Garis-garis besar Kotbah Ibadah
Sektor 12 Oktober 2025
Tema:
MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI
"MEMBERITAKAN INJIL DALAM KESESAKAN”
Epistel: DANIEL 3:13-18
3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
1. Perkembangan Injil yang pesat sejak
jemaat mula-mula terjadi justeru di saat
kekristenan berada di bawah tekanan dan berbagai-bagai penderitaan dan
penganiayaan.
2. Orang melihat keteguhan iman mereka
kepada Kristus bahkan sampai rela mati demi nama Yesus, membuat banyak orang
datang kepada Yesus, mencari tahu siapa Yesus itu dan akhirnya percaya kepada
Yesus.
3. Kesaksian Sadrakh, Messakh dan
Abednego dan keteguhan iman mereka
membuat Orang sebesar raja Nebukadnezar akhirnya memuliakan Allah. (Daniel
3:28-30).
4. Penderitaan, sakit penyakit,
kemiskinan, penganiayaan dan kelemahan-kelemahan kita, jika kita serahkan
kepada Tuhan, bisa Tuhan pakai dengan luar biasa untuk pekerjaan Allah.
5. Sebagaimana dalam kesulitan dan
ancaman kematian, Sadrakh Mesakh dan Abednego tetap mengabarkan siapa Allah
yang mereka sembah, demikian juga harusnya kita dalam segala situasi bahkan situasi sulit kita harus juga
memberitakan Tuhan lewat hidup kita dan perkataan kita. 1 Timotius 4: 2
6. Kunci kesetiaan mereka bertiga kepada
Tuhan adalah pengenalan mereka yang benar tentang Allah, dan tidak ada Allah
selain Dia yang patut dipuji dan disembah.
7. Jika kita tetap konsiten dan setia
dalam segala kelemahan kita untuk beriman kepada Kristus dan tidak malu
mengakuiNya dengan cara mengabarkan atau menceritakan tentangNya (Yesus) Maka
Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita.
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih