Jumat, 03 April 2020

Renungan Minggu Palmarum 5 April 2020


Sambutlah Rajamu Datang
Yohanes 12:12-19

Saudara-saudari dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.
Nats Firman Tuhan di minggu Palmarum hari ini  terjadi sehari setelah Yesus dan murid-murid sampai ke Betania, tempat tinggal daripada  Marta, Maria dan Lazarus saudara mereka yang dibangkitkan dari antara orang mati. Bisa kita bayangkan ketika daerah itu dimasuki oleh seseorang  yang membuat  mujizat yang dasyat seperti itu, yang beritanya sudah tersiar kemana-mana, tentunya akan banyak orang berduyun-duyun datang untuk melihat orang hebat tersebut. Bahkan dikatakan ketika mendengar berita kedatangan Yesus, banyak orang Yahudi juga datang kesana untuk melihat Yesus dan juga Lazarus yang dibangkitkan itu ( Yoh 12:9). Dalam keadaan yang ramai itu, orang-orang Farisi juga turut datang, tetapi bukan untuk mendengar Yesus mengajar atau melihat mijizatNya, tetapi berencana untuk menangkap Yesus bahkan membunuh Lazarus, dimana kebangkitan Lazarus telah membuat banyak orang Yahudi meninggalkan mereka (Farisi) dan menjadi  pengikut Yesus (Yoh 12:10-11). Sebab di akhir pasal sebelumnya  (Yohanes 11:46-57) Yesus sudah jadi buronan bagi orang Farisi. Jadi Yesus yang terkenal di penduduk Betania ini akan didatangi  banyak orang dengan berbagai motivasi.
Di Betania ini jugalah kisah yang terkenal seorang perempuan yang mengurapi Yesus dengan minyak Narwastu dan menyekanya dengan rambutnya, yaitu Maria saudari dari Marta dan Lazarus. Dimana perbuatannya itu diresponi Yesus dengan mulia. Yesus berkata  bahwa perbuatannya itu merupakan perbuatan untuk mengingat hari penguburan Yesus ( Yoh 12:7), dan perbuatannya akan diingat sepanjang sejarah. 
Saudara-saudari dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.  Kedatangan Yesus ke Yerusalem ini adalah juga sebagai tempat yang terakhir dalam perjalananNya sebab Yesus pernah berkata kepada para Ahli-Ahli taurat dalam Matius 23:39: “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”, sekaligus menggenapi nubuatan dalam Mazmur 118:26.  Perjalanannya ini di atas seekor keledai juga adalah penggenapan nubuatan dalam Zakaria 9:9
Tema di minggu Palmarum ini menyatakan “SAMBUTLAH RAJAMU DATANG”.  Tema ini mau mengabarkan berita sukacita besar kepada kita bahwa Raja yang sesungguhnya yang mengatasi segala raja di bumi ini, yang kerajaanNya bukan dari dunia ini,  tetapi menciptakan segala kerajaan di dunia ini sedang berjalan ditengah-tegah kita untuk datang menghampiri kita. Dia datang dengan kemuliaanNya untuk menyapa seluruh umatNya, bahkan tinggal bersama-sama dengan umatNya, seakan mau berkata “Tenanglah aku ada di sini”. Ini berita sukacita yang memberikan pengharapan ditengah-tengah kekalutan dan kecemasan dunia atas situasi wabah virus corona yang merebak  saat ini. Ketika Manusia pada saat ini belum memiliki kepastian akan akhir daripada virus Corona ini, Tuhan datang  mau menyatakan kepada kita  lihat Aku datang, Aku ada”. Yesus terus berjalan berkeliling menjumpai setiap orang-orang yang berdosa dan lemah  dan menyapa mereka dengan kelembutan dan kasih sayang .
Di Yerusalem Yesus di elu-elukan dengan berkata “Hosana, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel”.Kedatangan Yesus disambut dengan sorak-sorai, walaupun kita tahu, bahwa hari ini Yerusalem meng elu-elukan Yesus, tetapi tidak lama lagi akan menyalibkan Yesus.
Saudara jika kita membaca  pasal ini, ada beberapa respon masyarakat di dalam menyambut kedatangan Yesus:
Pertama:  kelompok orang yang  dengan emosional dan membangkit-bangkit, bahkan mengelu-elukan akan kedatangan Yesus. Mereka salut dan merasa takjub dengan apa yang dipertunjukkan Yesus bagi mereka. Bagi mereka ini adalah seperti tontonan yang levelnya lebih tinggi. Tetapi motivasi mereka salah. Mereka imannya situasional, sifatnya sementara  dan tidak akan tahan uji. (12-13). Kita tahu bahwa beberapa lama setelah itu mereka juga akan turut menyalibkan Yesus yang mereka elu-elukan itu dengan berkata “Salibkan Dia”.
Kedua:  Kelompok orang yang sama sekali tidak perduli, dan menganggapnya suatu tontonan saja.  Mereka tidak akan pernah melihat rahasia Allah akan sesuatu yang sedang terjadi dan tidak akan mengalami apapun dalam kehidupannya atas dampak kehadiran Yesus. (ayat 18)
Ketiga: Kelompok orang yang Percaya tetapi tidak berani mengakui,  sebab mereka takut dikucilkan dan hilang kehormatan dunianya (Yohanes 12:42-43).  Untuk orang-orang seperti ini Yesus berkata “barang siapa takut kehilangan nyawanya karena Aku, dia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku akan mendapatkannya kembali”  (Yohanes 12:25; Matius 10:39).  Dalam kelompok ini juga termasuk orang-orang yang tidak mau mengikut Yesus meskipun mereka percaya karena takut kehilangan  harta kekayaan, jabatan atau pangkat, hobbi atau kesenangan, pertemanan, dan hal-hal dunia lainnya.
Keempat: Kelompok orang yang datang dengan maksud jahat atau buruk seperti orang Farisi, ikut dalam kerumunan banyak orang untuk melihat Yesus, tetapi misi mereka adalah untuk menjebak, menangkap, dan membunuh Yesus  (ayat 19). Kelompok ini menjadi penghalang sampainya Firman Tuhan sampai kepada orang lain karena sikap dan tindakannya yang tidak benar. Sikap mereka ini juga bisa menyebabkan orang yang sudah mengikut Tuhan menjadi meninggalkan Tuhan atau orang yang sebelumnya tidak mengenal Tuhan menjadi sama sekali tidak tertarik untuk datang kepada Tuhan. Untuk golongan seperti ini Yesus menyampaikan banyak sekali ungkapan “celaka” seperti dalam Matius 23.
Kelima: Kelompok orang yang percaya dan mengamini  perkataan Yesus. Mereka kemudian mengikut Yesus dan melakukan kehandakNya. Bahkan berani bersaksi tentang Yesus seperti orang-orang Betania (ay 17), Kelompok inilah yang kemudian akan faham dan mengerti akan segala hal yang terjadi dalam hidupnya bukanlah suatu kebetulan, tetapi Allah telah merancangkan segala sesuatu yang terbaik bagi hidupnya (Yeremia 29:11), bahkan mereka akan termasuk dalam pengenapan janji-janji Tuhan (ay 16).

Saudara, beragam motivasi ini sesungguhnya juga  ada kita jumpai pada masa ini.  Namun didalam menyambut perayaan Paskah sebentar lagi  yang akan didahului dengan mengenang proses-proses penderitaan Yesus sampai ke Golgota,  marilah kita memiliki motivasi dan sikap yang benar di dalam menyambut Raja segala raja itu yaitu Yesus Kristus Juru selamat kita. Di tengah-tengah semua motivasi yang dihadapi Yesus saat itu sikap dan motivasiNya tidak berubah. Dimana motivasi kedatangannya adalah untuk menggenapi nubuatan serta melakukan kehendak Bapa ( Yohanes 4:34) yaitu menyelesaikan misi penyelamatan manusia sampai ke kayu salib. Kedatangannya kedunia ini supaya kita tahu bahwa Tuhan setia akan janjiNya untuk melepaskan manusia dari perbudakan dosa dan mendamaikan orang berdosa dengan Bapa sehingga manusia mengakui Dia sebagai Tuhan dan sebagai Raja dalam hidupnya. Bukan dirinya lagi raja atas dirinya tetapi Tuhan Yesus. Bukan harta, bukan jabatan, bukan kehormatan lagi sebagai tuan atas dirinya tetapi Tuhan menjadi tuan atas segala hidupnya.
Tema ini berkata “Sambutlah Rajamu Datang”.  Kedatangannya bukan  lagi sebagai bayi mungil tak berdaya yang kita rayakan pada saat Natal meskipun pernyataan yang sama sering kita dengar pada saat Natal. Namun kedatanganNya kali ini adalah dengan kuasa, dia tahu kelemahan kita, dia tahu kekurangan dan pergumulan kita. Dia mengerti kesusahan kita dan perduli akan persoalan yang kita hadapi, dan untuk itu Dia telah menyelesaikannya di kayu salib.
Saudaraku, Yesus sudah datang, dia adalah Raja segala raja, mari sambutlah Dia di hati kita, di keluarga  kita masing-masing, jadikan Dia Raja yang memerintah di hati kita, dan keluarga kita maka  bersama Dia kita pasti akan menang. Sebab apakah yang dapat dilakukan dunia kepada kita jika Raja itu ada bersama-sama dengan  kita?  Seperti dalam Roma 8:31 berkata “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Dalam situasi seperti saat ini marilah kita memfokuskan diri kepada Tuhan, bukan kepada dunia ini, bukan kepada masalah hidup kita atau juga wabah penyakit yang sedang kita alami saat ini. Tetapi Fokus utama kita adalah kepada Tuhan, sehingga Tuhan akan memampukan kita melihat dengan jelas apa maksud dan rencana Tuhan dalam semuanya ini. Namun jika fokus kita hanya kepada masalah dan pergumulan hidup ini, maka kita tidak akan melihat Raja segala raja itu, kita tidak akan melihat pertolonganNya dan kehadiranNya yang senantiasa berkata  seperti kepada Bartimeus yang buta itu: “Apa yang Engkau inginkan aku perbuat bagimu?
Dalam Roma 8: 38-39 Firman Tuhan berkata : “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita
Ini memberi jaminan kuat kepada kita bahwa Kasih Tuhan jauh lebih besar mengatasi segala perkara. Nats Firman Tuhan minggu ini menghiburkan kita, menguatkan kita, mencerahkan wajah kita, dan semangat kita dalam menghadapi masa depan.
Mazmur 116:7 berkata: “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu”.  Saudara mari tenanglah, supaya kita dapat berdoa dan milihat kuasa Tuhan kita dengan jelas dan kita dengan sukacita penuh pengharapan turut menyambutNya dengan berkata “HOSANA bagi anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan”.

Kiranya Tuhan memberkati saudara sekalian.
Shalom,  


Ev. Harles Lumbantobing

Untuk versi Pdf, saudara bisa mendownload ⇛DI SINI
Untuk versi Video bisa di klik ⇒DI SINI ⇚ 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP... 

Kamis, 02 April 2020

BERSERAH KEPADA TUHAN DI TENGAH PENDERITAAN

Saudara/i yang saya kasihi, Saat ini saya rindu kita menyaksikan dan dengarkan Renungan dari Bpk. Pdt. Humala Lumbantobing, MTh (KADEP APOSTOLAT GKPI)  yang turut membantu dan menguatkan kita dalam menghadapi situasi saat ini di tengah-tengah wabah Virus Corona COVID-19  yang sedang dunia hadapi. Selamat menyaksikan dan TUHAN MEMBERKATI Saudara.


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...

Sabtu, 28 Maret 2020

Renungan Ibadah Minggu, 29 Maret 2020


MINGGU JUDIKA, 29 MARET 2020
Thema: KEADILAN TUHAN MENYELAMATKAN
2 Petrus 1:1-9

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus.

Firman Tuhan di minggu JUDIKA hari ini  bertemakan “KEADILAN TUHAN MENYELAMATKAN”.
Nats Firman Tuhan 2 Petrus 1:1-9 ini dituliskan rasul Petrus kepada  umat Kristen mula-mula yaitu mereka-mereka yang sudah beriman oleh keadilan Tuhan,  untuk mengingatkan mereka tentang keyakinan atas kebenaran semua pengajaran yang telah mereka terima dan akan kuasa kedatangan Tuhan Yesus sebagai Raja  (ay 16), supaya ketika hal itu tiba mereka memiliki hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal (ay 11).

Dalam suasana dunia dan negara kita saat ini yang sedang dilanda wabah virus corona yaitu Covid-19, tentunya membuat kita juga diliputi banyak perasaan, pendapat,  tanggapan dan respon yang berbeda dari setiap orang menyikapi wabah penyakit ini, walaupun juga ada beberapa yang sama.

Sebagai orang beriman kita tentunya sama-sama mengimani bahwa  wabah penyakit ini terjadi adalah seijin dan sepengetahuan Tuhan. Tuhan perduli dengan dunia ini, dan Tuhan pasti tahu apa yang sedang dialami dan dihadapi manusia. Terkhusus kita umatNya yang percaya kepadaNya tentunya punya keyakinan bahwa dalam suasana ini Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihiNya (Roma 8:28), dan ada begitu banyak ayat Firman Tuhan yang menjamin perlindungan dan pertolongan Tuhan bagi yang mengasihiNya.

Saudaraku,

Oleh kuasa Tuhan yang  mulia dan ajaib, kita telah dipanggil  untuk menjadi anak-anakNya, dan oleh kuasa itu kita dimampukan untuk mengenal Dia Yesus yang telah mati untuk menebus kita dari dosa, kemudian bangkit, dan naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi yang percaya kepadaNya. Pengenalan akan Yesus oleh kuasa Roh Kudus akan membawa kita kepada hidup yang berpadanan dengan kehendak atau kemauan Kristus.  Melalui kerinduan kita untuk semakin mengenal Yesus, maka Tuhan memberi jaminan  akan menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh (ayat 3). Dalam terjemahan aslinya hidup saleh diartikan sebagai hidup sesuai dengan kemauan Tuhan. Disini kita bisa melihat salah satu keadilan Tuhan bahwa orang yang senantiasa punya kerinduan untuk selalu mengenal Tuhan akan dianugerahkan kemampuan untuk hidup saleh.  Hal sebaliknya juga berlaku bagi orang yang tidak memiliki kerinduan untuk selalu mengenal Tuhan.

Dengan cara demikian Tuhan menganugerahkan lagi kepada kita janji-janji yang sangat berharga dan besar yaitu supaya kita yang percaya  mendapat bagian dalam kodrat ilahi yaitu kehidupan yang kekal, dan terluput dari kebinasaan oleh nafsu dunia.  Janji-janji itu dapat kita temukan di dalam Alkitab. Semua orang bisa melihat dan membacanya, namun hanya yang dianugerahi Tuhanlah yang bisa mengerti, memahami, menerima dan mengimaninya sebagai janji yang sangat berharga dan besar.  Ber-IMAN adalah kunci dari semua ini hingga kita mendapatkan semuanya itu. Tentunya beriman kepada Kristus yang akan membawa kita  untuk bersama-sama dengan Bapa dengan pertolongan dan bimbingan Roh Kudus.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus,

Tujuan semuanya itu adalah bagaimana supaya kita berhasil memperoleh pengenalan yang benar  akan Yesus Kristus, dengan demikian kita melakukan segala yang dikehendakinya selama kita masih ada (hidup)_ di dalam dunia ini, atau dalam ayat 13-14 Petrus menyatakannya demikian: "sebelum aku menanggalkan kemah tubuh ku ini”.  Keberhasilan mengenal kristus akan membuahkan buah yang bisa dinikmati semua orang (ay 7).

Bagaimana hal ini bisa terwujud? Rasul Petrus mengajarkan bahwa ada 7 hal yang perlu dilakukan oleh orang beriman  yaitu:


  1. Menambahkan kepada IMAN  itu KEBAJIKAN. Kebajikan dalam terjemahan lain disebutkan sebagai perbuatan yang baik yang dilihat oleh semua orang. Ini berpadanan dengan pesan Tuhan Yesus bahwa orang beriman adalah Terang Dunia (Matius 5:14) yang menyinari semua orang, dan sinar itu pasti akan terlihat sekecil apa pun dia. Iman tanpa perbuatan adalah mati  (Yakobus 2:17), karena itu Kebajikan harus ditambahkan kepada Iman supaya iman itu  hidup. 
  2. Menambahkan  kepada KEBAJIKAN itu PENGETAHUAN. Sikap dan perbuatan kita yang kita praktekkan (sinarkan) haruslah berdasarkan pemahaman dan pengetahuan akan kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita tahu kehendak Allah: mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2). Dengan demikian sikap dan perbuatan kita yang baik yang dilihat semua orang itu (Kebajikan) akan kita lakukan berdasarkan pengetahuan kita akan kebenaran yaitu Kristus Yesus sendiri. Alkitab dengan bimbingan Roh Kudus sudah cukup untuk membawa kita kepada pengetahuan tentang Allah yang benar.
  3. Menambahkan kepada PENGETAHUAN itu PENGUASAAN DIRI. Penguasaan diri akan membawa seseorang bijaksana untuk melakukan segala sesuatu, bijaksana menetapkan segala sesuatu, mengerti waktu yang tepat dalam melakukan tindakan yang tepat dalam situasi apapun, bisa menahan diri  dan merendahkan hati meskipun dia mengerti dan mengetahui kebenaran itu. Sehingga pengetahuan itu tidak menyebabkannya tinggi hati sehingga kehilangan tujuan dan arah hidupnya.  Penguasaan diri akan mengendalikan pengetahuan itu sesuai dengan tujuannya yaitu kehendak Tuhan.
  4. Menambahkan kepada PENGUASAAN DIRI itu KETEKUNAN. Penguasaan diri itu tidak mudah, namun Rasul Petrus mengatakan dalam melakukan itu diperlukan ketekunan. Artinya dalam melakukan itu harus dibarengi kesabaran, tidak cepat puas, tidak juga terlalu berambisi yang tinggi-tinggi, memikirkan yang tinggi-tinggi daripada yang patut dipikirkan (Roma 12: 3). Namun harus sabar dan terus menerus, selangkah demi selangkah sampai kita berhasil mencapainya. Kalau terkadang kita jatuh atau gagal dalam menguasai diri, jangan terus berhenti, mari bangkit lagi dan teruskan untuk mengerjakan buah iman kita.
  5. Menambahkan kepada KETEKUNAN itu KESALEHAN. Kemudian kedalam ketekunan itu kita perlu menambahkan kehidupan yang seturut dengan kehendak atau kemauan Tuhan. Hal ini disebut dengan KESALEHAN. Kesalehan ini akan membuat dan menolong seseorang tetap bisa tekun dan sabar dalam melakukan semua yang Tuhan kehendaki di dalam hidupnya.
  6. Menambahkan kepada KESALEHAN itu KASIH AKAN SAUDARA. Kasih akan saudara akan menguji sekaligus membuktikan kesalehan seseorang. 
  7. Menambahkan kepada KASIH KEPADA SAUDARA itu KASIH AKAN SEMUA ORANG. Kasih akan semua orang juga akan menguji dan membuktikan kasih akan saudara. Sebab bagaimana kita mengasihi semua orang padahal saudara-saudara kita yang dekat dengan kita dan yang seiman tidak kita kasihi.


Rasul Petrus dalam hal ini menyatakan bahwa penting sekali pembuktian ini nyata dalam kehidupan orang beriman supaya  selama masih ada kesempatan mereka menunjukkannya dalam perbuatan kasih kepada semua orang di dahului oleh kasih kepada saudara-saudara dekat seiman. Hal ini juga yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Galatia dalam Galatia 6:10 “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”.

Jika semua hal di atas sudah kita miliki dengan berlimpah-limpah oleh karena Tuhan, maka kita juga akan giat dan berhasil dalam mengenal Yesus Kristus Tuhan kita. Sebaliknya setiap orang yang tidak memilikinya  akan menjadi buta dan tidak bisa memiliki pandangan jauh ke depan, sebab ia lupa bahwa dosa-dosanya sudah dihapuskan. Orang yang seperti ini hidupnya tidak akan pernah sampai kepada sasaran yaitu apa yang dihendaki Allah dalam hidupnya selama di dunia ini.

Saudaraku di dalam Yesus Kristus,

Keadilan Tuhanlah yang menyelamatkan. Keadilan Tuhanlah yang membawa Injil sampai kepada saya dan saudara.  Keadilan itu telah nyata bagi kita yaitu bahwa keselamatan itu bukan lagi hanya milik orang Yahudi, Ahli waris itu bukan lagi hanya orang Israel, tetapi karena keadilan Tuhan Seluruh manusia diluar Yahudi juga turut mendapatkan kasih karunia keselamatan yang Tuhan Yesus sediakan, yaitu setiap orang yang percaya kepadaNya (Yohanes 3:16). 

Keadilan Tuhan itu juga nyata bagi setiap orang yang beriman/percaya  yang disampaikan dalam nats Firman Tuhan ini bahwa orang yang melakukan hal-hal diatas akan berhasil dalam pengenalan akan Kristus dan berbuah, sedangkan yang tidak melakukannya (tidak memilikinya) akan menjadi buta dan berpandangan/berpikiran dangkal.

Karena “Keadilan Tuhan yang menyelamatkan” ini jugalah yang mendorong kita semua supaya memiliki apa yang diajarkan Firman Tuhan dalam Nats ini bagi kita semua.  Nah bagaimana dengan kita? Apakah hal-hal ini semua sudah kita miliki? IMAN --> KEBAJIKAN --> PENGETAHUAN --> PENGUASAAN DIRI -->  KETEKUNAN --> KESALEHAN --> KASIH AKAN SAUDARA dan KASIH AKAN SEMUA ORANG. Kalau belum lakukanlah hal-hal tersebut  diatas dengan selangkah-demi selangkah di dalam iman dan dengan ketekunan. Kiranya dengan memiliki ini semua maka cara pandang kita, respon dan tindakan kita atas kejadian yang sedang bersama-sama kita alami ini yatui wabah virus Corona ini, akan berbeda dengan orang-orang yang belum mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Selamat hari Minggu, Tuhan Yesus memberkati.
Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...

Kamis, 26 Maret 2020

Wabah Virus Covid-19

Pandangan saya tentang Covid-19  telah saya sampaikan di Minggu tanggal 22 Maret 2020. Bagi yang mau membacanya bisa dibuka atau di klik di sini   COVID-19

Mari bersama-sama menanggulangi wabah Virus ini.


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...

Selasa, 31 Desember 2019

ALLAH DI PIHAK KITA


Renungan akhir tahun ini spesial buat adik-adik Rohaniku yang saya sebutkan di bawah ini:

Ardian, hotdiaman, Mauliate, Juanda, Nasib, Frengky, hendra, evelisma, Dorta, Andy Tua, Riduan, Erselina, Asni, Pirelnisince, Rasma, Rosida, Lamsehat, Darmawaty, Berliana, Rosma, Niara, Seniwaty, Ruskan, wilga, Efendy, Purnama, Verawaty, Nelva, Benni, Juniater, Herlina, TriSanty, Elbon, Wasty, Dynar, Kasimo, Diana, Lasria, Aron, Raymond, Melda, Sandro, Lusiana, Rohdoulina, Lesmiria, Lestari, Sondang, Purniwaty, Saide, Mei, Betsy, Irza, Ria dan juga buat yang namanya saya sudah tidak ingat lagi.
Juga tidak lupa kepada  Adik-adik  yang saya training masing-masing Selama setahun sebagai Calon Pemimpin Kelompok Kecil di P3KS selama 3 periode, dan juga di PD Maranatha selama 2 Periode.
Dan secara umum buat semua saudara/i sekalian.
===========================================

Malam Akhir Tahun
“Allah Di Pihak Kita”
Roma 8:31-39

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.


Shalom, saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Salam sejahtera bagi kita sekalian.

Jika suatu ketika kita berjalan atau memasuki suatu wilayah, Lalu seorang yang paling  berkuasa, ditakuti dan dihormati  di daerah itu berkenan berjalan bersama dengan kita. Lalu kita berkeliling-keliling bersama dengan dia di wilayah itu, dan tinggal beberapa lama di sana. Tentunya kita akan merasa aman, damai dan tidak kekuarangan suatu apapun selama tinggal di wilayah itu karena orang tersebut. Ketakutan dan kecemasan tidak akan mengganggu kita sebab yang paling berpengaruh dan berkuasa ada bersama-sama dengan kita. Orang tidak akan berani macam-macam sebab mereka takut kepada penguasa itu. Seandainyapun mereka ada yang berani berbuat macam-macam kepada kita maka  teman kita si penguasa  yang ditakuti itu akan segera datang untuk membela dan menyelamatkan kita bahkan memberikan hukuman kepada orang yang berbuat jahat tersebut. Hal tersebut membuat kita tentram selama tinggal dan hidup di wilayah itu.

Saudaraku, ada dua hal yang tidak bisa kita hindarkan tentang tahun yang baru 2020 yang sebentar lagi kita hadapi yaitu: 
  1. Kita akan memasuki tahun yang kita sama sekali tidak tahu ada apa disana dan bagaimana di sana.  
  2. Kita semua punya impian, cita-cita dan rencana di tahun yang baru tersebut.
Yang pertama bahwa kita memasuki tahun yang sama sekali kita tidak tahu ada apa di sana dan bagaimana keadaan disana. Kecuali Tuhan berkehendak lain untuk orang-orang tertentu pas di penghujung tahun ini orang tersebut meninggal dan menyelesaikan perjalanan hidupnya di bumi ini sehingga dia tidak sempat memasukinya. Tetapi yang lainnya akan masuk dan menjalani tahun yang baru ini.

Memang ketidaktahuan itu adalah suatu yang membuat kita berdebar-debar, bertanya-tanya, bahkan ada yang sampai ketakutan  apabila seseorang  memasuki suatu daerah yang dia tidak kenal, tidak kita tahu keadaannya, tradisinya, sifat dan karakter manusianya, dan lain sebagainya. Demikian juga apabila kita memasuki atau mengikuti suatu moment atau kegiatan yang sama sekali kita tidak tahu kegiatan apa itu, bagaimana aturannya, apa peran kita nantinya, bisa nggak kita menyelesaikannya, dan sebagainya. Itu semua membuat kita gamang menghadapinya. Namun kita pasti akan masuk ke daerah itu  atau kita wajib ikut dalam kegiatan yang belum kita ketahui itu.

Saudaraku, bagi kita orang yang percaya kepada Tuhan, bahkan kita disebut anak-anak Allah yang maha kuasa, permasalahannya adalah apakah kita akan masuk kesana atau ikut ke dalam  dalam keadaan takut atau dengan percaya diri dan penuh keberanian. Firman Tuhan dalam Roma 8:31 ini secara spontan, tegas dan meyakinkan memberikan jawaban kepada setiap orang yang percaya bahwa “Jika Allah di pihak kita siapakah yang melawan kita?”. Dengan segera ayat ini akan menjawab segala pertanyaan dan keraguan bagi kita untuk memasuki suatu tahun yang tidak kita tahu keadaannya, suatu daerah yang tidak kita kenal penduduknya, suatu pergumulan yang tidak kita tahu nanti seperti apa beratnya, suatu godaan dan peperangan rohani dari si iblis yang kita juga tidak tahu bagaimana strateginya. Ada KEYAKINAN. Dan keyakinan itu akan membuat kita mengangkat muka kita  berjalan memasuki daerah atau waktu (tahun yang baru) tersebut dengan optimis dan penuh keberanian.

Saudaraku, bagaimana kita yakin bahwa Allah akan berada di pihak kita? Apa yang menjadi pegangan kita bahwa Allah akan dipihak kita dalam menjalani tahun yang baru ini?
Firman Tuhan adalah kebenaran, Allah tidak pernah berdusta sebab Dia kudus, bahwa jika kita yang percaya kepadaNya adalah anak-anakNya maka Allah pasti akan melakukan firmanNya. Itu sebabnya Allah menegaskan kembali di ayat 32  bahwa AnakNya (Yesus Kristus) sendiri saja, yang satu-satunya diberikan kepada kita apalagilah hanya penyertaan, pertolongan, perlindungan, jalan keluar dan lain sebagainya pastilah Tuhan akan berikan. Keyakinan inilah yang perlu kita pegang teguh, dan ayat ini mau berkata kepada kita “tenanglah…. apalagi rupanya yang tidak bisa kuberikan kepadamu?”. Dari pernyataan ini kita barangkali sontak berkata “oh masih banyak Tuhan, hutangku belum lunas, pembangunan rumahku belum juga rampung masih butuh banyak dana, saya belum ketemu jodoh (yg belum menikah), sampai sekarang kami belum punya anak (yang belum punya anak), tahun depan kami tidak tahu makan apa, dan lain sebagainya. Tetapi hal ini mau kita fahami demikian bahwa jika yang terbesar dalam kerajaan sorga saja sudah diberi apalagi hal-hal duniawi dan yang kecil-kecil dibandingkan Yesus, masakan Tuhan tidak bisa memenuhinya. Jika seseorang rela memberikan hartanya yang paling berharga misalnya rumah mewahnya berharga milyaran kepada sahabatnya, bagaimana mungkin dia tidak rela memberikan kalau hanya diminta sebuah celana yang harganya sekitar rp. 150.000,- oleh sahabatnya itu?. Kita harus ingat perkataan Yesus dalam Matius 6:33 itu. Saya kira di dalam pembahasan mengenai  topik “Doa” kita semua bisa memahami hal ini.

Tuhanlah pemilik waktu, pemilik tahun-tahun dunia, pemilik masa depan.  Jika kita bersama dengan Tuhan bahkan dikatakan Tuhan berada dipihak kita, bagaimana mungkin kita takut lagi tentang masa depan? Tentang tahun-tahun yang akan kita hadapi? Sebelum kita sampai di tahun itu Tuhan sudah lebih dahulu ada di tahun itu, bahkan Dia pemilik dan perancang tahun itu. Bagaimana mungkin Dia merancangkan yang tidak baik atau kecelakaan kepada anak-anakNya? Bagaimana mungkin Dia membiarkan anak-anakNya menghadapi sendiri tantangan dan pergumulan hidup yang bisa membinasakan anak-anakNya itu?.

Hal yang kedua yang pasti kita akan bawa dan ikut bersama kita di tahun yang baru ini adalah bahwa kita semua punya impian, cita-cita dan rencana di tahun yang baru tersebut. Yah pasti kita semua sudah memikirkan dan merencanakannya. Walaupun kita semua pasti sepakat bahwa tidak ada seorangpun yang tau tentang masa depan selain Tuhan. Termasuk impian, rencana dan cita-cita kita itu. Sebab kita tidak mungkin bisa mendahului Tuhan, kecuali Tuhan berkenan menubuatkan secara khusus kepada kita. Di luar itu, semua hanya ramalan dan spekulasi semata yang tidak mengandung kebenaran.

Karena kita tidak tahu akan masa depan kita, apakah rencana dan cita-cita itu akan sesuai dengan impian kita, apakah kita bisa mencapai dan meraihnya atau tidak, maka kita perlu melakukan hal-hal berikut yaitu: 
  1. Merenung, memikirkan jalan-jalan Tuhan, karyaNya dan Mengingat perbuatan dan janji-Janji Allah.  
  2. Memegang teguh Janji Tuhan seperti dalam Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.  Rancangan berarti belum terjadi tetapi Tuhan sudah merancang dan menentukannya untuk kita, yaitu rancangan damai sejahtera, kita hanya perlu beriman dan menyakininya.  
  3. Mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kepada Tuhan (Yeremia 17:7-8). Dengan demikian kita akan diberkati (Itu janji Tuhan). Dampaknya adalah bahwa orang yang demikian akan seperti pohon di tepi air. Meskipun pohon itu mengalami semua tantangan dan musim yang dialami pohon yang lain, tetapi Pohon itu akan tetap tumbuh dengan subur, dan berbuah terus menerus.  Demikian juga orang percaya, meskipun nantinya mengalami pergumulan atau penderitaan (musim kering), atau mengalami berkat-berkat melimpah (musim hujan) dia tetap akan bisa kuat dan mampu melewatinya, serta konsisten bertumbuh tanpa dipengaruhi musim itu. Kemudian dia akan terus-menerus membuahkan kesaksian hidup yang bisa dinikmati banyak orang, sebab dia mengandalkan Tuhan.
Rasul Paulus dalam kitab Roma 8: 33-39 ini kemudian melanjutkan suratnya kepada  jemaat di Roma dan kepada kita saat ini untuk meneguhkan Keyakinan iman ini.  Bahwa sesungguhnya ketika kita semua sudah dipilih, dibenarkan dan diselamatkanNya, maka tidak ada lagi yang bisa menggugatnya (sebab Allah sendiri adalah kebenaran), atau menuntutnya (sebab Yesus sendiri adalah pembela kita). Hal ini ditegaskan kembali oleh ayat 35, 38-39  bahwa segala potensi diluar kita (dalam hal ini Allah bersama dengan kita) yaitu Penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan,  ketelanjangan, bahaya, pedang, maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, TIDAK MUNGKIN  memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus.

Wow… luar biasa sempurna sekali janji dan perlindungan yang Tuhan berikan kepada kita. Bukan kah itu semua persoalan yang dihadapi manusia? Penindasan, kesesakan, penganiaayaan dan lain sebagainya itu? Dan Firman Tuhan  berkata bahwa semua itu tidak akan memisahkan kita dariNya? “JIKA ALLAH DIPIHAK KITA” Siapa atau apakah lawan kita?
Karena itu  saudaraku semua, diperlukan iman yang diyakini dan pengharapan yang didasari oleh iman dalam menghadapi dua hal di depan yang kita belum tahu itu. sebab iman itu akan membawa kita kepada pengharapan akan sesuatu yang kita belum lihat, bahkan terus berharap  kepada Tuhan bahwa bersama Tuhan kita akan menang dan menggapai harapan itu.

Jika kita berpikir dan berkata dalam hati kita bahwa tidak ada spesialnya ditahun yang akan datang, akan sama saja seperti dulu dua tahun atau tiga tahun yang lalu, sehingga saudara tidak punya pengharapan dan berkata “ya sudah mengalir saja”, begini-begini sajanya hidup ini, maka Firman Tuhan tidak berkata demikian. Di depan selalu ada harapan dan selalu ada yang baru bersama dengan Kristus, serta tanggungjawab kita sebagi orang percaya akan semakin besar seiring pertambahan tahun.

Jika saudara saat ini galau dan gundah gulana untuk memasuki tahun depan dan berpikir dan berkata dalam hati  “yah bagaimana memasukinya? Memikirkannya saja berat, tahun ini saja bebannya sudah berat, tunggakan semakin banyak, utang meningkat, kalau bisa waktu ini berhenti supaya tidak jatuh tempo”, atau karena pergumulan yang lain, maka saudara perlu merenung dengan khusuk/dalam seperti pemazmur dalam Mazmur 77:6-16 itu, atau buka di http://hartob.blogspot.com/2019/12/mengingat-perbuatan-tuhan.html bahwa saudara akan menemukan begitu banyaknya kasih karunia yang saudara alami dalam setahun ini yang selama ini ternyata mungkin tidak masuk dalam daftar saudara. Sehingga dengan demikian sudut pandang saudara dalam menghadapi tahun-tahun di depan akan berbeda.

“Allah dipihak kita”. Bagaimana perasaan kita, bagaimana keyakinan kita meninggalkan tahun 2019 dan memasuki tahun 2020 ini. Kiranya kita semua diliputi sukacita dan damai sejahtera dalam menyambut tahun yang baru. Kristus lebih besar dari semua masalah di masa lalu dan juga lebih besar dari semua masalah di masa yang akan datang. Hidup dan masa depan kita anak-anakNya ada di tangan Tuhan, karena itu percayakanlah kepadaNya.
Selamat menyambut tahun baru 1 Januari 2020 Tuhan Yesus memberkati.

Shalom,
Ev. Harles Lumbantobing

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya  
Daftar... ARSIP...