Kotbah Ibadah Minggu 22 Pebruari 2026
Tema:
TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGIL
Ev: Ratapan
3:49-57
3:49
Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,
3:50
sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga.
3:51
Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku.
3:52
Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab.
3:53
Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu.
3:54
Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!"
3:55
"Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam.
3:56
Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan
teriak tolongku!
3:57
Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!"
PENDAHULUAN
1. Yeremia di pakai Tuhan untuk
memberitakan pesan dan perintah Tuhan kepada bangsa Israel yang sudah demikian
berdosa di hadapan Tuhan.
2. Isi berita Yeremia adalah
Penghukuman Tuhan dan malapetaka.
3. Mengemban tugas sebagai Nabi
dengan isi berita seperti ini membuat kegelisahan dan ketidaknyamanan Yeremia
menjadi dua kali lipat.
4. Satu sisi dia harus
menyampaikan pesan Tuhan ini dengan tepat dan tidak boleh gentar
5. Di Sisi lain dia tahu bahwa
Tuhan pasti akan melaksanakan FirmanNya artinya hukuman dan malapetaka akan
menimpa bangsanya sendiri.
6. Selain itu, bangsa itu tegar
tengkuk dan nabi-nabi sebelum dia diperlakukan dengan tidak baik ketika
nabi-nabi itu menyampaikan perintah dan pesan Tuhan yang tidak sesuai dengan
keinginan mereka.
7. Nehemia meratap melihat
dosa-dosa bangsanya dan meratap akan penghukuman dan malapetaka yang akan
mereka alami.
8. Tetapi Yeremia juga meratap
akan kondisi dirinya sendiri yang mengalami banyak penderitaan dan kesusahan
melaksanakan tugas itu.
9. Di pasal sebelumnya dan
pasal sesudah pasal 3 ini Yeremia mengungkapkan tentang bagaimana
berlangsungnya hukuman itu. Dan di awal Pasal 3 ini Yeremia juga menjelaskan
tentang penderitaan yang dia juga alami sendiri sebagai dampak dari hukuman
Tuhan kepada bangsa itu.
10. Namun satu hal yang membuat
hambaNya ini bertahan dan kuat dalam tugas panggilannya itu adalah bahwa “di tengah-tengah penderitaanNya Tuhan
mendengar doa dan panggilannya”.
11. Di ayat 57 jelas Yeremia
menyampaikan ini, dan jawaban Tuhan kepadanya adalah “JANGAN TAKUT”.
PENJABARAN
1. Kesusahan dan penderitaan
yang datang meghampiri kita sering sekali bukan hanya karena dosa dan kesalahan
kita.
2. Ada beberapa sumber
penderitaan yang bisa kita alami:
a. Dosa atau kesalahan dan
perbuatan diri kita sendiri
b. Dosa atau kesalahan dan
perbuatan orang-orang terdekat kita
c. Dosa atau kesalahan dan perbuatan
lingkungan/bangsa kita sendiri
d. Tindakan dan perbuatan
jahat orang luar, bangsa luar, orang tidak kita kenal.
e. Pencobaan dari Iblis dan Ujian
dari Tuhan
3. Namun dari manapun sumber
penderitaan itu, satu hal yang harus
kita ingat bahwa Tuhanlah sumber perlindungan, kemenangan dan kelepasan kita.
4. Pentingnya beriman,
bersandar dan mengandalkan Tuhan menjadi 3 hal yang membuat setiap orang
percaya menang menghadapi pencobaan dan penderitaan.
5. Lagu “tenanglah kini hatiku”
6. Sebagaimana Yeremia dalam
persoalan yang begitu mencekam yang dia hadapi, satu hal yang tidak mau dia
lepaskan adalah “HARAPAN”nya kepada Tuhan dan sikap penilaiannya kepada Tuhan
yang selalu positif.
7. Dia berkata dengan jelas di
ayat 21-25 :
3:21
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
3:22
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
3:23
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
3:24
"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap
kepada-Nya.
3:25
TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari
Dia.
8. Padahal dia jelas menyatakan
bahwa bahaya dan ancaman berat itu berasal dari Tuhan.
9. Bisakah ini juga menjadi
pegangan kita dalam setiap pergumulan kita?
10. Inilah yang membuat dia tanpa ragu berkata di ayat 57 itu: “Engkau dekat tatkala aku
memanggil-Mu"
1. Lihatlah dan renungkanlah
kondisi sekitar saudara. Bagaimana dosa dan kejahatan merajalela.
2. Dan bagaimana hidup saudara
saat ini yang mungkin penuh persoalan dan pergumulan hidup, entah akibat dosa
saudara atau akibat dari luar seperti di awal kotbah ini.
3. Adakah saudara seperti
Yeremia mau terpanggil untuk berdoa bahkan meratap akan semua kondisi ini?
4. Kita umat yang percaya adalah
umat yang spesial di hadapan Allah. Spesial pula hubungan kita dengan Dia. Dia
adalah Bapa kita. Bapa yang selalu mendengar seruan anakNya.”TUHAN DEKAT
TAKKALA KITA MEMANGGIL”, gunakanlah fasilitas spesial ini untuk berseru dan
memohon kepada Tuhan demi keselamatan bangsa kita, lingkungan kita, keluarga
kita dan bahkan dunia ini.
5. Jangan diam saja, PANGGILLAH
DIA.
6. Amin
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih