Sabtu, 25 Oktober 2025

DIPERLENGKAPI UNTUK SETIAP PERBUATAN BAIK

 

Garis-garis besar Ibadah Minggu 26 Oktober 2025

Tema:

Diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik

 

Ev: 2 Timotius 3:10-17

 

1. Tentu kita mengingat perkataan firman Tuhan yang berkata “IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI” (Yakobus 2:17) tentunya yang dimaksud disini adalah perbuatan baik.

2.  Apakah kita benar pengikut Kristus atau tidak akan bisa dibuktikan lewat Perbuatan baik kita kepada semua orang.

3. Perbuatan baik yang berkenan kepada Allah tidak lahir secara otomatis ketika kita percaya kepada Yesus.  Namun akan terus dibangun dan memerlukan pertumbuhan.

4. Maka tidak ada yang lebih baik yang bisa memperlengkapi, mengajar dan membentuk seseorang untuk bisa menjadi manusia yang berkarakter baik selain Alkitab sendiri.

5.  Kualitas iman mempengaruhi  sikap dan karakter seseorang.

6. Iman akan semakin  berkualitas ketika ujian, percobaan dan penderitaan menghantam di setiap pertumbuhan iman itu.

7.  Semakin sering mendengar Firman Tuhan dan setia mempraktekkannya akan menghasilkan sikap dan karakter hidup yang baik dan kesukaannya adalah melakukan perbuatan baik kepada semua orang.

8.  Namun perbuatan baik yang kita lakukan yang didasari oleh kebenaran karena menjadi pengikut Kristus tentunya akan banyak mengalami tantangan, ketidak sukaan, kebencian dari dunia ini.

9.   Setiap perbuatan baik yang kita lakukan haruslah demi Injil. Itu sebabnya Kekristenan pasti akan dilanda cobaan sekaligus ujian yang tentunya menyebabkan terjadinya penderitaan. (Ayat 12)

10. Sebab pokok pemberitaan dari kekristenan adalah Injil. Inti Injil itu adalah Yesus Kritus dan Salib. Dan Salib ini merupakan kebodohan bagi dunia yang berdosa.

11.  Banyak bagian dari Alkitab yang menyatakan bahwa karena pemberitaan Injil pengikut Kristus akan mengalami penderitaan. 2 Timotius 2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.  

12. Itu sebabnya Iblis akan terus menyerang dan menghambat kekristenan yang melakukan segala hal yang baik demi pemberitaan Injil.  Ini disebut sebagai ibadah. Dalam bahasa batak ayat 12 ini diterjemahkan “Alai ndang tarbahen so hona lele nasa, na naeng marparange na daulat marhitehite Kristus Jesus.”


"Semua perbuatan baik itu adalah sebagai cara kita memberitakan Injil dan beribadah kepada Tuhan"


13. Tetapi ingatlah, supaya kita sabar dalam penderitaan: Roma 5:3-5 …Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

14. Firman Tuhan adalah tulisan yang diilhamkan Allah kepada semua penulisnya  (lebih dari 40 penulis) dalam rentang waktu 1500 tahun  (tahun 1500 SM sampai tahun 100M) yang hampir seluruhnya tidak hidup pada jaman yang sama dan tidak saling kenal. Tetapi  semua memiliki benang merah yang sama yaitu Kristus.

15. Maka siapa yang mau diajar supaya semakin berpengetahuan serta yang ingin sifat dan kelakuannya berubah maka dia harus dituntun Alkitab dengan cara rajin membaca Alkitab, merenungkannya dan setia melakukannya.

16. Alkitab adalah penuntun dan pemandu kita untuk hidup yang semakin berkualitas yang menuju kesempurnaan dengan Kristus.

17. Alkitab dalam 2 Timotius 3:16 berperan:  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

18.   Alkitab akan membawa kita untuk hidup sesuai teladan Yesus Kristus.

19. Sama seperti Rasul Paulus ketika dia hidup sepenuhnya dengan meneladani Kristus dia berani berkata kepada Timotius di ayat 10-11 (telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia)  yang merupakan cara hidup yang Paulus teladani dari Yesus.

20. Kesetiaan Paulus sampai mati dalam mengikut Yesus (bukan sekedar mengikuti ajarannya tetapi juga praktek hidup Yesus) membuat dia berani juga menyatakan hal yang sama kepada jemaat Filipi di Filipi 3:17  Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

21. Bagaimana supaya kita bisa tetap konsisten untuk hidup melakukan perbuatan baik sebagai buah dari pengenalan dan iman kita kepada Kristus? (ayat 14-15)

a. Tetap setia dan berpegang kepada kebenaran yang telah diterima dan diyakini dari semua pengajar-pengajar yang Tuhan kirimkan.

b. Mengingat (selalu) orang yang mengajarkannya, sebab dengan mengingat mereka akan juga mengingatkan ajaran-ajarannya.

c. Bahkan dikatakan bahwa kita juga harus mengingat bahwa sedari kecil kita juga sudah  mengenal kitab suci yang menuntun kita kepada keselamatan dan iman kepada Yesus Kristus.

22. Mengingat itu sangat perlu. Karena bagaimana kita bisa melakukan apa yang berkenan kepada Allah, melakukan kehendakNya dan menjauhi larangannya kalau kita tidak mengingat apa yang tertulis dalam kitab suci dan yang diajarkan para pengajar kita kepada kita.

23. Jadi Perbuatan baik yang berkenan kepada Allah lahir dari pengenalan akan Kristus sesuai dengan segala yang diajarkan dalam Alkitab.

24. Karena itu sebagai seorang Kristen: Berilah dirimu diperlengkapi, terimalah pengajaran dan didikan Tuhan. Tanpa itu kita akan gagal mempertahankan hidup yang menghasilkan buah yang baik.

25. Sebagai pengikut Kristus, sambil tetap diperlengkapi, mari berilah diri kita untuk turut ambil bagian untuk dipakai Tuhan untuk memperlengkapi orang lain menurut kebenaran-kebenaran  Alkitab sama seperti yang dilakukan Paulus kepada Timotius, Timotius kepada para Penatua dan penatua kepada jemaat, dan jemaat kepada masyarakat umum.



Shalom


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Jumat, 24 Oktober 2025

VIDEO: MEMPERBAIKI TINGKAH LAKU DAN PERBUATAN

VIDEO KOTBAH IBADAH MINGGU 

7 SEPTEMBER 2025

Tema:

MEMPERBAIKI  TINGKAH LAKU DAN PERBUATAN

Allah berdaulat mutlak atas hidup kita, dan Dia juga adil dalam segala keputusan dan penghukuman-Nya. Mari dengarkan video berikut ini untuk semakin kita percaya dan bersandar kepada Allah.





Kiranya renungan ini memberkati saudara

Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing



KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Selasa, 21 Oktober 2025

AKU TELAH MELIHAT TUHAN

 

Garis-Garis Besar Ibadah minggu, 19 Oktober 2025

Tema:

AKU TELAH MELIHAT TUHAN

Ev: Kejadian 32:22-32

32:22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.

32:23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.

32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."

32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.

32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

32:31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

32:32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

------------------------ 


1. Sesunggunya setiap hari kita mengalami pergulatan dengan iman kita. Iman dan kesetiaan kita ditantang dan diuji setiap hari.

2. Tidak sedikit yang kalah dan jatuh dalam pergumulan itu dan tidak mendapatkan apa-apa.

3. Banyak hal yang tidak kita duga terjadi dalam hidup kita terutama peristiwa-peristiwa yang mengancam nyawa kita, ekonomi kita, keluarga kita, anak-anak kita, tetapi lihatlah sampai hari ini kita masih bisa ada sebagaimana kita ada.

4. Banyak orang berpikir bahwa ketika dia mengahadapi pergumulan hidup di sana Tuhan sedang menghukumnya, meninggalkannya, membiarkannya.

5.  Seakan Tuhan tidak hadir dalam persoalannya.

6. Padahal sering sekali Tuhan datang menyapa, menegur, mengajar dan melatih kita dalam pergumulan dan persoalan hidup.

7. Sebenarnya Tuhan tidak kemana-mana, Dia hadir dalam setiap persoalan hidup kita, hanya saja kita yang tidak melihat, tidak sadar  atau merasakan kehadiran Tuhan itu.

8. Sehingga kalau kita menghadapi persoalan kita berpikir Tuhan sedang membenci kita atau meninggalkan kita.

9. Demikian juga Yakup, setelah pergi meninggalkan kampung kediaman mertuanya Laban dan membawa semua harta miliknya serta istri-istri dan anak-anaknya dalam perjalanannya yang akan bertemu dengan abangnya Esau, dia bergumul berat dalam Pasal 32 ini. Dalam pemikirannya tentulah Esau akan membunuhnya karena penipuan yang dilakukannya kepada Esau abangnya. Dia masih ingat betapa marahnya dulu Esau dan hendak memburu dan membunuhnya, sehingga dia melarikan diri.

10. Dalam pergumulannya ini, sebelum dia bertemu abangnya Esau, Yakub bergulat dengan seorang laki-laki yang ternyata adalah malaikat Tuhan.

11. Dia tidak menduga bahwa yang dia hadapi adalah Tuhan dan malaikatNya.

12. Di ayat 26 kita melihat bahwa pernyataan Yakub :” Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” menunjukkan bahwa Yakub sudah sadar bahwa yang dilawannya itu adalah malaikat/utusan Tuhan.

13. Lalu di ayat 30 dia menyebut nama tempat itu PNIEL: Sebab dia sadar bahwa seharusnya dia mati karena bertemu Tuhan, Tetapi Tuhan menolong sehingga dia tidak mati. Sebab Yakub tahu siapapun bertemu dengan Tuhan secara langsung akan mati sebab Tuhan itu Maha kudus dan manusia itu berdosa.

14. Sebagaimana Yakup, dalam pergumulannya dengan malaikat itu, dia tidak mau malaikat itu pergi sebelum memberkatinya demikianlah kita hendaknya dalam setiap pergumulan jangan sampai menghadapinya tanpa Tuhan.

15. Apakah kita bisa melihat Tuhan dalam pergumulan kita?

16. Sadarkah kita bahwa Tuhan hadir dalam pergumulan kita?

17. Yakup tahu bahwa hari esok hari pertemuan dengan abangnya Esau adalah hari yang mendebarkan dan menakutkan. Bagi dia itu adalah pertemuan antara hidup dan mati.

18. Itu sebabnya dia tidak mau melepaskan Tuhan sebelum Tuhan memberkati dia supaya dia bisa kuat dan menang menghadapi hari esok.

19. Bagaiman dengan Kita? Adakah kekuatiran dan ketakutan akan hari esok menghantui kita?

20. Apakah kita sudah melihat Tuhan?

21. Kalau sudah melihat  what next?

22. Sebagaimana Yakup:

-          Setelah Tuhan memberkatinya dan mengganti namanya dengan nama yang baru, maka terjadilah perubahan hidup dan tujuan hidup. Ketakutan menghadapi hari esok diganti dengan keberanian. Demikian juga kita hendaknya.

-          Lalu kita Jalani hidup yang baru

-          Jangan hadapi dan jalani setiap langkah hidup kita tanpa melihat Tuhan dulu. Jangan NEKAD  berjalan sendiri di dunia yang penuh ranjau dan jebakan mematikan ini.

23.   Kapan kita melihat Tuhan?

-          Setiap peristiwa yang kita hadapi, Roma 8:28

-          Setiap dengar FirmanNya

-          Lewat penampakan Tuhan secara pribadi dengan berbagai cara.

24.   Apa yang kita lakukan jika kita bertemu Tuhan?

-          Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

-          Jangan biarkan Tuhan berlalu tanpa memberkati kita

-          Jangan sia-siakan kesempatan beribadah dengar firman, dalam Ibadah minggu, sektor, kebaktian marga, STM   tanpa kita mendapat berkat dari Tuhan

-          Hari ini kita mendengar sabdaNya dan Tuhan hadir dalam ibadah kita ini. JANGAN BIARKAN KESEMPATAN INI BERLALU TANPA TUHAN MEMBERKATI KITA.

-          Di akhir ibadah dikatakan: ‘TERIMALAH BERKAT TUHAN”  lalu Tuhan memberkati kita. Itulah berkat Tuhan yang akan kita pulang.

25.   Dengan demikian kita akan berkata: AKU TELAH MELIHAT TUHAN.

26. TERAKHIR: Lalu ketika kita sudah melihat Tuhan, berjumpa denganNya apa yang selanjutnya kita lakukan?

27.   Dalam setiap doa berkat dikatakan: “TUHAN MENYINARKAN WAJAHNYA KEPADAMU DAN MEMBERI ENGKAU KASIH KARUNIA’

-          Sama seperti sinar matahari yang disinarkan, megenai bulan, lalu bulan itu bisa menyinarkan dan memancarkan sinar itu kembali.

-          Kalau sinar wajah Tuhan itu sudah kita serap maka kita akan kita juga harus bisa memancarkan sinar itu kembali kepada sekitar kita, sehingga semua orang merasakan kasih dan kabaikan Tuhan sebagaimana telah kita rasakan.

28.   Saudara, hari ini ketika kamu mendengar sabda Tuhan, sebelum meninggalkan pintu gereja ini, katakanlah dalam hatimu” Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku”

29.   Amin



Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 

Garis-garis besar Kotbah Ibadah Sektor  12 Oktober 2025

Tema:

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 Sub tema : 

"MEMBERITAKAN INJIL DALAM KESESAKAN”

Epistel: DANIEL 3:13-18  

 3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

-----------------------------


1.   Perkembangan Injil yang pesat sejak jemaat mula-mula terjadi  justeru di saat kekristenan berada di bawah tekanan dan berbagai-bagai penderitaan dan penganiayaan.

2.   Orang melihat keteguhan iman mereka kepada Kristus bahkan sampai rela mati demi nama Yesus, membuat banyak orang datang kepada Yesus, mencari tahu siapa Yesus itu dan akhirnya percaya kepada Yesus.

3.    Kesaksian Sadrakh, Messakh dan Abednego  dan keteguhan iman mereka membuat Orang sebesar raja Nebukadnezar akhirnya memuliakan Allah. (Daniel 3:28-30).

4.  Penderitaan, sakit penyakit, kemiskinan, penganiayaan dan kelemahan-kelemahan kita, jika kita serahkan kepada Tuhan, bisa Tuhan pakai dengan luar biasa untuk pekerjaan Allah.

5. Sebagaimana dalam kesulitan dan ancaman kematian, Sadrakh Mesakh dan Abednego tetap mengabarkan siapa Allah yang mereka sembah, demikian juga harusnya kita dalam segala situasi  bahkan situasi sulit kita harus juga memberitakan Tuhan lewat hidup kita dan perkataan kita. 1 Timotius 4: 2

6.   Kunci kesetiaan mereka bertiga kepada Tuhan adalah pengenalan mereka yang benar tentang Allah, dan tidak ada Allah selain Dia yang patut dipuji dan disembah.

7.  Jika kita tetap konsiten dan setia dalam segala kelemahan kita untuk beriman kepada Kristus dan tidak malu mengakuiNya dengan cara mengabarkan atau menceritakan tentangNya (Yesus) Maka Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita.


Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 

Garis-Garis Besar Kotbah Ibadah Minggu 12 Oktober 2025

Tema:

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 

Ev: Roma 1:8-15

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

---------------------------------------


1.       Apa latar belakang surat Roma ini?

Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma ditulis untuk mempersiapkan mereka terhadap kunjungannya kepada mereka. Semua orang -- baik Yahudi maupun bukan Yahudi -- perlu diperbaiki hubungannya dengan Allah, sebab semuanya sama-sama berada dalam kekuasaan dosa. Iman terhadap berita  Injil yaitu Yesus Kristus akan menyelamatkan manusia berdosa.

2.       Dari Nas Roma 1:8-15: Apa dasar Paulus untuk memberitakan Injil?

Ayat  14-15 (Berhutang Penginjilan) Dia merasa berhutang atas keselamatannya kepada semua orang.

3.       Mengapa Paulus berpikir dan meyakini bahwa dia berhutang Iniil? 

Karena dia manusia binasa yang sudah menganiaya pengikut Kristus justeru diselamatkan Tuhan Yesus dan dosanya diampuni. Itu sebabnya dia juga berkata itu kepada jemaat di Efesus 2:8-9

4.       Mengapa Paulus  menggunakan konsep berhutang dalam pemberitaan Injil itu?

Orang yang berhutang biasanya tidak pernah tenang  sampai hutangnya dia bayar lunas.

5.       Apa itu injil? Dan  mengapa Paulus ngotot dan berani mati untuk itu?

Roma 1:16-17

6.       Apa yang dilakukan Yesus setelah menjadi manusia selama pelayanannya dalam rangka penyebaran Injil Keselamatan itu?

Yesus mengajar dan melatih murid-muridNya untuk menginjili. Sebab Yesus tahu bahwa Yesus tidak akan selamanya secara fisik tinggal bersama mereka di bumi. Lalu mengutus mereka. Matius 28:19-20

7.       Apakah setelah Rasul-Rasul memberitakan Injil, lalu mereka meninggal, maka Pemberitaan Injil selesai sampai di situ?            

Tidak. Sebelum akhir jaman tiba, tugas pemberitaan Injil itu akan selamanya menjadi tugas dan tanggungjawab setiap orang percatya (Pengikut Yesus).

8.       Apakah saudara yakin dan percaya  sudah diselamatkan? Dan kalau sudah yakin, merasakah saudara turut berhutang terhadap Injil sebagaimana Rasul paulus?

Ya Yakin, Kiranya Tuhan menguatkan saya.

9.       Apa sumbangsih yang bisa kita lakukan dalam pemberitaan Injil?    

a.       Ayat 9 Melayani Allah dengan segenap hati

b.      Sebagaimana ayat 11: Selalu memiliki kerinduan untuk menyampaikan kabar baik itu kepada setiap orang yang dijumpai.

10.   Bagaimana supaya kita tetap setia mengabarkan kabar baik itu?      

a.       Ingat siapa kita dahulunya. Efesus 2: 1-5

b.      Roma 1:14 Kita adalah orang-orang berhutang karena Injil.

11.   Apa yang bisa dilakukan Gereja dan jemaat dalam rangka Pemberitaan Injil ini?

a.       Sisi gereja: Memberi makan, 3M (Mengajar, Melatih, dan Mengutus) , Menyediakan fasilitas penunjang

b.      Sisi jemaat: Sadar, Memberi diri, memberi karunia dan talenta berdasarkan kemampuan. 

         c.   Ketika penginjilan tidak dijalankan lagi oleh gereja, maka gereja sedang membunuh dirinya sendiri.

Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......