Kamis, 01 Oktober 2026

MEMULIAKAN ALLAH DALAM SEGALA HAL

 

Garis-Garis Besar Kotbah 4 Oktober 2026

Tema:

MEMULIAKAN ALLAH DALAM SEGALA HAL

 

Ev: Titus 2:1-10

2:1 Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:

2:2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.

2:3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik

2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,

2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

2:6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal

2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

2:8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.

2:9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

 

 

1.      Nasihat dari Kitab Amsal berkata demikian:

Amsal  10:17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

Amsal  12:1 Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

Amsal  29:1 Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. (KJV: 9:1 Siapa terus membangkang kalau dinasihati, suatu waktu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi)

2.       Di jaman sekarang ini makin banyak orang muda yang sepertinya tidak butuh nasihat dan didikan lagi dari orang-orang yang lebih dewasa darinya atau juga orang tuanya. Mungkin dengan berkata: “Aku sudah tahu itu semuanya, tidak perlu dikasih tahu lagi, aku sudah dewasa bukan anak-anak lagi…”

3.       Atau keluarga muda yang diberi nasihat oleh yang lebih tua dan berpengalaman: Urus saja keluargamu, ini kan keluargaku aku yang urus sendiri, terserah kami mau gimana”.

4.       Atau seorang yang sudah tua ketika ditegur karena sikapnya yang tidak bisa menjadi contoh bagi yang lebih muda berkata:”pamalo-malohon ho” atau  “aaaaahhh Lomo ku, aha urusanku di si, urus dirina be ma. “ terserah akulah, urus diri masing-masing sajalah, apa yang menurutmu benar lakukan, jika menurutmu tidai benar jangan lakukan”

5.       Tetapi berbanding lurus juga makin banyak orang tua atau  orang-orang yang tua yang tidak merasa perlu atau bahkan tidak mau lagi memberi nasihat dan didikan.

6.       Nas Titus 2 ini adalah adalah surat Rasul Paulus kepada Titus supaya itus dalam pelayanan dan pengajarannya benar-benar melakukannya hanya untuk kemuliaan Tuhan.

7.       Rasul Paulus menekankan sebuah pengajaran berharga baik kepada jemaat secara kategorial maupun  kepada Titus sendiri sebagai pelayan dan pengajar bagi jemaat-jemaatnya.

8.       Pengajaran ini khusus menyangkut norma, etika dan sikap hidup  setiap orang yang Paulus juga mengajarkannya kepada jemaat-jemaat lain.

9.       Ayat 2 menyangkut  sikap hidup dari seorang laki-laki yang tua  (natua-tua Ama)

>>hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan<<

10.   Ayat 3-5 menyangkut sikap hidup seorang perempuan tua  (Natua-tua Ibu)

>> hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik  dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.<<

11.   Ayat 6 menyangkut sikap hidup seorang muda.

>> menguasai diri dalam segala hal<<

12.   Ayat 7-8 menyangkut sikap hidup seorang pelayan/pengajar

>> teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu<<

13.   Apakah Ajaran yang sehat itu?:

a.       Ajaran yang sehat  bukanlah ajaran yang meyenangkan telinga si pendengar, tetapi menyakiti hati Tuhan si pemberi Firman.

b.       Ajaran yang sehat  adalah ajaran yang tdak bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan.

c.       Ajaran yang jujur sesuai apa kata Firman Tuhan, bukan menurut perasaan dan pikiran si pembicara. Jika Ya katakan Ya, jika tidak katakan tidak.

d.       Ajaran yang sehat  bukanlah  Ajaran yang sekedar menjaga perasaan si pendengar, tetapi tidak menjaga perasaan Tuhan.

e.       Ajaran yang sehat adalah Ajaran yang diajarkan untuk dilakukan  namun juga dipelajari dan dilakukan oleh sipengajar itu juga. (hidupi kotbahmu)

14.   Ayat 9-10 menyangkut sikap hidup seorang hamba atau pekerja.

>> taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia<<

15.   INTI DARI SEMUA INI ADALAH KETELADANAN

16.   Tujuan pengajaran ini adalah ayat 10: Untuk memuliakan nama Tuhan dalam segala hal.

17.   Tuhan menciptakan kita untuk melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10) yang sudah Tuhan persiapkan sebelumnya bagi setiap kita.

18.  1 Kor 10:31: Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.


Amin

Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing 


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih