Garis-garis besar kotbah minggu ROGATE 10 Mei 2026
Tema:
“TETAP BERDOA”
Ev: Kolose 1:9-14
1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
1:10 Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
1:11 Dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
1:12 Dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
oooOOOooo
1. Nas ini terbagi atas 3 bagian:
a. Latar belakang mengapa Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya berdoa buat jemaat di Kolose ( Ayat 9a)
1. Paulus dan rekan-rekan sepelayananya memang membiasakan diri untuk senantiasa berdoa tidak henti-hentinya buat jemaatnya. (ayat 3, 9a).
2. Inilah sikap berdoa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan orang percaya ( Pelayan senantiasa berdoa kepada jemaatnya, orangtua kepada anak-anaknya, yang lebih tua kepada yang lebih muda, guru kepada muridnya dan seterusnya)
b. Mengapa mereka harus berdoa?
1. Orang yang berdoa lebih tenang dan berpikir jernih dalam menghadapi sebuah persoalan.
2. Supaya jangan jatuh dalam pencobaan (Matius 26 :41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”). Doa ini mematahkan serangan dan gangguan si jahat yang hendak membawa kita kepada kejatuhan dan kekalahan.
3. Kondisi jemaat yang semakin bertumbuh dan maju, biasanya akan semakin banyak mengalami tantangan dan persoalan.
- Efesus: Lama-lama kasih mula-mula hilang
- Simirna: Jemaat yang mengalami banyak fitnahan keji
- Pergamus: Kuat dan kokoh secara iman namun akhirnya ada diantara mereka yang menganut ajaran sesat
- Tiatira: Jemaat yang bertumbuh dan banyak berbuat namun mereka menerima masuk pengajar sesat yang membawa mereka kepada kesesatan.
- Sardis: Jemaat yang nampaknya hidup namun sebenarnya mati.
- Filadelpia: Jemaat yang kecil, lemah namun kuat dalam iman dan di sekitar mereka banyak jemaah-jemaah iblis yang hendak menghancurkan mereka.
- Laodikia: Jemaat yang akhirnya suam-suam kuku, tidak panas tidak dingin, karena mereka sombong dan mengangap pencapaian mereka selama ini adalah karena dirinya sendiri.
4. Demikianlah rentannya jemaat-jemaat yang mulai berkembang dan bertumbuh untuk dicobai dan dihancurkan oleh si Iblis.
c. Isi doa mereka (Ayat 9b-12)
1. Supaya hidup jemaat itu layak dan berkenan di hadapan Tuhan
2. Hidupnya memberi buah
3. Bertumbuh dalam pengetahuan yang benar akan Allah
4. Dikuatkan menanggung segal hal dengan tekun dan sabar
5. Senantiasa mengucap syukur atas pelayakan Allah yang menjadikan/melayakkan mereka menjadi sama dengan orang-orang kudus.
d. Mengarahkan jemaat itu kepada dasar mengapa mereka harus berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus. (Ayat 13-14 sampai 29)
1. Tuhan adalah pencipta segala sesuatu yang juga memelihara dan mengendalikan segala sesuatu atas yang terjadi kepada ciptaanNya.
2. Apa yang kita alami saat ini bahwa kesehatan, kelepasan dari dosa dan pengampunan, dan anugrah keselamatan yang kita peroleh sehingga kita dipersamakan dengan orang-orang kudus adalah karena kasih dan kuasa Tuhan.
2. Apa yang menjadi pelajaran bagi jemaat?
a. Seberapa penting doa buat saudara? (…doa nafas kehidupan orang percaya).
b. Koor: Tangiang do ojahanki lao mandapothon Tuhanki/Pasahat nasa holsongki nang nasa na sungkot di au/Di tingki parungkilon i jot-jot dibaen las rohangki/Dibahen I naeng ma tongtong tangiang do ojahanki.
Tangiang do ojahanki lao manompashon sasude/tu joloMi o Tuhan ki las roha dohot arsak pe/Di si hu ida bohiMi namangalehon dameMi/Di bahen I ingkon tongtong/tangiang I ojahanki.
c. Sadarkah kita bahwa doa itu memiliki kuasa?
(Yakobus 5:16b: Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya).
Lagu:
Saat keadaan seklilingku, Ada di luar kemampuanku/ Kuberdiam
diri mencariMu Doa mengubah segala sesuatu/ Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya, Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan
- Doa adalah senjata yang menakutkan bagi iblis dengan catatan: di doakan dengan ketulusan dan dalam kebenaran.
- Sebaliknya doa bisa dimanfaatkan Iblis menjadi alat untuk menghancurkan orang-orang percaya dengan cara:
1. Mengintimidasi saat berdoa terkhusus mengenai dosa-dosa lama
2. Dalam doa syafaat/doa bersama mempengaruhi si pendoa untuk berdoa dengan cara-cara yang membuat orang banyak resah, tidak tenang, mengantuk, bahkan menghujat.
3. Doa yang pura-pura (tidak tulus, hanya simbol) “Doa Penatua di ruang ICU jemaat yang kritis”
d. Apa dampak doa-doa para hamba Tuhan ini kepada jemaatnya
e. Apakah jemaat perlu mendoakan para pelayan-pelayannya? (Ibadah sektor minggu lalu 2 Tes 3 :1-2).
f. Jika satu jemaat jatuh dalam satu pencobaan dampaknya belum begitu terasa dalam jemaat, tetapi jika satu pelayan jatuh dalam pencobaan maka bisa menghancurkan dan memecah belah jemaat itu.
g. Berdoa buat orang lain terkhusus buat kebaikan orang lain apalagi jika tanpa mengharapkan balasan, atau bukan karena balas budi sangat berkenan di hadapan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih