Minggu, 20 Desember 2020

Kerajaan Mesias yang kokoh selama-lamanya

 

Ibadah Minggu Adven IV

Tema:

Kerajaan Mesias yang kokoh selama-lamanya

 

Ev: 2 Samuel 7:1-16

Ep: Roma 16:25-27

 

Ev: 2 Samuel 7:1-16 (TB)

 7:1 Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling,

7:2 berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."

7:3 Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau."

7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:

7:5 "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?

7:6 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.

7:7 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

7:8 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

7:9 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.

7:10 Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,

7:11 sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.

7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

7:15 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.

7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

----------------------

Shalom, selama hari minggu bagi kita sekalian. Kiranya kasih dan kemurahan Tuhan senantiasa melingkupi saudara semua dan keluarga. Ibadah minggu adven IV hari ini mengambil tema “KERAJAAN MESIAS YANG KOKOH SELAMA-LAMANYA” yang didasarkan pada kitab 2 Samuel 7:1-16. Mari kita lihat dan renungkan apa-apa saja  pesan yang bisa kita lihat dan dapatkan dalam Nas Firman Tuhan ini.

Kisah dalam pasal ini  bermula sejak Daud sampai di kota Daud, setelah kerajaan Israel sepenuhnya diserahkan kepadanya dan kemenangannya atas musuh-musuhnya. Lalu mereka membawa masuk Tabut Perjanjian Allah kota Daud dan menempatkannya di dalam kemah di bawah tenda. Sebelumnya Tabut Perjanjian tinggal di rumah Obed-Edom orang Gat selamat 3 bulan, sebab Daud takut untuk membawanya ke ke kota Daud setelah peristiwa dalam 2 Samuel 6:1-10 .  Namun setelah Daud mendengar bagaimana Tuhan memberkati keluarga Obed-Edom selama Tabut itu tinggal bersama-sama dengan mereka, maka  Daud memindahkan kembali Tabut Perjanjian itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud. Tabut itupun ditempatkan di bahwa tenda.

Sementara Daud tinggal di rumah atau istana yang indah dan megah,  dia melihat Tabut Tuhan hanya tinggal  di dalam kemah di bawah tenda. Daud menyadari bahwa segala sesuatu yang ada padanya berasal dari Tuhan dan karena Tuhan, sehingga dia  merasa tidak nyaman dan tidak tega dengan situasi dimana Tabut Tuhan hanya diletakkan di bawah tenda. Daud ingin menempatkan Tabut Tuhan ditempat yang seharusnya dan terhormat. Dia ingin mendirikan rumah buat Tuhan. Karena itu dia memanggil Nabi Natan dan terjadilah percakapan seperti dalam  2 Samuel 7:1-1 ini.

Apa yang bisa kita pelajari dalam Pasal 7  kitab 2 Samuel ini?. Saudara, saya melihat ada 4 hal yang bisa kita pelajari dalam pasal 7 ini:

 

Yang pertama pelajaran dari sikap Daud.

Daud tahu diri bahwa semuanya karena Tuhan. Karena itu dia begitu mengasihi Tuhan dan menaruh hormat dan takut akan Tuhan. Karena itu dia menaruh hormat dan takut akan Tuhan. Sebagai orang yang menyadari bahwa segala sesuatu yang kita peroleh dan capai bahkan hidup kita hingga saat ini adalah karena anugerah Tuhan, maka kita wajib untuk mengucap syukur kepada Tuhan dan memposisikan Tuhan di posisi yang seharusnya. Posisi yang seharusnya adalah dihati kita sebagai kepala, sebagai nahkoda yang memimpin kita senantiasa.

Saya tidak melihat apa yang Daud sampaikan ini yaitu mendirikan rumah bagi Tuhan menjadi suatu kesalahan sehingga Tuhan tidak meloloskan permintaannya. Nabi Natan juga tidak melihat ini sebagai hal yang buruk sehingga dia berkata supaya Daud melakukan apa yang baik menurut Raja Daud. Kita bisa melihatnya di ayat 3. Tetapi sesungguhnya ada otoritas dan kehendak  Tuhan yang sedang Tuhan kerjakan bagi Daud dan keturunannya.  Ada master plan yang sudah  Tuhan tetapkan tentang Daud dan keturunannya yang harus Tuhan laksanakan tanpa campur tangan manusia. Itu sebabnya rancangan dan permintaan Daud tidak Tuhan  terima saat itu yang walaupun baik  sebab tidak sesuai dengan rencana dan rancangan Tuhan, sebab Tuhan sudah menyiapkan baginya siapa yang akan mendirikan rumah bagiNya.

Jalan Tuhan bukan jalan kita, rancanganNya bukan rancangan kita, seperti tertulis dalam: Yesaya  55:8-9 berkata: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Hal yang senada dengan itu dalam  Yeremia  29:11 berkata: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Dikemudian hari Daud memahami tentang alasan kenapa Daud tidak boleh mendirikan bait Allah ketika dia sudah memiliki keturunan, dan Salomo yang masih muda sudah  siap untuk duduk menjadi Raja menggantikan ayahnya Daud. Hal ini bisa kita lihat dalam 1 Tawarik 28:1-7, dan juga pasal 29 Salomo naik tahta.

 

Yang kedua yang perlu kita pelajari adalah bahwa Tuhanlah yang berkarya. 

Tuhanlah yang telah melakukan segala sesuatu sehingga Daud memperoleh semua yang dicapainya saat  itu. Hal ini terjadi karena Tuhan telah memilih Daud, dan Daud mau melakukan  dan mengerjakan kepemilihannya dengan tunduk kepada Allah. Jadi Tuhan memilih Daud sebagai pemeran, dan Daud taat melakukan perannya. Tuhan juga memilih Saul sebagai pemeran, namun Saul tidak taat dalam perannya sehingga dia disingkirkan oleh Allah.

Karya dan perbuatan Tuhan dalam keberhasilan Daud bisa kita lihat dari perikop hari ini yang Tuhan jelaskan melalui nabi Natan kepada Daud.

  1. Ayat  1:  bahwa TUHANlah  telah mengaruniakan keamanan kepadanya dari semua musuhnya
  2. Ayat 8: TUHANlah yang mengambil Daud dari padang rumput.
  3. Ayat 9 : TUHAN telah menyertai Daud di segala tempat yang ia jalani.
  4. Ayat 9: TUHANlah yang telah melenyapkan segala musuhnya dari depannya.
  5. Ayat 9: TUHANlah yang membuat besar namanya.
  6. Ayat 10: TUHANlah yang  menentukan tempat bagi umat-Nya Israel dan menanamkannya.
  7. Ayat 11: TUHAN  mengaruniakan keamanan kepadanya dari pada semua musuhnya.
  8. Ayat 11: TUHAN akan memberikan keturunan kepadanya
  9. Ayat 12:  TUHAN  akan membangkitkan keturunannya yang kemudian, anak kandungnya.
  10. Ayat 12,13: TUHAN  akan mengokohkan kerajaannya

Pernyataan Tuhan ini bukan sekedar mengingatkan Daud tentang semua karya Tuhan dalam hidup Raja Daud. Tentunya Daud tidak sedang lupa atau melupakan campur tangan Tuhan dalam hidupnya sebab Tuhan juga tahu bahwa Daud memahami dan mengakui itu semua. Namun pernyataan Tuhan ini yang menceritakan semua perbuatan dan karya Tuhan kepada Daud adalah mau menegaskan bahwa TUHAN adalah maha kuasa, yang sanggup melakukan apa yang bagi manusia mustahil, yang memiliki rancangan, program, dan jalan-jalan yang melampaui siapapun. Allah tidak pernah gagal, rencana dan kehendakNya selalu terjadi. TUHAN  yang demikian dasyatnya masakan tidak bisa mendirikan rumah bagiNya? TUHAN pemilik segala-galanya masakan tidak bisa mendirikan baginya tempat pemujaan dan mengumpulkan dihadapanNya manusia dan segala ciptaaan untuk menyembahNya?. Karena itu baiklah Daud menjadi alat di tangan Tuhan yang melakukan fungsi dan perannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya di ayat 11-12 Tuhan memberitahukan sesuatu yang akan terjadi di depan yaitu bahwa rumah untuk Tuhan akan didirikan oleh keturunannya yang Tuhan pilih dan tetapkan yaitu Raja Salomo.

Demikian juga dengan kita, yang paling utama Tuhan kehendaki dari kita adalah peran kita sebagai pelaku Firman Tuhan. Mengemban misi untuk memberitakan Kristus kepada segenap manusia, yang menyatakan bahwa terang itu sudah datang, membawa shalom ke tengah-tengah dunia, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan. Ada bagian manusia dan ada bagian Tuhan. Mari kerjakan bagian kita masing-masing.

 

Hal yang ketiga adalah bahwa kasih dan ketundukan Daud kepada Tuhan dan juga kepada nabinya.

Meskipun Daud sudah menjadi raja yang besar dan ditakuti oleh semua bangsa, namun Daud tetap rendah hati dan tidak sombong. Rasa hormat dan takutnya kepada Tuhan membuat dia selalu melibatkan Tuhan dalam setiap tindakannya  melalui setiap hamba-hamba atau utusan Tuhan seperti Nabi Natan. Bagi Daud, Nabi Natan adalah wakil Tuhan di bumi untuk menyatakan setiap kehendak Tuhan. Daud selalu berkonsultasi dengan Nabi-Nabi Tuhan supaya dia tidak salah langkah dalam setiap keputusan. Kita melihat bahwa meskipun rencana Daud ini baik, dia berkonsultasi dulu dengan Nabi Natan. Nabi Natan secara pribadi juga melihat ini sesuatu yang baik sehingga dia tidak melarang Daud. Namun ketika Tuhan  berbicara kepada Nabi Natan, maka Nabi Natan wajib memberitahukannya kepada Raja Daud sebab itulah tugasnya sebagai Nabi yang benar menyampaikan  apa kehendak Tuhan tidak lebih dan tidak kurang. Ketika hal itu disampaikan kepada Daud, Daud juga tunduk dan patuh terhadap perintah itu, meskipun mungkin di dalam hatinya dia tidak tega sebenarnya membiarkan Tabut Perjanjian itu hanya di bawah tenda.

Sebagai pengikut Kristus dan sebagai alat-alat Tuhan di tengah-tengah  dunia ini, siapapun kita punya jabatan atau tidak, kaya atau miskin, terhormat atau tidak dihadapan manusia, kita semua harus tunduk kepada kehendak Tuhan. Hormat dan ketundukan kita kepada Tuhan juga harus kita tunjukkan melalui para hamba-hambaNya yang setia yang Tuhan telah tetapkan di tengah-tengah kita untuk melayani kita. Banyak saat ini pemimpin-pemimpin dunia, para pemegang-pemegang jabatan, para orang-orang berkuasa dan berduit tidak hormat lagi kepada wakil-wakil Tuhan ditengah-tengah mereka. Mereka seakan lebih berkuasa, lebih bijak, lebih berhikmat, sehingga tidak perlu lagi berkonsultasi dengan para hamba-hamba Tuhan atau rohaniawan. Mereka menggunakan kekuasaan duniawi mereka untuk mengendalikan gereja dan para hamba-hambaNya. Mereka bahkan memasukkan unsur-unsur keduniawian ke dalam gereja dan menjadikan mereka harus dihormati di lingkungan gereja. Sebaliknya ada juga para hamba-hamba Tuhan yang tidak setia mendengarkan suara Tuhan, bahkan tidak menyampaikan atau menyuarakan suara Tuhan yang seharusnya kepada jemaatnya, sehingga terjadilah kekacauan. Mereka hanya menyampaikan apa yang menyenangkan hati jemaatnya saja dan membuat jemaatnya terbuai dengan kemunafikan-kemunafikan semata, bahkan memberitakan hal-hal yang Tuhan tidak sampaikan kepada mereka.

Pelajaran dari hubungan Daud dan Nabi Natan dan hubungan Nabi Natan dengan Tuhan, serta ketundukan Daud dan Nabi Natan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting kita teladani. Kesetiaan Daud dan kasihnya yang luar  biasa kepada TUHAN, menjadikan dia spesial dihadapan Tuhan. Karena itu di ayat 11-16 Tuhan berkanan membukakan rahasia dan rencana Tuhan tentang masa depan Daud dan kerajaannya serta keturunannya. Ini merupakan hal yang spesial dan luar biasa yang Daud alami. Hal ini disampaikannya dalam ayat-ayat selanjutnya. Tuhan juga mengungkapkan kelahiran keturunan-keturunannya dan siapa yang akan membangun rumah bagi Tuhan. Tuhan juga mengungkapkan bahwa kerajaannya akan tetap kokoh  untuk selama-lamanya.

 

Hal yang keempat adalah makna profetik yang terkandung dalam pernyataan Tuhan mengenai kerajaan kokoh untuk selama-lamanya.

Makna yang pertama adalah kerajaan dunia yang akan dipegang oleh keturunan Daud atas Israel. Janji ini masih Daud saksikan saat Salomo menjadi raja dan Salomo memulai mendirikan bait Allah, dan faktanya bahwa  raja-raja di Israel selanjutnya adalah keturunan Daud. Makna yang kedua adalah bahwa nubuatan ini sesungguhnya membicarakan kepada Daud bahwa akan lahir suatu saat nanti dari keturunannya seorang Raja yang kerajaannya tidak berkesudahan sampai selama-lamanya. Itu sebabnya pernyataan Tuhan tentang ‘mengokohkan kerajaannya untuk selama-lamanya” sampai diulangi tiga kali dalam ayat 12,13 dan 16.

Janji dan nubuatan Tuhan kepada Daud ini digenapi lewat kelahiran sang Juru Selamat yaitu Yesus Kristus   yang disebut Putra atau Anak Daud yang lahir di Betlehem. Dialah Raja yang sesungguhnya Raja diatas segala Raja yang kerajaanNya kekal sampai selama-lamanya. Raja inilah yang kita rayakan kelahirannya setiap tahun. Raja inilah yang datang bukan dengan pedang dan kekerasan, tetapi datang dengan kerendahan hati dan kesederhanaan,  Raja yang menggembalakan domba-dombanya dengan baik bahkan Raja yang memberikan nyawanya untuk rakyatNya sebagai korban pendamaian, dan Raja yang memenangkan pertarungan atas maut  sehingga Dia membawa umatNya kepada kemenangan dan kehidupan sampai selama-lamanya dalam kerajaanNya. Peran kita sebagai umat kerajaanNya adalah turut menghadirkan kerajaan sorga di bumi ini, dengan menjadi garam dan terang dunia di sekitar kita. Selanjutnya dengan sungguh-sungguh memberitakan injil kerajaan sorga sampai Tuhan datang kedua kali.

Saudara, Dari keempat perenungan ini, hal yang perlu  kita pedomani adalah bagaiamana kita senantiasa Mengasihi dan mencintai Tuhan dengan segenap hati kita, melakukan FirmanNya dan melakukan peran kita di dunia ini dengan setia. Senantiasa menyadari dan mengakui otoritas Tuhan dan mengucap syukur atas segala karya Tuhan dalam hidup kita. Lalu kemudian taat  dan patuh kepada FirmanNya dan kepada setiap utusan Tuhan, serta turut serta ambil bagian dalam menghadirkan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini.

            Kiranya Tuhan memberkati saudara, dan melindungi saudara senantiasa untuk menjadi alat bagi kemuliaanNya. Selamat hari minggu dan selamat Adven ke-4.

 

Shalom

 

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  di Daftar... ARSIP..

 

Minggu, 13 Desember 2020

HIDUP TAK BERCACAT PADA KEDATANGAN TUHAN

 

Minggu Adven III, 13 Desember 2020

tema

HIDUP TAK BERCACAT PADA KEDATANGAN TUHAN

 

Ev: 1 Tessalonika 5:16-24

Ep: Mazmur 126:1-6

 

1 Tessalonika 5:16-24 (TB)

5:16 Bersukacitalah senantiasa.

5:17 Tetaplah berdoa.

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

5:19 Janganlah padamkan Roh,

5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

-----------------------------

            Shalom, selamat hari minggu, dan selamat Adven ke-3. Kiranya saudara dan keluarga seluruhnya senantiasa ada dalam lindungan Tuhan, serta senantiasa kuat dalam menghadapi segala  godaan dan cobaan.

Dalam ibadan minggu ini mengambil tema :”Hidup Tak Bercacat Pada Kedatangan Tuhan” yang di dasarkan pada Firman Tuhan  1 Tessalonika 5: 16-24 Perikop ini tidak terlepas dari mulai ayat 12 sampai ayat 26 adalah merupakan kumpulan nasihat-nasihat terakhir Rasul Paulus kepada jemaat di Tessalonika.  Pasal 5 ini juga menyinggung tentang kedatangan Yesus kedua kalinya yang  saat dan masanya tidak seorangpun tahu. Dia berkata supaya jemaat itu tetap berjaga-jaga dan sadar sambil menantikan kedatangan Kristus dengan penuh harapan. Dalam kitab 1 Tessalonika ini juga dijelaskan nasihat Paulus mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang-orang  kristen itu sebelum kedatangan Kristus kedua kalinya.

Dalam 1 Tessalonika 5:12-23 ini, ada 15 nasihat dan tuntunan Firman Allah yang  perlu kita lakukan sebelum kedatangan Yesus kedua kali.

8 nasihat pertama ada pada ayat 12-15, berisi nasihat:

  1. Menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu.
  2. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.
  3. Tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib,
  4. Hiburlah mereka yang tawar hati,
  5. Belalah mereka yang lemah,
  6. Dabarlah terhadap semua orang.
  7. Jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat
  8. Usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

 dan 7 nasehat selanjutnya ada pada Nas Firman Tuhan hari ini yaitu  dari ayat 16-24. Satu persatu nasehat itu disampaikan demikian:

 1. Bersukacitalah senantiasa. Hal ini sering kita temukan dalam tulisan-tulisan Paulus, yang menunjukkan bahwa sebagai pengikut Kristus, ketika kita telah diperdamaikan dengan Bapa oleh darah Kristus, maka ciri-ciri pengikut Kristus itu yang bisa dilihat oleh semua orang adalah “sukacita”. Yaitu sukacita sorgawi sebab kita sudah Tuhan layakkan untuk ikut ambil bagian dalam kerajaanNya yang kekal. Sehingga penderitaan apapun yang terjadi di dunia ini tidak akan bisa mengimbangi atau melebihi apa yang kita sudah dapatkan di sorga. Hal ini pernah disampaikannya kepada jemaat di Korintus dalam II Korintus  4:17 yang berbunyi: “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami”.

 2. Tetaplah berdoa. Sebab dengan tetap doa berarti kita tetap hidup, sebab doa adalah nafas kehidupan. Jika berhenti berdoa maka sesungguhnya manusia itu sudah mati walaupun tubuh jasmaninya masih hidup. Dengan tetap berdoa kita memperoleh kekuatan untuk melawan segala hawa nafsu dan godaan-godaan sijahat yang hendak mencemarkan kita. Dengan tetap berdoa, maka kita akan tahu kehendak Tuhan atas kita dan bagaimana kita menjalani rencanaNya atas hidup kita.

 3. Mengucap syukurlah dalam segala hal. Hal ini sejalan dengan nasihat bersukacitalah senantiasa.  Bersyukur adalah tanda seorang pengikut Kristus yang sejati. Dengan bersyukur kita akan dibentengi dan dihindarkan dari sikap serakah, tamak, dan berbagai-bagai kecemaran dunia yang menghanguskan. Dengan bersyukur kita tidak akan menghakimi dan mencobai Tuhan, tetapi kita akan senantiasa memuji Tuhan dan tetap bersukacita dalam segala keadaan.

 4. Janganlah padamkan Roh. Sejak seseorang menjadi pengikut Kristus, maka Roh Kudus hidup di dalam dia. Keinginan Roh adalah bagaimana supaya manusia yang percaya itu membebaskan Roh Kudus untuk berkarya di dalam Hidupnya. Bagaimana supaya Roh Kudus mengendalikan hidupnya setuhnya. Dengan demikian Roh Kudus akan senantiasa berbicara kepadanya dan menuntunnya kepada kehendak Tuhan yaitu ambil bagian dalam karya penyelamatan Tuhan. Roh Kudus juga akan mengajarkan banyak hal tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia sampai kedatangan Yesus yang kedua kali.

Karena itu jika seseorang memadamkan Roh, artinya hidupnya tidak dikendalikan oleh Roh Kudus, bagaimana mungkin dia bisa hidup kudus, dan tak bercacat menjelang kedatangan Kristus kedua kali. Sebab keinginan daging adalah maut yaitu segala kecemaran dunia, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera ((Roma 8:6), dan diayat 7 Roma 8 ini dikatkan  bahwa: “ Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah”. Jadi untuk menjamin setiap orang percaya itu hidup dalam kekudusan dan kedamaian maka ijinkanlah dan kobarkanlah Roh Kudus untuk bertahta dan mengendalikan hidup kita.

 5. Janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.  Artinya jangan mengabaikan didikan dan pesan-pesan Allah  melalui hamba-hambaNya yang menubuatkan atau menasihatkan, atau menyampaikannya. Sebab setiap Firman Allah yang disampaikan memiliki kuasa, dan akan digenapi seluruhnya sampai akhir jaman. Pada saat ini terlalu banyak manusia sudah tidak respon lagi dengan Firman dan nubuatan. Mereka banyak anggap remeh dengan nubuatan itu, sebab mata mereka sudah buta, dan telinga mereka sudah tuli. Mata dan telinga mereka dibuka lebar-lebar untuk berita-berita bohong, untuk segala kenikmatan dunia sesaat, tetapi tertutup untuk berita-berita kehidupan dan kekekalan.

Pengabaian dan memandang rendah Firman Allah menjadikan manusia terus-menerus mengalami penderitaan yang tidak berguna yang membawa mereka kepada kebinasaan.  Pengingkaran terhadap Firman Allah yang ditaburkan dan diajarkan  mambuat hidup manusia itu sesat,  dursila, kotor, dan terus menerus dilanda kesusahan.  Alkitab mengajarkan banyak hal menyangkut sorga dan dunia, menyangkut sikap dan cara hidup. Menyangkut tantangan dan godaan hidup, menyangkut hidup yang menghidupkan dan hidup yang membinasakan. Di sana terjandung pedoman  dan panduan bagaimana hidup yang berkenan dihadapan Allah  selama di dunia ini, dan panduan itu akan menghantarkan dan membawa kita kepada tujuan akhir Allah  yaitu kehidupan yang kekal bersama Bapa di Langit dan bumi yang baru. Karena itu barang siapa memandang rendah, atau anggap enteng atau mengabaikan Firman Allah atau nubuatan tidak akan pernah sampai kepada tujuan hidup kekal yang sudah Yesus persiapkan.

 6. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Paulus juga pernah berkata "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun (I Korintus  10:23). Dari sini kita melihat bahwa untuk menerima dan melakukan sesuatu itu harus kita uji dulu secara bertingkat yaitu apakah segala sesuatu itu berguna. Kalau tidak berguna jangan dipegang atau dilakukan.  Kalau segala sesuatu itu memang berguna maka harus diuji lagi apakah itu sesuatu yang berguna itu membangun. Jika tidak membangun jangan dilakukan atau dituruti, tetapi jika berguna maka lakukanlah. Artinya ini perlu diuji terlebih dahulu.

Kita  tidak boleh terlalu mudah untuk percaya akan segala sesuatu apalagi diluar Kristus. Yesus juga pernah berkata bahwa “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga”(Matius 24:24). Artinya akan ada orang-orang yang mengaku mesias dan menyampaikan firman dan nubuatan yang seakan-akan berasal dari Allah yang sejati.  Untuk menguji sesuatu yang diluar Kristus, atau diluar kebenaran Alkitab mungkin tidak sulit. Tetapi bagaimana dengan menguji sesuatu yang mirip Firman Tuhan, pengajaran dari orang-orang yang mengaku utusan Tuhan, yang mengaku mesias, yang mengaku mendapatkan perintah langsung dari Tuhan. Tentunya ini tidak mudah. Karena itu fungsi Roh Kudus di dalam hati kita, yang menguasai dan mengendalikan kita akan sangat besar berperan dalam proses pengujian itu. Apakah itu berasal dari Tuhan atau tidak. Ketika pengujian itu sedang berjalan, maka kita pegang dan ikutilah yang baik dan kita abaikan dan tinggalkanlah yang tidak baik.

Dalam Kitab 1 Yohanes 4:1-3 juga mengatakan  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia”. Menguji roh itu juga penting sebab sudah banyak roh-roh Antikristus yang saat ini sedang ada bersama-sama denghan umat manusia untuk menyesatkan manusia dan membawanya kepada kebinasaan.

 7. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Ini adalah nasihat terakhir dalam Nas Firman hari ini yang menasihatkan supaya setiap orang percaya menjauhkan diri dari segala kejahatan.  Paulus tidak spesifik menyebut kejahatan apa. Tetapi dia menyebut segala jenis kejahatan. Baik itu kejahatan terhadap Tuhan yaitu pelanggaran terhadap FirmanNya, perlawanan terhadap Roh Kudus, penyangkalan terhadap Tuhan, atau sebagaimana disebutkan dalam titah I-IV. Demikian juga kejahatan terhadap sesama manusia, contohnya kejahatan seperti  yang  dilarang  dalam titah V-X. Kejahatan itu juga bisa antara manusia dengan ciptaan lain seperti perusakan alam, eksploitasi alam, baik tumbuhan maupun binatang-binatang, pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya.  Demikian juga kejahatan itu bisa menyangkut antara manusia dengan dirinya sendiri seperti  melukai diri sendiri, tidak menjaga kekudusan diri, menjual diri terhadap dosa hawa nafsu, mengabaikan kebutuhan rohani, tidak menghargai dirinya sebagai bait Allah dan mencemarinya.

Karena banyaknya jenis kejahatan ini sehingga Rasul Paulus mengatakan supaya semua jenis kejahatan harus kita jauhi. Dengan demikian kita senantiasa waspada dan berjaga-jaga  apabila saatnya atau tiba-tiba Yesus  datang kedua kali, kita semua siap sedia dan didapati  setia.

Saudara, bagaimanakah ini semua bisa terpelihara dengan sempurna sampai kedatangan Kristus kedua kali?  Dalam ayat 23 Firman Tuhan berkata: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus punya kuasa untuk menguduskan kita. Dengan demikian  kita yang adalah milik Kristus harus mengijinkan dan membebaskan Roh Kudus untuk bebas bekerja di dalam hati kita sehingga hidup kita benar-benar berbuah dan tidak bercacat di hadapan Tuhan.

Ketika Roh Kudus mengendalikan hidup kita, Ia akan membawa kita kepada pengenalan yang lebih dalam tentang Yesus Kristus Juru selamat. Dengan demikian kita akan dimampukan untuk melakukan Firman Tuhan oleh kuasa Roh Kudus. Itu sebabnya Dalam ayat 19 dikatakan “Jangan padamkan Roh”.

Tuhan adalah setia (ayat 24). Ketika dia menubuatkan kedatangan Juru Selamat ribuan tahun sebelum kelahiran Yesus, lalu Tuhan menggenapkannya/menepatinya tepat di Betlehem tanah Judea, dan juga menggenapi seluruh kehidupanNya sampai kematian dan kebangkitanNya, maka Tuhan juga setia bahwa kedatanganNya akan segera terjadi dan pasti digenapi. Dan seluruh yang dinubuatkan Yesus juga akan digenapiNya sampai kepada  terjadinya akhir jaman.

Karena itu saudaraku, lewat tema Firman Tuhan hari ini, marilah kita menjaga kekudusan hidup kita, waspada dan andalkanlah Tuhan, jangan padamkan Roh Kudus yang senantiasa berbicara di dalam hati nurani kita, tetaplah berdoa, bersyukur dan bersukacita senantiasa.

Selamat hari minggu, selamat Adven ke-3, dan SELAMAT BERJAGA-JAGA.

 

Shalom, Tuhan Yesus memberkati

 

 

Ev. Harles Lumbantobing.

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  di Daftar... ARSIP..


Minggu, 06 Desember 2020

KESELAMATAN DARI TUHAN SUDAH DEKAT

 

Ibadah Minggu Adven-2

Tema:

KESELAMATAN DARI TUHAN SUDAH DEKAT

 

Ev: Mazmur 85:9-14

Ep: Markus 1:1-8

 

Mazmur 85:9-14 (TB)

85:9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?

85:10 Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

85:11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

85:12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

85:13 Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

85:14 Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

 

-----------------------

 

Shalom, saudara/i dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Selamat hari minggu dan selamat beribadah. Di minggu advent kedua ini kiranya kasih kita semakin melimpah karena kasih Kristus juga senantiasa melimpah atas kita.

Saudaraku, sejak Virus Covid-19 melanda dunia, dan secara khusus melanda negeri kita, banyak hal yang sudah kita lalui dan alami di luar kemampuan dan kuasa kita manusia. Tidak seorangpun pernah membayangkan bahwa di tahun 2020 ini akan ada musibah yang melanda dunia dan menghantam dan menjatuhkan kekuatan-kekuatan dunia hanya dengan suatu mahluk yang sangat kecil. Segala bidang terpengaruh oleh pandemi ini. Manusia terus berusaha dengan hikmat dan pengetahuannya mencari jalan keluar masalah ini. Orang yang tidak beragama menggunakan hikmat dan pikirannya untuk mencari solusi, Orang yang beragama juga terus berdoa selama berbulan-bulan kepada tuhan yang mereka percayai yang bisa memberikan kelepasan dan keselamatan dari pandemi ini.

Ada yang mengandalkan ilmu pengetahuan saja, ada yang hanya mengandalkan iman, tetapi ada juga yang mengandalkan iman dan ilmu pengetahuan. Semua ditempuh manusia karena begitu pentingnya kelepasan dan keselamatan dari ancaman wabah penyakit yang sudah banyak mengambil korban ini. Masih adakah harapan?. Tentu, sebagai umat yang percaya kepada Kristus, Tuhan yang maha kuasa yang menciptakan langit dan bumi kita harus tetap punya harapan. Tidak ada satupun  dan seorangpun yang lebih tahu dan lebih berkuasa atas apa yang sedang terjadi saat ini selain Tuhan. Itu sebabnya sia-sia menaruh harapan kepada manusia dan hikmat manusia. Sebab manusia sungguhlah mahluk yang sangat terbatas, tetapi Tuhan adalah Allah yang maha kuasa (omnipotent), maha tahu (Omniscients), dan maha hadir (Omnipresent). Itu sebabnya Tuhan berkata dalam Yeremia 17:5: “Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”. Karena itu saudara, selama kita beriman kepada Tuhan, selalu masih ada harapan dan jalan keluar.

            Saudara, dalam minggu adven kedua ini tema yang diangkat adalah “KESELAMATAN DARI TUHAN SUDAH DEKAT” yang didasarkan pada Firman Tuhan dari Mazmur 85:9-14. Bagaimana Nas Firman ini menjelaskan kepada kita tentang tema ini, marilah kita melihat kebenaran Firman Tuhan ini.

Saudaraku, Sudah hampir selesai tahun 2020 ini kita jalani, tinggal satu bulan ini. Dalam masa pandemi ini kita umat yang percaya mengalami suatu bentuk ibadah yang tidak biasa kita lakukan selama ini. Kita melakukan model ibadah secara online  beberapa bulan,  lalu secara bertahap ada yang mulai dengan tatap muka dengan dibatasi protokol kesehatan. Namun masih ada yang sampai saat ini masih beribadah secara online.  Berbagai cara dan berbagai media dilakukan untuk mendapatkan kecukupan kebutuhan rohani saat ini. Terlepas dari apakah dia menemukannya di sumber yang benar, firman dan pengajaran yang benar, cara yang benar atau hal lainnya. Tetapi ini semua didorong oleh kehausan akan kebenaran, dan kelaparan akan makanan rohani yaitu Firman Tuhan yang hidup bagi setiap orang. Ini membuktikan bahwa memang manusia tidak hidup hanya dari roti saja, tetapi juga dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4).

Ada 3 hal yang bisa kita renungkan dalam ibadah minggu ini meyangkut Nas Firman dan tema ini.

 

1.  Firman Allah.

Dalam ayat 9 Mazmur 85 ini berkata “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN”. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?”. Kita melihat bahwa pemazmur begitu memerlukan dan membutuhkan Firman Allah yang mau/akan berbicara kepadanya. Mengapa Firman Allah begitu penting?. Saudara, dari perikop Nas hari ini kita melihat dalam Mazmur 85 ini, bahwa Firman Allah itu begitu memiliki arti dan fungsi yang besar bagi umat manusia.

Yang pertama dikatakan bahwa Firman Allah itu membicarakan dan juga membawa Damai sejahtera. Bukan kekerasan, bukan fitnah, bukan intimidasi, bukan ujaran kebencian, bukan kebohongan. Hadirnya damai sejahtera di hati seseorang adalah yang sangat dirindukan setiap manusia. Bahkan manusia berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan damai sejahtera itu. Damai dan perdamaian adalah hal yang sangat diperlukan oleh manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia yang lain, bahkan antar lingkungan, antar daerah, antar negara, antar agama, antar suku dan antar golongan.

Yang kedua bahwa Firman Allah itu membawa orang kepada pengetahuan dan  hikmat. Pengetahuan dan hikmat ini akan memberantas kebodohan dalam hidup seseorang, atau bangsa. Kita masih ingat dengan seorang penginjil dari Jerman yaitu IL Nommensen yang  membawa Injil kabar baik itu ke tanah Batak. Firman Tuhan yang diberitakan dan diterima oleh orang Batak sekaligus menjadi pintu yang membuka pengetahuan yang membawa kecerdasan kepada orang Batak. Pemberitaaan Injil yang secara holistik telah mengangkat harkat dan martabat orang Batak. Benih Injil yang membuahkan Pengetahuan itu telah melepaskan orang Batak dari kebodohan, dari kuasa-kuasa kegelapan, wawasan yang sempit, dan kebenaran akan Ilahi yang sejati  yaitu Tuhan yang menjadi manusia.

Yang ketiga bahwa  Firman Tuhan  melepaskan orang dari perbudakan dan penjajahan mental. Perbudakan ini menyangkut perbudakan manusia secara fisik, juga sampai kepada perbudakan dan perhambaan dosa. Terpenjaranya manusia oleh dosa dan keserakahan, bahkan kerusakan mental membuat manusia itu sampai juga tega memperbudak sesamanya manusia. Ketika manusia itu diperbudak oleh dosa, dan manusia memperbudak manusia maka setiap budak itu juga mengalami penjajahan dan kerusakan mental. Firman Tuhan hadir untuk membebaskan dan menyelamatkan manusia dari perbudakan ini. Seorang penginjil lain di tanah Batak, yaitu  Pendeta Gerrit Van Asselt (1857-1875). Di suatu hari dia ke pasar Sipirok, dia melihat ada manusia yang diperjual belikan bersamaan dengan binatang dagangan yang lain. Mereka diperjual belikan dengan berbagai alasan. Kasih di dalam hatinya membuat dia menebus 7 orang sekaligus dari pada manusia yang diperjual belikan itu. Ada anak-anak , remaja, dan yang sudah berkeluarga. Injil damai sejahtera yang di dalam hatinya bergelora dan membebaskan mereka dari perbudakan dan perdagangan manusia masa itu. Firman itu juga yang akhirnya diajarkan Gerrit Van Asselt kepada mereka, sehingga mereka menjadi murid-muridnya yang pertama bersama dengan lima orang lagi. Kepada mereka diajarkan Firman Tuhan dan kebenaran yang sejati. Demikan seterusnya Injil itu lambat laun akan melepaskan orang Batak dari praktek perbudakan dan perdagangan manusia.

Yang keempat bahwa Firman Tuhan itu adalah sebagai Pondasi Iman. Saya teringat suatu lagu dalam Buku Ende HKBP  No.25:1 yang berkata:

HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i, sai paian di rohangku,  unang so hutiop i.     Molo so be sitiopan hata na badia i,  aha nama haojahan ni haporseaon i ?

Artinya: [FirmanMu ya Tuhan, harta yang paling mahal. Buatlah tinggal di dalam hatiku jangan sampai tidak kupegang teguh. Kalau Firman yang kudus tidak lagi menjadi pegangan, apakah yang menjadi dasar iman?]. Dasar atau Pondasi iman yang kuat akan membuat seseorang tidak mudah dikalahkan si jahat ataupun rupa-rupa pengajaran sesat.

Yang kelima Firman Allah adalah pegangan, kekuatan, perisai dan senjata dalam melawan panah-panah si jahat yaitu Iblis yang senantiasa terus berniat memangsa kita dan membawa kita kepada kematian (1 Petrus 5:8). Yesus ketika menghadapi pencobaan si Iblis di padang gurun, Yesus selalu menggunakan Firman Tuhan dalam melawan pencobaan tersebut. Firman itu hidup dan berkuasa. Setiap orang yang mengimaninya akan menerima kuasa.

Yang keenam bahwa  Firman Tuhan memiliki fungsi pengajaran, koreksi, perbaikan, dan mendidik. Ini jelas kita lihat dalam 2 Timotius 3:16 yang berkata : “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dalam hal ini Firman itu adalah kehidupan yang menghidupkan yang akan mengajari kita apa yang harus dilakukan selama hidup didunia ini yang berkenan kepada Allah. Firman itu akan mengkoreksi dan  mengevaluasi serta menyatakan mana yang salah dan mana yang benar dari setiap perbuatan kita supaya kita nantinya selamat kembali kepada Bapa. Firman itu juga akan memperbaiki dan mereformasi segala sifat dan kelakuan kita yang tidak berkenan kepada Allah dan yang menyimpang. Kemudian Firman itu juga akan mendidik kita dalam kebenaran sehingga hidup memiliki karakter yang makin serupa dengan Kristus  sehingga kita bekenan kepada Allah.

 

2. Keselamatan yang dari Tuhan.

Selanjutnya Firman Tuhan hari ini berbicara tentang keselamatan.  Tentunya keselamatan ini adalah yang datangnya dari atas, inisiatif dari atas, bukan inisiatif manusia tetapi mutlak inisiatif Tuhan. Sebab manusia yang telah berdosa dan sudah diperhamba dosa tidak akan mungkin menyelamatkan dirinya sendiri lagi. Meskipun manusia itu berusaha dan berjuang untuk merdeka tetapi tidak akan mungkin bisa selamat. Hanya jika yang dari atas (yaitu Yesus)  yang datang menyelamatkan dan memerdekakan maka manusia itu bisa benar-benar merdeka, sebagaimana Yesus katakan dalam Yohanes  8:36: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Nas Firman Tuhan di ayat 10 mengatakan bahwa keselamatan yang dari Tuhan akan selalu dekat kepada orang yang takut akan Tuhan. Hal ini menjadi syarat dan keharusan jika kita ingin melihat segala kebaikan dan karya keselamatan yang daripada Tuhan. Ketika kita takut akan Tuhan maka terbukalah pengetahuan; Amsal 1:7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan”.  Lalu dalam  Mazmur  111:10 berkata: “ Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya”.  Takut akan Tuhan berbeda dengan takut akan Setan. Jika takut akan Tuhan maka kita harus semakin mendekat kepadaNya. Dengan demikian kita diselamatkanNya. Sedangkan takut akan setan maka kita harus  menjauhinya supaya kita selamat. Jika semakin mendekat kepadanya maka kita akan binasa. Jadi takut akan Tuhan berhubungan erat dengan keselamatan dan jalan keluar dalam menghadapi seluruh problema hidup ini.  Seperti dalam Amsal 1:7 dan Mazmur 111:10 diatas jika takut akan Tuhan maka terbukalah pengetahuan, terbukalah hikmat dengan demikian akan ada jalan keluar dan akhirnya kita memuji-muji Tuhan.

Keselamatan itu sendiri sesungguhnya tidak jauh dan tidak susah untuk dirasakan dan dialami  oleh setiap orang yang takut dan percaya kepada Tuhan. Keselamatan itu dekat bahkan sangat dekat. Sebab keselamatan itu adalah Firman itu sendiri. Dalam Roma  10:8 berkata: “Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.” Karena itu saudara ketika Firman sedang kita  dengarkan, sedang kita baca, sedang kita renungkan, maka keselamatan itu dekat bahkan bersama-sama dengan kita. Firman itu Immanuel. Jadi  orang yang tinggal dalam Firman Tuhan, dan Firman Tuhan  tinggal dalam dia,  akan mendapatkan keselamatan itu dan hidup dalam keselamatan.

Keselamatan seperti apa yang di maksud di sini?. Keselamatan yang dimaksud disini adalah kebebasan  dari hukuman maut sebagai konsekuensi dari dosa. Inilah sebagai yang terutama. Yang kedua adalah bebas dan menang terhadap penderitaan. Sebagaimana dalam Filipi 1: 29 dikatakan: “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”.  Tuhan memberikan kita satu paket karunia yang luar biasa. Di samping karunia keselamatan diberinya juga karunia menderita. Karunia keselamatan menjamin kita lepas dan menang terhadap maut atau kematian neraka, dan karunia menderita menjamin kita menang menanggung segala penderitaan dan cobaan hidup demi dan karena Kristus. Karena itu bagi saudara yang belum menerima paket karunia ini atau yang belum yakin sudah menerima paket karunia ini, berdoalah dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan  mengaruniakannya kepada saudara. Hal ini bukan menjamin orang yang takut akan Tuhan tidak akan mengalami penderitaan lagi, tetapi kemenangan dan kelepasan dari penderitaan itulah yang dijaminnya sebab Kristus sudah mengalahkannya.

Di dalam Yesus kita semua yang percaya kepadaNya akan disertai dan dimenangkan dalam menghadapi setiap pergumulan dan penderitaan yang kita hadapi di dunia ini.  Karena itu Paulus berkata kepada jemaat di Roma pada kitab Roma  8:37 demikian: “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita”. Karena itu dengan yakin Firman Tuhan berkata dalam Roma 8: 35 berkata “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?. Jadi kemenangan kita adalah karena Kristus ada di dalam dan beserta kita.

Saya teringat dengan sebuah video singkat tentang seekor anak beruang yang hendak dimangsa oleh seekor singa dewasa. Singa ini mengejar terus dan anak beruang ini berusaha menyelamatkan diri. Tujuannya hanya satu yaitu kembali ke induknya. Sesekali dia terjatuh, terdesak, nyaris tertangkap,  lalu lolos dan melarikan diri, dikejar lagi, lalu menyeberangi sebuah sungai dengan batang pohon yang tumbang. Dengan ketakutan dan hati-hati dia menyebarang tetapi akhirnya terjatuh ke sungai. Lalu dia terapung-apung terbawa sungai sampai ketepi, dan singa ini terus mengejar mengikuti sungai. Anak beruang ini kelelahan dan ketakutan dan bagian mukanya berdarah kena cakaran si Singa. Di saat yang genting dan singa semakin dekat hendak menerkam anak beruang ini, dan anak beruang ini tak berdaya dan hanya bersuara dan menjerit sekuatnya sambil memandang dengan ketakutan singa yang  kelaparan didepannya, tanpa disadarinya singa ini berhenti dan berbalik lari meninggalkan anak beruang ini. Anak beruang inipun terus berteriak, namun tanpa disadarinya dibelakangnya ada teriakan yang sangat besar dan bergelora yang membuat singa itu ketakutan dan lari. Suara besar dan teriakan bergelora itu  datang dari sang induk beruang yang besar dan siap untuk membela dan melindungi anak yang dikasihinya. Maka  anak beruang itupun selamat dan kembali kedekapan induknya.

Saudaraku, mungkin kita sudah lelah dan capek di dalam menghadapi pergumulan hidup ini, kita berjuang dan terus berlari untuk menyelamatkan diri. Sepertinya kita tersudut dan tanpa harapan. Tetapi percayalah, keselamatan itu akan segera tiba. Berharap dan percayalah hanya kepada Yesus pahlawan sejati yang sudah mengalahkan maut, akan membela dan melindungi kita yang percaya kepadaNya dan berlindung hanya padaNya. Jangan berlari mencari pertolongan kepada dunia ini, tetapi carilah perlindungan hanya kepada Yesus.

 

3. Dampak dari Keselamatan

Saudara, ketika Keselamatan itu tiba, maka akan memberikan kelegaan, ketenangan dan kegembiraan. Keselamatan yang dari Tuhan tidak pernah terlambat. Dia selalu tepat waktu. Sekalipun kita merasa Dia terlambat untuk menolong kita , maka sesungguhnya di dalam keterlambatan itu jugalah Dia tepat waktu.

Hal pertama sebagai dampak dari keselamatan itu yang bisa kita lihat dari Nas Firman Tuhan ini di ayat 11 adalah bahwa Kasih dan kesetiaan bertemu. Tuhan yang adalah kasih yang tidak menghendaki kematian orang fasik tetapi  supaya mereka bertobat dan hidup (Yehezkiel 18:23). Lalu Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”. Karena itu Allah merancang dan menyediakan jalan keselamatan bagi manusia dan menubuatkannya sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa terus sampai ribuan tahun sesudahnya oleh para nabi-nabi dinubuatkan. Kesetiaan Allah terbukti dan teruji dengan lahirnya Mesias Juru Selamat yang dijanjikan itu yaitu Yesus Kristus yang akan kita rayakan dalam Natal di bulan Desember ini. Di sinilah Kasih dan Kesetiaan bertemu.

Hal kedua adalah bahwa Keadilan dan damai sejahtera saling bercium-ciuman. Bercium-ciuman disini maksudnya adalah pemberian salam dengan pipi ketemu pipi. Pipi kanan ketemu pipi kanan dan pipi kiri ketemu pipi kiri. Kiasan ini menunjukkan bahwa ketika keselamatan itu tiba maka keadilan akan ditegakkan. Keadilan akan muncul. Kebenaran akan dinyatakan. Tidak selamanya lagi yang lemah itu ditindas, yang hina itu diabaikan, yang miskin itu tidak diperhitungkan. Tetapi jika keselamatan itu tiba maka keadilan akan menyertainya. Di hadapan Tuhan semua akan diperlakukan sama, standartnya sama, ukurannya sama yaitu sesuai dengan yang Tuhan tetapkan/ukurkan. Karena itu ketika kadilan itu dinyatakan maka damai sejahtera akan mengikutinya. Sebagaimana salam berciuman  itu, dipipi kiri akan ada keadilan dan dipipi kanan akan ada damai sejahtera, dan dua-duanya akan sejalan.

Hal ketiga yang mengikut sebagai dampak dari Kasih dan keadilan itu adalah respon manusia yang mendapatkan keselamatan itu dan konsistensi keadilan Allah di bumi. Dalam ayat 12 dikatakan: “kesetiaan yang terus tumbuh dari bumi” artinya ini menyangkut hubungan horizontal sesama manusia. Dimana manusia yang takut akan Tuhan akan saling setia menyatakan kasih dan berbuat kasih, saling mensejahterakan, saling menguatkan satu dengan yang lain, dan saling membutuhkan.  Inilah respon manusia terhadap keselamatan itu yang diterapkan dan diaplikasikan kepada sesamnya manusia, sebab manusia sudah lebih dahulu mendapatkannya dari Allah.  Selanjutnya dikatakan “keadilan akan menjenguk dari langit”. Inilah konsistensi keadilan Allah  di bumi yang turun dari sorga. ini artinya secara vertikal  bahwa Tuhan akan selalu menyatakan keadilanNya di bumi kepada ciptaanNya, kepada orang-orang yang takut akan Dia. Kalau keadilan manusia bisa tebang pilih dan pilih kasih, maka keadilan Tuhan tidak akan melakukan yang demikian. Bahkan dikatakan  Yesus akan datang kembali sebagai Hakim yang adil di akhir jaman.  

Hal keempat sebagi dampak dari keselamatan itu adalah di Ayat 13. Di ayat ini dikatakan bahwa Tuhan akan memberikan kebaikan dan bumi ini mengeluarkan hasilnya yang terbaik. Apa yang dikerjakan tangan kita (orang-orang yang takut akan Dia) akan Tuhan berkati dan menghasilkan yang terbaik. Tuhan tidak akan membiarkan anak-anaknya kelaparan dan kekurangan. Tuhan akan mencukupkan  dan memerintahkan bumi ini untuk mengeluarkan hasilnya. Dengan demikian orang-orang yang takut akan Dia akan terpelihara selama hidup di dunia ini.

Saudara, Allah tidak tanggung-tanggung mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita sampai mengorbankan diriNya sendiri yaitu Anaknya yang Tunggal sebagai korban keselamatan dan pendamaian supaya kita yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal. Jika  Keselamatan yang dari Tuhan itu sudah dikaruniakan bagi seseorang, maka perubahan ajaib akan terjadi di dalam hidupnya.   Keselamatan itu akan berdampak nyata dalam kehidupannya. Lalu dampak keselamatan  yang dari Tuhan itu akan menghadirkan otoritas dan hadirat Tuhan  di bumi ini dan  dan membuat FirmanNya sebagai patokan dan jalan yang harus diikuti oleh setiap orang yang percaya kepadaNya yang mau hidup seturut FirmanNya. Kalau jejak kaki Tuhan itu yaitu jalan kebenaran itu diikuti maka ia (manusia) akan selamat.

Peganglah kebenaran  Firman Tuhan yang murni dan jangan lepaskan, itulah yang akan memerdekakan dan membebaskan kita dari kutuk dosa, dan menyelamatkan kita dari murka Allah yang menyala-nyala atas orang-orang durhaka. Selamat memegang Firman Allah, selamat merenungkan dan melakukannya, dan selamat menyambut keselamatkan yang dari Tuhan.

 

Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  di Daftar... ARSIP..