Kamis, 03 Oktober 2024

TUHAN TELAH BERBUAT BAIK KEPADAMU

                                                 Kotbah Ibadah Ulang Tahun

Punguan Si Raja Lumbantobing Boru/Bere/ibebere

TUHAN TELAH BERBUAT BAIK KEPADAMU

 

Mazmur 116:1-9

 

1.       Pernahkah kita dalam kondisi dan situasi yang sulit dan berat? Bahkan  mungkin sampai mengalami situasi yang paling parah, lemah dan lelah sehingga mengalami seperti pemazmur ini sampai mengalami KESESAKAN DAN KEDUKAAN.

2.       Bagai mana saudara keluar dari situasi itu? Pernahkah berpikir bahwa sudah tidak ada jalan keluar lagi, sudah buntu dan tidak tahu harus bagaimana lagi, tetapi ternyata kita masih bisa tiba sampai di hari ini, jam dan detik ini.

3.       Refleksi Marga Tobing

a.       Kalau kita melihat Marga Tobing sudah …generasi

b.      Sekarang perkembangannya sangat cepat

c.       Mengapa? Apakah karena kekuatan kita? Kehebatan atau kepintaran kita?

d.      Satu-satunya jawaban yang harus kita pegang bersama adalah karena Injil  yang diberitakan ke tanah Batak terkhusus ke marga Lumbantobing

e.      Seandainya jika tidak ada Injil itu, maka setiap orang batak yang ada di bonapasogit masih akan tertinggal 1 abad dari etnis-etnis lain.

f.        Tetapi saat ini karena Injil semua orang batak terkhusus marga Lumbantobing sudah terberita sampai ke ujung dunia.

g.       Sebab Injil bukan saja bicara keselamatan dan hal-hal tentang sorga, tetapi Injil juga membuat perubahan supaya orang-orang menjadi maju,  lepas dari kebodohan, penjajahan,  dan kemiskinan.

4.       Tuhan datang menjadi manusia, terkhusus datang kepada marga Tobing adalah karena cintaNya.

5.       Karena cintaNya Yesus telah menebus kita dari dosa.  Kita sudah dibeli dan dibayar dengan lunas.

6.       1 Petrus 1:9 berkata bahwa kita telah ditebus bukan dengan emas dan perak tetapi oleh darah Kristus.

7.       Jadi berapa harga kita?

8.       Kalau begitu kita semua adalah berharga di mata Tuhan (Katakan ke sebelah: Saya berharga di mata Tuhan dan kamu juga)

9.       Karena kita berharga di mata Tuhan, karena itu Dia rela mati demi kita supaya kita selamat.

10.   Dia menanggung dosa kita hingga Dia mati di salib dan bangkit pada hari ke tiga supaya kita juga dibangkitkan di akhir jaman dan selama-lamanya bersama Tuhan di sorga.

11.   Karena itu sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan, dikasihi dan berharga di mata Tuhan bagaimana sikap kita?

a.       Mengasihi Tuhan

b.      Berseru hanya kepada Tuhan saja dalam segala pergumulan kita  bukan kepada yang lain

c.       Mengakui bahwa Tuhan itu kasih dan adil dan penyayang

d.      Tetap tenang dan tentram di dalam Tuhan sebab Tuhan itu baik (Artinya jangan kuatir dalam hidup)

e.      Mengakui bahwa setiap kemenangan, kelepasan dari pergumulan, kelepasan dari marabahaya, keberhasil,  kenaikan pangkat, dan semua berkat-berkat lainnya hanyalah dari Tuhan, dan kita patut bersyukur dan menyukurinya.

f.        Punguan ini berdiri juga adalah karena cinta kasih Tuhan yang hendak mempersatukan kita supaya kita boleh saling mengasihi, saling memajukan, saling perduli satu dengan yang lain.

g.       Entah bagaimanapun prosesnya dan siapapun yang dipakai dan digerakkan Tuhan, kita harus mengakui bahwa itu semua adalah campur tangan Tuhan dan karena kasih Tuhan kepada kita.

12.   Kalau begitu apakah orang yang Tuhan kasihi itu dan juga yang mengasihi Tuhan  hidupnya akan terbebas dari masalah dan pergumulan?

13.   Mari lihat Nas Firman hari ini:

a.       Ayat 3, 6 dan 8 mengindikasikan betapa berat hidup yang dijalani oleh  orang-orang yang mengasihi Tuhan itu. Mengapa…? à sebab ada Iblis musuh kita

b.      Tetapi kita melihat bagaimana Tuhan turut berperang dan memberikan keselamatan kepada orang-orang yang dikasihiNya

c.       Hidup kita di dunia ini penuh dengan derita dan air mata.

d.      Tetapi Tuhan mampu merubah itu semua menjadi kebahagiaan dan tawa bagi setiap orang yang mengasihiNya dan mengandalkan Tuhan.

14.   Karena itu betapa pentingnya beriman dengan konsisten kepada Tuhan dan mempercayakan hidup kita kepadaNya.

15.  Mari berjalan bersama Tuhan dengan penuh keyakinan dan optimisme bahwa Tuhan akan selalu berbuat baik kepada kita. Sebab Tuhan tidak pernah merancangkan malapetaka atau kecelakaan kepada kita tetapi masa depan yang penuh harapan.



Shalom,

Ev. H.Lumbanbing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

YESUS MENJADIKAN SEGALA-GALANYA BAIK-2

 GARIS-GARIS BESAR KOTBAH

Ibadah minggu 8 September 2024

Tema:

YESUS MENJADIKAN SEGALA-GALANYA BAIK

Ev: Markus 7:24-37

 

1.      Kemana Yesus pergi selalu dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki permasalahan dan pergumulan hidup. Pergumulan dan persoalan paling banyak dan berat di alami manusia pada masa itu adalah  sakit penyakit. Baik sakit karena penyakit jasmani, maupun sakit karena penyakit rohani seperti diganggu setan atau roh jahat.

2.      Sakit penyakit jasamani pada umumnya penyakit-penyakit bawaan lahir dan penyakit-penyakit yang pada jaman itu belum ada obatnya. Sehingga semua orang yang mengalami kondisi itu rata-rata sudah pasrah bahkan putus asa atas kondisi kesehatannya.

3.      Penyakit rohani umumnya adalah kelaparan dan kekeringan rohani sehingga mengalami gangguan-gangguan roh jahat, juga kehausan akan kebenaran Firman Tuhan yang benar, suci dan kudus  yang tidak lagi di dapat dari para ahli-ahli taurat mereka.

4.      Dalam nas ini ada dua contoh penyakit yang dialami  orang-orang yang datang kepada Yesus. Satu penyakit rohani (gangguan setan) di daerah Tirus dan satu lagi penyakit jasmani  yaitu tuli dan gagap di daerah tengah-tengah Dekapolis sekitar danau Galilea.

5.      Yesus adalah Allah yang mau hadir ke dunia ciptaanNya yang sudah berdosa ini untuk menjawab secarta langsung seluruh pergumulan umatNya.

6.      Yesus terus mengajar menyembuhkan dan memberikan harapan bagi setiap orang yang mendengarkan pengajaran Yesus.

7.      Bahkan saat Dia mau istirahat atau menyendiri khusus dengan murid-muridNya, diapun akhirnya tetap mau menerima setiap orang yang mau meminta pertolonganNya.

8.      Kisah pertama dalam nas ini adalah seorang perempuan Siro-Fenesia yang datang mencari dan menjumpai Yesus untuk memohon kesembuhan anaknya yang  diganggu roh jahat. Kisah lebih detail bisa di baca dalam ayat paralel di Matius 15:21-28

a.      Perempuan ini entah dari siapa dia dengar tentang Yesus datang dengan membulatkan hati, tekad dan mau tersungkur di depan kaki Yesus.

b.      KETIKA DIA DENGAR TENTANG YESUS MAKA DIA SEGERA DATANG (Tidak menunda-nunda waktu = ayat 25)

c.       Ia tahu dan sadar dirinya bukan Yahudi (Israel), dia TIDAK LAYAK tetapi dia percaya dan beriman kepada Yesus yang dia dengar kabarnya itu bahwa Yesuslah satu-satunya jawaban pergumulannya.

d.      Yesus menguji perempuan itu dengan perkataan di ayat 27  bahwa Yesus hanya datang pada umatNya yaitu ISRAEL.

e.      Tetapi respon perempuan itu di ayat 28  menunjukkan betapa kuatnya imannya (haporseaon na jugul) kepada Yesus dan itu yang membuat Yesus menyembuhkan anaknya yang diganggu setan itu.

f.        Perempuan itu mandapatkan jawaban doanya ketika dia percaya KEPADA TUHAN yang dia yakini kuasanya,dan  dia tidak putus asa dan menyerah atas tantangan yang ada.

9.      Kisah kedua yaitu seorang tuli dan gagap yang dibawa orang-orang kepada Yesus.

a.      Di ayat 32 dikatakan bahwa mereka (orang yang membawa si tuli dan gagap itu) hanya berharap Yesus menompangkan tangannya maka saudara/teman mereka yang tuli dan gagap itu akan sembuh.

b.      Begitulah iman mereka dan Yesus. Begitu yakinnya mereka akan kuasa Yesus sehingga berpikir bahwa hanya tompang tangan saja saudara mereka itu bisa sembuh dari tuli dan gagap itu. Yesus merespon atas iman mereka yang kuat itu, sehingga persoalan mereka diselesaikan Yesus.

10.  Kata kunci kesembuhan dalam kedua  kisah di atas adalah iman yang kokoh kepada Yesus.

11.  Saudara, Dunia ini sudah rusak dan berada dalam kekuasaan si Jahat (Iblis).

12.  Manusia yang hidup mengalami begitu banyak  pergumulan dan persoalan hidup.

13.  Banyak orang akhirnya menyerah dalam hidup, putus asa dan hilang harapan.

14.  Tetapi ketika yang Maha kuasa itu datang yaitu Yesus Kristus, maka dia berkuasa untuk membuat segalanya baik.

15.  Di kalangan Kristen sendiripun tidak sedikit yang imannya kandas oleh karena pergumulan. Orang yang dulu gigih dalam Tuhan bisa menjadi terhilang dan tidak menunjukkan gairah lagi mengikut Tuhan.

16.  Di dalam Tuhan tidak ada rancangan gagal. Tuhan bisa membuat semuanya baik apapun keadaan yang sedang kita hadapi. Bahkan hal buruk sekalipun yang kita hadapi bisa Tuhan buat menjadi suatu kebaikan kepada kita.

17.  Bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, Tuhan akan menolong, mendampingi dan membuatnya berhasil sampai kepada tujuan hidupnya di dunia ini.

18.  Kisah Horatio G. Spafford (1828-1888)  -> Menciptakan lagu “IT IS WELL WITH MY SOUL:  atau “Nyamanlah jiwaku (Dung sonang rohangku-BE 213). dalam komitmennya mengikut Tuhan dan melayani Tuhan dia diterpa badai hidup yang luar biasa. Dia seorang pengacara dan pebisnis sukses, sekaligus Hamba Tuhan.

…………… Pada tahun 1871 Horatio kehilangan putra satu-satunya. Pada tahun yang sama terjadi kebakaran hebat di Chicago yang menghancurkan harta dan perusahaannya.

Tahun 1873 Horatio dan keluarganya berencana berlibur menggunakan Kapal “ SS Ville Du Havre. Karena sesuatu hal Horatio menyuruh istri dan ke empat putrinya berangkat lebih dahulu. Selang beberapa hari dia menerima telegram dari istrinya, Anne, dengan pesan singkat “ Saved Alone “.  Artinya semua putri mereka meninggal hanya istrinyalah yang selamat. Kisah hidup yang dialaminya dan keyakinannya bahwa di dalam Tuhan Jiwanya akan tetap nyaman atau tenteram, dituangkan ke dalam lagu yang sangat terkenal yaitu lagu “DUNG SONANG ROHANGKU” atau NYAMANLAH JIWAKU

19.   Roma 8:28 berkata: “ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

20.  ATAS SEGALA KESULITAN-KESULITAN YANG KITA ALAMI SAAT INI, SABARLAH….TUHAN ADA, DAN DIA AKAN MENJADIKAN  SEGALANYA BAIK. DATANGLAH PADANYA  DENGAN KEPERCAYAAN DAN DIA AKAN MEMBUAT HIDUPMU BERUBAH.

21.  Kadang DIA tidak menghilangkan gunung pencobaan di hadapan kita tetapi kita dimampukanNya untuk mendaki dan melewatinya supaya kita kuat dan tangguh menghadapi gunung-gunung yang lain yang mungkin masih banyak di depan.

22.  Jangan putus asa dan merasa Tuhan itu tidak ada, atau jika saudara yakini Tuhan itu ada tetapi anda merasa bahwa Dia sepertinya tidak menolongmu.  DIA  pencipta yang selalu ada beserta  ciptaanNya.  Hanya apakah kita berseru kepadaNya. Dan kalau kita berseru apakah kita percaya sepenuhnya kepadaNya.

23.  Jangan langsung berpikir negatif tentang Tuhan, dan jangan buru-buru menyimpulkan sesuatu atas segala peristiwa yang kita alami yang akhirnya merugikan kita sendiri.

24.  Yesus mengasihi siapapun tanpa memandang suku, agama, aliran, golongan. Dia berbelas kasihan kepada siapa saja yang datang kepadaNya. Dia datang untuk semua orang.

25.  Pangillah nama Yesus dia akan menolong, datang pada Yesus Dia setia menjaga. TanganNya tak pernah terlambat menolongmu.

26.  Percayalah kepada Yesus dan kuasaNya dan saudara tidak kan kecewa, dan di dalam Yesus selalu ada kebaikan.

27.   Karena itu sebagaimana pemazmur dalam Mazmur 116:7  katakanlah kepada diri kita: Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

 

 

Shalom, Tuhan Yesus memberkati. ( Ev. Harles Lumbantobing)

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Outline Kotbah Tuhan membuat segala-galanya baik

 Ibadah sektor minggu II September 2024

Tema:

Tuhan membuat segala-galanya baik

Mazmur 125:1-9 (TB)

 

125:1 Nyanyian ziarah. Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.

125:2 Yerusalem, gunung-gunung sekelilingnya; demikianlah TUHAN sekeliling umat-Nya, dari sekarang sampai selama-lamanya.

125:3 Tongkat kerajaan orang fasik tidak akan tinggal tetap di atas tanah yang diundikan kepada orang-orang benar, supaya orang-orang benar tidak mengulurkan tangannya kepada kejahatan.

125:4 Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati;

125:5 tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan. Damai sejahtera atas Israel!

----------------------

Shalom saudara/i  yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, Terpujilah Tuhan yang senantiasa memberikan kita nafas kehidupan, dan kelayakan untuk terus mengenalNya lewat FirmanNya yang kudus di setiap kesempatan yang ada.

Ibadah sektor dengan tema “TUHAN MEMBUAT SEGALA-GALANYA BAIK” di ambil dari Mazmur 125:1-5. Nas ini merupakan bagian dari nyanyian Ziarah  yang dilantunkan setiap umat Tuhan itu hendak datang berziarah atau memasuki bait Allah di Yerusalem. Dalam Nyanyian ini pemazmur menyampaikan beberapa pelajaran berharga bagi kita umat yang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus.

Sion pada awalnya adalah  bagian selatan dari bukit Timur yang direbut Daud, dan di bagian utaranya Salomo membangun Bait Allah. Makna rohani di kemudian hari menunjukkan bahwa Sion bisa berarti Benteng”,  juga Sion disebut sebagai kota Daud, lalu kota Allah,  Juga “Sion” digunakan sebagai sebutan untuk Yerusalem dan putri Sion juga disebut sebagai penduduk Yerusalem atau umat Allah, dan dalam makna eskatologi “Sion” merujuk kepada kota Allah yang turun dari sorga atau Kota Yerusalem Surgawi.

Saudaraku, ada masanya kita mengalami berbagai-bagai pergumulan dan persoalan berat di dalam hidup kita yang kita tidak inginkan. Bahkan kita merasa bahwa kita tidak jahat terhadap orang lain, atau malah kita rajin berdoa dan berserah kepada Tuhan tetapi malah kita dijahati orang, dan juga mengalami pergumulan dan persoalan yang silih berganti. Kadang bisa muncul dalam pikiran kita “untuk apa mengikut Tuhan, melakukan FirmanNya kalau toh hidup terus melarat, hidup penuh penderitaan dan kesusahan, dan lain sebagainya”.

Banyak hal dan perkara dalam hidup kita yang kadang kita tidak mengerti. Kita mencoba merenungkan dan bertanya “mengapa Tuhan?”  Tetapi bahkan kita tidak menemukan jawabanNya. Ada banyak peristiwa dalam hidup kita yang kita tidak habis pikir bahkan sampai saat ini kita tidak menemukan jawabannya:  “mengapa ini semua harus kualami”.  Faktanya memang demikian sering dialami manusia. Tetapi apakah itu artinya bahwa Tuhan tidak ada? Atau kalaupun Tuhan ada apakah artinya bahwa Tuhan itu tuli? (tidak mendengar) Atau Tuhan buta? (Tidak melihat) terhadap apa yang terjadi?

Bukan saudaraku, memang atas semua yang terjadi dalam hidup kita Tuhan tidak selalu harus memberitahukan kepada kita mengapa sesuatu itu terjadi.  Tetapi ada juga yang Dia beritahu pada saat itu, ada juga yang  diberitahu maknanya jauh setelah peristiwa itu kita alami. Semuanya tergantung kedaulatan Tuhan atas kita ciptaanNya. Tuhan tahu mana yang terbaik bagi kita. Yang jelas seperti kata Alkitab bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan kejahatan di dalam hidup kita yang percaya kepadaNya tetapi rancangan yang baik, rancangan masa depan penuh harapan (Yeremia 29:11).

Namun suatu ketika  kita melihat orang-orang fasik, orang jahat, penipu, atau orang yang tidak beriman, tidak perduli Tuhan,  hidupnya malah baik dan memiliki semua yang diinginkan manusia. Bahkan mereka menjadi penindas bagi orang lemah, memperkosa dan merampas hak-hak orang lain termasuk orang-orang jujur seperti dalam Nas ini, dan mereka nampaknya baik-baik saja. Ayub sendiri menyatakan itu dalam Ayub 21:7-15 :

Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat? Keturunan mereka tetap bersama mereka, dan anak cucu diperhatikan mereka. Rumah-rumah mereka aman, tak ada ketakutan, pentung Allah tidak menimpa mereka. Lembu jantan mereka memacek dan tidak gagal, lembu betina mereka beranak dan tidak keguguran. Kanak-kanak mereka dibiarkan keluar seperti kambing domba, anak-anak mereka melompat-lompat. Mereka bernyanyi-nyanyi dengan iringan rebana dan kecapi, dan bersukaria menurut lagu seruling. Mereka menghabiskan hari-hari mereka dalam kemujuran, dan dengan tenang mereka turun ke dalam dunia orang mati. Tetapi kata mereka kepada Allah: Pergilah dari kami! Kami tidak suka mengetahui jalan-jalan-Mu. Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya, dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?

Ini menunjukkan fakta/kenyataan dalam kehidupan nyata, bahwa itulah yang nampak dengan  mata yang terjadi di bumi ini. Tetapi Ayub tidak sampai di situ, dia juga berkata pada akhirnya dalam Ayub 21:17-20:

Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, kebinasaan menimpa mereka, dan kesakitan  dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya! Mereka menjadi seperti jerami di depan  angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.  Bencana untuk dia disimpan Allah bagi anak-anaknya. Sebaiknya, orang itu sendiri diganjar Allah, supaya sadar;  sebaiknya matanya sendiri melihat kebinasaannya, dan ia sendiri minum dari murka Yang Mahakuasa!

Ini  juga menunjukkan fakta yang akan terjadi kepada orang-orang fasik itu di kemudian hari. Artinya kita tidak boleh berhenti dan menarik kesimpulah hanya dari apa yang kita lihat hari ini. Juga dalam Mazmur 1: 6 berkata:

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan”.

Jadi, kalau ternyata kenyataannya bagi orang fasik  “bersenang-senang dahulu, sakit atau binasa kemudian” dan bagi orang benar sepertinya berlaku  “bersakit-sakit dahulu senang kemudian” manakah yang menjadi pilihan kita?

Tetapi kita mungkin akan meminta “Tuhan biarlah aku bersenang-senang dahulu dan terus senang sampai selama-lamanya” tetapi mungkin kah sebagai pengikut Kristus kita tidak mengalami penderitaan atau persoalan hidup selama hidup di dunia yang dikuasai si Iblis ini? Sepertinya tidak. Jadi apa gunanya kita hidup mengikut Tuhan dengan setia? Padahal kepada orang percaya Tuhan yang terus memelihara hidup tulus dan  jujur Tuhan menjanjikan seperti dalam Mazmur  37:37:

Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;.

Tetapi mungkin diantara kita akan bertanya “Tetapi kapan Tuhan? Sampai kapan? Sekarang kok tidak? Sering sekali pemikiran itu muncul dalam benak manusia yang menaruh imannya kepada Tuhan.

Memang tidak semua mengalami pergumulan yang sama dan tingkat kesulitan yang sama, tetapi semua manusia termasuk yang percaya kepada Tuhan akan mengalami yang namanya pergumulan dan persoalan hidup dan itulah tandanya kita hidup di dunia ini. Kalau begitu jaminan apa yang Tuhan berikan bagi kita yang percaya kepadaNya selama hidup di dunia ini?

Firman Tuhan dalam Mazmur 125 ini  memberikan kita beberapa pelajaran berharga. Bahwa dengan SPESIAL Pemazmur menggambarkan orang-orang beriman kepada Tuhan seperti gunung Sion yang kokoh untuk selama-lamanya. Manunjukkan bahwa sebenarnya setiap yang percaya dan beriman kepada Tuhan itu tidak mungkin akan goyah, kalah, putus asa, menyerah dalam menghadapi setiap pergumulan. Bahkan dia akan tetap teguh seperti gunung Sion. Hal ini digambarkan seperti Yerusalem (Kota Daud=Sion) yang pada masa itu benar-benar kuat, kokoh dan tidak terkalahkan oleh musuh-musuh mereka. Di sini dikatakan gunung-gunung di sekitar Yerusalem adalah sebagai pelindung Kota Kudus itu yaitu Yerusalem itu, tetapi Tuhan adalah pelindung bagi umat Tuhan dan kita semua yang percaya dan beriman kepadaNya sampai selama-lamanya. Seperti gunung-gunung kokoh yang melindungi Yerusalem,  demikianlah sesungguhnya Tuhan diindungi kita.

Inilah alasannya mengapa orang-orang yang percaya yang mengasihi Tuhan itu  tidak mungkin akan sampai kalah dan tergeletak, bahkan sampai putus asa dan meninggalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai macam pencobaan dan pergumulan hidup. Jadi  apa yang membuat  orang-orang percaya itu tetap berdiri  kokoh di dalam iman dan pengharapanNya dan dalam segala pergumulannya? Tentunya adalah TUHAN  sendiri yang menjadi kota bentengnya  Mazmur 62:2 berkata :

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari padaNyalah keselamatanku

Masalahnya adalah sampai di mana dan sekokoh apa Iman percaya kita kepada Tuhan. Apakah terkondisi? Artinya jika menguntungkan menurut kita lalu kita beriman, dan kira-kira tidak menguntungkan kita mundur. Atau jika Tuhan campur tangan menolong kita lalu kita beriman, tetapi jika sepertinya Tuhan tidak perduli, tidak ada jalan keluar, kita berdoa dan memohon petunjuk tetapi belum juga ada jawaban……….sampai batas ini apakah kita masih beriman kepadaNya? Atau jika ternyata di hadapan kita ada hambatan dan tantangan besar dalam mengikut dan mempercayai Tuhan  kita langsung mundur?

Tetapi tidak demikian seorang perempuan Siro fenisia (perempaun Kanaan) kalau kita baca dalam Matius 15:21-28, besarnya Iman perempuan ini kepada Yesus meskipun mengalami hambatan dan penolakan  yang menyakitkan membuat dia mendapatkan apa yang diminta dan mohonnya kepada Yesus yaitu kesembuhan putrinya yang sakit karena kerasukan setan.

Saudara fakta tentang kehidupan umat Tuhan yang beriman bisa kita lihat dalam ayat 3 pada Mazmur 125 ini. Dalam ayat 3  dinyatakan bahwa:  Tuhan akan bertindak atas orang-orang fasik yang menyerobot atau menduduki tanah-tanah orang-orang benar yang sudah Tuhan berikan. Penyerobotan hak-hak orang benar ini tentunya menyebabkan orang-orang benar itu kehilangan haknya, kehilangan kebebasannya, tertindas dan diperlakukan secara jahat di tanah yang sebenarnya sudah Tuhan berikan kepada mereka. Karena itu Tuhan berkuasa membuat kekuasaan orang-orang fasik runtuh dan jatuh demi melindungi umatNya supaya umatNya itu  tetap terpelihara dan tidak sampai  jatuh melakukan kejahatan oleh karena kemiskinan, kemelaratan atau kesusahan hidup. Atau paling berbahayanya jangan sampai umat Tuhan itu menjadi meninggalkan Tuhan dan akhirnya binasa.

Di sinilah kita lihat bahwa memang ada masanya orang benar itu atau umat Tuhan mengalami penindasan, ketidakadilan, kekerasan dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, juga dari Iblis dan dunia ini namun karena Tuhan  mengasihi kita dan Dia adalah sebagai kota benteng kita Tuhan akan bertindak melindungi kita dan melepaskan kita dari semua itu sehingga kita akan mengalami kebahagian nantinya. Karena itu kita harus berserah, tunduk kepada Tuhan dan bersabar menunggu jawaban dan pertolongan dari Tuhan saja atas segala peristiwa yang kita alami. Dia pasti akan datang menolong kita tepat pada waktunya Tuhan asal kita tidak lemah dan meninggalkan iman kita dari padaNya.

Permohonan doa dalam nyanyian ziarah ini dalam ayat 4 mengindikasikan dengan kuat  bahwa memang sering sekali orang-orang baik, jujur  dan tulus diperlakukan dengan semena-mena, ditipu, dimanfaatkan bahkan dieksploitasi  karena ketulusan mereka. Hingga pada masa ini juga hal seperti ini masih sering terjadi. Itu sebabnya Mazmur 125:4 ini berkata:

“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik

dan kepada orang-orang yang tulus hati”

Ini merupakan doa permohonan kepada Tuhan supaya kiranya orang-orang baik dan tulus hati itu terpelihara dan terhindar dari segala  kejahatan. Bahkan kita melihat atau mungkin mengalami sendiri bahwa orang jujur sering sekali dianggap bodoh, dihindari, pengganggu kenyamanan, dan perusak suasana. Sehingga sering sekali menjadi korban pembullyan, korban hinaan, korban penipuan, atau sering disingkirkan, bahkan dimanfaatkan untuk hal-hal negatif.

Saudara kalau kita suatu saat ada di posisi ini karena iman kita, ketulusan dan kejujuran kita,  sabarlah, dan bertahanlah dalam iman kepada Yesus Kristus. Dia mampu menjadikan segalanya mejadi baik. Akan ada masanya Tuhan akan bertindak melindungi, membentengi bahkan menegakkan keadilan demi kita yang percaya kepadaNya. Itu sebabnya dalam Ayat 5 kita melihat bahwa permohonan ini adalah kerinduan pemazmur supaya keadilan Tuhan ditegakkan kepada orang-orang jahat atau yang sudah menyimpang dari jalan Tuhan.

Ketika Tuhan sudah bertindak dan menegakkan keadilanNya maka orang fasik itu akan menerima upahnya dan orang benar itu akan berbahagia sebab Tuhan Allah menjadi pelindungnya. Bahkan dalam melindungi kita umatNya Dia sampai rela mati disalibkan supaya kita hidup, dan Dia bangkit kembali mengalahkan kematian supaya kita juga dibangkitkan sebagai pemenang di akhir jaman.

Lihatlah betapa Tuhan Yesus Kristus menjadikan segala-galanya baik. Daripada meminta kepada Tuhan untuk menghilangkan semua gunung pencobaan di dalam hidup kita, maka lebih baik kita minta kekuatan untuk mendaki dan mengalahkan gunung-gunung pencobaan itu, gunung-gunung  derita itu. Sebab di depan mungkin masih banyak gunung-gunung pencobaan lain yang akan menghadang kita. Tetapi dengan kekuatan itu dan perlindungan dari Tuhan kita akan semakin kuat dan terlatih dan akhirnya mampu berdiri dan menjadi pemenang.

Kiranya Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk terus beriman kepada Kristus Tuhan kita yang membuat segala-galanya baik. Amen, Tuhan Yesus memberkati.  Shalom.

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Selasa, 27 Agustus 2024

MEMBUANG KEBODOHAN DAN MENGIKUTI JALAN PENGERTIAN

Ibadah Minggu 18 Agustus 2024 

Membuang kebodohan

dan mengikuti jalan pengertian

 

 

Amsal 9:1-6

 

Shalom saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Puji syukur kita masih Tuhan perkenankan untuk mengecap segala kabaikanNya dalam segala kondisi kita saat ini.

Dalam ibadah minggu tanggal 18 Agustus 2024 ini firman Tuhan berbicara kepada kita melalui kitab Amsal 9:1-6 dengan mengambil tema MEMBUANG KEBODOHAN DAN MENGIKUTI JALAN KEBENARAN.

Kita tahu  bahwa Raja  Salomo seorang raja yang memiliki hikmat dan pengertian lebih dari siapapun di dunia ini. Tidak ada seorangpun melebihi dia sebelum dan sesudah dia.  Hal itu Alkitab catat dalam kitab 1 Raja-raja 3:9-12. Di sini disebutkan bahwa ketika Tuhan menjumpai Salomo dalam mimpi dan  memberi kesempatan kepada Salomo untuk meminta apa saja yang dia mau dan Tuhan akan memberikannya, maka Salomo hanya meminta hikmat dan kebijaksanaan.

Keputusan Salomo itu sangat berkenan di hati Tuhan sebab Salomo tidak meminta sebagaimana orang-orang pada umumnya untuk meminta seperti kekayaan, jabatan dan kekuasaan, dan hal-hal lahiriah lainnya.  Tuhan menyatakan bahwa keputusan Salomo meminta hikmat dan kebijaksanaan itu menyenangkan hati Tuhan bahkan Tuhan  memberikan juga apa yang tidak diminta oleh Raja Salomo. Demikian Firman Tuhan dalam ayat 11-12: “Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau

            Jadi kata kunci hikmat Salomo ialah bahwa ia MEMILIH UNTUK MEMINTA PERMINTAAN YANG TERPENTING DARI SEGALA YANG PENTING YANG DIBUTUHKAN OLEH SEMUA RAJA DAN MANUSIA  yaitu hikmat.

Bagaimana kalau seandainya Tuhan datang kepada kita dan bertanya seperti Dia bertanya kepada Salomo “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu”? Apa kira-kira yang akan kita minta?

Sering sekali manusia akhirnya meminta harta dan kekayaan (Kesuksesan) tetapi banyak juga harta dan kekayaannya akhirnya membawa dia jauh dari Tuhan. Ada juga yang meminta kekuasaan dan jabatan tetapi akhirnya dia sombong dan lupa kepada si pemberi berkat itu, dan akhirnya dia celaka.

            Saudara, dua hal di singgung dalam tema minggu ini yaitu KEBODOHAN  dan PENGERTIAN.  Untuk membahas dan memahami maksud dari kedua kata yang bertentangan ini  kita harus membaca dan melihat keseluruhan Amsal pasal 9 ini. Raja Salomo melukiskan hikmat Pengertian  dan kebodohan ini dengan perempuan dalam Amsal 9 ini.

Di sini kita melihat perbandingan antara hikmat dan kebodohan supaya kita tidak salah mengikuti  dan salah memilih.

 

A.      Pengertian

Pengertian digambarkan dengan perempuan  yang berseru-seru dengan ajakan sebagai berikut: Ayat 3-5:

Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: "Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;

Selanjutnya dia mengajar memberikan pelajaran dan pengajaran hidup mulai ayat 6-12. Dan inti pengajarannya adalah di Amsal 9:10 yang berkata: Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian”

 

B.      Kebodohan 

Kebodohan digambarkan dengan perempuan bebal cerewet. Dia bersikap bahwa seolah dia punya kuasa, hikmat dan pengertian. Dia juga berseru-seru:  seperti perempuan yang pertama di Ayat 13-17:

Ø  Sekilas kita lihat  berita dan orang yang diajaknya sama dengan perempuan  yang pertama:

"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada orang yang tidak berakal budi katanya: "Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya

Tetapi jika kita analisa jelas sekali perbedaan keduanya. Perempuan pertama yaitu PENGERTIAN  mengajak orang yang tidak berpengalaman dan yang tidak berakal budi. Lalu dia menyiapkan sendiri rotinya dan   anggur terbaik yang dia campur sendiri. Sedangkan perempuan kedua yaitu KEBODOHAN mengajak orang tetapi  ternyata yang dia sediakan adalah air curian, dan makanan/roti  curian yang harus dimakan  sembunyi-sembunyi. Lalu dia berkata air itu manis dan roti itu lezat rasanya. Bahkan tragisnya ada orang yang jujur jalannya juga turut diundangnya (ayat 15).

Ternyata faktanya bahwa di ayat 18 kitab Mazmur 9 ini berkata: “Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati”. Artinya bahwa tempat di mana perempuan ini berada adalah tempat kematian atau kebinasaan dimana orang-orang yang diundangnya tidak tahu kebenarannya hanya karena tergiur dan tertarik dengan ajakan yang nampaknya nikmat itu.

 

C.      PELAJARAN

Saudaraku, ada beberapa pelajaran yang bisa kita tarik dari kitab Hikmat raja Salomo dalam Amsal 9 ini.

Yang pertama bahwa  Tuhan yang adalah sumber hikmat dan pengertian  itu lewat hikmat dan pengertian-Nya yang diberikannya kepada hamba—hambaNya, lewat FirmanNya mengundang  manusia melalui hikmat dan pengertian yang dikaruniakanNya itu untuk masuk dan datang kepada kebenaran itu sendiri yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Dialah ROTI HIDUP  dan AIR KEHIDUPAN itu. Dia datang secara terus terang, terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi.

            Dia datang kepada kita Ciptaan-Nya  memperkenalkan diriNya dan mengerjakan semua yang perlu demi keselamatan kita. Sebagaimana perempuan pertama  yaitu PENGERTIAN itu, dia menyediakan sendiri rotiNya untuk dimakan oleh setiap orang yang diundangNya yaitu tubuhNya sendiri supaya setiap orang yang makan ROTI HIDUP  itu tidak akan lapar lagi sampai selama-lamanya dan juga memberikan anggur untuk diminum yang Dia campur sendiri yaitu darah Yesus  sendiri, supaya barang siapa yang meminumnya yaitu AIR HIDUP itu  tidak akan pernah kehausan lagi sampai selama-lamanya.

Yang kedua bahwa  Iblis dan segala hikmat Dunia ini mengajak manusia dengan segala tipu dayanya untuk masuk kedalam kebahagiaan yang  semu dan penuh kepura-puraan, yang sebenarnya adalah jalan menuju kebinasaan.  Dia akan mengajak baik orang yang tidak berpengalaman, tidak berakal budi,bahkan orang-orang yang lurus jalannya untuk mengikuti dia. Segala hal yang dibutuhkan dan diinginkan manusia dengan segala hawa nafsunya  akan dia sediakan, bahkan akan diberikan dengan mudah.

Tentunya hal tersebut sangat menggiurkan. Banyak orang yang diundangnya akan tertarik, terjerat bahkan bisa menjadi binasa.

Di sinilah kita memerlukan hikmat yang dari Tuhan supaya kita tidak sampai tertipu dan terhisap dalam segala tipu daya si Iblis yang terus menerus menggoda kita supaya semakin banyak yang mengikut dia dan hangus bersama-sama dalam api neraka kekal. Iblis terus menerus menggoda dan mancobai manusia dengan menjanjikan segala kebaikan bagi manusia itu. Dia seakan-akan  dermawan dan mampu menyediakan semuanya itu, padahal dia adalah roh yang miskin yang telah dihukum dan di usir oleh Tuhan mengembara di dunia ini menunggu penghakiman baginya.  Sama seperti Perempuan bebal dan cerewet itu, bahwa dia hanya bisa memberikan  dan menyiapkan hasil curian yang disertai dengan maut.

Dari sini kita melihat betapa berbahayanya kebodohan itu yang bisa membawa kita kepada jabakan Iblis dan dunia ini sehingga apa yang sebenarnya kita cari dan butuhkan  selama di dunia ini yaitu TUHAN tidak kita temukan. Malah sebaliknya kita masuk ke dalam jebakan Iblis yang membinasakan.

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang kakek tua miskin di hutan yang sedang mencari kayu bakar. Dalam hutan yang sepi itu tiba-tiba ia mendengar suara perempuan yang berseru-seru: “kakek tua, lihat lah ke sini, bawalah aku besertamu. Suara itu berulang-ulang terdengar dan kakek ini terus mencari-cari asal suara ini. Akhirnya dia menemukan asal suara itu dari seekor kodok. Lalu dia perhatikan dengan jeli dan jelas bahwa suara itu datang dari kodok itu. Lalu dia mengangkatnya dan kodok itu kembali berkata “ Ciumlah aku maka aku akan berubah menjadi seorang perempuan  cantik yang melebihi semua perempuan di kerajaan ini dan aku akan menjadi istrimu dan melayani semua kebutuhanmu”. Kakek tua ini terkejut dan merenung dan berpikir keras apakah dia akan melakukan permintaan kodok itu atau tidak. Sementara kodok itu terus-menerus berteriak, Akhirnya   kakek ini memutuskan untuk tidak menciumnya dan memasukkannya ke dalam kantong yang diselipkannya di pinggangnya”. Di dalam kantongpun kodok ini terus menerus berteriak yang sama.

Sesampainya di rumah kodok ini di masukkan ke dalam sebuah kandang kecil dan diletakkan di rumahnya. Akhirnya banyak orang datang berkunjung untuk melihat kodok ajaib ini dan si kakek ini juga mendapat sejumlah uang dari setiap orang yang mau melihatnya.

Saya berpikir bahwa keputusan kakek ini untuk memilih tidak mencium kodok itu adalah salah satu contoh dari hikmat dan kebijaksanaan yang dia miliki. Di mana dia bisa memilih pilihan yang terbaik bagi dirinya dari dua pilihan yang nampaknya juga baik. Barang kali dalam perenungannya di jalan itu dia berpikir bahwa jika dia mencium kodok itu dan berubah menjadi perempuan paling cantik di kerajaan itu, betapa repotnya nanti dia, belum lagi kebutuhan perempuan itu yang harus dia penuhi sementara dia sudah ujur dan tua renta, belum lagi ancaman dari kemungkinan pria-pria yang hendak merebut perempuan ini dari dia dan lain sebagainya. Maka keputusan untuk tidak mencium kodok itu adalah keputusan tepat baginya.

Saudaraku, melalui Nas ini ayat 1-6 Tuhan mengajak kita untuk mengikuti jalan pengertian. Yaitu jalan Tuhan dan membuang kebodohan yang mempertontonkan dirinya sebagai jalan keluar dan  solusi hidup yang bisa memenuhi segala apa yang manusia butuhkan. Tuhan

Yesus berkata “ Akulah jalan dan kebenaran dan Hidup tidak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui AKU (Yohanes 14:6). Kalimat “Akulah jalan” artinya Yesus satu-satunya jalan yang benar  yang membawa kita sampai kepada Bapa, sementara yang lainnya hanyalah jalan-jalan kesesatan yang nampaknya jalan lurus, mulus dan tanpa kerikil.  Kalimat “dan kebenaran” artinya Yesus adalah KEBENARAN  itu sendiri dan di luar Yesus hanya KEPURA-PURAAN, IMITASI DAN KEPALSUAN. Begitu juga dengan kalimat “dan hidup” artinya Yesus adalah HIDUP, di luar Yesus hanya ada KEMATIAN DAN KEBINASAAN.

Karena itu begitu penting kita memiliki hikmat dan kebijaksanaan supaya dengan hikmat kita JANGAN SAMPAI SALAH MEMILIH tujuan hidup, pegangan hidup, dan hasrat hidup selama di dunia ini, serta tidak SAMPAI SALAH MEMPERCAYAKAN HIDUP kepada yang lain selain TUHAN selama di dunia ini.

            Bagaimana kita bisa mendapatkan dan memeproleh hikmat dan pengertian ini? Di  Amsal 9:10 mengatakan: “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”. “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN” Sehingga tidak ada jalan keluar menuju hikmat selain takut akan Tuhan yang artinya menyerah dan pasrah hanya kepada Tuhan saja. Percaya sepenuhnya kepadaNya, serta mengikuti dan melaksakan FirmanNya dan menjauhi segala laranganNya, dan inipun masih  permulaan. Selanjutnya bahwa          “Mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian“ artinya bahwa mendengar, membaca dan mempelajari FirmanNya membuat kita semakin mengenal Tuhan dan mengerti jalan-jalanNya dan itulah yang disebut dengan pengertian, dengan pengertian itu kita bisa memilih jalan yang benar dan membuang segala kebodohan dan tipu muslihat Iblis.

            Tuhan kiranya menguatkan dan menolong saudara  untuk semakin mengerti Firman dan jalan-jalanNya. Tuhan Yesus memberkati.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......