Senin, 13 April 2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN Ibadah Sektor/Weik

Ibadah SEKTOR Minggu QUASIMODOGENITI  12 April 2026

Tema:

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

 

EV: Imamat 20:1-7

 

1. Ibadah keluarga (sektor/weik) hari ini mengambil tema mingguan, HIDUP DALAM KEKUDUSAN

2. Sesungguhnya tidak ada satupun dari antara kita yang sanggup untuk hidup kudus, kecuali ALLAH yang menguduskan.

3. Di ayat 8 Imamat 20 ini jelas dikatakan bahwa “Allah lah yang menguduskan kita”

4. Itu sebabnya kita tidak boleh lagi melakukan praktek-praktek dan perbuatan-perbuatan dosa dan kekafiran yang dilarang Allah.

5. Jadi kita berusaha dan berjuang  untuk hidup kudus  bukan supaya kita kudus dan diselamatkan Allah, tetapi karena kita telah diselamatkan dan dikuduskanNya maka kita harus hidup dalam kekudusan, sama seperti Allah adalah kudus.

6. Mengapa penting menjaga kekudusan hidup ini?

a. Itu aalah perintah Allah kepada orang-orang percaya.

b. Supaya kita layak datang dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5)

c. Supaya kita berbahagia (Matius 5:8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah) Sebab pada waktunya kita akan berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan kita itu kelak dikekekalan, itu artinya hidup bersama-sama dengan Tuhan.

7. Ada banyak praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah. Salah satu praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah dan menjijikkan bagi Allah adalah sebagaimana disampaikan dalam Nas Imamat 20:1-7 ini.

8. Praktek ini Tuhan sebut sebagai perzinahan rohani.

9. Seperti apa prakek yang dibenci Tuhan ini?

a. Penyembahan berhala seperti dewa Molokh (dewa bangsa Amon yang sering disembah dengan penumbalan anak-anak),

b. Perdukunan (bertanya kepada roh-roh orang meninggal, dan roh-roh peramal)

10. Apa konsekuensi dan hukuman setiap keterlibatan dengan penyembahan berhala dan praktek-praktek kuasa kegelapan seperti perdukunan?

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa  “pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu”

Ini adalah hukuman yang sangat berat bagi yang melakukan praktek peyembahan berhala apalagi disertai dengan pengorbanan manusia.

- Selain itu di ayat 3 dikatakan bahwa Allah sendiri akan menentang orang tersebut.  Ini artinya orang yang menyembah berhala itu menjadi seteru Allah dan membuat Allah jadi musuhnya. (Nb. Jangankan bermusuhan dengan Allah, bermusuhan dengan manusia saja kita belum tentu bisa menang)

- Jadi jangan buat Tuhan jadi musuh kita, kita pasti kalah, musuh sebenarnya adalah Iblis dan segala tipu dayanya.

11. Apakah hanya mereka yang melakukan perdukunan dan penyembahan berhala ini yang akan menerima hukuman atas perbuatan mereka?

Lewat Nas ini kita belajar sebagaimana di ayat 4-5 bahwa Penyembahan berhala adalah perzinahan rohani yang sangat dibenci Tuhan. Dan orang yang melegalkan orang lain melakukannya (setuju orang lain melakukannya walaupun dia tidak ikut melakukannya)  tanpa memperingati atau mencegah orang tersebut melakukan dosa itu atau juga sama dengan pura-pura tidak tahu,  maka orang tersebut juga akan dilenyapkan Tuhan dari tengah-tengah bangsanya.

12. Ini suatu kensekuensi yang sangat berat, berbeda dengan dosa-dosa lainnya.

13. Lewat Ibadah malam ini Tuhan mengkehendaki kita untuk:

a. Hidup dalam kekudusan dengan menjauhi praktek-praktek seperti ini.

b. Ayat 8b dalam pasal 20 ini: Berpegang pada ketetapan Tuhan dan melakukannya ( Hidup taat dengan Firman Tuhan) Imamat 20:8b kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya;

c. Kita umat yang percaya sudah dikuduskan Tuhan, maka kita harus menghormati Tuhan,  menjaga nama baik Tuhan dengan tidak melakukan yang cemar lewat perkataan dan perbuatan serta pikiran kita. Baik yang dilihat orang maupun perbuatan dimana tidak ada orang yang melihat.

d. Jangan menduakan Tuhan dan berzinah dengan ilah-ilah lain selain Tuhan, sebab Tuhan itu pencemburu, dan cemburuNya menghanguskan.

e. Artinya Jangan ada dihidup kita atau dipikiran kita yang kita sembah selain Tuhan. Jangan kita condongkan hati kita dan bergantung kepada apapun selain Tuhan ( Contoh: patung-patung, benda-benda keramat, harta, pegetahuan, ilmu-ilmu hitam, jimat-jimat dan lain sebagainya).

f. Mari menjauhi praktek-praktek kegelapan (Okultisme) seperti penyembahan berhala dan praktek-praktek perdukunan. Supaya nama Tuhan dipermuliakan dalam kekudusanNya. 


Shalom,


Ev.Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih