Ibadah Sektor Minggu 2 Juli 2026
Tema:
SALING MENOLONG
Ev: Ulangan 15:6-11
15:6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.
15:7 Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu,
15:8 tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan.
15:9 Hati-hatilah, supaya jangan timbul di dalam hatimu pikiran dursila, demikian: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan engkau menjadi kesal terhadap saudaramu yang miskin itu dan engkau tidak memberikan apa-apa kepadanya, maka ia berseru kepada TUHAN tentang engkau, dan hal itu menjadi dosa bagimu.
15:10 Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.
15:11 Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."
BELAJAR DARI NAS KOTBAH
1. Ulangan Pasal 15 ini berbicara tentang perintah Tuhan tentang penghapusan hutang pada tahun ke-7 (ayat 1). Juga tentang aturan-aturan dalam hal membantu/ menolong saudara-saudara mereka yang miskin. Tujuannya supaya semua orang yang ada di negerinya tidak merasakan dampak kemiskinan itu (Ayat 4).
2. Di sini Tuhan ingin umatnya menjadi berkat bagi saudara-saudar mereka yang berkekurangan.
3. Pada Ayat 6 kata “APABILA” menunjukkan ada hubungan sebab akibat. Hubungan itu adalah: Apabila mereka diberkati Tuhan, maka wajiblah mereka mejadi berkat bagi orang lain yang mengalami kesulitan ekonomi.
4. Ketika itu dilakukan maka Tuhan akan membuat mereka sejahtera dan tidak akan pernah kekurangan sehingga mereka tidak akan meminta-minta kepada orang lain, tetapi sebaliknya akan membuka tangannya untuk orang-orang yang meminta atau meminjam kepada mereka. Bahkan mereka akan memiliki kuasa atas bangsa-bangsa.
5. Inilah yang Daud katakan dalam Mazmur 37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.
6. Di sini artinya Allah tidak menyuruh mereka untuk membantu dan menolong orang lain kalau Allah tidak lebih dahulu memberkati mereka. Dan Faktanya Allah memang memberkati mereka.
7. Ayat 7-8 berbicara tentang Empati terhadap orang-orang miskin sesama saudara. Kata “saudara” Ini bisa bicara saudara sedarah (se ayah se ibu) juga saudara semarga, saudara se-gereja bahkan saudara seiman (lintas gereja).
8. Ayat 9-10 Tuhan mendahului pemikiran umatnya tentang Tahun ke 7 dalam taurat, yaitu jika berjumpa tahun ke-7 maka umatNya harus membebaskan orang-orang yang berhutang kepadanya untuk menghormati Tuhan.
9. Dimana ada kemungkinan pikiran picik (atau mungkin sudah terjadi) yang berkata "janganlah kita memberi pinjaman kepada mereka jika sudah dekat tahun ke-7, nanti mereka ke-enakan tidak perlu membayar hutangnya lagi".
10. Ini yang Tuhan mau pesankan: bahwa pikiran picik seperti itu akan menuai murka dari Tuhan.
11. Bahwa Tuhan sudah memberkati mereka selama 6 tahun dan di tahun ke-7 mereka berhenti dari segala usahanya. Di dalam yang 6 tahun hasil yang mereka peroleh sudah cukup bahkan berlebih sampai mereka melewati tahun ke-7. Itu semua karena Tuhan memberkati semua pekerjaan/usaha mereka.
12. Tuhan memerintahkah supaya umatNya membuka hati, jangan ‘tidak mau tau’ dengan kesulitan saudaranya terkhusus di bidang ekonomi walaupun itu sudah mendekati tahun ke-7.
13. Bahkan Tuhan berkata supaya mereka mencukupkan sampai berapa keperluan mereka. (Tentu ini Tuhan katakan karena Tuhan tahu bahwa umat yang sudah diberkatiNya itu mampu melakukannya dan sudah menerima berkat melimpah daripada Tuhan).
14. Ayat 11: Ini semua Tuhan lakukan sebab akan tetap ada orang-orang miskin disekitar mereka, dan demikianlah Tuhan memerlihara orang-orang miskin yaitu melalui umatNya yang diberkatiNya.
15. Orang-orang miskin di sekitar mereka yang akan terus menerus ada akan menjadi batu ujian kepada iman dan kasih mereka kapada Tuhan.
|
PEMBELAJARAN BAGI JEMAAT |
1. Firman hari ini menuntut kedewasaan iman kita dan kejujuran kita di hadapan Tuhan atas segala berkat-berkat yang dipercayakanNya kepada kita.
2. Kita harus jujur di hadapan Tuhan, apakah kita pernah dibuat Tuhan berkekurangan jika kita rajin memberi dan menolong saudara kita yang lain?
3. Yang mau dikatakan Firman Tuhan bagi kita adalah bagaimana supaya setiap orang percaya bisa menjadi berkat bagi orang lain.
4. Dasar harus menjadi berkat bagi orang lain adalah: “KARENA KITA SUDAH LEBIH DAHULU DIBERKATI TUHAN”
5. Tuhan tidak bermaksud memiskinkan kita ketika Tuhan perintahkan kita untuk terbuka membantu dan menolong orang lain yang kesusahan secara ekonomi.
6. Bahkan sebaliknya Dia mau memberkati kita lebih berlimpah-limpah lagi. Ayat 6 dan ayat 10b menegaskan dan mengkonfirmasi pernyataan ini.
7. Allah sudah memberkati kita dan Dia ingin memberkati kita terus menerus dan lebih banyak lagi. Tetapi Allah sudah menetapkan aturan, bahwa Allah akan melakukannya terus menerus dan makin banyak lagi jika kita mau membuka hati dan membuka tangan kita untuk menjadi saluran berkat bagi saudara kita yang membutuhkan, dengan tulus dan sukacita (ayat 10a)
8. Ini bukan mau berkata bahwa motivasi kita melakukannya adalah supaya kaya. Menjadi kaya bukanlah tujuan utama tetapi melakukan Firman Tuhan itulah yang terutama.
9. Sebab jika kita mau menjadi berkat bagi orang lain hanya karena kita ingin memperoleh lebih banyak dari Tuhan sebagai balasan/pengganti, pasti kita akan kecewa sebab Tuhan tidak menyukai orang yang demikian.
10. Tuhan bukan tempat membungakan uang. Misalnya jika kita beri Rp.100.000,- maka Tuhan wajib membayar kita berlipat kali ganda dari Rp.100.000,-.
11. Allah jelas melihat hati dan Tuhan tahu siapa yang melakukannya karena ketaatan dan siapa yang melakukannya karena ada niat-niat tidak baik.
12. Allah tidak ingin kita miskin. Dia mau kita berkecukupan dan menjadi saluran berkatNya.
13. Sering sekali Allah memberi kita lebih dari yang kita doakan setiap hari (doa Bapa Kami) karena Allah ingin kita berbagi dengan saudara kita yang lain. Hal ini jelas dalam 2 Korintus 8:14 “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan”.
14. Tetapi Allah juga berkuasa memiskinkan kita (mengambil milikNya yang Dia beri) ketika kita tidak bisa dipercaya untuk berkat-berkat yang sudah dipercayakanNya itu kepada kita.
15. Seakan Tuhan mau berkata"tuaha ma pasu-pasuon-Ku ho dahot naniula ni tanganmu anggo so boi do ho gabe pasupasu tu donganmu jolma”. (untuk apa kamu Kuberkati dan apa yang dikerjakan tanganmu jikalau engkau tidak bisa jadi berkat buat saudaramu)
PESAN DARI KOTBAH
1. Mengapa ada orang percaya yang pelit dan kesulitan melakukan Firman Tuhan ini? Sesungguhnya karena mereka tidak mengasihi Tuhan lebih dari berkat-berkat yang mereka terima dari Tuhan. (Artinya lebih cinta berkat dari pada si pemberi berkat).
2. Mereka berpikir bahwa semua yang mereka terima sebagai berkat dari Tuhan adalah karena usaha mereka dan itu adalah milik mereka sendiri bukan milik Tuhan lagi ketika sudah sampai ke tangan mereka. Itu bukan lagi milik Tuhan yang dipercayakan kepada mereka.
3. Tentunya jika kita percaya semua yang ada pada kita adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita, maka tentunya kita tidak akan bernah berpikir demikian.
4. Sebab barang siapa dapat dipercaya dalam hal kecil maka dia akan semakin dpercayakan dengan hal-hal-hal yang lebih besar.
5. Tuhan berdaulat mengambil semua yang Dia berikan jika orang tersebut tidak bisa dipercaya oleh Tuhan untuk mengelola dan mengusahakan berkat-berkat yang sudah Dia beri (Lukas 16:10)
6. Perduli dan BEREMPATI seperti di ayat 7-8 itu penting sekali. Semua kita pernah berada dalam situasi sulit. Keberadaan kita saat ini hanyalah karena belas kasihan Tuhan.
7. Firman Tuhan ini mendorong kita untuk menolong dan memberi karena kita sudah diberi dan memililki berkat dari Tuhan.
8. Tetapi Kita harus sampai kepada pemikiran “ AKU MEMBERI BUKAN KARENA AKU BERLIMPAH, TETAPI KARENA AKU TAHU BAGAIMANA RASANYA TIDAK MEMILIKI” itulah EMPATI.
9. Jika kita mampu menolong dan membantu orang lain, tetapi kita berpikir picik seperti ayat 9-10 itu misalnya:
“Enak sekali tinggal minta, tinggal pinjam kalau tidak ada uang…kerja dong”
“Kau pikir uang yang kudapat itu jatuh dari langit…usaha dong”
“ Tahun depan kami mau beli itu, bangun itu, mau jalan-jalan ke sana-kesitu gak ada uang enak saja pinjam”….dst
PADAHAL KITA MAMPU MEMBERINYA maka Tuhan akan menjadi lawan kita.
Sebab Firman Tuhan sudah berkata dalam Amsal 3:27-28 “
3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu” Menunda saja Tuhan larang apalagi jika sama sekali tidak memberi kalau kita memang mampu untuk memberinya.
10. Melalui nas ini (ayat 6, 9-10) kita sebenarnya akan semakin Tuhan berkati ketika dalam keadaan kemungkinan ada yang kita pikirkan (butuhkan) di hari-hari yang akan datang (makna tahun ke-7) sebagai persediaan/jaga-jaga (tagam-tagam) kita tetapi tetap mau melakukan perintah Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi yang membutuhkan.
11. Bahkan secara ekstrim Tuhan berkata " berikan dengan limpahnya dan jangan berdukacita melakukannya"
12. Lalu Allah mengatakan di ayat 10b : "sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu".
13. Ayat 10 adalah alasan sebenarnya orang percaya itu diperintahkan Tuhan melakukan perbuatan kasih ini yaitu supaya Tuhan terus memberkati usaha dan pekerjaannya umatNya, sebab Tuhan ingin kita berbahagia.
14. Maukah saudara semakin Tuhan berkati terus menerus? Jadilah berkat bagi saudaramu yang membutuhkan.
15. Amin
Sgalom, Ev. harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih