Sabtu, 19 Maret 2022

BERTOBAT SUPAYA TIDAK BINASA

Ibadah Minggu 20 Maret 2022

Tema:

BERTOBAT SUPAYA TIDAK BINASA

 

Ev.  Lukas 13:1-9

Ep. Yesaya 55: 6-9

 

Lukas 13:1-9 (tb)

13:1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.

13:2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?

13:3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.

13:4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?

13:5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

13:6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.

13:7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

13:8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

---------------

 

Shalom saudara/i ku  yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.  Selamat hari minggu dan selamat beribadah di manapun saudara saat ini berada. Senang rasanya masih bisa menyapa saudara melalui media ini. Apapun kondisi dan keadaan saudara saat ini, percayalah semua ada dalam kuasa dan rencana Allah. Rencana Allah selalu yang terbaik bagi setiap ciptaanNya.

Masuk dalam rencana Allah dan mengimaninya sebagai jalan hidup yang harus kita lalui membuat kita berdamai dengan Allah dan dengan diri sendiri sehingga kita menjalani segala sesuatu dalam hidup ini dengan damai dan tidak kuatir dan cemas akan hidup yang sedang kita jalani saat ini.

Saudaraku, dalam Ibadah minggu ini Firman Tuhan berbicara kepada kita lewat kitab Injil Lukas 13:1-9 dengan mengambil tema “BERTOBAT SUPAYA TIDAK BINASA”. Tema ini sangat sederhana dalam kata-kata dan mudah dimengerti namun menjadi suatu hal yang sangat penting dan menentukan bagi kehidupan seseorang dalam kekekalan.

Nas Firman hari ini mengisahkan pengajaran Yesus tentang dosa dan penderitaan dan dilanjutkan dengan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Apa yang Yesus sampaikan dalam Nas Firman Tuhan hari ini memberikan poin-poin penting sebagai pegangan dalam hidup kita. Dalam kisah ini sepertinya ada berita yang  sedang viral di tengah-tengah masyarakat yang dibawa kepada Yesus dan diceritakan. Lalu kita melihat bagaimana respon Yesus tentang berita yang sedang viral itu.

Dari percakapan Yesus dengan orang-orang yang membawa kabar yang sedang viral  itu menyadarkan kita tentang  salah satu sifat manusia yang sering sekali terjadi yaitu bahwa manusia sering sekali  memiliki sifat yang cepat menilai atau mengambil kesimpulan tentang sesuatu. Kecenderungan ini banyak terjadi kita lihat dan saksikan di dalam kehidupan sehari-hari. Belum tau cerita sebenarnya atau kronologisnya sudah langsung disimpulkan atau dinilai bahwa kejadian itu sebagai akibat dari perbuatannya misalnya. Yah itulah sifat banyak orang yang terlalu cepat untuk disampaikan tanpa mengetahui dengan jelas duduk permasalahan sesuatu kejadian.

Namun memang penilaian Tuhan tidak sama dengan manusia. Apa yang dilihat manusia belum tentu itu yang dilihat Tuhan. Apa yang dinilai manusia belum tentu sama dengan apa yang dinilai Tuhan. Sebab penilaian dan penglihatan Allah jauh sampai hati yang terdalam dan sanggup  menembus ruang dan waktu. Memang demikianlah adanya. Kenyataan yang terjadi tidak selalu seperti yang kita lihat. Realitas yang Tuhan sedang jalankan dalam kehidupan sering sekali tidak seperti yang kita duga dan lihat dalam kenyataannya.

Ada suatu kisah illustrasi tentang dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan kepada dua keluarga di bumi. Satu malaikat yang senior dan satu lagi yang masih junior. Ketika mereka tiba di sebuah rumah besar yang tentunya rumah orang kaya, mereka mengetok dan meminta ijin untuk menginap karena sudah malam. Orang kaya ini sebenarnya tidak suka diganggu dan menerima orang asing untuk masuk dan menginap di rumahnya. Dia  mencoba menolak, namun akhirnya mereka mempersilahkan kedua malaikat itu masuk dan menginap semalam di rumahnya. Tetapi mereka berkata bahwa tidak ada kamar untuk mereka menginap, sebab semua kamar sudah dipakai anggota keluarga. Satu-satunya tempat adalah di gudang bawah  tanah jika mereka mau. Besoknya setelah bangun mereka melanjutkan perjalanan lagi lalu setelah mulai malam mereka kembali menuju sebuah rumah yang sangat sederhana. Lalu mereka mengetuk dan pintu dibukakan. Lalu mereka menceritakan keadaan mereka dan membutuhkan tempat beristirahat mala itu. Keluarga itupun mengijinkan mareka masuk. Bapak Pemilik rumah itu berserta istrinya mempersilahkan mereka tidur di kamar mereka sebab kamar hanya satu. Lalu mereka berdua tidur di tikar di lantai ruang tamu bersama anak-anaknya.

Ketika pagi hari mereka bangun, terdengar suara tangisan yang memilukan dari keiuarga pemilik rumah itu. Setelah mereka lihat ternyata kerbau kesayangan dan satu-satunya ternak harapan mereka telah mati. Melihat itu sontak malaikat junior langsung marah kepada malaikat senior itu dan berkata:

“semalam kita menginap di rumah orang kaya yang sombong itu, kita dihina dan direndahkan tetapi kamu tidak melakukan apa-apa terhadap mereka. Tetapi keluarga ini begitu baik dan penuh kasih menerima dan menjamu kita, bahkan rela kamar tidurnya diberikan kepada kita, tetapi Engkau membiarkan musibah  ini terjadi bagi keluarga mereka MENGAPA?”

Lalu malaikat senior itu berkata: “tidak semua yang terjadi ini seperti yang engkau pikirkan”. Apa yang kau lihat saat ini tidak seperti yang engkau lihat sebenarnya”. Di malam yang lalu waktu kita menginap di rumah orang kaya yang sombong itu di bawah tanah, saya melihat  melalui sebuah lubang di dinding bawah tanah itu Nampak biji-biji emas yang sangat banyak yang jika ditambang akan bisa menghasilkan emas yang sangat banyak. Namun karena kesombongan mereka aku menutup lubang itu supaya mereka tidak tahu dan tidak akan pernah melihatnya”. Lalu tadi malam ketika malaikat maut datang hendak mengambil nyawa bapak pemilik rumah yang kita tempati untuk bermalam ini, saya berkata jangan diambil dulu nyawanya, sebab mereka begitu baik dan penuh kasih. Ambillah yang lain asal jangan istrinya ataupun anak-anaknya. Lalu melaikat maut itu memilih kerbau mereka itu. Itu sebabnya kerbau itu mati saat ini”.

Saudara, tidak semua yang terjadi adalah seperti yang kita pikirkan. Terlalu cepat menyimpulkan dan memutuskan  sesuatu peristiwa bisa membawa kerugian kepada kita dan mungkin juga orang lain. Barangkali begitulah yang sedang Yesus hadapi saat itu dengan orang-orang yang membawa berita yang sedang viral itu. Pertama  berita itu adalah peristiwa yang terjadi bahwa Pilatus mencampurkan darah orang-orang Galilea dengan darah korban yang sedang dipersembahkan. Mungkin kabar ini menjadi suatu kabar yang menghebohkan bahkan menakutkan bagi mereka. Dipikiran mereka bahwa kematian yang tragis yang dialami oleh orang-orang Galilea itu adalah karena dosa mereka. Tetapi Yesus berkata bahwa mereka mengalami itu bukan karena dosa mereka lebih besar dari dosa orang-orang Galilea yang lain.

Namun Yesus menekankan di ayat 3 bahwa barangsiapa tidak bertobat akan binasa. Demikian juga di ayat 5 menyangkut kematian orang-orang yang ditimpa menara dekat Siloam Yesus berkata hal yang sama kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian”. Yesus tidak menyoroti kesamaan peristiwa yang akan dialami oleh orang-orang yang tidak mau bertobat dari dosa-dosanya tetapi mau menyatakan bahwa akan ada hal yang tragis juga bahkan lebih menakutkan jika seseorang tidak bertobat dari dosanya. Yaitu kebinasaan. Kebinasaan bukan hanya sekedar mati secara jasmani dengan tragis tetapi penderitaan  kekal di Neraka setelah kematian di bumi.

Saudara ada memang musibah yang terjadi karena dosa dan kesalahan manusia di bumi. Jelas memang sejak dosa mula-mula semua kesulitan di dunia ini terjadi. Namun tidak semua malapetaka, atau penderitaan, atau musibah  yang dialami seseorang adalah diakibatkan oleh dosa dan kesalahan seseorang itu. Bisa juga karena imannya kepada Tuhan atau ada juga karena seseorang itu mengalami rencana khusus dari Tuhan yang sedang terjadi atas hidupnya.

Dalam perikop ini kita bisa menangkap bahwa musibah atau penderitaan atau malapetaka, atau kematian yang tragis  yang terjadi  sesungguhnya bukan puncak hukuman yang sesungguhnya atas dosa manusia jika kejadian itu memang karena dosa. Hukuman yang sesungguhnya adalah KEBINASAAN. Dua kali Yesus berkata dalam ayat 3 dan ayat 5 bahwa akibat tidak bertobat dari dosa maka akibatnya adalah KEBINASAAN. Kebinasaan ini merujuk kepada kematian yang kekal di neraka dengan penderitaan kekal yang tiada habisnya  yang tidak sebanding dengan penderitaan dan kesakitan yang paling mengerikan yang mungkin pernah terjadi di bumi.

Kematian tragis orang-orang Galilea yang darahnya dicampur Pilatus dengan korban persembahan mereka dan juga ke delapan belas orang  yang ditimpa menara dekat  Siloam tidak sebanding dengan kengerian di  tempat kebinasaan  yang Yesus katakan jika seseorang tidak bertobat. Sepertinya Yesus mau mengatakan bahwa kehebohan atau berita viral yang sedang kalian dengarkan ini  tidak ada apa-apanya dangan apa yang akan terjadi esok bagi setiap kalian yang tidak bertobat. Mereka yang mengalami musibah itu belum tentu masuk ke dalam kebinasaan esok di neraka. Tetapi setiap orang yang tidak bertobat pasti akan mengalaminya.

Kalau kita mengatakan kematian itu menakutkan, inilah sesungguhyang yang membuat seseorang itu takut kalau mengalami kematian. Sebab dia tidak memiliki keyakinan akan keselamatan jiwanya jika dia meninggal kelak. Belum lagi kalau dia sadar memiliki dosa atau sebagai orang berdosa dia pasti akan semakin ketakutan jika mengalami suatu peristiwa yang mengarah  dengan kematian.

Namun di tengah-tengah kehebohan berita itu dan ketakutan manusia akan kematian, Yesus datang membawa kabar baik bahwa jika seseorang bertobat dari dosanya maka dia tidak akan mengalami kebinasaan kekal itu. Sehingga baik hidup ataupun mati jiwanya akan tentram. Bahkan jika menghadapi beragam jenis kematian tragis sekalipun dia tidak akan takut. Kita mungkin mengingat Stefanus yang mati martir yang matinya juga tragis  karena imannya kepada Yesus. Namun sampai ajalnya tiba hatinya diliputi sukacita sambil melihat Yesus yang menyambutnya.

Akhir hidup seseorang di bumi ini terjadi dalam banyak cara. Itu ibarat kendaraan yang digunakan menuju suatu tempat bisa lewat berbagai cara, laut, darat, udara, atau yang lainnya. Di darat juga bisa lewat berbagai cara bisa naik sepeda, motor, mobil, kereta api dan lain-lain.  Tetapi yang menjadi hal yang utama dan patut dipikirkan adalah apakah akhir dari perjalanan dengan naik kendaraan  itu kita yang sedang di dalamnya sampai kepada tujuan yang Tuhan kehendaki. Cara mati setiap orang berbeda-beda. Bisa karena sakit, musibah, bencana alam, dibunuh, bahkan saat tidur. Namun yang paling penting adalah kemanakah seseorang itu kalau dia sudah mati/meninggal dunia.

Yesus selalu merujuk tempat perhentian terakhir kita adalah RUMAH BAPA (Sorga) Yohanes 14:2. Dalam Filipi 3:20 juga dikatakan bahwa kewarganegaraan kita adalah di dalam sorga. Namun hal ini hanya berlaku bagi setiap orang yang bertobat. Orang yang tidak bertobat tidak akan sampai kepada tempat  perhentiaan ini yaitu sorga. Sebaliknya mereka akan masuk ke dalam kebinasaan dan penderitaan yang jauh melebihi kengerian yang dialami orang-orang Galilea itu dan juga ke delapan belas orang yang ditimpa menara itu yaitu Neraka kekal.

Allah tidak menginginkan kita binasa dan masuk ke dalam Neraka kekal ini (Yohanes 3:16). Karena itulah Allah mengaruniakan anakNya yang tunggal Yesus Kristus menjadi jalan keselamatan satu-satunya supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa. Dalam kotbah ini Yesus menekankan pentingnya pertobatan dari dosa supaya selamat. Sebab dosalah yang menjadi penghalang seseorang bisa kembali ke rumah Bapa di sorga. Semua kejahatan yang terjadi di bumi adalah dosa kepada Allah. Karena itu, untuk tidak mengalami kebinasaan itu seseorang harus mengaku dosanya kepada Tuhan.

Bertobat berarti sadar akan dosa-dosa yang dilakukannya lalu mengaku dihadapan Tuhan serta  memohon pengampunanNya. Lalu mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan di dalam hidupnya serta percaya dan menerima Yesus di dalam hatinya sebagai Tuhan dan juru selamatnya pribadi (Roma 10:9). Tentunya setelah itu dia jangan berbuat dosa lagi (Yohanes 8:11).

Ketika saat ini manusia masih bisa hidup di dunia ini dengan segala dinamikanya, bersekolah, bekerja, menikah, membesarkan anak, bersosial, berorganisasi, berpolitik, piknik atau rekreasi, beribadah, dan lain sebagainya adalah menunjukkan masih adanya masa kemurahan Tuhan yang menunggu manusia bertobat supaya tidak binasa. Namun masa ini ada batasnya. Dalam ayat 6-9 nas Firman hari ini menunjukkan bahwa saat ini adalah saat perkenanan itu. Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat bagi setiap orang yang tidak bertobat supaya dia selamat. Ketika musim berbuah tiba, petani mengharapkan pohon  itu untuk berbuah, Jika tidak berbuah-buah juga maka pohon itu akan ditebang lalu dicampakkan ke dalam api. Demikian juga dengan kehidupan manusia. Allah mengharapkan manusia itu berbuah sebagai naturnya manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Karena itu kalau manusia itu tidak berbuah maka manusia itu akan binasa.

Sebenarnya kalau dilihat dari kehidapan manusia yang tambah hari tambah jahat sudah sepantasnya semua binasa. Namun Allah begitu mengasihi manusia yang berdosa. Dalam kitab Yehezkiel  33:11 dikatakan “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?. Ini menunjukkan bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertobat.

Namun melalu kotbah hari ini kita melihat bahwa waktu perkenanan atau kesempatan ini sifatnya terbatas. Batas kesempatan ini tidak ada seorangpun yang tau dan kapan pastinya perakhir. Tetapi Menebang pohon  ara yang tidak berbuah itu sudah pasti akan dilakukan jika batas waktu yang sudah ditentukan buat pohon itu supaya berbuah tidak kunjung berbuah juga. Inilah yang menjadi perhatian penting  bagi semua umat manusia.

Lampu kuning yang masih Tuhan berikan sifatnya hanya sebentar dan hanya sebentar saja dia akan segera menjadi lampu merah. Sekali lagi saat perkenanan ini adalah saat yang sangat penting. Sebagaimana tukang kebun itu berkata kepada tuannya supaya diberi kesempatan untuk mengurus pohon itu sebentar lagi, maka mari urus kembali kehidupan rohani kita. Mari perduli atas keselamatan jiwa. Melalui kotbah ini diserukan kepada setiap orang yang belum percaya dan bertobat untuk bertobat segera supaya tidak binasa. Kalau kita bijak melihat kondisi jaman sekarang ini maka jangan menunda-nunda waktu untuk melakukannya. Sebab jika ajal sudah tiba maka tidak akan ada lagi kesempatan untuk bertobat.

Melalui kotbah ini juga bagi kita yang sudah yakin dan percaya telah menjadi pohon yang berbuah itu, artinya yang sudah bertobat dan menikmati hidup dengan Kristus, mari berdoa buat saudara-saudara kita yang lain yang masih belum bertobat, menceritakan kabar baik pertobatan ini supaya mereka juga mendapatkan kesempatan untuk hidup selama-lamanya bersama dengan Yesus di rumah Bapa di Sorga.

 

Semua kengerian, tragedi, musibah, malapetaka yang terjadi di dunia ini tidak akan sebanding dengan kengerian yang terjadi di tempat penghukuman kekal itu yaitu neraka. Itulah kebinasaan. Itu adalah tempat orang-orang yang tidak berbuah. Apakah saudara sudah berbuah? Jika belum BERTOBATLAH. Jika sudah BERITAKANLAH.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

 

 KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  di Daftar... ARSIP..

 

 

Sabtu, 12 Maret 2022

BERSERAH KEPADA RENCANA TUHAN

Minggu REMINISCERE  13 Maret 2022

Tema:

BERSERAH KEPADA RENCANA TUHAN

 

Ep: Filipi 3:17-21

Ev: Kejadian 15:1-6

 

Kejadian 15:1-6 (TB)

15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."

15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."

15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

 

-------------------

Shalom, saudara-saudariku yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan kita Yesus Kristus atas kasih dan anugerahNya yang sampai hari ini memberikan kita kesempatan untuk bisa melanjutkan hidup di dunia ini berjumpa dengan orang-orang yang kita kasihi serta menikmati-hari-hari kita dengan apa adanya.

            Tidak ada seorangpun yang tahu tentang masa depan. Seseorang hanya bisa tahu kemungkinan akan sesuatu yang terjadi di depan berdasarkan apa yang sedang dia lakukan atau rancangkan saat ini. Itupun hanya kemungkinan. Bisa juga kadang-kadang meleset dari perkiraannya.  Misalnya seorang petani yang menanam benih jagung  berkata bahwa ketika dia menanam benih itu lalu setelah mulai bertumbuh dia memupuknya dan berkata bahwa  “bulan kesekian jagung ini akan berbuah dan akan menghasilkan sekian ton saat panen”.  Namun dalam kenyataannya nanti perhitungannya bisa saja benar. Tetapi bisa juga meleset, bisa saja dia akan memanen hanya sedikit saja, atau bahkan tidak memanen sedikitpun mungkin karena bencana alam, wabah atau apa saja, walaupun semua perlakuan dan perawatan terhadap jagung itu sudah benar.

            Dalam berbagai sisi kehidupan kita itu juga bisa terjadi. Bahwa tidak semua yang kita rencanakan dan perkirakan di masa depan bisa terjadi sesuai yang kita inginkan. Sebab ada banyak faktor di dunia ini yang bisa mempengaruhi rencana-rencana kita itu gagal. Kita ingat saja tahun 2019 bahwa ada banyak orang mungkin sudah merencanakan banyak hal yang akan dilakukan di tahun 2020. Baik rencana pribadi, keluarga, bisnis atau usaha, gereja, negara dan pemerintahan semua sudah di tata dan direncanakan akan di lakukan di tahun 2020. Namun semuanya bisa kandas oleh datangnya pandemi virus covid-19. Hal ini menunjukkan bahwa manusia bisa berencana tetapi Allah lah yang menentukan jalannya.

            Tidak ada satupun manusia yang bisa menjamin masa depan sebagaimana yang dia inginkan atau rencanakan. Dalam ibadah minggu REMINISCERE (Ingatlah segala kasih setiaMu ya Tuhan)  hari ini Firman Tuhan berbicara kepada kita melalui kitab Kejadian 15:1-6 dengan mengambil tema BERSERAH KEPADA RENCANA TUHAN. Pelajaran menarik dan perlu sekali untuk kita terima dan imani dalam perjalanan hidup kita selama di bumi ini menuju perjalanan kita pulang ke rumah kita di sorga.  Tuhan merindukan setiap orang bisa pulang ke rumah Bapa di sorga, tidak tersesat di jalan atau bahkan  masuk ke dalam rumah yang salah yaitu rumah penjara selama-lamanya yang penuh kengerian dan gertak gigi.

            Melalui  nas Firman Tuhan hari ini kita bisa melihat bagaimana iman dan percaya Abraham kepada Tuhan yang benar-benar menjadi pelajaran bagi kita. Walau kita ketahui bahwa Alkitab juga menceritakan bahwa tidak selamanya perjalanan iman Abraham itu kepada Tuhan berjalan dengan mulus. Ada saatnya dia jatuh namun  bangkit lagi. Ada saatnya dia jatuh dan tidak bangkit, namun Tuhan membangkitkan dia dari kejatuhannya. Tetapi Alkitab telah memberikan penghargaan kepada Abraham sebagai bapa segala orang beriman. Tentunya gelar ini tidak mudah dicapai dan diperoleh dengan spontan. Banyak hal yang sudah dialami Abraham bersama Tuhan dalam perjalanan imannya. Peristiwa yang sangat menegangkan dan mempertaruhkan iman dan keyakinannya kepada Tuhan yaitu saat Abraham diminta Tuhan untuk menyerahkan anaknya satu-satunya yaitu Ishak untuk dipersembahkan dengan cara disembelih oleh Abraham sendiri kepada Tuhan. Ketaatan Abraham sudah sampai level nyawa sehingga dia disebut bapa segala orang yang percaya.

            Saudara, dalam nas hari ini di ayat 6 dikatakan bahwa Tuhan memperhitungkan kepercayaan Abram sebagai kebenaran. Sebenarnya hal ini tidak mudah bagi Abram. Namun keyakinan dan kepercayaannya kepada Tuhan yang telah memanggil dia keluar dari kampung halamannya ke tempat yang dia sendiri tidak tahu menjadi satu hal yang sangat penting bagi Abram. Memiliki keturunan seperti bintang di langit saat umur Abram sudah tua dan istrinya Sarai juga sudah tua dan mandul adalah suatu hal yang tidak mungkin. Namun janji Allah ini diyakini dan diterima sepenuhnya oleh Abram dengan iman yang mantap.  Abram mau percaya sepenuhnya kepada Allah meskipun itu hanya janji, dan janji itu entah kapan akan direalisasikan. Inilah yang menyebabkan Tuhan memperhitungkan iman Abram ini sebagai kebenaran.

            Dari mana Allah tahu Abram sungguh2 percaya?.  Tentunya hal ini sangat  dimungkinkan sebab Allah adalah Tuhan yang maha tahu. Dia juga adalah Allah yang dapat melihat hati manusia sampai relung yang terdalam. Jadi bukan hanya sekedar mendengar ucapan dari mulut saja. Allah tidak bisa dibohongi. Dia maha melihat dan tidak ada yang tersembunyi dari hadapanNya.  Jika manusia hanya bisa melihat yang di depan mata dan mendengar yang masuk ke telinga, maka Allah sanggup melihat sampai ke dalam hati manusia (1 Samuel 16:7; Yeremia 20:12). Jadi inilah sebabnya Allah mengetahui bahwa kepercayaan Abram atas janji Allah itu adalah sungguh-sungguh. Pada saat janji itu disampaikan Abram yakin tanpa keraguan sedikitpun.

Saudara, sering sekali kita manusia punya keraguan atas janji-janji Allah. Dalam Nas hari ini dari ayat 1-3 nampak jelas ketakutan dan keraguan Abram atas janji Allah kepadanya. Bahkan dia sudah mengambil kesimpuan bahwa pewarisnya nanti adalah Eliezer orang Damsyik itu.  Mempercayai janji Allah adalah sesuatu yang hal yang butuh komitmen dan pengorbanan. Bahkan Abram  harus menunggu 25 tahun baru janji itu digenapi lewat kelahiran Ishak. Saat  itu umurnya 100 tahun dan Sarai 90 tahun. Jatuh bangun iman Abram dalam masa penantian itu mungkin adalah suatu yang manusiawi dengan kondisi Abram dan Sarai yang sudah tua.

Manusia sering sekali ingin membantu atau mempercepat janji Allah itu sesuai keinginannya. Allah mau dibantu?. Tentunya ini pertanyaan yang lucu dan semua akan segera berkata “ ah, nggak mungkinlah Allah butuh bantuan”. Tapi  dalam kenyataannya tindakan atau perbuatan manusia dalam menjalani rencana Allah atas hidupnya sering sekali justru kelihatannya hendak membantu Allah. Sering sekali manusia berpikir bahwa Allah terlalu lambat merealisasikan rencana, janji dan kehendakNya. Sehingga manusia merasa perlu menolong Allah supaya apa yang dikehendaki manusia itu atau rancangan yang dia rancang untuk hidupnya bisa segera terwujud.

Abraham juga pernah mengalaminya dalam Kejadian 16. Saat janji Allah itu tidak kunjung tiba, sementara Allah menjanjikan keturunan Abram akan menjadi bangsa yang besar. Maka Sarai menawarkan Hagar hambanya untuk dihampiri Abram. Sarai  berkata di ayat 2Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai”. Artinya anak yang dilahirkan hamba Sarai itu akan menjadi anaknya dan dari situ akan lahirlah keturunan-keturunan Abram yang banyaknya seperti bintang di langit. Itulah menurut rancangan Sarai dan Abram menerimanya. Tetapi tidak demikian rancangan Tuhan.  Akibat mendahului rancangan Tuhan itu, yang sepertinya menolong Tuhan untuk mempercepat  janji dan rencana Tuhan, maka lahirlah Ismael. Kita tahu bagaimana selanjutnya kisah dari hubungan keturunan Ismael dan keturunan Ishak hingga hari ini. Itu adalah akibat atau konsekuensi dari mendahului rencana/rancangan  Tuhan.

Akibat janji dan rencana Tuhan tidak terealisasi sesuai yang dipikirkan dan dikehendaki Abram, dua kali Abram mengambil kesimpulan sekaligus memberi penawaran kepada Tuhan tentang siapa yang akan menjadi ahli warisnya dan yang akan menggenapi janji Allah itu. Satu dalam Nas hari ini ayat 1-3. Yang kedua dalam pasal 17 : 17 Abram meminta supaya janji itu diwujudkan saja melalui Ismail. Tetapi Tuhan menolak dan berkata bahwa haruslah keturunan Abram yang dilahirkan oleh Sarai sendiri yang akan mendapat janji itu meskipun Sarai sudah berumar 90 tahun saat itu. Akhirnya Abraham dan Sara mendapatkan janji Allah itu dengan lahirnya Ishak.

Saudara, Bagaimanakah  seseorang bisa menaruh percaya akan janji seseorang?. Tidak mudah memang langsung percaya kepada orang lain apalagi tidak dikenal atau baru dikenal. Kepercayaan memang membutuhkan proses. Kita akan mudah menaruh percaya kepada seseorang apabila dia sudah kita kenal secara pribadi dan bisa dipercaya.  Setelah dikenal, dibutuhkan juga bukti-bukti yang kuat tentang seseorang itu bahwa dia bisa dipercaya. Lalu kesaksian orang-orang terhadap orang tersebut bahwa orang itu bisa dipercaya. Tiga hal ini mungkin sangat perlu di dalam proses mempercayai seseorang.

Bagaimana dengan mempercayai Allah? Tentunya tiga hal ini bisa kita sematkan sebagai  hal yang penting di dalam mempercayai Allah. Alkitab adalah sumber yang sangat terpercaya dan teruji selama berabad-abad yang menyaksikan dan memberitakan tentang Allah dan segala rancanganNya. Demikian juga dengan kesakian para Nabi dan juga para rasul yang menyaksikan sendiri tentang Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Demikian juga dengan pengalaman dan kesaksian bapa-bapa gereja yang kemudian diajarkan terus menerus sampai kepada kita saat ini tentang siapa Allah yang kita sembah. Dari semua itu secara pribadi tidak ada yang meragukan kita lagi tentang kuasa Allah, kesetiaan Allah, dan rancanganNya yang penuh harapan. Belajar Alkitab PL dan PB  dengan baik akan semakin membuat kita mengenal semakin baik.

Semakin baik kita kenal Dia semakin yakin dan beriman kita kepadaNya. Dengan iman yang semakin besar maka penyerahan dan kepasrahan kita akan rencana Allah akan semakin besar. Kepasrahan kita untuk berserah kepada Tuhan berbanding lurus dengan iman percaya kita kepadaNya. Iman akan semakin bertumbuh apabila semakin sering kita mendengar atau membaca dan merenungkan Firman Tuhan (Roma 10:17).

Mengapa kita berserah dan percaya kepada Allah?. Rencana dan rancangan Allah tidak pernah gagal. Pemberontakan dan pembangkangan bangsa Israel tidak membatalkan mereka untuk menduduki tanah perjanjian. Namun akibat pembangkangan itu, dari semua yang berangkat dari Mesir menuju tahan perjanjian hanya dua orang yang menginjakkan kakinya di  tanah perjanjian itu yaitu Kaleb dan Yosua. Seharusnya mereka bisa sampai di tanah perjanjian hanya 40 hari dari Mesir, namun mereka harus berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun baru memasuki tanah perjanjian. Itupun hanya dua orang ditambah semua yang lahir selama 40 tahun di padang gurun itu. Sisanya mati di perjalanan.

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita dalam hal berserah kepada rencana Allah dalam perjalanan hidup kita. Bisa saja kesulitan atau pergumulan atau masalah yang kita alami saat ini adalah karena sikap seperti  bangsa Israel ini terhadap Tuhan. Padahal Tuhan tidak pernah ingkar janji. Bahkan semua yang direncanakan dan dirancangkan kepada setiap orang yang dikasihinya adalah sesuatu yang baik. Jelas sekali dalam Roma  8:28 dikatakan “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.  Demikian juga dalam Yeremia 29:11 mengatakan “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Saudaraku, Allah lebih tahu dan mengenal kita lebih dari diri kita sendiri mengenal kita.  Segala sesuatu yang kita butuhkan dan kita perlukan  Dia mengerti. Segala sesuatu yang kita alami Dia tahu dan turut merasakannya. Dia mengerti kita sebab Dialah yang menciptakan kita. Tidak ada pribadi lain di dunia ini yang bisa dipercaya yang kepadanya kita dapat  berserah selain dari Allah sendiri. Manusia bisa mengandalkan manusia lain, tetapi itu sangat terbatas dan sering mengecewakan. Manusia juga bisa mengandalkan harta atau jabatan, tetapi itu juga sangat terbatas  sering juga mengecewakan bahkan tidak sebanding dengan Allah.

Rencana dan rancangan Allah adalah yang terbaik bagi kita. Itu tidak diragukan dan disangsikan lagi. Meskipun kita belum melihat realisasi dari janji Allah atas hidup kita  saat ini. Meskipun kita belum menerima jawaban-doa-doa kita saat ini, tetapi suatu saat nanti akan tiba waktunya sesuai waktu Tuhan bahwa Dia akan menjawab doa kita dan mewujudkan rancangan dan rencanaNya atas hidup kita. Karena itu percayalah.

Mari kita ambil pelajaran dari kisah iman Abraham.  25 Tahun dia menunggu janji kelahiran Ishak dan setelah lahir dan mulai bertumbuh Tuhan memintanya untuk mengorbankan Ishak sebagai korban kepada Tuhan. Tetapi dia tetap setia akhirnya Abram menuai hasil dari kesetiaannya.  

Saudara, apakah rencana saudara dalam hidup saudara? Atau sama sekali saudara tidak punya rencana apa-apa? Ada tidak adanya rencana saudara, Rencana Tuhan tetap sudah ada buat saudara dan saya. Kita hanya perlu mempercayaiNya.  Jikalaupun kita merasa rencana Tuhan sepertinya mustahil terwujud dalam hidup kita,  Atau sepertinya terlalu lambat Tuhan meresponi semua keluhan kita, percayalah Tuhan tidak pernah terlambat. Bahkan dalam keterlambatanNya itu sebenarnya di situlah waktu yang tepat menurut Tuhan. Tuhan tidak pernah ingkar janji kita manusialah yang tidak sabar dan maunya cepat-cepat melihat janji Alah itu diwujudkan. Akibatnya bukan Tuhan yang datang menjawab malah Iblis yang datang untuk menjawab dan memberikan jalan keluar atas segala pergumulan kita dan kita melihatnya pula sebagai jalan keluar Tuhan padahal bukan. Hati-hatilah supaya kita tetap berjalan dalam rencana Tuhan.

Saudaraku, membaca tema ini saya jadi teringat sebuah kidung pujian dengan judul “INDAH RENCANAMU TUHAN” Ciptaan Pdt.JE.Awondatu dengan lirik:

Indah rencanaMu Tuhan didalam hidupku

Walau ku tak tahu dan ku tak mengerti semua jalanMu

Dulu ku tak tahu Tuhan berat kurasakan

Hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua

Ref:  

Tapi ku mengerti sekarang Kau tolong padaku

Kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu

(Saudara bisa mendengar dan menikmati lagu ini di Youtube)

Lagu ini begitu akrab di telinga banyak orang Kristen dan sering sekali dinyanyikan di berbagai even. Tentunya dari lagu ini kita melihat bahwa kesimpulan dari semua hal yang terjadi di dalam hidupnya atas semua jalan hidup yang tidak dimengerti dan mungkin berat dan penuh derita adalah bahwa di akhirnya dia melihat  dan merasakan indahnya rencana Tuhan.

            Kalau orang lain bisa menyaksikan kasih dan kuasa Tuhan pada akhirnya di dalam hidupnya, mengapa kita tidak?. Tentunya kita juga akan merasakan dan menyaksikan hal yang sama asal kita setia, taat dan berserah penuh pada rencana Tuhan dalam hidup kita. Kiranya Renungan hari memberkati kita dan memberikan kita ketenteraman di dalam menjalani sisa hidup kita di dunia ini. Selamat berserah dan Tuhan Yesus memberkati. Amin

 

Shalom,

 

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

 KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  di Daftar... ARSIP..

 

Jumat, 04 Maret 2022

ORANG YANG BERSERU KEPADA TUHAN AKAN DISELAMATKAN

Ibadah Minggu, 6 Maret 2022

Tema:

ORANG YANG BERSERU KEPADA TUHAN AKAN DISELAMATKAN

 

Ev: Roma 10:8-13

Ep:Ulangan 26:6-10a

 

Roma 10:8-13 (TB)

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."

10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

 

-------------

Shalom, selamat hari minggu buat saudara semua dimanapun berada saat ini. Saya berharap saudara semua dalam keadaan sukacita dan sehat selalu. Bagi saudara yang sedang dalam pergumulan apakah itu penyakit, ekonomi, keluarga dan lain sebagainya kiranya segera mendapatkan jalan keluar dan tetaplah berharap kepada Tuhan dan  mengandalkan Dia saja.

Dalam ibadah minggu hari ini dinamai minggu INVOKAVIT yang artinya bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab. Dalam ibadah kali ini kita diperkenalkan dengan Allah yang maha mendengar seruan-seruan setiap orang yang berseru kepadaNya, dan menjawabnya indah pada waktunya. Dalam ibadah minggu ini mengambil tema ORANG YANG BERSERU KEPADA TUHAN AKAN DISELAMATKAN yang di dasarkan pada kitab Roma 10: 8-13 di mana di sini akan dipertajam  pemahaman kita tentang siapa orang yang berseru kepada Tuhan itu dan seruannya di dengar oleh Tuhan sehingga dia diselamatkan.

Kata ‘diselamatkan  tentunya menjadi pertanyaan bagi kita. Diselamatkan dari apa?. Kalau kita membaca Firman Tuhan ini dengan baik  secara khusus pasal 10 ini kita akan menemukan bahwa keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan dari murka Allah yaitu kematian yang kekal dalam api neraka. Lantas kita akan bertanya apakah kata ‘barangsiapa’ ini artinya semua orang?. Pada hakikatnya YA semua orang. Tetapi kata barangsiapa ini secara khusus dialamatkan kepada sekelompok orang tertentu. Sehingga kata ‘barangsiapa’ itu hanya berlaku untuk golongan kelompok orang tertentu itu.

Siapakah sekelompok orang tertentu ini?.  Kelompok ini disebut kelompok orang percaya. Dalam pasal 13 ini jika kita baca keseluruhan bahwa ini bukan hanya bicara tentang bangsa Israel (Yahudi), tetapi juga non-Yahudi. Siapapun dia, apapun kebangsaannya, jika dia telah memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelompok ini maka kepadanya akan berlaku ayat 13 ini. Di sini kita melihat persyaratan yang Tuhan katakan supaya seseorang bisa berseru kepada nama Tuhan.  Ayat 13 ini tidak berdiri sendiri. Tetapi kita harus memahaminya dari ayat sebelumnya yaitu mulai ayat 1-12 dan juga ayat sesudahnya yaitu ayat 14-21.

Dalam ayat sebelumnya yaitu dalam ayat 8 dinyatakan bahwa “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”. Inilah yang sejalan dengan pernyataan Yesus dalam Yohanes 15:7 yang berbunyi: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”.  Artinya sesungguhnya Tuhan itu tidak jauh sebab di mana ada Firman di situ ada Tuhan. Firman Tuhan tidak terpisahkan dengan Tuhan sendiri. Begitu juga dalam ayat 9 disyaratkan: Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan Percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, menjadi satu paket jalan keselamatan.

Kalau kita perhatikan juga dalam ayat sesudah ayat13  yaitu dari ayat 14 sampai seterusnya maka kita bisa melihat dengan jelas alur keselamatan yang Tuhan telah tetapkan:

  1. Seseorang bisa berseru kepada nama Tuhan jika dia sudah percaya
  2. Seseorang bisa percaya jika mereka telah mendengar tentang Yesus
  3. Seseorang mendengar tentang Yesus jika ada yang memberitakan
  4. Seseorang bisa memberitakan jika dia telah di utus.

Atau kita  sederhanakan  menjadi: Seseorang akan berseru kepada nama Tuhan dan dia akan diselamatkan jika dia telah percaya kepada berita Injil yang mereka dengarkan dari seorang Pemberita Injil yang telah di utus untuk memberitakannya. Ini merupakan serangkaian proses yang sangat penting dan tidak terpisahkan. Adanya orang yang diutus menyampaikan dan adanya orang yang mendengarkan berita yang disampaikan.

            Saudara,  dari nas Firman hari ini, keselamatan ini adalah pasti bagi barang siapa yang berseru dengan percaya dan yakin akan berita Injil keselamatan yang Tuhan sampaikan melalui Firman yang didengarkan. Karena itu  Tema hari ini berbicara kepada dua kelompok orang:

Yang pertama kelompok orang yang belum masuk dalam kelompok orang percaya. Mereka adalah orang yang selama ini belum pernah mendengar berita Injil. Kesempatan mereka mendengar belum ada karena tidak ada yang memberitakan Injil kepada mereka. Kemudian juga orang-orang yang sudah mendengar tetapi belum pernah mengambil keputusan sebagaimana ayat 9 dalam nas Firman hari ini. Bisa saja karena mereka mengeraskan hati atau tidak bisa mereka terima kebenaran itu karena  mungkin tidak masuk akal atau logika mereka.

Tema ini mengkehendaki supaya setiap orang yang berada dalam kelompok ini menyadari bahwa keselamatan itu hanya ada di dalam Yesus. Jika Firman sudah diberitakan maka jangan mengeraskan hati. Tetapi bukalah hati. Mengakulah bahwa Yesus adalah Tuhan dan percayalah dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dengan jalan demikian maka dia bisa berseru kepada nama Tuhan dan dia akan diselamatkan.

Yang kedua kelompok orang yang sudah masuk ke dalam kelompok orang percaya. Mereka adalah orang-orang yang  sudah mendengar berita Injil yang diberitakan lalu percaya dan mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya pribadi. Sehingga keselamatan sudah menjadi bagian mereka yang percaya. Karena itu menjadi tugasnya selanjutnya sebagai tanda kita sudah masuk dalam golongan orang percaya adalah untuk memberitakannya kembali kepada orang lain supaya mereka juga mendengar lalu percaya kepada Tuhan dengan demikian mereka bisa berseru kepada nama Tuhan dan mereka turut diselamatkan.

Mari kita keluar sedikit dari konteks  keselamatan jiwa yang pasti bagi yang meresponinya dalam nas Firman Tuhan ini. Apakah orang yang berseru kepada Tuhan akan juga diselamatkan dari beragam marabahaya, tantangan, dan juga pencobaan dan pergumulan hidup yang dialami?. YA hal itu bisa juga berlaku, tetapi bisa juga tidak. Masalah pergumulan dan tantangan yang kita hadapi di dunia ini tidak semuanya harus kita menangkan sesuai doa dan permohonan kita kepada Tuhan. Ada kalanya kita harus menanggung derita, kekalahan, menanggung aniaya, terkena marabahaya, kecelakaan dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena ada rancangan Allah yang lain yang berbeda dari rancangan kita yang Dia hendak berlakukan dalam hidup kita. Di sini dituntut ketundukan kita kepada kehendak Tuhan.  Jadi tidak semua seruan kita itu harus Tuhan kabulkan. Tetapi setiap seruan kita yang seturut kehendakNya pasti akan dijawab.

Namun memang ada hal-hal yang kita lakukan yang menghalangi seruan kita itu tidak dikabulkan oleh Tuhan.  Namun sebagai orang percaya jikalaupun kita mendapatkan jawaban doa yang tidak sesuai dengan keinginan kita dan malah masuk dalam berbagai-bagai pencobaan dan ujian, Tuhan pasti akan menolong kita  dan memberikan jalan keluar supaya kita cakap menanggungnya ( 1 Korintus 10:13).

Apakah juga kata ‘barangsiapa’ juga berlaku bagi semua orang tanpa dibatasi kepercayaannya?. TIDAK, tentunya yang dapat berseru kepadaNya dan Tuhan mendengarnya adalah seruan dari anak-anakNya atau orang-orang yang percaya kepadaNya. Sebenarnya disinilah letak kemenangan kita bahwa ada jaminan penyertaan Tuhan yang membawa kita kepada  kemenangan meskipun diawal sepertinya kita mengalami kekalahan dan masuk ke dalam berbagai-bagai ujian dan pencobaan. Ini hanya berlaku kepada kelompok orang percaya yang suda berseru kepada nama Tuhan.

Berseru berarti doa. Kalau berdoa tentu kita jangan lupa syarat-syarat doa yang Tuhan akan kabulkan. Beberapa hal penting yang Tuhan ajarkan dalam berdoa atau berseru kepadaNya tentunya tidak bisa kita abaikan seperti:

1. Sudah menjadi anakNya sehingga bisa memanggilnya BAPA. Syarat menjadi anakNya yaitu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatNya pribadi sesuai dengan ayat 9-10 di atas.

2. Yohanes 15:7. “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya

3. Markus 11:25: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu

4. Yakobus 4:3: “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu

Keempat hal ini sangat penting sekali di samping masih ada lagi penghalang-penghalang doa yang bisa kita temukan yang sisampaikan dalam Alkitab.

Dalam segala situasi dan kondisi yang kita alami berserulah hanya kepada Tuhan bukan kepada kekuatan lain. Sebab hanya Dialah yang sanggup memberikan keselamatan yang sempurna dalam segala hal.

Kembali ke tema bahwa ORANG YANG BERSERU KEPADA TUHAN AKAN DISELAMATKAN. Statemen atau pernyataan ini adalah sekaligus ajakan bagi semua orang untuk datang kepada Tuhan dan mempercayaiNya sehingga dia diselamatkan, sekaligus seruan kepada setiap orang yang sudah percaya  untuk mengajak orang lain yang belum percaya untuk mendengar berita Injil sehingga mereka percaya, lalu mengaku dengan mulutnya  dan kemudian berseru kepada Tuhan sehingga mereka juga turut diselamatkan.

Di manakah bagian saudara saat ini? Jika di bagian menyampaikan/memberitakan Injil maka mari beritakanlah, dan jika di bagian mendengarkan mari dengarkanlah dan responilah berita Injil yang sudah saudara dengar. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Shalom

 

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

Baca juga: Tema: Membalas kejahatan dengan kebaikan

 

 

 KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  di Daftar... ARSIP..