Garis-garis Besar Kotbah Ibadah Minggu 21 September 2025
Tema:
TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA
Ev:
Amos 9:11-15
LATAR
BELAKANG:
1. Amos melayani pada masa pemerintahan raja Uzia
di Yehuda dan Raja Yerobeam II di Israel
pada abad ke-8 SM. Amos sejaman dengan nabi Hosea
2. Amos
menubuatkan tentang penghukuman Tuhan atas bangsa Israel karena dosa-dosa
mereka yang sangat Tuhan benci. Ini bisa kita lihat mulai dari pasal 2 dan
pasal 8.
3. Kejahatan
mereka sudah kelewatan bagi Tuhan. Mereka berpura-pura beribadah kepada Tuhan
tetapi mereka juga menyembah berhala.
- Mereka diberi Tuhan hak sebagai
pemerintah tetapi menyalahgunakannya untuk menindas rakyat.
- Kesenjangan sosial antara orang kaya, kaum bangsawan dengan rakyat begitu jauhnya. Bahkan mereka merampas tanah dan hak-hak rakyatnya demi kepentingan diri mereka sendiri.
4. Dalam
Amos 5-6 Amos memperingatkan mereka bahwa Tuhan pasti akan menghukum mereka
dengan luar biasa.
5. Tapi
kalau mereka sungguh-sungguh mencari Tuhan, mereka dapat
terhindar dari kehancuran (Amos 5:14-15)
6. Namun
mereka keras kepala, sehingga Tuhan akan
melaksanakan hukumanNya.
7. Lalu dalam pasal 9 ini dan Nas ayat 11-15 ini Amos menyampaikan pesan harapan yang menjanjikan bahwa Tuhan
akan mengumpulkan umat-Nya dan memulihkan mereka ke tanah mereka.
8. Ini adalah janji Tuhan bagi orang-orang yang
tertindas, orang-orang yang dizolimi oleh para bangsawan dan raja.
9. Janji kepada sisa-sisa Israel yaitu mereka yang tetap berharap kepada Tuhan meski
mereka merasakan ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, bahkan ikut merasakan
imbas hukuman Tuhan karena dosa-dosa para raja dan pemimpin mereka itu.
PELAJARAN UNTUK DIAMBIL:
1. Tidak ada satupun dari manusia yang tidak pernah menghadapi
persoalan hidup.
2. Persoalan oleh karena dosa sendiri, oleh dosa orangtua dan nenek
moyang kita, oleh karena dosa pemimpin-pemimpin kita.
3. Akibat dosa itu Allah pasti akan menghukum.
4. Namun bagi setiap orang-orang yang menaruh harapannya kepada
Tuhan, setelah penghukuman itu Allah akan memulihkannya kembali.
5. Ketika
hukuman itu datang, tentunya akan berdampak kepada semua orang.
6. Saat Tuhan menghukum itu bukan suatu keadaan yang enak.
7. Bagaimana
sikap kita ketika hukuman itu datang?
a. Jika hukuman itu datang akibat dosa dan
perbuatan kita pribadi maka mari ingat
kotbah minggu lalu: tentang anak yang hilang, yang walaupun kondisinya sangat berdosa dan menderita, tetapi ketika dia sadar dan
bertobat, kembali kepada Bapanya maka dia dipulihkan. Dan kehidupannya menjadi
lebih baik.
Kotbah 2 minggu lalu di Yeremia 18:7-8 berkata Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang
suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi
apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari
kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka
yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
b. Jika penderitaan dan
kesukaran yang kita alami adalah sama seperti Kondisi bangsa Israel zaman Amos akibat
hukuman dari Tuhan karena dosa-dosa raja dan pemimpin-pemimpin mereka maka:
1. Tetaplah sabar, jangan putus asa. Berharap
dan bergantung kepada Tuhan, sebab Tuhan berjanji akan memulihkan setiap
umatNya yang sudah hancur sekalipun.
2. Tunduklah kepada Allah dan
berilah dirimu dipulihkan maka kamu akan hidup dan segala kebaikan Tuhan yang
sudah dipersiapkannya akan di nyatakan dalam kehidupanmu.
3. Ingatlah bahwa Allah itu
adil. Dia hanya akan membinasakan orang yang jahat dan sombong saja Amos 9:10: “
Oleh pedang akan mati terbunuh semua
orang berdosa di antara umat-Ku yang mengatakan: Malapetaka itu tidak akan
menyusul dan tidak akan mencapai kami."
4. Tetapi sisa-sisanya yaitu yang berharap
kepada Tuhan meskipun mereka menderita, ditindas, dimiskinkan dan dianiaya akan
diselamatkan oleh Tuhan.
5.
Dalam ayat 11-15 Tuhan menjanjikan
pemulihan yang luar biasa bagi umatNya.
8. Ketika
hidup kita hancur, ekonomi hancur, keluarga berantakan, kegagalan dalam banyak
hal, TETAPLAH percayalah kepada Tuhan. Sebab hanya Dia yang bisa memulihkan.
9. Pemulihan
dan pemeliharaan itu adalah inisiatif Tuhan. Sebagaimana Tuhan telah berjanji
kepada Abraham keturunannya akan menjadi berkat bagi segala bangsa, dan akan
terus mendiami negeri yang dijanjikan Tuhan, maka Tuhan konsisten menjaga
keberadaan umatNya tetap ada di bumi ini.
10. Namun
ada saatNya dia menghukum dan membinasakan umat pilihanNya itu yang tidak setia
kepada Tuhan dan yang mau menyembah kepada ilah-ilah lain.
11. Itu
semua dilakukan untuk memurnikan bangsa pilihanNya itu sampai semua nubuatan
Tuhan digenapi atas bangsa itu.
12. Karena
itu percayalah kepada Tuhan, bahwa Tuhan akan memulihkan hidup setiap kita yang
percaya kepadaNya dan jangan bermain-main dengan dosa, sebab Tuhan membenci
dosa, tetapi mengasihani orang-orang yang hancur hati karena dosa-dosanya dan
datang kepada Tuhan.
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih