Selasa, 21 Oktober 2025

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 

Garis-garis besar Kotbah Ibadah Sektor  12 Oktober 2025

Tema:

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 Sub tema : 

"MEMBERITAKAN INJIL DALAM KESESAKAN”

Epistel: DANIEL 3:13-18  

 3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

-----------------------------


1.   Perkembangan Injil yang pesat sejak jemaat mula-mula terjadi  justeru di saat kekristenan berada di bawah tekanan dan berbagai-bagai penderitaan dan penganiayaan.

2.   Orang melihat keteguhan iman mereka kepada Kristus bahkan sampai rela mati demi nama Yesus, membuat banyak orang datang kepada Yesus, mencari tahu siapa Yesus itu dan akhirnya percaya kepada Yesus.

3.    Kesaksian Sadrakh, Messakh dan Abednego  dan keteguhan iman mereka membuat Orang sebesar raja Nebukadnezar akhirnya memuliakan Allah. (Daniel 3:28-30).

4.  Penderitaan, sakit penyakit, kemiskinan, penganiayaan dan kelemahan-kelemahan kita, jika kita serahkan kepada Tuhan, bisa Tuhan pakai dengan luar biasa untuk pekerjaan Allah.

5. Sebagaimana dalam kesulitan dan ancaman kematian, Sadrakh Mesakh dan Abednego tetap mengabarkan siapa Allah yang mereka sembah, demikian juga harusnya kita dalam segala situasi  bahkan situasi sulit kita harus juga memberitakan Tuhan lewat hidup kita dan perkataan kita. 1 Timotius 4: 2

6.   Kunci kesetiaan mereka bertiga kepada Tuhan adalah pengenalan mereka yang benar tentang Allah, dan tidak ada Allah selain Dia yang patut dipuji dan disembah.

7.  Jika kita tetap konsiten dan setia dalam segala kelemahan kita untuk beriman kepada Kristus dan tidak malu mengakuiNya dengan cara mengabarkan atau menceritakan tentangNya (Yesus) Maka Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita.


Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih