Kamis, 25 Desember 2025

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

Hari7

( Yesus )

Saudara yang dikasihi Tuhan, berbagai peristiwa dalam Alkitab sekitar kelahiran Yesus Kristus merujuk kepada kesetiaan Allah memelihara dan membuktikan semua perkataanNya di masa lampau. Setiap apa yang Allah sampaikan sesunggunya adalah Ya dan Amin. Ketika Allah menyatakan sesuatu tentang masa yang akan datang maka perkataanNya itu adalah benar dan dibuktikan Allah sendiri. Hal ini menunjukkan  kesetiaan Allah dan tidak ada dusta pada Allah.

Secara manusiawi kita berpikir “bagaimana mungkin”  atau “seperti apa jalannya?”. Misalnya yang pertama: Bagaimana mungkin digenapi bahwa Juru selamat akan lahir di Betlehem?  Kalaupun akhirnya kita tahu bahwa Maria dan Yusuf orang Nazareth itulah yang akan melahirkan Mesias itu. Tapi bagaimana mungkin? mereka tinggal di Nazareth. Tetapi kita melihat dalam Lukas 2:1-3 bahwa Kaisar Agustus memerintahkan untuk diadakan sensus penduduk, Inilah yang menyebabkan Yusuf dan  Maria berangkat ke Betlehem karena dari Betlehemlah leluhur mereka berasal. Akhirnya kita tahu bahwa Yesus-pun lahir di sana sebab saat keberangkatan mereka kehamilan Maria sudah pada bulannya akan melahirkan.

Yang kedua Peristiwa Herodes membunuh semua anak umur 2 tahun kebawah. Allah juga sudah pernah menyinggungnya di Peranjian Lama. Dalam ke-Mahatahuan Allah, bahwa di masa yang akan datang saat Mesias itu lahir akan ada ratap tangis karena anak-anak itu dibunuh.  Ya, Herodes cemburu atau takut kerajaannya di ambil alih Raja yang baru lahir itu. Iblis mempengaruhi dan memakai dia mancegah karya keselamatan yang sudah Allah rencanakan. Dalam Matius 2:17-18 ternyata dijelaskan bahwa peristiwa itu adalah penggenapan nubuatan Yeremia di masa lampau bahwa akan ada ratap tangis di Rama yang amat sedih karena meratapi  anak-anak mereka (Yeremia 31:15).

Yang ketiga ada nubuatan dalam perjanjian lama Hosea 11:1 yang menyatakan bahwa “dari Mesir kupanggil Anak-Ku itu”. Nubuatan ini merujuk kepada Yesus sang Mesias. Namun bagaimana mungkin hal ini terjadi sebab Yusuf dan Maria tinggal di Betlehem  setelah Yesus lahir. Ternyata peristiwa Herodes mau membunuh bayi Yesus membuat Yusuf dan Maria meninggalkan Betlehem dan lari ke Mesir sesuai perintah Tuhan. Maka setelah Herodes mati, maka Tuhan menyampaikan kepada Yusuf dan Maria untuk pulang ke Israel. Tentunya ke Betlehem lagi. Itulah sebabnya dikatakan dalam Matius 2:15 bahwa setelah Herodes mati, Yusuf dan Maria kembali ke Israel. Kembalinya ini lah yang menggenapi Hosea 11:1 di atas.

Yang keempat, kita tentunya tahu  bahwa Yesus dijuluki orang Nazareth, bahkan di atas salib Yesus Pilatus menuliskan “Yesus Nazareth raja orang Yahudi”. Bagaimana Allah menggenapi ini bahwa akhirnya Yesus akan dijuluki orang Nazareth? Dalam Matius 2:20-23  jelas di bukakan alasan mengapa Yesus disebut orang Nazareth  adalah supaya mengenapi nubuatan Allah tentang Yesus. Setelah Yusuf tahu bahwa Herodes meninggal dan selanjutnya digantikan anaknya Arkhelaus, maka Yusuf takut pulang ke Betlehem tanah Yudea dan akhirnya pergi ke Galilea dan tinggal di sebuah kota bernama Nazareth. Akhirnya mereka tinggal di sana dan Yesus besar di sana. 

Jadi dalam semua peristiwa-peristiwa itu menyatakan kesimpulan:

a.      Yang pertama bahwa itu semua terjadi SUPAYA GENAPLAH FIRMAN ALLAH yang disampaikan para Nabi.

b.     Kedua bahwa semuanya ada dalam kendali Tuhan Sang Sutradara Agung itu.  

c.      Yang ketiga itu semua membuktikan bahwa Allah kita itu adalah ALLAH YANG MAHA TAHU untuk masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Bagaimana dengan kita? Mungkin kita sulit memikirkan apa yang terjadi dengan diri kita, keluarga kita, karir kita dan lain sebagainya. Mungkin yang kita alami saat ini tidak sesuai harapan, tetapi sesunguhnya bahwa semua sesuai perkatan-Nya dan SEMUANYA ADA DALAM KENDALI TUHAN. Tinggal bagaimana kita mempercayakan hidup kita kepadaNya supaya semua rencanaNya dalam hidup kita terjadi di masa yang akan datang.

Kiranya Tuhan semakin menolong kita untuk semakin beriman dan percaya bahwa semua ada dalam kendali Tuhan. Amin

TAMAT

 



Shalom, (Ev. Harles Lumbantobing)


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Rabu, 24 Desember 2025

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

Hari6

Matius 2: 16 (Pembunuhan Bayi)

 

Ada suatu peristiwa dalam Alkitab yang dituliskan dan diberitakan namun jarang atau hampir tidak pernah diberitakan atau dikotbahkan. Seumur hidup saya berita ini belum pernah saya dengar atau baca dikotbahkan atau dibagikan secara tertulis. Saat saya membaca berita ini saya teringat berita yang sering diceritakan dalam Perjanjian Lama  yaitu bayi Musa yang diselamatkan dan dipersiapkan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Di saat semua bayi orang Ibrani dibunuh di Mesir, Musa dikhususkan Tuhan untuk selamat demi mempersiapkannya untuk membebaskan umatNya dari perbudakan Mesir (Keluaran 1:16,22).

Dalam Matius 2:16 diceritakan demikian: “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu”. Dalam cerita ini ada empat  hal yang mau kita renungankan yaitu :

Yang pertama bahwa Iblis selalu demikian keras bahkan kejam dalam mencegah karya keselamatan yang Tuhan sedang siapkan.  Sejak dahulu kala demikian. Iblis memperalat orang-orang yang diperbudaknya untuk melaksanakannya.  Jaman kelahiran Musa menggunakan Firaun, dan jaman kelahiran Yesus menggunakan Herodes. 

Yang kedua bahwa rencana Tuhan tidak akan pernah gagal  oleh hambatan apapun. Ancaman kematian sekalipun tidak akan mampu mencegah Firman Allah untuk terlaksana. Demikian juga  dalam kehidupan kita, kita harus percaya dan yakin bahwa Tuhan tidak pernah gagal melaksanakan FirmanNya atas kehidupan kita. Percaya dan yakinlah maka kita akan hidup.

Yang ketiga  bahwa  saat Yesus lahir ada banyak anak-anak umur 2 tahun ke bawah yang mati di Betlehem. Peristiwa ini sangat tragis. Herodes to the point  ingin membunuh Mesias (Raja yang baru) yang sudah lahir itu. Dengan membabi buta ia membunuhi semua anak-anak itu dengan harapan salah satunya adalah Yesus.  Kelahiran Yesus harus dibayar mahal oleh penduduk Betlehem yang menolak memberikan rumahnya sebagai tempat menginap dan  melahirkan Juru Selamat itu. Artinya bagi kita yang tidak mau membuka pintu hati kita untuk sang Mesias maka kematianlah yang akan menghampiri kita.

Yang keempat, dari peristiwa ini kita memandang 33 tahun kedepannya bahwa memang Yesus harus mati. Tetapi  Dia harus menyelesaikan dulu semua misiNya di dunia yaitu memberitakan bahwa kerjaan Allah sudah dekat, memilih dan memperlengkapi murid-muridNya untuk nantinya di utus memberitakan kabar baik itu sampai menantikan kedatanganNya yang kedua. Setelah itu barulah Yesus mengorbankan diriNya sebagai korban yang sempurna untuk menebus manusia  dari dosa-dosa.  Jadi saat Yesus lahir, ada banyak anak-anak di Betlehem yang mati karenanya, tetapi saat Yesus mati di salibkan di Golgota, ada banyak manusia pada segala bangsa yang hidup oleh karena kematian Yesus. Terpujilah TUHAN.

Kiranya Tuhan semakin menolong kita untuk semakin beriman dan membuka hati kita bagi Dia. Amin

Shalom, (Ev. Harles Lumbantobing)


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Selasa, 23 Desember 2025

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

Hari5

Matius 2: 8 vs Matius 2:13 (Herodes)

 

Ketika orang Majus menjumpai Herodes dan mengabarkan ada Raja baru yang baru lahir, betapa membuat Herodes nampaknya bersukacita dan ingin segera melihat dan menyembah Raja baru yang baru lahir itu (Matius 2:8). Tetapi benarkah demikian?

Ternyata…. setelah kita melihat dalam matius 2:13, Malaikat mengungkapkan kebenarannya bahwa Herodes ingin bertemu dengan Bayi itu bukan untuk menyembahNya tetapi untuk membunuhNya. Herodes bisa membohongi orang majus itu dengan  tipu dayanya, tetapi Tuhan tidak. Sebab Tuhan mengetahui segala sesuatu.

Memang Yesus Raja segala raja itu akan mati nanti pada umur 33 tahun di akhir pelayanannya. Dia dibunuh dengan cara disalibkan. Tetapi kita tahu bersama lewat Alkitab bahwa kematianNya yang tragis itu harus dijalaniNya sebagai korban keselamatan bagi umat manusia yang berdosa. Dia mengorbankan diriNya dengan memberikan diriNya mati disalibkan untuk menanggung semua dosa-dosa manusia, sehingga manusia itu  diampuni dan beroleh jalan keselamatan menuju Sorga kekal. Sesungguhnya kematianNya adalah kemenanganNya karena dengan demikian ada korban pendamaian antara manusia berdosa dengan Bapa di Sorga. Setelah itu Dia mengalahkan maut atau kematian itu dan bangkit sebagai pemenang.

Bagaimana dengan kita?. Benarkah kita menyembah Yesus atau sedang mau menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan? Atau ada maksud lain atau motivasi lain? atau  sekedar tipu daya supaya kita disebut beriman, beragama, atau memiliki pengakuan status sosial di masyarakat?

Jika ternyata sesudah kita berkata percaya dan beriman kepadaNya tetapi  kita masih hidup dalam dosa yang lama. Atau sudah berkata beriman dan percaya kepadaNya tetapi malah hidup dalam dosa bahkan merancang dosa yang baru bukankah itu tidak jauh beda dengan Herodes?.  Ibrani 10:26 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.” Ayat ini menjadi catatan khusus bagi setiap orang yang akhirnya tidak memperlakukan Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya dan menyembahNya,  karena Yesus hanya berkorban dan mati sekali saja.

Malah sebaliknya orang demikian disebutkan Alkitab adalah orang yang murtad dan yang ingin membunuh (menyalibkan) Yesus seperti Herodes itu. Ibrani 6:4-6 berkata “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum”.

Mari sungguh-sungguh datang kepada Yesus dan menyembahNya dengan ketulusan dan kemurnian hati. Dialah Raja dan Juru Selamat kita. Amin 

(Ev. Harles Lumbantobing)


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Senin, 22 Desember 2025

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL


Hari-4

Lukas 2:29-30  (Simeon)

 

Adakah/apakah yang paling membahagiakan dalam hidup saudara?. Mungkin beragam diantara kita akan memberikan jawaban. Tentunya semua orang memiliki sesuatu yang sangat diharapkan  dan diimpikan. Jika itu sudah ketemu bisa dipastikan bahagianya tidak tanggung-tanggung.

Simeon yang hidup benar dan saleh (Lukas 2:25-26) yang selalu menantikan Mesias yang sudah dinubuatkan kepadanya oleh Tuhan langsung, bahkan tidak akan mati sebelum melihat Mesias itu mengalami hal yang sama. Betapa penantiannya selama ini selama puluhan tahun akhirnya terjawab sudah oleh Tuhan.  AKHIRNYA KETEMU JUGA ketika dia melihat bayi Yesus  yang masih berumur 8 hari itu dibawa ke bait Allah .

Betapa bahagianya dia  dan berkata “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”(ayat 29-30).  Seumur hidupnya tidak ada yang lebih besar yang dia nantikan selain Mesias yang diurapi itu  yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Kita membayangkan betapa bahagianya dia saat itu, melihat bayi Yesus, yang bukan sekedar bayi saja tetapi Mesias, dan bukan sekedar Mesias Juru Selamat saja tetapi Dia Tuhan pencipta langit dan bumi yang menciptakan Simeon sendiri. Kehormatan yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada Simeon untuk mengenal Tuhan sendiri yaitu Sang Pencipta yang ada dihadapannya. Kebahagiaan tiada tara ini diekspresikan Simeon dengan berkata seperti ayat 29-30 itu. Bahwa Simeon kini damai dan tentram meninggalkan dunia ini ketika sudah berjumpa Sang Juru Selamat.

Tentu sekali Simeon selama hidupnya percaya akan nubuatan bahwa Mesias akan datang untuk membebaskan umatNya dan selalu menanti-nantikannya. Karena itu Allah (Roh Kudus) telah berjanji kepada dia bahwa Simeon tidak akan mati sebelum melihat Mesias (ayat 26).

Bagaimana dengan kita, percayakah kita akan janji Tuhan? Dan tetapkah kita berpengharapan bahwa Yesus akan datang kedua kali untuk menjemput kita umatNya yang percaya dan berharap kepadaNya? sudahkah kita bertemu dengan Yesus dan mengenalNya?. Kalau sudah adakah perubahan hidup bagi  kita sejak berjumpa itu hingga saat ini?. Tuhankah Dia bagi kita secara pribadi? Kalau ya kebahagiaan  seperti Simeon tentunya harus kita alami dan keberanian penuh damai akan melingkupi kita saat meninggalkan dunia ini.

Tuhan kiranya melawat kita hingga Tuhan menyatakan “sudah selesai” akan perjalanan hidup kita di dunia yang sementara ini. Amin.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Minggu, 21 Desember 2025

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

Hari-3

“KALAU MEREKA SAJA MAU, MENGAPA KITA TIDAK?”

Lukas 2:17-18  (Para Gembala)

 

Begitu banyak fakta dikenyataan hidup ini bahwa orang kaya, berpangkat, berjabatan, orang pintar, akan susah menerima Kabar baik (Injil) seperti yang di dengar kaum gembala di padang ini karena mereka sudah terlalu disibukkan dengan hartanya, jabatan, ilmu pengetahuan bahkan dunianya sendiri. Sehingga ketika Sang Juru selamat itu datang akan lolos dari penglihatan, pemahaman, dan penerimaan mereka.

Tidak demikian dengan kelompok orang-orang hina, miskin, rendah dan tidak diperhitungkan masyarakat, mereka adalah yang paling mudah dan cepat untuk percaya dan beriman kepada Tuhan. Bahkan mereka yang paling cepat mau dipakai dan taat kepada Tuhan.

Kabar tentang kelahiran Juru selamat atau penggenapan Nubuatan dan Janji Allah tentang Mesias ternyata pertama sekali diberitahukan kepada sekelompok orang yang tidak diperhitungkan dunia. Kelompok itu adalah kelompok para gembala di padang rumput.

Di dalam status mereka sebagai gembala (pekerja-bukan pemilik) yang sangat hina dan rendah di masa itu, tidak membuat mereka dilupakan dan ditinggalkan Tuhan. Justeru kabar baik bagi segala bangsa itu lebih dahulu diberitahukan kepada mereka. Inilah penghiburan sejati yang sangat besar dan nilainya tinggi yang Tuhan berikan kepada setiap orang yang mengalami kondisi-kondisi seperti para gembala ini.

Ketika kabar besar ini datang menghampiri meraka yang dalam keadaan ketakutan itu,  mereka percaya. Ketika mereka percaya ketakutanpun hilang, keberanianpun muncul. Kabar sukacita ini memberikan pengharapan baru bagi mereka. Merakapun pergi untuk mencari di mana Juru selamat itu dilahirkan dan mereka bertemu dengan bayi Yesus yang sedang dibaringkan di palungan.

Malaikat tidak memerintahkan mereka untuk mengabarkan dan menceritakan kelahiran Juru Selamat itu setelah melihatnya, Tetapi dari Lukas 2:17-18 menyatakan setelah mereka melihat dan membuktikan semua itu mereka menceritakan apa yang mereka lihat dan alami itu kepada SEMUA ORANG yang ada di sekitar mereka dan yang mereka jumpai. Kalau mereka saja mau mengapa kita tidak?. Kecuali kita tidak percaya dan beriman kepada Yesus Kristus Juru Selamat kita itu.

Inilah para penginjil (Evangelis) pertama yang karena rasa bahagia dan ucapan syukur yang besar mereka dengan berani memberitakan Kabar baik itu. Siapakah mereka? Kita tahu bersama, siapakah mereka itu. Bahkan mereka adalah bagian dari orang-orang yang dulunya tidak berani angkat kepala dihadapan orang lain, namun saat mendengar berita itu dan berjumpa dengan Juru Selamat itu hidup mereka dirubahkan.

Dalam jaman ini ada banyak  cara untuk menceritakan Yesus kepada siapapun. Tinggal bagaimana kita meresponi dan bersyukur akan keselamatan dan pengorbanan yang Yesus sudah lakukan untuk kita.

SUDAHKAH  atau maukah saudara dan saya menceritakan Yesus kepada orang lain hari ini?

 

Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

Ev. Harles Lumbantobing



KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Sabtu, 20 Desember 2025

ALLAH MELAWAT UMATNYA

 

Garis-Garis besar Renungan Ibadah Adven IV, 21 Desember 2025

Tema:

ALLAH MELAWAT UMATNYA

Ev: Lukas 1:67-79

1. Saat ini dunia, bangsa, keluarga, dan pribadi-pribadi mengalami tantangan yang berat menghadapi jaman ini. Semakin bertambah jaman dan kemajuan diberbagai bidang persoalan dan pergumulan hidup manusia semakin bertambah.

2.  Dulu orang perpikir bisa makan saja sudah cukup

3.  Sekarang tidak cukup hanya itu, “perlu ini”, “perlu itu”, sudah ada ini perlu lagi itu dan begitu seterusnya yang membuat manusia itu mengalami berbagai-bagai persoalan dan penderitaan hidup.

 4.  Untuk menghadapi persoalan-persoalan yang semakin timbul ini juga manusia terus       mengembangkan teknologi dan pengetahuan di segala bidang.

5. Namun segala kemajuan teknologi dan pengetahuan tidak akan pernah membuat manusia itu keluar dari segala persoalan hidup. Malah solusi/Jalan keluar/kemajuan  yang satu akan membuka persoalan yang baru. Demikian seterusnya sebab manusia tidak akan pernah merasa puas dan cukup.

6.  Semua ini terjadi karena ada hal utama dan paling penting yang ditinggalkan manusia itu, yaitu SPRITUAL (KEROHANIAN-KEBUTUHAN  ROH) yang sudah digeser oleh dunia ini dan sepertinya kebutuhan Spritual ini telah digantikan oleh segala keinginan daging.

7. Sehingga ketika kerohanian seseorang sudah kering dan sakit, maka itu akan berpengaruh terhadap keluarganya, dan keluarga yang sedang sakita akan mempengaruhi sebuah bangsa dan bangsa yang rusak akan mempengaruhi dunia.

8. Hal itu pun berpengaruh kepada gereja. Seorang anggota jemaat dalam gereja yang rohaninya tidak baik, akan mempengaruhi keluarganya dan keluarga ini akan mempengaruhi gereja.

9. Inilah kabar buruk yang harus kita dengar dan terima kenyataanya saat ini. Dan akhir dari semua ini pastilah kebinasaan kekal.

10. Tetapi ada kabar baik yang Tuhan berikan bagi kita di Adven IV ini, bahwa dari sisi Allah yang kudus penuh kasih dan keadilan itu bahwa Dia akan datang melawat umatNya.

11.   Bagaimana Allah melawat umatNya?

12. Anak Tunggal Allah yaitu Yesus Kristus dengan rela meninggalkan sorga, kemuiliaanNya, dan kesetaraan dengan Allah  demi menyelamatkan manusia yang berdosa  dan yang memberontak kepadaNya.

Filipi 2:6: yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

13. Karena itu kita perlu mempersiapkan hati untuk menerima juru selamat. Dan bagaimana cara mempersiapkannya?

-> Adven I sudah diingatkan dalam Matius 3:1-3: “Persiapkanlah jalan buat Tuhan luruskanlah jalan bagiNya”

->Bagaimana caranya? Yohanes Pembaptis berkata: Bertobatlah sebab kerajaaan Allah sudah dekat”

14.   Cerita Doli-doli Adven 

15. PERTOBATAN adalah hal utama yang diingatkan dan ditawarkan dalam setiap memperingati Adven I-IV setiap tahun.

16. Saat Tuhan melawat umatNya , malam akan menjadi terang, hati yang berduka akan dihibur, air mata akan diganti dengan sorak sorai. Orang yang sudah putus asa dan tidak berpengharapan akan melompat kegirangan, sebab ada kabar sukacita bahwa Allah datang membawa damai dan pengampunan.

17.  Itu juga yang Zakharia sampaikan dalam Nas hari ini dalam nubuatannya bahwa ketika Tuhan melawat umatnya, TUHAN  akan:

-  Menumbuhkan tanduk keselamatan=Pengharapan (bagi bangsa Israel pada saat itu sedang terjajah, bagi umat manusia saat ii yang terjajah oleh dosa sehingga mengalami berbagai-bagai persoalan hidup).

-  Melepaskan kita dari musuh-musuh dan tangan orang-orang yang membenci kita

-   Beribadah kepada Tuhan tanpa takut. Sebab orang yang berdosa/bersalah akan takut berjumpa dan datang kepada Tuhan.

-   Menyinari manusia yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki mereka kepada jalan damai sejahtera."

18. Tetapi kalau kita baca lengkap kisah Zakharia ini dari awal, Zakharia sempat tidak percaya atau meragukan janji Allah kepadanya bahwa istrinya Elisabeth akan mengandung di usia tuanya, dan melahirkan Yohanes Pembaptis. Sehingga Allah menghukum Zakharia dan membuatnya menjadi bisu sampai hari kedelapan Yohanes Pembaptis akan disunat dan diberi nama.

19. Tanpa Zakharia bertobat dan mengalami pemulihan dari Tuhan dia tidak akan bisa menyaksikan lawatan Tuhan lewat nubuatan ini.

20.   Karena itu pesan Firman Tuhan hari ini adalah:

a. Persiapkanlah hati kita dengan pertobatan untuk menyambut Sang Juru Selamat

b. Percayalah, Allah datang untuk melawat setiap orang yang mau percaya kepadaNya dengan tidak melihat siapa kita dan seberapa besar dosa kita. Dia datang untuk orang berdosa. Hanya bukalah hati kepadaNya.

c.  Percayalah: Saat Yesus  Putra Allah yang tunggal itu masuk ke dalam hati kita dan diam di dalam hati kita, maka Roh Kudus juga berdiam bersama kita dan saat itu dan seterusnya kita akan dilawat Tuhan.

d.  Tidak ada yang bisa diperbuat  dunia yang berdosa dan segala kemajuan pengetahuan dan teknologinya  untuk menyelamatkan manusia dari penghukuman Kristus kelak. Hanya lawatan Allahlah yang bisa menyelamatkan kita dari segala persoalan di dunia ini dan dari penghukuman kekal itu.

21.   Allah melawat umatNya….maukah saudara dilawat Allah?


Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......