitam, jimat-jimat dan lain sebagainya).

f. Mari menjauhi praktek-praktek kegelapan (Okultisme) seperti penyembahan berhala dan praktek-praktek perdukunan. Supaya nama Tuhan dipermuliakan dalam kekudusanNya. 


Shalom,


Ev.Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......