MENGAPA ALLAH MENEMPATKAN POHON PENGETAHUAN
TENTANG YANG BAIK DAN YANG JAHAT DAN POHON PEHIDUPAN DI TAMAN EDEN?
Pertanyaan ini muncul sebab akibat: "Karena dengan adanya pohon itu
manusia jadi jatuh ke dalam dosa".
Allah menciptakan manusia segambar dan serupa
dengan Allah.
Paling tidak ada tiga gambar dan rupa Allah yang
ada dalam diri manusia yaitu:
Pikiran, perasaan serta kehendak bebas. Ini adalah karakter Allah yang ada dalam diri
manusia.
Berbeda dengan ciptaan lain seperti binatang dan
tumbuh-tumbuhan.
Kehendak bebas manusia membuat dia memiliki
kemampuan untuk bertindak dan berpikir serta mengambil keputusan sesuai dengan
kemauannya (hasil pikiran dan perasaannya).
Jadi Allah menciptakan manusia demikian sehingga
manusia itu bukan robot yang hanya bertindak dan bergerak sesuai keinginan pembuatnya.
Karena itu, karena manusia adalah ciptaan, meskipun
memiliki kehendak bebas, manusia harus taat dan tunduk kepada Allah Sang Pencipta, maka Allah
membuat kedua pohon itu di taman eden bukan untuk mencobai, tetapi sebagai pagar
atau batas bagi manusia dalam hal mentaati Allah.
Bayangkan segala sesuatu yang diperlukan manusia
itu sudah ada, semua buah pohon di taman itu bisa dimakan dan dinikmati, tetapi
mengapa masih tergiur dengan buah pohon pengetahuan yang dilarang dimakan ini?
Jadi Alllah menempatkan Pohon Penhetahuan dan Pohon
Kehidupan itu bukan juga untuk menjebak manusia itu supaya jatuh ke dalam dosa
dan pelangaran, dan seakan-akan mau mengatakan kepada manusia itu “kan….kamu
lemah, tidak taat, itu sajapun tidak bisa kau taati, ….dst”
Sebelum Iblis masuk ke taman Eden, maka manusia
itu, asal melihat pohon itu, tahu bahwa kedua pohon itu dilarang untuk dimakan
karena ada ancaman kematian di dalamnya.
Dan nampaknya secara tampilan fisik buah pohon itu
begitu menggiurkan dari buah pohon-pohon yang lain. Itu juga sekaligus menguji
ketaatan dan ketundukan mereka atas perintah Tuhan.
Tetapi manusia itu gagal mentaati Allah, tipuan dan
cobaan si Iblis yang menyerang pikiran, perasaan dan kehendak manusia membuat
dia berpikir negatif tentang Allah bahwa “Allah sudah berbohong kepada kami, Dia
menyembunyikan kebenaran bahwa dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan
yang jahat itu akan membuat mereka sama dengan Allah. Allah egois Dia tidak mau
manusia menjadi sama dengan Allah sehingga melarang kami (Adam dan Hawa) untuk
memakan buah ini”.
Akhirnya itu merangsang keinginannya untuk menjadi
sama dengan Allah membuat kehendak bebasnya benar-benar dipergunakan untuk
mengambil keputusan dengan memakan buah itu.
Iblis benar-benar licik dalam kejadian pasal 3
Iblis hanya menyebutkan dan menekankan manfaat buah pohon pengetahuan itu yaitu
tahu tentang yang baik dan yang jahat, serta menjadi sama seperti Allah.
Tetapi dia (Iblis) berusaha mengalihkan dan
menyembunyikan konsekuensi atau akibat yang
Tuhan buat jika memakan buah itu yaitu MATI. Iblis berkata “sekali-kali kamu
tidak akan mati”. Padahal Tuhan berkata dalam Kejadian 2:17 “pada hari engkau
memakannya pastilah engkau mati”
Namun di atas semuanya itu kemampuan kita untuk
memikirkan kehendak dan rencana Allah atas dunia ini sangat terbatas, sehingga
secara prinsip kita harus tundak kepada kehendak dan rencana Allah itu.
Misalnya pikiran kita akan berkata: “Seharusnya Allah
tidak menempatkan kedua pohon itu di taman eden supaya manusia tidak jatuh ke dalam dosa”
Tapi pertanyaan selanjutnya apakah manusia akan
benar-benar tidak jatuh dalam dosa jika seandainya tidak ada kedua pohon itu di
taman Eden? Tentu jawabannya adalah: Bahwa peluang manusia itu akan memberontak
kepada Allah tetap ada, disebabkan dua
alasan: (1) Karena manusia itu memiliki kehendak bebas (2) Karena Iblis sudah
masuk ke taman eden dengan misi menghancurkan manusia sebagai ciptaan Allah
yang paling mulia dan paling dikasihi.
TAMBAHAN:
Iblis dihukum Allah karena memberontak dan ingin
sama dengan Allah. Dia tahu bahwa dia tidak mungkin bisa menang melawan Allah
maka satu-satunya cara dia untuk melawan dan menyakiti Allah adalah dengan menyakiti
dan membinasakan yang dikasihi Allah yaitu manusia. Cara yang dilakukannya
adalah memprovokasi dan menipu manusia itu untuk melawan Allah. Dia tahu bahwa
Allah melarang manusia memakan buah pengetahuan dan buah pohon kehidupan itu
dan akibatnya adalah kematian (binasa). Karena itu Iblis memanfaatkan kehendak
bebas manusia itu untuk melanggar perintah Allah dengan menipu dan membohongi
manusia untuk memakan buah Pengetahuan itu.
Bagaimana kalau seandainya tidak ada buah pohon
pengetahuan dan pohon kehidupan itu? Apa Iblis masih ada cara untuk
memprovokasi maniusia memberontak kepada Allah? Ya kemungkinannya ada cara lain
sebab Iblis itu licik.
JADI SIFAT ALLAH DALAM DIRI MANUSIA YAITU KEHENDAK
BEBAS menjadi alasan Allah untuk menempatkan POHON itu di taman Eden sebagai batasan dan pagar
bagi Adam dan Hawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih