Selasa, 29 April 2025

KISAH-4 DARI 7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 4 

“AKHIRNYA  KETEMU JUGA?”

Lukas 2:29-30  (Simeon)

 

Adakah/apakah yang paling membahagiakan dalam hidup saudara?. Mungkin beragam diantara kita akan memberikan jawaban. Tentunya semua orang memiliki sesuatu yang sangat diharapkan  dan diimpikan. Jika itu sudah ketemu bisa dipastikan bahagianya tidak tanggung-tanggung.

Simeon yang hidup benar dan saleh (Lukas 2:25-26) yang selalu menantikan Mesias yang sudah dinubuatkan kepadanya oleh Tuhan langsung, bahkan tidak akan mati sebelum melihat Mesias itu mengalami hal yang sama. Betapa penantiannya selama ini selama puluhan tahun akhirnya terjawab sudah oleh Tuhan.  AKHIRNYA KETEMU JUGA ketika dia melihat bayi Yesus  yang masih berumur 8 hari itu dibawa ke bait Allah .

Betapa bahagianya dia  dan berkata “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”(ayat 29-30).  Seumur hidupnya tidak ada yang lebih besar yang dia nantikan selain Mesias yang diurapi itu  yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Kita membayangkan betapa bahagianya dia saat itu, melihat bayi Yesus, yang bukan sekedar bayi saja tetapi Mesias, dan bukan sekedar Mesias Juru Selamat saja tetapi Dia Tuhan pencipta langit dan bumi yang menciptakan Simeon sendiri. Kehormatan yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada Simeon untuk mengenal Tuhan sendiri yaitu Sang Pencipta yang ada dihadapannya. Kebahagiaan tiada tara ini diekspresikan Simeon dengan berkata seperti ayat 29-30 itu. Bahwa Simeon kini damai dan tentram meninggalkan dunia ini ketika sudah berjumpa Sang Juru Selamat.

Bagaimana dengan kita, sudahkah kita bertemu dengan Yesus dan mengenalNya?. Kalau sudah adakah perubahan hidup bagi  kita sejak berjumpa itu hingga saat ini?. Tuhankah Dia bagi kita secara pribadi? Kalau ya kebahagiaan  seperti Simeon tentunya harus kita alami dan keberanian penuh damai akan melingkupi kita saat meninggalkan dunia ini.

Tuhan kiranya melawat kita hingga Tuhan menyatakan “sudah selesai” akan perjalanan hidup kita di dunia yang sementara ini. Amin.

 

Shalom,

 

Ev. Harles Lumbantobing

 

KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

KISAH-3 DARI 7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 3 






“KALAU MEREKA SAJA MAU, MENGAPA KITA TIDAK?”

Lukas 2:17-18  (Para Gembala)

 

Begitu banyak fakta dikenyataan hidup ini bahwa orang kaya, berpangkat, berjabatan, orang pintar, akan susah menerima Kabar baik (Injil) seperti yang di dengar kaum gembala di padang ini karena mereka sudah terlalu disibukkan dengan hartanya, jabatan, ilmu pengetahuan bahkan dunianya sendiri. Sehingga ketika Sang Juru selamat itu datang akan lolos dari penglihatan, pemahaman, dan penerimaan mereka.

Tidak demikian dengan kelompok orang-orang hina, miskin, rendah dan tidak diperhitungkan masyarakat, mereka adalah yang paling mudah dan cepat untuk percaya dan beriman kepada Tuhan. Bahkan mereka yang paling cepat mau dipakai dan taat kepada Tuhan.

Kabar tentang kelahiran Juru selamat atau penggenapan Nubuatan dan Janji Allah tentang Mesias ternyata pertama sekali diberitahukan kepada sekelompok orang yang tidak diperhitungkan dunia. Kelompok itu adalah kelompok para gembala di padang rumput.

Di dalam status mereka sebagai gembala (pekerja-bukan pemilik) yang sangat hina dan rendah di masa itu, tidak membuat merela dilupakan dan ditinggalkan Tuhan. Justeru kabar baik bagi segala bangsa itu lebih dahulu diberitahukan kepada mereka. Inilah penghiburan sejati yang sangat besar dan nilainya tinggi yang Tuhan berikan kepada setiap orang yang mengalami kondisi-kondisi seperti para gembala ini.

Ketika kabar besar ini datang menghampiri meraka yang dalam keadaan ketakutan itu,  mereka percaya. Ketika mereka percaya ketakutanpun hilang, keberanianpun muncul. Kabar sukacita ini memberikan pengharapan baru bagi mereka. Merakapun pergi untuk mencari di mana Juru selamat itu dilahirkan dan mereka bertemu dengan bayi Yesus yang sedang dibaringkan di palungan.

Malaikat tidak memerintahkan mereka untuk mengabarkan dan menceritakan kelahiran Juru Selamat itu setelah melihatnya, Tetapi dari Lukas 2:17-18 menyatakan setelah mereka melihat dan membuktikan semua itu mereka menceritakan apa yang mereka lihat dan alami itu kepada SEMUA ORANG yang ada di sekitar mereka dan yang mereka jumpai. Kalau mereka saja mau mengapa kita tidak?. Kecuali kita tidak percaya dan beriman kepada Yesus Kristus Juru Selamat kita itu.

Inilah para penginjil (Evangelis) pertama yang karena rasa bahagia dan ucapan syukur yang besar mereka dengan berani memberitakan Kabar baik itu. Siapakah mereka? Kita tahu bersama, siapakah mereka itu. Bahkan mereka adalah bagian dari orang-orang yang dulunya tidak berani angkat kepala dihadapan orang lain, namun saat mendengar berita itu dan berjumpa dengan Juru Selamat itu hidup mereka dirubahkan.

Dalam jaman ini ada banyak  cara untuk menceritakan Yesus kepada siapapun. Tinggal bagaimana kita meresponi dan bersyukur akan keselamatan dan pengorbanan yang Yesus sudah lakukan untuk kita.

SUDAHKAH  atau maukah saudara dan saya menceritakan Yesus kepada orang lain hari ini?

 

Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

Ev. Harles Lumbantobing



KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

KISAH-2 DARI 7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL


7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 2 

“Raja, Imam, Tuhan, Korban ?”

Matius 2:11  (Orang Majus dari Timur)

Setelah Yesus Lahir, ada orang majus yang membawa persembahan emas, kemenyan dan Mur kepada Yesus. Sebelum sampai kepada Yesus mereka lebih dahulu menjumpai Raja Herodes dan mengatakan telah lahir raja yang baru. Lalu dengan mengikuti bintang itu mereka sampai kepada bayi Yesus di rumah tempat tinggal Yusuf dan Maria ( ayat 11).

Ketika mereka masuk ke rumah Yusuf, mereka tentunya sangat bersukacita. Lalu mereka membawa persembahan yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Persembahan yang unik ini menjadi  sangat terkenal dalam Alkitab dan sering disebutkan setiap perayaan Natal. Ketiga persembahan itu adalah emas, kemenyen, dan Mur.

Orang-orang majus dari timur merupakan sekumpulan orang-orang yang pintar dalam banyak hal   dan ahli dalam menafsirkan tanda-tanda alam. Untuk bintang terang yang satu ini  mereka meyakini bahwa itu adalah pertanda telah lahir seorang raja yang baru, raja yang berbeda dari semua raja dan untuk itu mereka harus membawa persembahan yang tiga itu.

Persembahan yang tiga itu (emas, kemenyan, dan mur) bukanlah sekedar persembahan yang tidak memiliki arti.  Jenis persembahan yang mereka bawa itu secara langsung mengkonfirmasi siapa yang lahir itu.

Emas:

Emas sebagai Upeti atau persembahan biasanya diberikan kepada Raja (penguasa). Dalam hal ini mempersembahkan emas mengkonfirmasi bahwa bayi yang lahir itu adalah RAJA.

Kemenyan:

Kemenyan identik dengan penyembahan. Pembakaran kemenyan ditujukan kepada sembahan. Dalam hal ini mempersembahkan kemenyan mengkonfirmasi bahwa bayi yang lahir itu adalah sembahan atau TUHAN. Kemenyan juga identik dengan imam yang melakukan pembakaran ukupan di mesbah-mesbah. Sehingga bayi yang lahir ini juga adalah IMAM besar yang telah lahir.

Mur:

Mur adalah wangi-wangian yang berasal dari getah pohon  digunakan untuk mengurapi, untuk penguburan atau membalsam mayat.  Sehingga Mur ini menjadi simbol  bahwa Bayi yang lahir ini kelak akan menjadi mati dan menjadi korban (sebagai Juru Selamat)  memikul  dosa-dosa manusia. Peristiwa seorang perempuan mengurapi kepala Yesus dengan wewangian dan menyekanya dengan rambutnya  diakui Yesus sebagai tanda yang akan dkenang sepanjang masa. Tanda itu adalah tanda sebagai persiapan untuk penguburan Yesus. (Matius 26:12).

Jadi Orang Majus memandang bayi yang lahir itu  adalah RAJA, IMAM, TUHAN DAN  KORBAN PENEBUSAN MANUSIA BERDOSA.

Sekarang bagaimana kita memandang Yesus Kristus yang sudah lahir itu? Siapakah dia? Apa yang seharusnya kita bawa dan persembahkan kepadaNya”? datanglah kepada Tuhan bukan dengan tangan kosong. Bawalah hati kita sebagai persembahan, bawalah waktu kita, intelektual kita, atau apapun yang  terbaik dari  kita untuk dibawa kepada Yesus. Kiranya Tuhan menolong kita.

Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

 

Ev. Harles Lumbantobing



KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

KISAH-1 DARI 7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 

7 KISAH DALAM 7 HARI DI SEKITAR NATAL

 1 

“ORANG BERIMAN YANG TIDAK BERIMAN ?”

Lukas 1: 5-20  (Imam Zakaharia)

 

Suatu ketika Imam Zakharia yang sudah tua itu mendapat giliran untuk membakar ukupan di dalam bait suci dan umat ada di luar untuk sembahyang. Malaikat datang menjumpai dia dan berkata bahwa doa mereka yang sejak dulu menikah dengan istrinya Elisabeth sudah di dengar Tuhan, dan Istrinya akan melahirkan anak dan mereka akan menamainya Yohanes. Zakharia tidak percaya dan membantah pesan Tuhan lewat Malaikat itu. Di ayat 20 Malaikat berkata bahwa Zakharia akan di hukum menjadi bisu sampai Yohanes lahir. Alkitab mencatat bahwa Zakharia dan istrinya adalah keluarga imam yang memiliki iman dan ketaatan yang luar biasa. Lukas 1:6 berkata “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” Namun dalam, ayat 16 dan 20 jelas terlihat  bagaimana keraguan dan ketidakpercayaan Zakharia atas pesan Tuhan yang dibawa Malaikat itu. Alasan Zakharia memang logika bahwa  di ayat 7 dikatakan bahwa mereka sudah tua (lanjut umur) dan Elisabeth itu mandul. Kemungkinan umur mereka sudah diatas 70 tahun.

Hal yang teragis seperti ini tidak saja hanya terjadi kepada Zakharia, tetapi juga kepada banyak  anak-anak Tuhan, bahkan hamba-hamba Tuhan. Sebenarnya menurut Ayat 6 itu sudah disaksikan bahwa Zakharia dan Elisabet adalah orang yang benar di hadapan Allah, taat dan penurut serta melakukan ketetapan Tuhan dengan tidak bercela baik suami  maupun istri. Mereka setia, taat dan benar meskipun doa mereka untuk memohon anak sampai tua selama ini tidak Tuhan jawab juga.  Ketaatan mereka melayani Tuhan tidak tergantung doa mereka di dengar Tuhan atau tidak. Tetapi ketika iman percaya mereka ditantang untuk hal-hal yang di luar nalar dan kewajaran atau logika manusia bagaimana?.

Seorang hamba Tuhan sehebat apapun jika tidak percaya total tetap akan menerima sangsi atau konsekuensi dari Tuhan. Ketaatan tidak diukur jabatan rohani atau tahbisan apapun. Tetapi ketaatan di ukur dari akselerasi ( seberapa  cepat)  kita percaya akan Firman Tuhan. Lihat Maria yang bukan siapa-siapa dan tidak punya jabatan/tahbisan apa-apa ketika Malaikat membawa pesan tidak masuk akal kepadanya, Maria berkata “Aku ini hamba Tuhan jadilah kepadaku menurut perkataanmu itu” (Lukas 2: 38). Meskipun dia pernah  berkata “bagaimana mungkin, aku belum bersuami” itu tidak dinilai sebagai ketidakpercayaan, tetapi pernyataan seorang awam yang benar-benar awam akan pengenalan akan Tuhan. Beda jauh dengan Zakharia yang sudah puluhan tahun menjadi imam dan tiap hari melayani Tuhan.

Lalu bagaimana dengan kita?  Apakah kita harus bisu dulu baru percaya?.  Ketika sesuatu yang kita harapkan dan doakan selama ini jelas-jelas sudah tidak memungkinkan untuk terjadi lagi bahkan kita mungkin sudah menyerah, tiba-tiba Tuhan berkata kita harus melakukannya, mengerjakannya, mengemban misi Tuhan itu, menjawab doa yang sudah tidak mungkin itu, apakah kita akan merespon seperti Zakharia?.  Atau setelah membaca renungan ini  akhirnya kita mulai belajar bahwa jika sudah Tuhan yang berkata atau berfirman atau menyuruh atau memanggil kita haruslah percaya?.

Yah, inilah makna dan pesan renungan ini. Jika sudah Tuhan yang berpesan mari terimalah, yakini dan percayai meskipun nampaknya sudah menyangkut ketidakberdayaan kita, bahkan di luar logika dan kemampuan kita. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin

 

Shalom, Tuhan Yesus memberkati.

 

Ev. Harles Lumbantobing.




KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......

 

Sabtu, 29 Maret 2025

TUHAN SUMBER AIR KEHIDUPAN

 

Ibadah Sektor Minggu 1 April 2025

Tema:

TUHAN SUMBER AIR KEHIDUPAN

 

Yohanes 4: 1-30

1. Kisah ini diawali dengan inisiatif Yesus menjumpai seorang perempuan Samaria di siang bolong.

2. Sebelumnya Yesus sudah menyuruh murid-muridnya (semua murid)  pergi ke kota membeli makanan (ayat 4) à sebab Yesus pasti tahu bahwa perempuan yang akan Yesus jumpai adalah seorang Samaria dan seorang perempuan berdosa.

 

Siapakah perempuan samaria ini?

1. Seorang  perempuan yang sudah  kawin cerai sampai 5 kali, dan sekarang sedang kumpul kebo dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya

2. Seorang perempuan yang karena dosa setiap hari harus bersembunyi supaya tidak dilihat orang banyak,  dan kalau mau bepergian harus mengintip-intip suasana dulu supaya tidak dilihat orang.

3. Seorang perempuan yang setiap harinya menjadi pergunjingan dan bahan gosip di kotanya

4. Seorang perempuan yang setiap harinya selalu  dibayangi ketakutan akan dosa-dosanya, hukuman sosial, dan  neraka yang menunggunya.

5. Seorang yang sesungguhnya sadar akan perbuatannya, dan hidupnya yang   dibenci orang banyak. Namun karena dosa  seks yang sudah memperbudaknya dia tidak bisa berbuat apa-apa

Dari sudut pandang Iman bahwa perempuan Samarialah contoh manusia yang benar-benar kehausan bahkan sudah bisa dikategorikan DEHIDRASI rohani.

AIR kehidupan dalam tubuh Jasmani:

  1. Air merupakan unsur penting dalam tubuh manusia. Komposisinya biasanya bisa lebih dari 50% ke atas dalam tubuh manusia, bahkan dalam anak-anak komposisinya bisa sampai 75% dalam tubuh.
  2. Air tersimpan paling banyak di dalam darah manusia bisa sampai 90%. Maka air itu begitu vital dalam tubuh manusia. 
  3. Karena begitu pentingnya air untuk hidup maka perempuan Samaria ini walaupun harus sembunyi-sembunyi harus mengambil air ke sumur Yakub itu.

AIR kehidupan dalam tubuh rohani (jiwa):

  1. Air sebagai kebutuhan jiwa/rohani manusia adalah Firman. 
  2. Yohanes 1:1-3: Firman itu adalah Allah dan Firman itu telah menjadi daging yaitu Yesus Kristus. 
  3. Kekeringan rohani akan menyebabkan manusia itu mengalami banyak penyakit rohani bahkan sampai mati rohani.
  4. Sejak semula kisah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, bahwa dosa menyebabkan kematian rohani, dan kematian rohani mendahului (menyebakan) kematian jasmani.

 

JADI:

  • Jika tubuh jasmani kehausan/kekurangan  air bisa menyebabkan kematian jasmani. Tetapi jika padanya ada air kehidupan (Yesus kristus) maka meskipun tubuh jasmaninya mati, tetapi Jiwanya akan tetap hidup sampai selama-lamanya, dan tubuhnya akan dibangkitkan (dihidupkan lagi) pada akhir jaman.  
  • Jika tubuh jasmani kehausan/kekurangan  air bisa menyebabkan kematian jasmani. Tetapi jika jiwanya juga kekeringan rohani (mati rohani), maka tubuhnya tidak akan dibangkitkan pada akhir jaman  sehingga baik tubuh dan Jiwanya akan tetap mati sampai selama-lamanya di api neraka.  
  • Baiklah kita menjaga supaya tidak kekurangan air secara jasmani dan Air secara rohani.   
  • Perempuan Samaria ini adalah contoh yang mewakilkan Manusia yang sebenarnya membutuhkan Air Kehidupan untuk menjawab seluruh permasalahan hidupnya (jasmani dan rohani), tetapi karena dosa yang telah mengikat dan memperbudaknya  sehingga dia tidak tahu air apa yang sesungguhnya dia perlukan.


Inisiatif Yesus:

Dari kisah ini kita melihat bahwa:

Ø  Yesus menembus batas kultur dan budaya demi menyelamatkan seorang perempuan berdosa (dimana orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai kafir yang tidak layak duduk bersama)

Ø  Yesus mengasihi semua orang berdosa, dan Dia datang untuk menjumpai orang berdosa itu (Lukas 5:32, Markus 2:17)

Ø  Yesus ingin menghadapkan perempuan Samaria dengan dirinya sendiri supaya dia mengenal  dan menyadari siapa dirinya sebenarnya (ini penting sebagai awal pertobatan sejati).

Ø  Lalu Yesus menghadapkan perempuan Samaria itu dengan Yesus  sang Mesias yang adalah Tuhan dan Air Kehidupan yang akan memberikan kelegaan dan kelepasan kepadanya (ini penting supaya orang berdosa yang sudah sadar itu tahu bahwa Yesuslah Air kehidupan itu yaitu sang Juru selamat yang sanggup mengampuni dan menghapus dosa-dosa manusia)

 

Dampak Setelah percakapan Yesus dengan perempuan samaria itu adalah bahwa terjadi pencerahan, dan terjadi pertobatan yang mengakibatkan perubahan 180 derajat tujuan dan hasrat hidup perempuan Samaria itu (ayat 28-29)

 

Refleksi:

Ø  Mengapa manusia cenderung seperti tidak membutuhkan keselamatan?

1.  Rom 3:9-18 : Manusia telah  mati rohani.

2. Orang berdosa sedang tenggelam di dalam dosa dan tidak dapat menyelamatkan diri sendiri.

3.  Yesuslah yang  berinisiatif menyelamatkan orang yang berdosa, dan kedatanganNya adalah Anugrah

Ø  Keselamatan Hanya Dari Allah Semata, Tetapi… Dosa menjadi penghalang manusia untuk bertemu dengan keselamatan. Yesaya 59: 1-2; Yeremia 5:23-25

Ø  Untuk mendapatkan keselamatan itu, Manusia harus menyadari dan mengakui bahwa dirinya adalah orang berdosa dan tidak layak.

Ø  Sadar akan dirinya berdosa dan tidak  berdaya untuk  keluar dari dosa itu, lalu bertobat  Adalah bagian manusia untuk memperoleh keselamatan. Matius  4:17:  Yesus berkata  “Bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat”

Ø  Dalam Nas Yohanes 4 ini kita meihat bahwa Perempuan samaria meninggalkan tempayannya dan lari ke kota memberitahukan tentang Mesias yang telah datang.  Ini artinya bahwa apa yang menjadi tujuan awalnya untuk mengambil air dan mengisi tempayannya supaya dia bisa hidup hari ini tidak lagi menjadi hal yang utama lagi.

Ø  Kemudian ketakutan dan kecemasan  bertemu dengan orang banyak tidak lagi menjadi masalah bagi dirinya. Justeru setelah dia menerima Air Kehidupan itu (Yesus) dia jadi berani disiang bolong itu untuk berjumpa dengan orang banyak di kota dan mencertakan tentang Yesus.

 

PENUTUP

Ø  Bagaimana dengan kita ? Apakah kita sadar akan dosa-dosa kita , dan haus akan kebenaran yang memerdekakan?

Ø  Yesus berkata: “ di ayat 13-14  Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Ø  Karena itu Terimalah Yesus sang Air Kehidupan itu yang akan memberikan kelegaan dan kelepasan akan dosa.


Renungan yang temanya sama dengan ini dalam bentuk tulisan bisa saudara baca di link blog berikut ini silahkah di Klik:

"YESUS AIR KEHIDUPAN" renungan-ibadah-minggu-25-oktober-2020


Shalom,

Ev. Harles Lumbantobing


KLIK  ARSIP  untuk melihat tulisan lainnya 

di Daftar... ARSIP.......