Garis-Garis Besar Ibadah minggu, 19 Oktober
2025
Tema:
AKU TELAH
MELIHAT TUHAN
Ev:
Kejadian 32:22-32
32:22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
32:23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
32:31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
32:32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.
------------------------
1. Sesunggunya setiap hari kita mengalami
pergulatan dengan iman kita. Iman dan kesetiaan kita ditantang dan diuji setiap
hari.
2. Tidak sedikit yang kalah dan jatuh dalam pergumulan
itu dan tidak mendapatkan apa-apa.
3. Banyak hal yang tidak kita duga terjadi dalam
hidup kita terutama peristiwa-peristiwa yang mengancam nyawa kita, ekonomi
kita, keluarga kita, anak-anak kita, tetapi lihatlah sampai hari ini kita masih
bisa ada sebagaimana kita ada.
4. Banyak orang berpikir bahwa ketika dia
mengahadapi pergumulan hidup di sana Tuhan sedang menghukumnya,
meninggalkannya, membiarkannya.
5. Seakan Tuhan tidak hadir dalam persoalannya.
6. Padahal sering sekali Tuhan datang menyapa,
menegur, mengajar dan melatih kita dalam pergumulan dan persoalan hidup.
7. Sebenarnya Tuhan tidak kemana-mana, Dia hadir
dalam setiap persoalan hidup kita, hanya saja kita yang tidak melihat, tidak
sadar atau merasakan kehadiran Tuhan
itu.
8. Sehingga kalau kita menghadapi persoalan kita
berpikir Tuhan sedang membenci kita atau meninggalkan kita.
9. Demikian juga Yakup, setelah pergi
meninggalkan kampung kediaman mertuanya Laban dan membawa semua harta miliknya
serta istri-istri dan anak-anaknya dalam perjalanannya yang akan bertemu dengan
abangnya Esau, dia bergumul berat dalam Pasal 32 ini. Dalam pemikirannya
tentulah Esau akan membunuhnya karena penipuan yang dilakukannya kepada Esau
abangnya. Dia masih ingat betapa marahnya dulu Esau dan hendak memburu dan
membunuhnya, sehingga dia melarikan diri.
10. Dalam pergumulannya ini, sebelum dia bertemu
abangnya Esau, Yakub bergulat dengan seorang laki-laki yang ternyata adalah
malaikat Tuhan.
11. Dia tidak menduga bahwa yang dia hadapi adalah
Tuhan dan malaikatNya.
12. Di ayat 26 kita melihat bahwa pernyataan Yakub
:” Aku tidak akan membiarkan engkau
pergi, jika engkau tidak memberkati aku” menunjukkan bahwa Yakub sudah
sadar bahwa yang dilawannya itu adalah malaikat/utusan Tuhan.
13. Lalu di ayat 30 dia menyebut nama tempat itu
PNIEL: Sebab dia sadar bahwa seharusnya dia mati karena bertemu Tuhan, Tetapi
Tuhan menolong sehingga dia tidak mati. Sebab Yakub tahu siapapun bertemu
dengan Tuhan secara langsung akan mati sebab Tuhan itu Maha kudus dan manusia
itu berdosa.
14. Sebagaimana Yakup, dalam pergumulannya dengan
malaikat itu, dia tidak mau malaikat itu pergi sebelum memberkatinya
demikianlah kita hendaknya dalam setiap pergumulan jangan sampai menghadapinya
tanpa Tuhan.
15. Apakah kita bisa melihat Tuhan dalam
pergumulan kita?
16. Sadarkah kita bahwa Tuhan hadir dalam
pergumulan kita?
17. Yakup tahu bahwa hari esok hari pertemuan
dengan abangnya Esau adalah hari yang mendebarkan dan menakutkan. Bagi dia itu
adalah pertemuan antara hidup dan mati.
18. Itu sebabnya dia tidak mau melepaskan Tuhan
sebelum Tuhan memberkati dia supaya dia bisa kuat dan menang menghadapi hari
esok.
19. Bagaiman dengan Kita? Adakah kekuatiran dan
ketakutan akan hari esok menghantui kita?
20. Apakah kita sudah melihat Tuhan?
21. Kalau sudah melihat what next?
22. Sebagaimana Yakup:
-
Setelah Tuhan memberkatinya dan mengganti
namanya dengan nama yang baru, maka terjadilah perubahan hidup dan tujuan
hidup. Ketakutan menghadapi hari esok diganti dengan keberanian. Demikian juga
kita hendaknya.
-
Lalu kita Jalani hidup yang baru
-
Jangan hadapi dan jalani setiap langkah hidup
kita tanpa melihat Tuhan dulu. Jangan NEKAD
berjalan sendiri di dunia yang penuh ranjau dan jebakan mematikan ini.
23.
Kapan kita melihat Tuhan?
-
Setiap peristiwa yang kita hadapi, Roma 8:28
-
Setiap dengar FirmanNya
-
Lewat penampakan Tuhan secara pribadi dengan
berbagai cara.
24.
Apa yang kita lakukan jika kita bertemu Tuhan?
-
Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan
engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
-
Jangan biarkan Tuhan berlalu tanpa memberkati
kita
-
Jangan sia-siakan kesempatan beribadah dengar
firman, dalam Ibadah minggu, sektor, kebaktian marga, STM tanpa kita mendapat berkat dari Tuhan
-
Hari ini kita mendengar sabdaNya dan Tuhan
hadir dalam ibadah kita ini. JANGAN BIARKAN KESEMPATAN INI BERLALU TANPA TUHAN
MEMBERKATI KITA.
-
Di akhir ibadah dikatakan: ‘TERIMALAH BERKAT
TUHAN” lalu Tuhan memberkati kita.
Itulah berkat Tuhan yang akan kita pulang.
25.
Dengan demikian kita akan berkata: AKU TELAH
MELIHAT TUHAN.
26. TERAKHIR: Lalu ketika kita sudah melihat
Tuhan, berjumpa denganNya apa yang selanjutnya kita lakukan?
27.
Dalam setiap doa berkat dikatakan: “TUHAN
MENYINARKAN WAJAHNYA KEPADAMU DAN MEMBERI ENGKAU KASIH KARUNIA’
-
Sama seperti sinar matahari yang disinarkan, megenai
bulan, lalu bulan itu bisa menyinarkan dan memancarkan sinar itu kembali.
-
Kalau sinar wajah Tuhan itu sudah kita serap
maka kita akan kita juga harus bisa memancarkan sinar itu kembali kepada
sekitar kita, sehingga semua orang merasakan kasih dan kabaikan Tuhan
sebagaimana telah kita rasakan.
28.
Saudara, hari ini ketika kamu mendengar sabda
Tuhan, sebelum meninggalkan pintu gereja ini, katakanlah dalam hatimu” Aku tidak akan membiarkan engkau pergi,
jika engkau tidak memberkati aku”
29.
Amin
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih