Sabtu, 16 Mei 2020

RENUNGAN IBADAH MINGGU ROGATE 17 MEI 2020


Minggu ROGATE  17 Mei 2020

DOA UCAPAN SYUKUR





Epistel          : Lukas 18:1-8
Evanggelium:  1 Tawarikh 17:16-27


17:16 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
17:17 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.
17:18 Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini?
17:19 Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu.
17:20 Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
17:21 Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir?
17:22 Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
17:23 Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
17:24 Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.
17:25 Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.
17:26 Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
17:27 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya."

Shalom, Selamat hari minggu saudara/i ku di manapun berada.
Minggu hari ini 17 Mei 2020 dinamai minggu ROGATE yang artinya Berdoa. Kita diajak untuk meneladani cara berdoa seorang tokoh Alkitab yang sangat terkenal yang oleh keturunannya (Yesus) semua bangsa beroleh berkat. Model doa Daud dalam Nas Firman Tuhan ini adalah teladan dan contoh yang perlu kita fahami dan lakukan dalam kehidupan ber-iman kita.


Saudara, Daud dikenal sebagai seorang yang akrab dan dekat dengan Allah. Bagi Daud sendiri status hubunganya yang begitu dekat dengan Allah adalah kasih karunia Tuhan sebab siapakah dia dan kaum keluarganya? Sehingga Allah memperlakukannya demikian spesial. Daud sepertinya tidak habis pikir bagaimana Allah yang dasyat, kudus dan suci mau begitu dekat dengan seorang manusia fana seperti Daud yang tidak luput dari dosa? Dan hal itu diungkapkannya dalam ayat 16. Itu sebabnya Daud begitu memuji Tuhan bahkan di banyak kitab Daud dikatakan ‘bersorak-sorai’ yaitu sukacita tidak terhingga sampai ke level tertinggi kemampuan manusia untuk bersorak. Seperti dalam 1 Tawarikh  15:29 ketika Tabut Allah sampai ke kota Daud, Daud dan semua yang mengiringi bernyanyi dengan bersorak dan menari, bahkan Daud sampai melompat-lompat dan menari-nari sampai-sampai Mikhal anak perempuan Saul sampai memandang rendah kepada Daud atas sukacita yang diekspresikan dengan lompatan dan tarian sambil bersorak-sorai.


Anugerah Tuhan terhadap hambaNya Daud  juga Tuhan tunjukkan dengan berkenan memberitahukan kepada Daud tentang masa depan dari keturunannya. Sesuatu rahasia ilahi yang disingkapkan kepada seorang pribadi manusia terbatas oleh Sang Pencipta yang tidak terbatas. Mengapa Daud mendapatkan kemurahan Tuhan demikian besarnya baik dalam kerajaannya, kehidupan pribadinya, keluarganya, bahkan keturunannya di masa depan? Tentunya karena Daud menyadari bahwa ia pilihan Tuhan, Roh Tuhan ada atas dia dan Tuhan menyertai dia ( 1 Samuel 16:12,13,18) sehingga dia selalu bersyukur dan memuji Tuhan atas semuanya itu.


Saudara,

  • Kapan kita terakhir kali mengingat dan mensyukuri bahwa kita bisa hidup saat ini hanya karena anugerah Tuhan?
  • Kapan kita terakhir kali menyadari dan bersyukur bahwa Yesus telah mati gantikan kita supaya kita hidup di dalam kekekalan bersama Bapa?
  • Kapan kita terakhir kali menyadari lalu bersyukur bahwa apa yang kita miliki  saat ini adalah titipan yang berasal dari Tuhan?
  • Kapan kita terakhir kali menyadari lalu bersyukur bahwa keluarga (orangtua, anak, saudara-saudari) yang kita miliki saat ini adalah anugerah Tuhan?
  • Kapan kita terakhir kali menyadari dan bersyukur bahwa pencobaan dan ujian yang kita alami juga adalah cara Tuhan untuk mendidik dan mendewasakan iman kita dan menjadikan kita pribadi-pribadi yang tangguh?

Daud senantiasa menyadari itu dan bersyukur atas semua hal yang dia peroleh dan rasakan. Bahkan pencapaian-pencapaian yang dia raih juga adalah hanya karena pertolongan Tuhan.

Karena itu Daud merespon semua itu dengan doa pengucapan syukur, pujian dan penyembahan kepada Allah yang maha kuasa. Sebab dia tahu segala sesuatu adalah dari Allah dan oleh Allah di dalam hidupnya. Kemasyuran dan kejayaan yang dia miliki tidak menjadikannya sombong dan tinggi hati sehingga melupakan Tuhan sebab dia tahu sumbernya dari mana. Itu sebabnya dalam segala kemasyuran dan kehebatannya ia senantiasa mencari Allah. Saudara kita melihat bahwa ketika Daud mengalami kemenangan dan kemasyuran, ujung-ujungnya dia selalu tersungkur dihadapan Allah dan mengakui semua karena kuasa Allah. Demikian juga ketika Daud juga pernah gagal dan jatuh dalam dosa,  terpuruk karena hukuman,  kita melihat juga bahwa ujung-ujungnya dia selalu tertunduk dan tersungkur  dihadapan Allah dan memohon belaskasihanNya. Jadi Alkitab mencatat bahwa dalam segala hal Daud selalu mengucap syukur. Doa-doa ucapan syukur Daud sangat menyenangkan hati Tuhan sebab bukan hanya pada saat Daud jaya saja di bersyukur,  tetapi saat dalam duka dan pencobaanpun dia bersyukur kepada Tuhan.


Apa yang bisa kita petik dari Nas Firman Tuhan ini?

  1. Jadikanlah pengucapan syukur kepada Allah sebagai gaya hidup sehari-hari, baik dalam doa, sikap dan perbuatan kita sehari-hari.
  2. Mari evaluasi doa-doa kita selama ini,  apakah kita berdoa dengan doa pengucapan syukur yang benar? Apakah doa kita selama ini hanya meminta, walau mungkin kita ucapkan syukur di awal doa tetapi hanya sekedar kata-kata tanpa dasar dan penghayatan yang benar?  Atau ucapan syukur dan terimakasih satu kalimat,  lalu disusul puluhan kalimat permintaan dan permohonan? Dan kita selalu mengulangi hal yang sama mungkin setiap hari  bagi yang biasa berdoa setiap hari.
  3. Tahukah saudara bahwa Tuhan kita itu Tuhan yang senang dipuji dan dimuliakan,  dan sangat benci bila diduakan? Bagaimana sikap dan perasaan saudara apabila saudara membantu atau menolong seseorang bahkan sampai berulang-ulang namun dia tidak pernah mau mengucapkan terimakasih dan bersyukur  kepada saudara?
  4. Tahukah saudara bahwa Tuhan merindukan saudara datang lalu duduk seperti Daud di hadapan Tuhan seperti ayat 16 perikop ini lalu Berbincang-bincang dengan Allah dan memuja-mujaNya?  Daud tahu itu sehingga itu menjadi gaya doa Daud,  dan Tuhan berkenan atas doa ucapan syukur itu. 
  5. Dalam buku Tawarikh ini banyak hal yang Tuhan berikan kepada Daud meskipun tidak dimintanya.  Hal itu karena Daud selalu berusaha mencari Tuhan lebih dahulu dan menyenangkanNya, sehingga segala sesuatu Tuhan tambahkan kepadaNya.  Yesus juga pernah berkata dalam  Matius 6:33 (TB)  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Karena itu utamakanlah Tuhan.
  6. Pernahkah saudara berdoa bersyukur,  memuji dan menyembah Tuhan tanpa meminta sesuatu KepadaNya? Jika belum  mulailah.
  7. Pernahkah anda melihat atau mengalami bahwa ketika seorang anak menyenangkan hati orangtuanya, bahkan membuat orangtuanya bangga dan tersanjung sehingga dia diberikan atau dibelikan sesuatu yang sebelumnya bahkan tidak pernah dia pikirkan?
  8. Anak yang selalu meminta dikala perlu,  bahkan tidak pernah menyenangkan hati orangtuanya mungkin bisa saja hanya akan mendapatkan apa yang dia minta itu saja tetapi mungkin juga tidak diberikan sama sekali.  Tetapi anak yang selalu menyenangkan hati orangtuanya, yang tidak dia minta sekalipun bisa diberikan oleh orangtuanya.
  9. Allah menganugerahi gelar kepada Yesus sebagai Anak Daud, bukan anak Salomo,  atau anak keturunan-keturunan Daud yang lain menunjukkan betapa Daud benar-benar spesial dihadapan Allah.
  10. Saudara dalam doa-doanya Daud bukan tidak pernah meminta kepada Tuhan.  Daud juga pernah mengajukan permintaan,  bahkan tawar-menawar dengan Tuhan. Tetapi Daud selalu memiliki saat-saat doa pengucapan syukur,  pujian dan penyembahan.  Bahkan jika dia memintapun dia sering terlebih dahulu memuliakan dan memuja Tuhan atas segala karya Tuhan yang dialami Daud. Dari ayat 16-27 ini kita menjumpai Daud hanya memohon di ayat 27 itupun permohonannya adalah tentang apa yang sudah Tuhan nyatakan kepada Daud tentang  keturunannya.
  11. Saudara sekali lagi mari koreksi doa-doa kita. Tuhan itu maha tahu,  namun Dia rindu kita datang dengan sungguh-sungguh berbicara,  berdoa dan memujaNya. Kemudian mendengarkanNya berbicara kepada kita dengan banyak cara. Semakin sering kita berjumpa dengan Yesus dalam doa semakin kita tahu kapan dan bagaimana Dia berbicara kepada kita
  12. Hak spesial telah diberikanNya kepada kita yang percaya kepadaNya yaitu hak untuk berbicara kepada Allah lewat fasilitas khusus yaitu doa kepada sang pencipta langit dan bumi dan segala isinya.  Allah yang Alfa dan Omega, yang maha kuasa.  Berbicara denganNya tanpa biaya, tanpa pulsa, tanpa jalur sibuk dan tanpa batas waktu. Antara kita dan Tuhan hanya menggunakan satu saluran yang sudah dia tentukan yaitu saluran di dalam nama Yesus. Kemudian Dia Tuhan juga rela berkenan mendengarkan doa-doa kita CiptaanNya yang tidak lebih dari  sebutir debu saja dihadapanNya.  Sebagaimana diakui Daud di ayat 21-22 di atas Bahwa “Allah yang dasyat telah memperlakukan bangsa Israel demikian spesialnya dan demikian hebatnya” kita yang percaya kepadaNya juga sesungguhnya diperlakukannya demikian asal kita menyadarinya.
  13. Karena itu saudara di minggu Rogate (berdoa)  hari ini marilah kita berdoa dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Ingatlah segala perbuatannya yang telah menghantarkan saudara melewati banyak Sukaduka dan banyak rintangan namun hingga sampai saat ini saudara masih bisa bernafas dan mendapat kesempatan untuk memujiNya. Tak terbilang berkat-berkat Tuhan dalam hidup kita. Sehingga kalau sungguh-sungguh kita renungkan kita bisa kekurangan kata-kata untuk memanjatkan doa Syukur kepada Tuhan. Mari ingat lirik Lagu Kidung Jemaat no.349  “BILA TOPAN K’RAS MELANDA HIDUPMU” berikut ini:

1.Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,   berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.  Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.  Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.

2.Adakah beban membuat kau penat, salib yang kaupikul menekan berat?   Hitunglah berkatNya, pasti kau lega dan bernyanyi t’rus penuh bahagia!   Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.   Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.
3.Bila kau memandang harta orang lain, ingat janji Kristus yang lebih permai;   hitunglah berkat yang tidak terbeli milikmu di sorga tiada terperi.   Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.

4.Dalam pergumulanmu di dunia janganlah kuatir, Tuhan adalah!  Hitunglah berkat sepanjang hidupmu, yakinlah, malaikat meyertaimu!  Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.  Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.


Kalau kita hitung semuanya itu niscaya kita kagum oleh Kasih Tuhan yang senantiasa dicurahkan di dalam hidup kita.


Jadi saudara mari gunakan kesempatan dan keadaan saat ini untuk menghidupi doa pengucapan syukur kepada Allah,  meskipun waktu-waktu ini adalah waktu yang sulit dan sukar,  tetapi tetaplah bersyukur. Semakin dunia menghimpit,  semakin  pencobaan terus menekan,  maka semakin perbanyaklah memuji,  menyembah dan bersyukur kepada Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita semua melewati masa-masa sukar ini,  yang jika kita percaya sebagai anak-anak Tuhan Masa sukar bisa dibuatNya menjadi masa yang penuh pengharapan dan kemenangan. Jika satu pintu tertutup maka Tuhan mampu membukakan pintu-pintu yang lain bagi orang-orang yang berkenan kepadaNya. 


Mari dengar lagu berikut ini: "Doa mengubah segala sesuatu"
Shalom,  Tuhan Yesus memberkati.

Ev.  Harles Lumbantobing

 
KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...

Sabtu, 09 Mei 2020

RENUNGAN IBADAH MINGGU, 10 MEI 2020


Minggu, KANTATE, 10 Mei 2020
“MENYANYIKAN KESELAMATAN DARI TUHAN”
Wahyu 12:10-12

Epistel             : Ulangan 31:14-22

Evanggelium   : Wahyu 12:10-12



12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

12:12 Karena itu bersukacitalah,  hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,  celakalah kamu, hai bumi dan laut!  karena Iblis telah turun kepadamu,  dalam geramnya yang dahsyat,  karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

 ----------------------------


Shalom, selamat Hari Minggu saudara/i ku sekalian dimanapun saat ini berada.


Tuhan kiranya senantiasa memberkati dan memberikan kesehatan dan sukacita bagi saudara dan keluarga. Di Minggu Kantate (Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan) saat ini Tuhan mengajak kita untuk “MENYANYIKAN KESELAMATAN   DARI TUHAN”.  Sebab keselamatan yang daripada Tuhan sudah datang.

Nas Firman Tuhan hari ini adalah bagian dari 2 pasal (pasal 12 dan 13) yang mengungkapkan dan menggambarkan tokoh-tokoh pemeran penting dalam Akhir jaman yang besar, yang menuntun kita terhadap pemahaman tentang  akhir Jaman yang diungkapkan Tuhan kepada Yohanes di Pulau Patmos. Tokoh-tokoh itu adalah:

  1. “Perempuan” yang menggambarkan  Israel yang melahirkan Anak manusia yaitu Yesus Kristus (wahyu 12:1-2),  
  2. “Naga” yang menggambarkan Iblis / Setan ( Wahyu 12: 3,4,9,12,13)
  3. “Anak Laki-Laki” yaitu Kristus ( Wahyu 12:2,5)
  4. “Michael” yaitu Penghulu Malaikat yang berperang melawan Naga itu. (Wahyu 12: 7-12)
  5. “Keturunan yang lain” (Wahyu 12:17) yaitu orang-orang percaya yang dilahirkan/diturunkan oleh Kristus yang iman dan kesetiaannya kepada Kristus melebihi nyawa mereka. Oleh darah Anak Domba mereka mengalahkan si Pendakwa itu. ( Wahyu 12:11)
  6. “Binatang dari dalam laut” yaitu Antikristus (Wahyu 13:1-10)
  7. “Binatang dari dalam bumi” Nabi-Nabi Palsu (Wahyu 13:11-17)

Nas Firman Tuhan hari ini Wahyu 12:10-12  adalah 3 ayat yang bukan saja menggambarkan kekalahan dari si pendakwa yaitu Iblis, dan memberikan gambaran bahwasanya akhir dari pada Naga si ular tua itu (Iblis) sudah semakin singkat, dan ini juga artinya Akhir Jaman sudah semakin demikian singkat. Namun 3 ayat ini juga mengabarkan suatu kabar sukacita dan besar kepada orang-orang yang memberikan hidupnya untuk Tuhan. Kata ‘kita” merujuk kepada para penghuni sorga yang mengumandangkan bahwa telah tiba saatnya Keselamatan, Kuasa, dan Pemerintahan Allah, dan Kekuasaan Yesus dinyatakan.
 
Beberapa hal berikut ini digambarkan sebagai berikut:
       1.      Penghukuman kepada Iblis si pendakwa ( ayat 10).
Ketika Iblis menyadari hal ini (ayat 13) maka dia dengan segala upaya, kekuatan dan kemampuan yang ada padanya bersegera untuk sedapat mungkin mencari orang-orang yang ada di bumi dan menjadikan mereka menjadi pengikutnya, supaya mereka tidak mendapatkan jalan keselamatan atau kelepasan oleh Darah Anak Domba itu. Kemudian juga untuk memerangi orang-orang yang sudah percaya dan beriman kepada Kristus dengan cara mendakwa mereka siang dan malam ( ayat 10) supaya mereka murtad dan tidak memiliki lagi kesaksian Yesus di dalam hidup mereka, supaya kalau bisa mereka kembali menjadi pengikut Iblis dan kesaksian hidup mereka tidak membawa orang lain kepada pengenalan akan Yesus  (Wahyu 12:17). Iblis tahu bahwa akhir hidupnya di Neraka sudah di ujung tanduk. Dia juga tahu bahwa dia tidak akan sanggup melawan Allah meskipun dia akan terus mencoba bahkan mengumpulkan sebanyak mungkin pengikut untuk memerangi kerajaan sorga ( Wahyu 20:8-9). Namun itulah usahanya untuk melawan Allah. Ketika dia tahu dia tidak bisa mengalahkan Allah maka sedapat mungkin dia harus menyakiti hati Allah. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menyakiti yang dikasihi Allah yaitu manusia, mengajak dan membawa sebanyak mungkin manusia bersama-sama dengan dia ke dalam hukuman kekal di Neraka. Sebab Manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia, yang oleh karena ancaman kematian karena dosa Allah rela menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dan mati dikayu salib untuk menebus manusia dari kematian. Bahkan orang jahat sekalipun diinginkanNya untuk kembali dan bertobat supaya mereka hidup (Yehezkiel 18:23). Hanya saja Iblis juga terbatas untuk memahami Allah dan rencana sempurna Allah, dan tidak mungkin Iblis bisa memahami Allah dengan sempurna sebab dia juga ciptaan, bahkan ciptaan yang memberontak.

2. Orang-orang percaya dan setia mengikut Yesus mengalahkan si pendakwa itu oleh Darah Anak Domba dan oleh perkataan kesaksian mereka ( ayat 11).

Meskipun mereka siang dan malam didakwa dan dituntut terus menerus, tetapi Darah Anak Domba itu melindungi mereka dan memberikan kuasa kepada mereka untuk menangkis dan mengalahkan segala serangan dari si pendakwa itu yaitu Iblis si Naga tua itu.

Sekali lagi kemenangan ini bukanlah karena kekuatan dan kehebatan manusia itu, tetapi kuasa yang diberikan kepada setiap orang yang setia mengikut Anak Domba itu dan yang tidak menyayangkan nyawanya karena Dia (Yesus) sampai kedalam maut.

3.   Bersukacitalah sorga dan sekalian yang ada di dalamnya.

Lalu karena saat  kemenangan dan kekalahan Iblis ini sudah tiba, maka sorga dan semua yang ada di dalamnya harus bersukacita. Ajakan ini juga berlaku kepada setiap kita yang hidup di dalam kasih karunia Tuhan, yang dengan setia mengikutiNya dan menantikan kedatanganNya. Sebab ketika kita bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita secara pribadi maka sesungguhnya nama kita sudah tercatat di dalam buku kehidupan dan kita semua yang percaya sudah menjadi ahli waris kerajaan sorga. Meskipun saat ini kita masih ada di bumi, namun sesungguhnya karena penebusan Darah Anak Domba itu kita yang percaya dan menerimanya sudah turut di dalam kerajaan terang itu.  Sehingga kita semua menjadi anak-anak terang meskipun kita masih ada di bumi yang gelap ini. Karena itu kita juga harus turut menyanyikan keselamatan ini dengan sukacita dan sorak-sorai.

4.  Celakalah bumi dan laut sebab Iblis telah turun dengan geramnya yang dasyat karena Waktu kesudahan segala sesuatu sudah singkat, dan waktu penghukuman Iblis sudah singkat.

Tidak ada yang tersisa, semua akan dimusnahkan Allah pada akhir jaman itu, dan setelah itu penghakiman dimulai. Bumi dan laut akan hancur (Wahyu 20:11; 2 Petrus 3:10). Maka dikatakan ‘celakalah’ sebab Iblis sudah turun dan menarik sebanyak mungkin manusia durhaka bersama-sama dengan dia untuk dihukum. Mereka-mereka ini adalah orang-orang sebagaimana tertulis dalam Wahyu 21:8 “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."



Saudara , dalam penjelasan ini jelas bagi kita yang sungguh-sungguh percaya dan mengikut Kristus, bahwa kita akan diselamatkan dan sudah diselamatkan. Tuhan akan datang menolong dan menyelamatkan kita dengan kuasa Darah Anak Domba itu. Dengan demikian patutlah kita bersukur, bersukacita dan menyanyikan keselamatan yang dari pada Allah.

Kematian tidak menakutkan karena sudah dikalahkan. Kuasa Setan sudah dipatahkan di kayu salib sehingga kita yang percaya kepada Kristus akan diberinya kuasa mengalahkan Setan itu. Akhir jaman bukanlah hal yang menakutkan bagi orang-orang pilihan yaitu pengikut Kristus yang setia. Bahkan dengan adanya akhir jaman maka Jerusalem yang baru (langit dan bumi yang baru) akan datang, di sana tidak ada lagi sakit penyakit, tidak ada lagi ratap dan air mata, tangisan dan penderitaan. Namun yang ada adalah sukacita, pujian dan nyanyian yang berkumandang (wahyu 21). Tidak ada lagi malam, tetapi terang yang terus menerus oleh sinar  kemuliaan Allah (Wahyu8 22:5).


Dalam suasana dunia saat ini,  apa yang bisa kita renungkan dari Nas Firman Tuhan ini?

  1. Akhir Jaman adalah pasti. Sesungguhnya menjelang akhir jaman yang semakin dekat ini, mari kita semakin memuji dan menyanyikan kemuliaan Tuhan, sebab rencanaNya akan segera digenapi dan kita  yang percaya akan segera mendapat upah kita di sorga.
  2. Dalam suasana Pandemi Virus corona ini, sesungguhnya bukan virus ini yang menjadi lawan yang utama bagi kita. Tetapi Iblis yang menggunakan dan memperalat wabah ini menjadi sesuatu alat ketakutan yang luar biasa, yang sepertinya jika virus ini mengenai seseorang maka berakhirlah hidupnya, maka habis dan putuslah pengharapannya. Intimidasi dan ketakutan inilah yang disebar oleh si Iblis, supaya sedapat mungkin banyak manusia yang putus asa, yang tidak berpengharapan lagi, bahkan mendakwa dan menuntut Tuhan. Iblis menebar kekuatiran supaya manusia tidak menggantungkan harapannya lagi kepada Tuhan dan berkata bahwa Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa dengan wabah penyakit ini, sehingga manusia berpaling dari Allah dan menggantungkan harapannya kepada dirinya sendiri dan pengetahuannya. Lalu Iblis akan tampil sebagai mesias/juru selamat palsu. Dengan demikian tujuan si Iblis akan tercapai untuk menyesatkan manusia dan membawa manusia sebanyak mungkin bersama dengan dia di neraka sebab Iblis tahu waktunya semakin singkat. Iblis bisa memakai sarana apapun, situasi apapun untuk niat jahatnya dan dia ahli dalam bidang itu. Hati-hatilah. Firman Tuhan saja bisa dipakainya dan dibelokkannya untuk menipu dan memperdaya.  Bahkan Yesus sendiri dicobainya dengan menggunakan Firman. Mari tetap setia dalam FirmanNya supaya kita tidak termakan tipu dayanya. 
  3. Saudara, apakah ketakutan anda terhadap virus corona ini melebihi ketakutan anda kepada Tuhan? Apakah Karena virus corona ini kasih anda kepada diri sendiri saat ini melebihi kasih kepada Tuhan? Apakah dimasa pandemi Covid-19 ini kekuatiran anda untuk hidup semakin meningkat melebihi kekuatiran saudara untuk berbuat dosa dan mengecewakan Tuhan? Saudara JANGAN biarkan Iblis sampai berhasil menipu dan menyesatkan kita. Mari evaluasi diri kita supaya kita bisa menyanyikan kemanangan ini dengan benar.
  4. Semakin kuat dunia ini menekan, dan semakin gencar si Iblis bermanuver dan menebar ketakutan, kecemasan, dan kekuatiran maka kitapun harus semakin gencar untuk memuji dan menyembah Tuhan Allah kita yang menyelamatan kita, sebab dia (Iblis) sesungguhnya sudah kalah dan kita semua lebih dari pemenang karena Kristus.
  5. Kuasa Darah Anak Domba akan membebaskan kita dan menolong kita dari masa-masa sulit ini. Andalkan Iman, jangan gegabah supaya tidak masuk dalam perangkap si Iblis. Gunakan semua karunia yang Tuhan berikan supaya kita mendapat pencerahan dan arahan yang jelas dalam menjalani hari-hari kita di tengah-tengah pandemi Virus Covid-19 ini. Jadikan Firman Tuhan sebagai suluh atau Pelita yang menerangi setiap langkah kita

Kiranya Tuhan memberkati kita semua dan menolong kita hingga kita berhasil melewati ini semua dengan nyanyian kemenangan di dalam hati kita dan keluar dari mulut kita. Dipermuliakanlah Tuhan yang menjadikan kita pemenang dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.Amin



Shalom.

Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...

Minggu, 03 Mei 2020

BERSORAKLAH BAGI TUHAN


BERSORAKLAH BAGI TUHAN

Evanggelium   : 1 Tawarik 16:31-36
Epistel             : Efesus 5:15-21

1 Tawarik 16:31-36:

16:31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!"
16:32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya,
16:33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
16:34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
16:35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu."
16:36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah TUHAN!"

Shalom selamat Hari Minggu bagi kita semua.
Saudara/i  dalam Kristus Yesus, sebelum kita masuk ke teks kotbah hari ini mari sejenak kita melihat latar belakang natas ini untuk  membawa kita menemukan pesan  Nas ini bagi kita hari ini:
Setelah Pemerintahan Saul berakhir, Daud baru saja diurapi kembali menjadi Raja atas Israel  oleh para tua-tua Israel seperti yang difirmankan Tuhan melalui Samuel (1 tawarik 11:3). Kemudian dia melihat bagaimana Tuhan memberikan banyak kemenangan kepadanya atas musuh-musih Israel. Kemudian setelah itu Daud  mendapatkan dukungan dari banyak tentara-tentara perang  yang bergabung kepadanya dari segala suku termasuk dari kaum keluarga Saul sesuku benyamin (1 Tawarik 12). Mereka semua memberikan dukungan kepada Daud sebagai raja.

Setelah Hiram Raja Negeri Tirus  mengirim utusan kepada Daud dan kayu aras, tukang-tukang batu dan tukang-tukang kayu untuk mendirikan sebuah istana baginya barulah Raja Daud benar-benar mengetahui dan menyadari bahwa TUHAN  telah menegakkan dia menjadi Raja atas Israel ( 1 Tawarik 14:1-2).

Sebelumnya Daud pernah memerintahkan untuk memindahkan Tabut Perjanjian dari Kiryat-Yearim yang selama ini tidak pernah lagi diperhatikan oleh raja Saul ( 1 Tawarik 13:3-5) dan membawanya ke tempat mereka. Namun terjadi sebuah insiden ( 1 Tawarik 13: 9-14) yang menewaskan Uza yang sempat menyentuh  Tabut Allah itu, lalu Daud tidak berani membawanya sehingga ia menitipkan Tabut itu di rumah Obed-Edom selama 3 bulan. Keluarga Obed-Edom dan semua yang dipunyainya diberkati Tuhan selama Tabut itu ada dalam rumahya.

Setelah Daud menyiapkan kemah untuk Tabut Allah di Kota Daud, maka Daud menyuruh kembali untuk menjemput Tabut Allah dari rumah Obed-Edom.  Dia memerintahkan bahwa hanya Orang Lewi yang boleh mengangkat Tabut Perjanjian itu, sebab merekalah yang dipilih oleh TUHAN ( 1 tawarik 15). Kemudian Daud mengatur segala sesuatunya untuk penjemputan Tabut Allah itu, dan akhirnya mereka berhasil membawanya ke kemah yang dibuat Raja Daud untuk tempat Tabut Perjanjian itu.

Nas Firman Tuhan di Pasal 16 hari ini adalah Nyanyian syukur bagi TUHAN   yang pertama kali disampaikan oleh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya setelah mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan bagi Allah.  Nyanyian ini lengkap diiringi dengan musik  yang diatur, ditata sedemikian rupa dan pemainnya adalah orang-orang terpilih.

Nyanyian ini berisi lagu-lagu PUJIAN  dan PENYEMBAHAN kepada Allah atas segala karya dan kebesaranNya yang telah ditunjukkannya kepada Bangsa Israel dan juga kepada seluruh musuh-musuh mereka. Bagaimana Allah dengan segala kuasa dan kekuatanNya memberikan kemenangan kepada bangsa Israel  terhadap segala bangsa-bangsa yang berperang kepada mereka.

Acara Pujian dan Penyembahan yang dilakukan ini atas kegembiraan hadirnya Tabut Perjanjian di kota Daud juga berisi pesan-pesan dan ajakan kepada semua orang untuk melakukan hal-hal berikut ini yaitu:
  1. Senantiasa mencarilah Tuhan (ay 11), 
  2. Mengingat perbuatanNya (ay 12), 
  3. Mempersembahkan korban persembahan kepadaNya (ay 29). 
  4. Kemudian Pujian itu juga mengandung ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan bahwasanya ia baik, dan untuk selama-lamanya kasih setiaNya (ay 8, ay 34). Mereka merasakan bahwa kasih setia Tuhan tidak lekang atas waktu dan situasi-situasi yang dialami bangsa itu sejak dahulu kala. 
  5. Bernyanyilah dan bermazmurlah  bagi Tuhan hai segenap bumi (ay 9,23). Nyanyian pujian ini dikumandangkan untuk memuji-muji Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan. Nyanyian ini juga berisi akan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib yang sekaligus akan didengarkan orang lain sebagai ungkapan iman daripada yang menyanyikannya, sehingga orang lain juga turut memuji Tuhan. 
  6. Percakapkan, ceritakan dan kabarkanlah (ay 31, ay 24) yaitu segala kemuliaan, perbuatan-perbuatanNya yang ajaib kepada segala bangsa dengan berkata TUHAN itu Raja. 
  7. Lalu dikatakan mari bermegah dalam pujian dan dalam namanya yang kudus.  Ini bukan berarti ajakan untuk sombong tetapi ajakan untuk berbangga hati memiliki Allah seperti Dia TUHAN yang gagah perkasa. (ay 35, ay 10)

Nas Firman Tuhan hari ini mendorong kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan dengan sorak- sorai  dengan setulus hati, dimana setiap nyanyian syukur dan mazmur yang kita kumandangkan berisi Pujian, penyembahan, kebanggaan akan Allah, dan proklamasi kepada dunia ini bahwa Tuhan itu maha besar, maha pemurah setia dan adil dalam segala jalanNya. Kasih setiaNya tidak berkesudahan dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya, dan semua ini kita lakukan dengan sorak sorai bahkan seluruh alam ciptaan yang lain juga turut bersorak-sorai (ay 31, 33). Bersorak-sorai dalam bahasa ibrani disebut ‘gal’ yang artinya  bersuara keras dengan penuh sukacita, dilakukan dengan suara nyaring dengan tingkat yang tertinggi  yang artinya yang terbaik yang kita miliki.

Jadi sebagaimana  tema  minggu ini :”BERSORAKLAH BAGI TUHAN”:  mari bersyukur, memuji, bercerita atau memperkatakan, menyembah, dan  bermegah, bermazmur, bernyanyi dan memuji Tuhan  dengan bersorak-sorai. Bahkan sebagaimana dalam epistel minggu ini juga Efesus 5:19 “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Kitapun didorong juga untuk melakukannya kepada sesama manusia juga.

Saudara, sudahkah kita bersyukur atas apa yang kita alami di dalam hidup kita bahkan dalam situasi dan keadaan saat ini?. Adakah kah kita juga menaikkan kidung-kidung-kidung pujian bagi Tuhan  secara pribadi, atau  bersama keluarga kita?, Adakah kita menceritakan segala kebaikan Tuhan dalam hidup kita? Dan bisakah saudara melihat kebaikan Tuhan dalam suasana pandemi virus Covid-19 pada masa ini?. Sebagai orang percaya tentunya kita harus tetap kuat dan sabar dalan segala suasana dan situasi, untuk tetap memuji Tuhan dengan nyanyian syukur dan  penyembahan. Mari tetap bersandar dan mengandalkan Tuhan, maka kita yang dikasihiNya akan senantiasa bisa melihat semua perbuatan Tuhan  itu sehingga kita mampu untuk memuji Tuhan dengan  bersorak-sorai bagi  seperti Raja Daud dan bangsa itu.

Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...