Garis-Garis Besar Kotbah 18 Januari 2029
Tema:
Dalam
Dia kita menjadi kaya dalam segala hal
1 Korintus
1: 4-9
1:4 Aku
senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah
yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
1:5
Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam
perkataan dan segala macam pengetahuan,
1:6
sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
1:7
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu
menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
1:8 Ia
juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak
bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
A. PENDAHULUAN:
1. Bagaimana tanggapan saudara akan tema ini: “Dalam Dia kita menjadi kaya dalam segala hal” ?
2. Apakah mungkin saudara akan
berkata “ah ini hanya kalimat sekedar membuat saya terbuai saja” atau “ah jauh
panggang dari api” tidak sesuai kenyataan, “kalau ini suatu kebenaran kok
hidupku tetap susah sampai saat ini, kok aku miskin sampai saat ini?” teori dan
fakta di lapangan tidak sesuai, sampai saat ini aku serba kekurangan”
3. ini yang terbersik di
hati saudara, saudara tidak sendiri. Saya juga pernah sama dengan saudara
sampai saya menemukan makna sesungguhnya kekayaan dalam Tuhan.
B.
APA MAKNA KAYA DALAM SEGALA HAL?
1. Bicara kekayaan, sering sekali manusia langsung terpikir tentang banyaknya uang atau harta yang dimiliki. Padahal kaya materi adalah salah satu dari kaya dalam segala hal.
2. Kalau kita kaya dalam segala hal itu artinya kita tidak kekurangan dalam segala hal.
3. Saat seseorang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh, maka kepadanya Tuhan mengaruniakan kekayaan dalam segala hal.
4. Alkitab telah mengajarkannya sebagai berikut:
a.
Efesus 2:4-5 Allah yang kaya Rahmat telah
Merahmati kita dari kekayaan rahmatNya untuk menghidupkan kita dari kematian = Karunia utama yaitu keselamatan dari
kekayaan KASIH yang Tuhan miliki.
b.
1 Korintus 1:5: Sebab di dalam
Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan
c.
Filipi 4:19 Allahku
akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
d.
II Korintus 9:11 kamu
akan diperkaya dalam segala macam
kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah
e.
Efesus 3:16 Aku
berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu
C. BAGAIMANA JEMAAT MULA-MULA KAYA DALAM
SEGALA HAL?
1. Ketika kita belajar tentang jemaat-jemaat mula-mula kita bisa melihat bahwa kesatuan mereka di dalam Kristus benar-benar membuat mereka kaya dalam segala hal.
2. Jemaat itu dikaruniai dengan banyak karunia baik materi maupun non materi dan spritual.
3. Sikap hidup antar jemaat mula-mula yang saling mengasihi membuat mereka tidak kekuarangan dalam segala hal. Ada diantara mereka yang selalu berbagi kekayaan materi mereka, ada yang kaya pengetahuan berbagi pengetahuan mereka, yang kaya hikmat dan nasehat juga berbagi itu dengan mereka-mereka yang tidak memilikinya, dan lain sebagainya.
4. Itulah rahasia kekayaan mereka dalam segala hal.
===Apakah di gereja dimana
saudara terdaftar juga mengalami hal serupa ini?===
D. BAGAIMANA KONDISI JEMAAT DI KORINTUS
SEHINGGA RASUL PAULUS MENGIRIM SURAT PENGGEMBALAAN INI?
1. Jemaat Korintus adalah
jemaat yang berkembang pesat dalam banyak hal. Kota dengan dua pelabuhan terkenal
ini menjadi kota yang begitu sibuk dan
penduduknya kaya-kaya secara materi, tetapi juga kaya dalam segala perbuatan dosa
sampai Injil datang yang dibawa rasul Paulus.
2. Di jemaat inilah Paulus memberitakan
Injil dan mengajarkan berbagai macam tentang karunia, tujuan karunia dan
bagaimana memperoleh karunia.
3. Dari Nas ini jelas Paulus
mengakui bahwa jemaat ini kaya dalam
segela hal.
4. 1 Korintus 1:4-9 ini awal
dari surat Paulus kepada jemaat itu yang menyampaikan syukurnya atas realita
jemaat di Korintus yang sudah sedemikian baik dan kaya diberkati oleh Tuhan
dalam segala hal. Bahkan sebenarnya itu sudah menjamin banyak hal sampai
kedatangan Kristus kedua kali sebab mereka tidak kekurangan karunia lagi
sebenarnya. Di ayat 9 diingatkan bahwa Allah adalah SETIA. Tetapi mereka tidak
didapati SETIA.
5. Berhenti sampai ayat 9 ini
pastinya membuat pembacanya yaitu jemaat di Korintus akan begitu senang dan
bangga bahkan akan turut berkata “Syukur pada Tuhan”. Namun mulai ayat ke 10
mereka akan langsung ditampar dengan keras oleh kenyataan yang sedang terjadi
di jemaat itu bahwa kekayaan kasih karunia Tuhan yang mereka terima bertolak
belakang dengan praktek hidup jemaat yang sedang mereka jalani saat itu.
6. Di jemaat ini seiring
perkembangan yang terjadi kerap terjadi juga beragam persoalan seperti
perselisihan dan pengkotak-kotakan (pengikut Apolos, Paulus, Kristus),
masalah-masalah perkawinan dan rumah tangga, percabulan, kesombongan dan merasa
lebih benar dari yang lain, pengkultusan pemimpin yang menganggap pemimpin si A
lebih baik daripada si B, kesombongan atas karunia-karunia yang
diterima, model peribadahan dan perjamuan yang menjadi menyimpang, dan lain
sebagainya.
7. Di jemaat inilah Paulus
mengajarkan dan menegaskan tentang kesatuan tubuh dalam Kristus.
8. Kepada jemaat inilah Paulus
mengajarkan dengan tegas tentang pentingnya berdiakoni dan membantu Penginjilan
pelayanan orang-orang kudus di luar kota Korintus.
9. Kepada jemaat inilah juga Paulus mengajarkan tentang KASIH dengan tegas
bahwa dia berkata: “:1 Korintus 13: 1-3 Bahwa semua yang mereka agung-agungkan itu
jika tidak ada KASIH maka itu semua
sia-sia.
E. BAGAIMANA GEREJA JAMAN SAAT INI, ADAKAH
YANG SEPERTI JEMAAT DI KORINTUS INI?
1. Ada banyak gereja mengalami
hal demikian. Ketika di awal-awal pendirian gereja, atau saat jemaat-jemaatnya
masih sedikit semua terasa indah dan
pelayanan begitu dirasakan oleh setiap jemaat, semua merasa puas, dan benar
sepertinya tidak kekurangan apa-apa karena jemaat saling mendukung dan
bertolong-tolongan.
2. Para pelayanpun nampaknya
begitu tulus dan selalu melakukan yang terbaik bagi perlayanannya bahkan rela
berkorban banyak hal.
3. Seiring perjalanan waktu dan keseriusan dalam pelayanan, jemaat
itu semakin besar dan berkembang, memiliki kemajuan dan kekayaan dalam banyak
hal.
4. Namun akhirnya tidak sedikit
yang akhirnya menjadi seperti jemaat di Korintus. Banyak akhirnya gereja-gereja
yang tidak sanggup mempertahankan segala kekayaan kasih, pengetahuan,
persekutuan dan lainnya karena beberapa hal:
a. Kesombongan: Merasa semua
kemajuan itu adalah karena segala usaha mereka berdasarkan semua karunia yang
mereka miliki itu, merasa lebih mampu,
kelompoknya lebih hebat, sehingga terjadi pengkotak—otakan).=Kesombongan rohani
b. Banyak teori tetapi minim
praktek: kaya dalam banyak hal menjadi
miskin dalam perbuatan dan kesaksian hidup, sehingga Paulus menghantam
mereka dengan membandingkan mereka dengan jemaat makedonia yang miskin dan penuh
penderitaan (2 Korintus 8)
c. Degradasi iman. Karena
merasa sudah di zona aman seiring pertumbuhan dan perkembangan yang dirasakan
sehingga abai akan kehidupan rohani yang paling fundamental. Sehingga tidak
lagi mendengar suara Tuhan dengan benar, Akibatnya mereka gampang berselisih,
saling mementingkan diri sendiri atau kelompoknya, perkawinan dan rumah tangga
yang kacau, kasih yang dibalut dengan
kemunafikan,
F.
PELAJARAN APA YANG BISA KITA
PETIK DARI NAS FIRMAN TUHAN INI
1. Sadarilah dan syukuri selalu bahwa Tuhan maha baik telah mengaruniakan kita banyak hal sehingga kita kaya dalam banyak hal.
2. Jangan menyalahgunakan kasih karunia yang besar itu untuk mencari kemuliaan diri sendiri atau kelompok tetapi kembalikan semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan.
3. Alkitab berkata bahwa Yesus rela miskin supaya kita menjadi kaya dalam banyak hal. 2 Korintus 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya
4. Jadi Rendah hatilah. Semua yang kita peroleh adalah berasal dari Tuhan. Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan
5. Hati-hati setinggi apapun pengetahuan kita, dan sekaya apapun kita dalam banyak hal, jangan sombong sebab kita terbatas dan tidak bisa melakukan semuanya. Kita adalah satu tubuh dalam Kristus dan Yesus adalah kepala tubuh itu. Setiap anggota tubuh saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mentaati sang Kepala.
6. SETIA-lah. Semua kekayaan kasih karunia itu adalah sebagai sesuatu yang meneguhkan kita dalam menantikan Yesus Kristus dan sampai pada masa kesudahan jaman ini.
7. Jangan sia-siakan dan membuat segala karunia itu menjadi tidak berarti bahkan menjadi alat untuk merusak tubuh Kristus. Bangunlah spritualitas yang baik dengan Tuhan supaya kita bisa setia dan tidak didapati bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
8. Jika saudara beriman kepada TUHAN, percayakah saudara bahwa di dalam Yesus saudara kaya dalam segala hal? Mari tunjukkan dengan saling mengasihi dan saling memperkaya satu dengan yang lain, Gereja yang satu dengan gereja yang lain.
Shalom, Tuhan Memberkati
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih