Garis-Garis Besar Kotbah Ibadah Sektot Minggu III September 2027
Tema:
SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN
Ev: Yunus 4:1-11
4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
PENDAHULUAN:
1. Saudara/i, apakah ada diantara kita atau mungkin semua kita pernah kecewa kepada Tuhan?
2. Akibat dari kekecewaan itu kita ingin lari dari Tuhan, tidak mau lagi berdoa, tidak mau lagi ke gereja atau ibadah-ibadah lainnya.
3. Bahkan kadang kita datang keperkumpulan orang percaya atau ke peribadahan bukan mau berjumpa dengan Tuhan tetapi mau berjumpa dengan teman-teman dan kenalan kita saja.
4. Tidak sedikit yang akhirnya menjadikan organisasi gereja itu hanya sekeder pelengkap berbagai administrasi dan urusan di dunia ini.
5. Kekecewaan muncul dari harapan dan permohonan kita yang tidak kita terima sesuai dengan keinginan kita dan waktu kita.
BELAJAR DARI NAS:
1. Yunus dalam kitab Yunus ini juga mengalami suatu kekecewaan. Dia kecewa bahwa Tuhan akhirnya mengasihini bangsa Niniwe yang sebelumnya sudah Tuhan nubuatkan akan ditimpa hukuman dan kehancuran.
2. Dari sisi pribadi Yunus, hal itu baik bahwa bangsa itu harus dihukum karena mereka bangsa yang benar-benar jahat.
3. Itu sebabnya dia lari sebab dia tahu jika dia menyampaikan hukuman itu ke bangsa Niniwe dan bangsa itu bertobat, maka Tuhan akan mengampuni bangsa itu.
4. Itu sebabnya dia lari tidak mau menyampaikan kabar itu supaya bangsa itu tidak sempat bertobat dan bangsa Niniwe itu akan dihukum Tuhan.
5. Tetapi setelah Tuhan menegur Yunus, diapun bertobat dan mau untuk memberitakan nubutan Tuhan itu kepada bangsa itu.
6. Lalu masuklah ke Nas hari ini, bahwa Yunus kecewa bahwa apa yang dia pikirkan sebelumnya benar-benar terjadi bahwa Bangsa Niniwe bertobat dan Tuhan mengampuni mereka.
7. Yunus jelas ingin menyerah bahkan ingin nyawanya diambil Tuhan saja, sebab dia merasa sia-sia saja dia mengabarkan nubuatan itu, dan Tuhan batal menghukum mereka.
8. Nampaknya dia tidak tahan menanggung sakit hati, kekecewaan dan kemarahan karena Tuhan menyelamatkan orang Niniwe itu.
9. Bahkan dia berpikir dari awalpun aku sudah tidak mau. Sebab kalau kukabarkan Nubuatan Tuhan itu dan mereka bertobat pasti Tuhan mengampuni mereka. Jadi biarkan saja, lebih baiklah mereka mati kena hukuman Tuhan.
PENERAPAN:
1. Bagaimana kita dapat menanggung segala perkara dalam hidup kita di dalamTuhan, padahal kita tidak taat kepada perintah/Firman Tuhan? …..TIDAK MUNGKIN.
2. Di dalam mengikut Tuhan, sesungguhnya kita tidak perlu mempertanyakan kenapa dan untuk apa Tuhan memanggil kita menjadi pengikutNya. Sebab Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan kepada kita dan Tuhan tidak pernah mencobai kita. Dia tidak akan mengecewakan.
3. Keyakinan dan ketaatan penuh dari kita kepadaNya, itulah yang Tuhan harapkan.
4. Setiap pembangkangan kita kepada perintahnya akan menuai akibat baik bagi diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Itulah yang dialami Yunus dan juga orang-orang di dalam Kapal itu bahkan termasuk orang-orang Niniwe yang jahat tetapi dikasihi Tuhan.
5. Sebagai mana Yunus, Tuhan juga akan ada kalanya mendidik kita dengan keras supaya kita menjadi orang yang taat kepadaNya dan tidak akan nmendapatkan hukuman di dalam penghakman kelak.
6. Mari Taat kepada Tuhan dan jangan pernah mempertanyakan keputusan Tuhan dalam hidup kita. TUHAN TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA.
7. Amin
Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih