Sabtu, 11 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

Ibadah Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Ev: 1 Petrus 1:13-16

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

 

1. QUASIMODOGENITI: Seperti bayi yang baru lahir ( 1 Petrus 2:2: Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,)

2. Kita baru saja merayakan Kebangkitan Yesus. Dimana kebangkitan itu telah melahirkan kita kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan serta untuk menerima suatu bagian yag tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar  dan yang tidak dapat layu yang tersimpan di sorga. ( Ayat 3-4)

3. Kebangkitan Yesus yang memberikan kita hidup yang baru itu tentu saja tidak terjadi begitu saja lantas kita lupakan.

4. Tetapi keselamatan yang dianugerahkan kepada kita mengerjakan di dalam kita hidup yang baru dan penuh makna. Hidup yang tidak sembarangan sebagaimana orang yang tidak tahu bersyukur dan berterimakasih.

5. Karena itu Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita hal-hal yang harus kita lakukan sebagai orang-orang yang sudah ditebus untuk hidup yang bertumbuh dan berkenan bagiNya:

a. Siapkan akal budi

b. Waspada dan letakkan pengharapan seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan.

c. Hidup seperti ketaatan anak-anak, dan tidak menuruti hawa nafsu sebagaimana manusia yang lama (= manusia mati yang bodoh, Efesus 2:1-2)

d.  Hidup dalam kekudusan (Sebagai Tema ibadah minggu hari ini).

6.      Mengapa kita harus hidup kudus?

Karena Allah adalah kudus, dan kita anak-anakNya yang ditebus dengan darah AnakNya yang kudus harus mencerminkan kekudusan Bapa lewat kekudusan hidup kita.

1 Petrus 1:18-19:  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Karena kita sudah diselamatkan (respon)

7. Bagaimana caranya hidup dalam kekudusan?

a. Kudus bukan berarti sempurna tanpa dosa tetapi Hidup yang mau disucikan dan terus diarahkan kepada Allah. Dalam proses ini bisa saja anak-anak Tuhan jatuh dalam dosa, tetapi dia akan selalu bangkit dari dosa-dosa itu.

b. Gunakan akal budi dan tetap waspada atas segala godaan hidup.

c. Letakkan pengharapan seluruhnya kepada kasih karunia yang dianugerahkan.

d. Tidak menuruti hawa nafsu

e. Taat seperti ketaatan anak-anak

f. Galatia 5: 16-17 Firman Tuhan berkata: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki”.

Sehingga hidup kudus itu akan dibuktikan dan diperlihatkan dalam hidup keseharian kita.

8. Hal pertama yang harus kita perjuangkan adalah bagaimana menjaga kekudusan hidup dalam kesendirian kita tanpa dilihat orang lain. Sebab sangat banyak orang yang nampaknya hidup kudus dihadapan orang lain supaya dikatakan Kristen sejati tetapi saat dia sendiri dia banyak melakukan dosa. (Apalagi di jaman teknologi sekarang yang membuat manusia makin senang menyendiri dan hidup untuk dirinya sendiri)

9. Tentu saja dalam menjaga kekudusan hidup kita dan membuat hidup kita  menjadi hidup yang berarti bagi Kristus tidak mudah dan penuh dengan cobaan dan ujian.

10. Tetapi Firman Tuhan dalam surat Petrus yang pertama kepada orang-orang pendatang ini menyatakan bahwa itu semua kita alami untuk memurnikan iman kita yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api  (ayat 6-7)

11. Tujuannya: Supaya umatNya yang percaya akan memperoleh puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada saat Yesus menyatakan dirinya yang kedua kali.

12. JADI JANGAN BERHENTI HIDUP DALAM KEKUDUSAN hanya karena hari ini kita jatuh dalam pencobaan. Itu sebabnya Firman Tuhan di ayat 13 berkata “SIAPKAN AKAL BUDI dan WASPADA” supaya ketika menghadapi berbagai-bagai tantangan dan godaan maka lewat kewaspadaan, akal budi kita akan mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.

13. Mari berjuang untuk hidup kudus dan selamat menjalani hidup kudus di dalam Tuhan.


Shalom,


Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih