Kamis, 19 Februari 2026

TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGIL

 

Kotbah Ibadah Minggu 22 Pebruari 2026

Tema:

TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGIL

 

Ev: Ratapan 3:49-57

3:49 Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,

3:50 sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga.

3:51 Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku.

3:52 Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab.

3:53 Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu.

3:54 Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!"

3:55 "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam.

3:56 Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku!

3:57 Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!"

 

PENDAHULUAN


1. Yeremia di pakai Tuhan untuk memberitakan pesan dan perintah Tuhan kepada bangsa Israel yang sudah demikian berdosa di hadapan Tuhan.

2. Isi berita Yeremia adalah Penghukuman Tuhan dan malapetaka.

3. Mengemban tugas sebagai Nabi dengan isi berita seperti ini membuat kegelisahan dan ketidaknyamanan Yeremia menjadi dua kali lipat.

4. Satu sisi dia harus menyampaikan pesan Tuhan ini dengan tepat dan tidak boleh gentar

5. Di Sisi lain dia tahu bahwa Tuhan pasti akan melaksanakan FirmanNya artinya hukuman dan malapetaka akan menimpa bangsanya sendiri.

6. Selain itu, bangsa itu tegar tengkuk dan nabi-nabi sebelum dia diperlakukan dengan tidak baik ketika nabi-nabi itu menyampaikan perintah dan pesan Tuhan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.

7. Nehemia meratap melihat dosa-dosa bangsanya dan meratap akan penghukuman dan malapetaka yang akan mereka alami.

8. Tetapi Yeremia juga meratap akan kondisi dirinya sendiri yang mengalami banyak penderitaan dan kesusahan melaksanakan tugas itu.

9. Di pasal sebelumnya dan pasal sesudah pasal 3 ini Yeremia mengungkapkan tentang bagaimana berlangsungnya hukuman itu. Dan di awal Pasal 3 ini Yeremia juga menjelaskan tentang penderitaan yang dia juga alami sendiri sebagai dampak dari hukuman Tuhan kepada bangsa itu.

10. Namun satu hal yang membuat hambaNya ini bertahan dan kuat dalam tugas panggilannya itu adalah bahwa “di tengah-tengah penderitaanNya Tuhan mendengar doa dan panggilannya”.

11. Di ayat 57 jelas Yeremia menyampaikan ini, dan jawaban Tuhan kepadanya adalah “JANGAN TAKUT”.

 

PENJABARAN

1. Kesusahan dan penderitaan yang datang meghampiri kita sering sekali bukan hanya karena dosa dan kesalahan kita.

2. Ada beberapa sumber penderitaan yang bisa kita alami:

a. Dosa atau kesalahan dan perbuatan diri kita sendiri

b. Dosa atau kesalahan dan perbuatan orang-orang terdekat kita

c. Dosa atau kesalahan dan perbuatan lingkungan/bangsa  kita sendiri

d. Tindakan  dan perbuatan  jahat orang luar, bangsa luar, orang tidak kita kenal.

e. Pencobaan dari Iblis dan Ujian dari Tuhan

3. Namun dari manapun sumber penderitaan itu,  satu hal yang harus kita ingat bahwa Tuhanlah sumber perlindungan, kemenangan dan kelepasan kita.

4. Pentingnya beriman, bersandar dan mengandalkan Tuhan menjadi 3 hal yang membuat setiap orang percaya menang menghadapi pencobaan dan penderitaan.

5. Lagu “tenanglah kini hatiku”

6. Sebagaimana Yeremia dalam persoalan yang begitu mencekam yang dia hadapi, satu hal yang tidak mau dia lepaskan adalah “HARAPAN”nya kepada Tuhan dan sikap penilaiannya kepada Tuhan yang selalu positif.

7. Dia berkata dengan jelas di ayat 21-25 :

3:21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:

3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,

3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

3:24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

8. Padahal dia jelas menyatakan bahwa bahaya dan ancaman berat itu berasal dari  Tuhan.

9. Bisakah ini juga menjadi pegangan kita dalam setiap pergumulan kita?

10. Inilah yang membuat dia tanpa ragu  berkata di ayat 57 itu: “Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu"

 REFLEKSI / PERENUNGAN

1. Lihatlah dan renungkanlah kondisi sekitar saudara. Bagaimana dosa dan kejahatan merajalela.

2. Dan bagaimana hidup saudara saat ini yang mungkin penuh persoalan dan pergumulan hidup, entah akibat dosa saudara atau akibat dari luar seperti di awal kotbah ini.

3. Adakah saudara seperti Yeremia mau terpanggil untuk berdoa bahkan meratap akan semua kondisi ini?

4. Kita umat yang percaya adalah umat yang spesial di hadapan Allah. Spesial pula hubungan kita dengan Dia. Dia adalah Bapa kita. Bapa yang selalu mendengar seruan anakNya.”TUHAN DEKAT TAKKALA KITA MEMANGGIL”, gunakanlah fasilitas spesial ini untuk berseru dan memohon kepada Tuhan demi keselamatan bangsa kita, lingkungan kita, keluarga kita dan bahkan dunia ini.

5. Jangan diam saja, PANGGILLAH DIA.

6. Amin


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih