Ibadah SEKTOR Minggu QUASIMODOGENITI 12 April 2026
Tema:
HIDUP
DALAM KEKUDUSAN
EV:
Imamat 20:1-7
1. Ibadah keluarga (sektor/weik) hari ini mengambil tema mingguan, HIDUP DALAM KEKUDUSAN
2. Sesungguhnya tidak ada satupun dari antara kita yang sanggup untuk hidup kudus, kecuali ALLAH yang menguduskan.
3. Di ayat 8 Imamat 20 ini jelas dikatakan bahwa “Allah lah yang menguduskan kita”
4. Itu sebabnya kita tidak boleh lagi melakukan praktek-praktek dan perbuatan-perbuatan dosa dan kekafiran yang dilarang Allah.
5. Jadi kita berusaha dan berjuang untuk hidup kudus bukan supaya kita kudus dan diselamatkan Allah, tetapi karena kita telah diselamatkan dan dikuduskanNya maka kita harus hidup dalam kekudusan, sama seperti Allah adalah kudus.
6. Mengapa penting menjaga kekudusan hidup ini?
a. Itu aalah perintah Allah
kepada orang-orang percaya.
b. Supaya kita layak datang
dan menghampiri Tuhan yang kudus dan kediamanNya yang kudus serta menerima
berkat dan keadilan dari Tuhan. ( Mazmur 24: 3-5)
c. Supaya kita berbahagia (Matius 5:8: Berbahagialah
orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah) Sebab pada waktunya kita akan berhadapan muka dengan muka
dengan Tuhan kita itu kelak dikekekalan, itu artinya hidup bersama-sama dengan
Tuhan.
7. Ada banyak praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah. Salah satu praktek-praktek perbuatan dosa yang dibenci Allah dan menjijikkan bagi Allah adalah sebagaimana disampaikan dalam Nas Imamat 20:1-7 ini.
8. Praktek ini Tuhan sebut sebagai perzinahan rohani.
9. Seperti apa prakek yang dibenci Tuhan ini?
a. Penyembahan berhala seperti
dewa Molokh (dewa bangsa Amon yang sering disembah dengan penumbalan
anak-anak),
b. Perdukunan (bertanya
kepada roh-roh orang meninggal, dan roh-roh peramal)
10. Apa konsekuensi dan hukuman setiap keterlibatan dengan penyembahan berhala dan praktek-praktek kuasa kegelapan seperti perdukunan?
Dalam ayat 2 dikatakan bahwa “pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat
negeri harus melontari dia dengan batu”
- Ini adalah hukuman yang
sangat berat bagi yang melakukan praktek peyembahan berhala apalagi disertai
dengan pengorbanan manusia.
- Selain
itu di ayat 3 dikatakan bahwa Allah sendiri akan menentang orang tersebut. Ini artinya orang yang menyembah berhala itu
menjadi seteru Allah dan membuat Allah jadi musuhnya. (Nb. Jangankan bermusuhan dengan Allah, bermusuhan dengan manusia saja kita
belum tentu bisa menang)
- Jadi
jangan buat Tuhan jadi musuh kita, kita pasti kalah, musuh sebenarnya adalah
Iblis dan segala tipu dayanya.
11. Apakah hanya mereka yang
melakukan perdukunan dan penyembahan berhala ini yang akan menerima hukuman
atas perbuatan mereka?
Lewat Nas ini kita belajar sebagaimana di ayat
4-5 bahwa Penyembahan berhala adalah perzinahan rohani yang sangat
dibenci Tuhan. Dan orang yang melegalkan orang lain melakukannya (setuju orang
lain melakukannya walaupun dia tidak ikut melakukannya) tanpa memperingati atau mencegah orang
tersebut melakukan dosa itu atau juga sama dengan pura-pura tidak tahu, maka orang tersebut juga akan dilenyapkan
Tuhan dari tengah-tengah bangsanya.
12. Ini suatu kensekuensi
yang sangat berat, berbeda dengan dosa-dosa lainnya.
13. Lewat Ibadah malam ini
Tuhan mengkehendaki kita untuk:
a. Hidup dalam kekudusan
dengan menjauhi praktek-praktek seperti ini.
b. Ayat 8b dalam pasal 20
ini: Berpegang pada ketetapan Tuhan dan melakukannya ( Hidup taat dengan Firman
Tuhan) Imamat 20:8b “kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan
melakukannya;
c. Kita umat yang percaya
sudah dikuduskan Tuhan, maka kita harus menghormati Tuhan, menjaga nama baik Tuhan dengan tidak melakukan
yang cemar lewat perkataan dan perbuatan serta pikiran kita. Baik yang dilihat
orang maupun perbuatan dimana tidak ada orang yang melihat.
d. Jangan menduakan Tuhan
dan berzinah dengan ilah-ilah lain selain Tuhan, sebab Tuhan itu pencemburu,
dan cemburuNya menghanguskan.
e. Artinya Jangan ada
dihidup kita atau dipikiran kita yang kita sembah selain Tuhan. Jangan kita
condongkan hati kita dan bergantung kepada apapun selain Tuhan ( Contoh: patung-patung,
benda-benda keramat, harta, pegetahuan, ilmu-ilmu hitam, jimat-jimat dan lain
sebagainya).
f. Mari menjauhi praktek-praktek kegelapan (Okultisme) seperti penyembahan berhala dan praktek-praktek perdukunan. Supaya nama Tuhan dipermuliakan dalam kekudusanNya.
Shalom,
Ev.Harles Lumbantobing
KLIK ARSIP untuk melihat tulisan lainnya
di Daftar... ARSIP.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda yang baik, sopan dan bahasa yang mudah dimengerti. terimakasih